Home
WHO Ulas Laporan Penelitian Virus Corona Menular Lewat Udara | Wacana Penurunan Ambang Batas Pencalonan Presiden Mencuat | Apa Itu Redenominasi Rupiah? Sri Mulyani Gagas Mata Uang Rp1.000 Jadi Rp 1 | Tren Penularan Covid 19 di Riau Menurun | Chossypratama Gandeng Nadya, Model Cantik dari Bali | Glenn Pratama Garap Versi Terbaru Lagu Poetri Karya Chossypratama
Kamis, 09 Juli 2020
/ Showbiz / 10:06:55 / Din Syamsuddin: Pernah IPNU Lalu Muhammadiyah /
Din Syamsuddin: Pernah IPNU Lalu Muhammadiyah
Minggu, 10 November 2019 - 10:06:55 WIB

Muhammad Sirajudin Syamsuddin (60), atau yang lebih dikenal dengan nama Din Syamsuddin, adalah putra ke 2 dari 9 bersaudara. Putra dari Syamsudin Abdullah (Ayah) dan Rohana Syamsudin (Ibu) ini, merupakan keluarga Muslim yang taat dalam menjalankan ajaran agamanya.

Lahir pada 1958 di pulau kecil di kawasan kepulauan Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dikenal dengan pulau Sumbawa. Pulau ini, selain tempat kelahiran Din Syamsuddin, juga sebagai tempat dimana Din Syamsuddin mengawali sekolah pertama serta menghabiskan masa kecilnya.

Walaupun selepas menyelesaikan pendidikan di kampung halamannya, Din langsung melanjutkan pendidikan di luar Sumbawa dan luar negeri, namun keberadaan kampung dan keluarga kecilnya, banyak memiliki peran dalam melahirkan tokoh bangsa ini.

Setidaknya demikian pesan yang diambil oleh Suara Muhammadiyah saat berkunjung ke kampung halaman Din Syamsuddin, tepatnya di desa Samapuin, Sumbawa Besar dan ke Pondok Pesantren Modern Internasional Dea Malela, Pemangong, beberapa waktu yang lalu (11-12/10).

Cerdas dan Berani

Sejak kecil, Din dikenal sebagai sosok anak yang tekun, ulet, gigih dan berani. Ketekunan dan keuletan Din Syamsuddin tampak selama ia menempuh pendidikan di Ibtidaiyah (setingkat sekolah dasar) di Sumbawa Besar. Din seperti tidak memiliki banyak waktu seperti kebanyakan anak-anak seusianya untuk bermain sepulang sekolah.

Hal yang lazim bagi Din kecil, sepulang sekolah untuk mengulangi setiap pelajaran yang didapatkan. Bahkan menurut penuturan Fachri, Adik Kandung Din Syamsuddin (7), mengatakan, bahwa kakak kandungnya ini, juga memiliki pengajaran privat dengan ayahnya. Sehingga setiap pulang dari sekolah maupun pengajian, ia selalu mengulangi dan belajar kembali dengan ayahnya.

Memang sosok ayah Din Syamsuddin, selain sebagai seorang pegawai di Lembaga Urusan Agama (sekarang Departemen Agama), juga dikenal sebagai seorang kiai Nahdhatul Ulama (NU) yang taat. Sehingga, Din memanfaatkan semua ini, untuk mengembangkan pelajaran yang diperolehnya di sekolah maupun pengajian.

Ketekunan dan kegigihan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2005-2015 ini, mengantarkan Din sebagai pelajar tercepat menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya. Karena Din dapat mengikuti jenjang pendidikan sekolah dasarnya dengan melompat dua kali dari yang semestinya. Sehingga ia menghabiskan waktu sekolahnya di Ibtidaiyah hanya selama 4 tahun.

Tidak hanya itu, selain tekun dan gigih, Din Kecil juga dikenal sebagai sosok anak yang berani. Tidak sedikit waktunya dihabiskan di masa kecilnya untuk berceramah, berorasi, dan tampil dalam berbagai acara politik, di panggung-panggung besar. Karena ayahnya adalah aktif dalam gerakan keagamaan dan politik saat itu, maka Din dengan senang hati menawarkan diri untuk menjadi asisten dan sekretaris yang menemani berbagai kegiatan dakwah dan politik dari sang ayah.

Kesempatan ini, selalu dimanfaatkan oleh Din untuk bisa tampil di hadapan publik. Walaupun untuk seukuran usianya saat itu, sangat jarang bahkan tidak ada seorang anak sekolah dasar yang berani tampil dalam kegiatan-kegiatan besar dan resmi. Namun Din Syamsuddin sudah melakukan semua itu.

Untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, Din Syamsuddin dibina oleh seorang pamannya, yang juga merupakan seorang pengajar yang datang ke Sumbawa. Kehadiran pamannya, menurut Fachri, selain mendorong Din Syamsuddin untuk melanjutkan pendidikanya ke Pondok Pesantren Modern Gontor, Jawa Timur, juga sebagai inspirasi dan awal bagi Din dan Keluarga beralih serta aktif ke organisasi persyarikatan Muhammadiyah.

Sehingga, sejak Din memasuki Pesantren Gontor, ia mulai mempelajari dan aktif dengan Muhammadiyah. Bahkan keluarga besarnya pun di Sumbawa mulai aktif mendirikan Ranting dan pengajian-pengajian Muhammadiyah. Tidak hanya itu, keluarga besar Din pun, menjadikan kediaman mereka sebagai sekretariat dan lokasi pengajian warga Muhammadiyah. Maka tidak heran, selepas Din sebelumnya diamanahi jabatan Ketua IPPNU saat bersekolah di Sumbawa, kemudian Din Syamsuddin di amanahi Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), saat menempuh pendidikan sarjana. (denias) [Republika]

   
 
Peristiwa Unik di Mekah, Burung Pipit Cium Pintu Kabah
Senin, 22 Juni 2020 - 09:19

Perdana Dibuka, Istana Siak Perketat Protokol Kesehatan Covid-19
Senin, 22 Juni 2020 - 09:10

Lantik Penghulu Merempan Hulu, Ini Pesan Alfedri
Senin, 22 Juni 2020 - 09:02

Alfedri Sebut Pesantren Semakin Diminati
Senin, 22 Juni 2020 - 08:55

Upaya Siak Terapkan Tatanan Normal Baru yang Produktif dan Aman Covid19
Senin, 22 Juni 2020 - 08:45

Petinggi Gerindra Arief Poyuono Terancam Dipecat karena Isu PKI
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:56

KT and G Indonesia Amo Padang Ikut Sukseskan Kampanye Love Yourself 2020
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:53

Presidential Threshold Baiknya Dihapus, Hanya Digunakan Cukong Politik
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:39

PGN Mulai Bangun Pipa Minyak di Blok Rokan Riau
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:18

RoRo Sungai Selari Buka Jalur Penyeberangan ke Batam
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:16

Hadang Tank Israel, Nyali Besar Prajurit TNI Jadi Sorotan Dunia
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:04

Restorasi Ekosistem Riau Terus Memperbaiki Hutan Rawa Gambut Utuh Terbesar di Sumatra
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:01

Agar Terhindar Covid-19, Bupati Siak Ingatkan Masyarakat Tingkatkan Imun Tubuh
Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:55

New Normal, Pemkab Siak Persiapkan Penerapan Physical Distancing di Lingkungan Sekolah
Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:53

Bersempena Hari Bhayangkara ke-74 1 Juli 2020, Kapolres Siak Gelar Silaturahmi Bersama Insan Pers
Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:41

Semua Objek Wisata di Siak Dibuka Kembali, Fauzi: Pengunjung Harus Terapkan Protokol Kesehatan
Jumat, 19 Juni 2020 - 20:12

Sekolah di Zona Hijau Riau Harus Penuhi Syarat Sebelum Buka
Kamis, 18 Juni 2020 - 20:09

DPRD Riau Ujicoba Tol, Jarak Tempuh Pekanbaru-Dumai Hanya 1 Jam 40 Menit
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:58

Pemkab Kampar Siap Rapid Test 18.000 Jiwa Warganya
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:48

Istana Siak Bakal Dibuka, Waktu dan Jumlah Pengunjung Masuk Dibatasi Serta Ikuti Protokol Kesehatan
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:40

3 Pasangan Bakal Cakada Kuansing Mencuat, Mulai Petahana, Wabup, Hingga Ketua DPRD
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:37

Penambahan Empat Kasus Positif Covid-19 di Pekanbaru, Tiga Merupakan Karyawan BUMN
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:30

Masyarakat Siak Wajib Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Kapolres Siak: Kita Harus Tetap Waspada
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:24

Launching Siak Menuju New Normal, Bupati Alfedri Himbau Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:31

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com