Home
Metode Pembelajaran Tahun Ajaran Baru Tetap Sistem Daring | Update Covid-19: Tidak Ada Penambahan Kasus Positif di Riau | Perguruan Tinggi Bisa Mati karena Covid-19, Ini Penyebabnya | Bupati Pelalawan Serahkan BLT Tahap II Di Tiga Desa Kecamatan Kuala Kampar | Bupati Alfedri : Alhamdulillah, Masyarakat Tak Lagi Kesulitan Air Bersih | WN Malaysia Positif Covid-19 di Pulau Rupat, Bagaimana Cara Pasien Masuk Riau?
Jum'at, 03 Juli 2020
/ Riau Region / 13:51:02 / Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular King Kobra /
Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular King Kobra
Senin, 11 November 2019 - 13:51:02 WIB

JAKARTA - King Kobra merupakan salah satu jenis ular paling berbisa di dunia. Beberapa hari lalu, seorang pemuda asal Depok, Rendy Arga Yudha (18) meninggal dunia pada Rabu (6/11) setelah digigit ular king kobra peliharaannya sendiri.

Mengutip WebMD, keberadaan ular memang kerap tak terdeteksi. Biasanya, berbagai jenis ular akan banyak keluar dari sarang dan cenderung menjadi agresif saat cuaca memanas.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, bila ditangani dengan tepat, gigitan ular jarang berakibat fatal atau menyebabkan kematian. Namun, sejumlah ular seperti king kobra bisa menyebabkan kerusakan organ yang serius sehingga perlu mendapatkan penanganan yang komprehensif.

Tak hanya di AS, ular juga banyak ditemukan di negara tropis seperti Indonesia. Sayangnya, sejumlah cara yang disarankan selama ini justru dapat memperparah keadaan.

"Bisa King Kobra punya neurotoksin kuat yang bisa menewaskan dalam hitungan jam," kata peneliti Herpetologi LIPI, Amir Hamidy, kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi lewat sambungan telepon, Senin (11/11).

Neurotoksin sendiri merupakan bisa yang menyerang saraf. Bisa ular king kobra menyerang saraf pernapasan sehingga bisa menyebabkan penderita kesulitan bernapas.

Tak hanya butuh penanganan dokter, gigitan ular juga membutuhkan pertolongan pertama yang dilakukan dengan tepat. Dengan begitu kondisi penderita tak akan memburuk dengan cepat.

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan sebagai pertolongan pertama pada gigitan ular seperti king kobra.

1. Pastikan area gigitan tidak banyak digerakkan. Misalnya bila Anda tergigit pada area kaki, maka pastikan kaki tidak banyak bergerak untuk memperlambat penyebaran racun. Agar tak banyak bergerak, Anda bisa meletakkan kayu pada sisi-sisi kaki lalu diikat, lakukan seperti pada pertolongan pada patah tulang.

2. Catat waktu gigitan sehingga dokter bisa menghitung seberapa banyak waktu yang telah berlalu dan kemungkinan risiko yang dapat timbul.

3. Bila gigitan terjadi di tangan, lepas semua perhiasan seperti cincin atau gelang karena pembengkakan bisa terjadi.

4. Selain tidak disarankan untuk mengikat bagian tubuh dengan tali, berusaha menyedot racun juga tak disarankan. Selain tidak efektif, racun tersebut juga bisa masuk lewat mulut.

5.Hindari mengonsumsi aspirin, ibuprofen, serta penghilang rasa sakit lain yang dapat mengencerkan darah.

6. Hindari pula teknik tourniquet yaitu memotong aliran darah ke area gigitan karena dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan jaringan.

7. Termasuk hindari mengikat bagian tubuh dengan kain atau tali dengan harapan menghentikan laju racun. Cara ini justru dapat membuat pembuluh darah tersumbat dan menyebabkan komplikasi yang lebih berbahaya.

8. Segera menuju ke rumah sakit sesegera mungkin untuk mendapat penanganan yang intensif. Walau digigit ular yang tidak beracun sekalipun, gigitan ular berisiko membuat Anda terinfeksi tetanus serta bakteri berbahaya.

Lamanya perawatan akibat gigitan ular bisa bergantung pada jenis ular dan seberapa parah dampak racun pada tubuh. Gigitan ular dan bisa king kobra tentunya butuh perawatan yang lebih intensif dibanding gigitan ular lainnya.  (CNN indonesia)

   
 
Kasus Positif Covid-19 Muncul Lagi, Walikota Ingatkan Pekanbaru Belum Aman dari Corona
Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:55

Dewan Minta Kadis PUPR Ajak Gubri Keliling Riau Pantau Jalan Rusak
Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:53

Bersempena Hari Bhayangkara ke-74 1 Juli 2020, Kapolres Siak Gelar Silaturahmi Bersama Insan Pers
Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:41

Meski Corona, Pertumbuhan Angka Kredit di Riau Masih Baik
Kamis, 18 Juni 2020 - 20:12

Sekolah di Zona Hijau Riau Harus Penuhi Syarat Sebelum Buka
Kamis, 18 Juni 2020 - 20:09

DPRD Riau Ujicoba Tol, Jarak Tempuh Pekanbaru-Dumai Hanya 1 Jam 40 Menit
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:58

Pemkab Kampar Siap Rapid Test 18.000 Jiwa Warganya
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:48

Akui Karyawan Bank BUMN Positif Covid-19, OJK Riau Enggan Ungkap Nama Lembaga
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:40

3 Pasangan Bakal Cakada Kuansing Mencuat, Mulai Petahana, Wabup, Hingga Ketua DPRD
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:37

Penambahan Empat Kasus Positif Covid-19 di Pekanbaru, Tiga Merupakan Karyawan BUMN
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:30

Kuota RLH Pemprov Riau Tinggal 855 Unit
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:24

Launching Siak Menuju New Normal, Bupati Alfedri Himbau Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:31

Inikah Figur-figur yang Dipersiapkan PKS untuk Pilwako Pekanbaru?
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:25

Irfani Nasheed, Grup Asal Riau Rilis Lagu Religi Romantis
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:19

AMSI Perkuat Ekosistem Jurnalisme Digital yang Berkualitas
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:13

Incar Kursi Bupati, Sejumlah Anggota Dewan Siap Mundur dari DPRD Riau
Rabu, 17 Juni 2020 - 16:02

Jubir Covid-19 Riau Minta Posko di Perbatasan Provinsi Diperketat
Rabu, 17 Juni 2020 - 15:50

Ini Syarat PPDB Jalur Zonasi, Afirmasi, Hafiz Quran, Prestasi dan Perpindahan
Rabu, 17 Juni 2020 - 15:46

Masuk Bandara SSK II Penumpang Internasional Wajib Tunjukkan RT-PCR
Rabu, 17 Juni 2020 - 15:40

Konfirmasi Isu Jadi THL Harus Bayar Puluhan Juta, DPRD Panggil Dishub Pekanbaru
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:48

Harga TBS Kelapa Sawit Riau Terus Alami Kenaikan, Kini Capai Rp1.543,14 Perkilogram
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:44

Bung Azmi SE Yang juga Ketua DPRD Siak Nahkodai Perbakin Kab Siak
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:29

Ketua DPRD: Harapkan Helat Pilkada Berjalan Lancar, Aman Dan Damai
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:27

Tujuh Warga Tasikmalaya Ditangkap karena Pembalakan Liar di Riau
Selasa, 16 Juni 2020 - 10:22

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com