Home
Instansi Terkait Diminta Siaga Situasi Banjir | Selain Beri Beasiswa, Pemprov Riau Juga Bikin Aplikasi Permudah Pelayanan Terhadap Guru | FPI Kritik Ormas Islam yang Dirayu China: Semoga Bertobat | MTsN 3 Pasaman Barat Hadirkan Kak Wulan di Workshop Menulis Cerita Anak | Batang Kuantan Meluap, Beberapa Wilayah di Batang Peranap Banjir | Turnamen Bola Voli Semi Open
Sabtu, 14 Desember 2019
/ Nasional / 13:56:57 / Beda dari PBNU, PKS Nilai Salam Agama Lain Bukan Toleransi /
Beda dari PBNU, PKS Nilai Salam Agama Lain Bukan Toleransi
Senin, 11 November 2019 - 13:56:57 WIB

JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera merespons imbauan MUI Jawa Timur yang meminta umat Islam dan pejabat muslim untuk tidak mengucapkan salam agama lain dalam sebuah acara resmi.

Mardani mengatakan pengucapan salam agama lain oleh pejabat muslim dalam acara resmi tak bisa disebut sebagai sikap toleransi. Menurut Mardani, sikap toleransi tak serta merta bisa disangkutpautkan terhadap urusan agama.

"Toleransi tidak menyangkut urusan agama," kata Mardani kepada CNNIndonesia.com, Senin (11/11).

Hal itu berbeda dengan pernyataan PBNU yang menyebut pengucapan salam agama lain merupakan simbol toleransi.

Lebih jauh, Mardani memandang bahwa ajaran agama, termasuk dalam pengucapan salam, tak bisa dicampuradukkan dengan aspek lainnya. Karenanya dia menilai perlu dipelajari lebih dalam seruan MUI Jatim tersebut. Sebab MUI merupakan pemegang otoritas tertinggi dalam fatwa keagamaan.

"Kita perlu dengan penuh kejernihan mempelajari dan mendengar apa yang menjadi dasar [pernyataan MUI]," kata dia.

Meski begitu, dia menyebut partainya tak bisa melarang semua pejabat publik untuk mengikuti imbauan MUI Jawa Timur menghindari mengucapkan salam agama lain dalam acara resmi. Ia menyerahkan keputusan itu pada kebijakan masing-masing kepala daerah.

"Diserahkan pada kebijakan masing-masing [pejabat publik]," ujar dia.

Sebelumnya, MUI Jatim mengimbau umat Islam dan para pemangku kebijakan atau pejabat untuk menghindari pengucapan salam dari agama lain saat membuka acara resmi. Pernyataan itu ditulis melalui surat edaran yang ditandatangani Ketua KH. Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin.

Imbauan itu merupakan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI di Nusa Tenggara Barat, 11-13 Oktober 2019 lalu yang dituangkan dalam surat bernomor 110/MUI/JTM/2019.

Sekjen MUI Anwar Abbas menilai MUI Jawa Timur telah mengambil sikap yang tepat ketika mengimbau umat muslim memberi salam dalam agama lain. Dia menilai itu sudah sesuai dengan ajaran Alquran dan Alhadis.

"Oleh karena itu kalau ada orang Islam dan orang yang beriman kepada Allah berdoa dan meminta pertolongan kepada selain Allah SWT maka murka Tuhan pasti akan menimpa diri mereka," ujar Anwar.

Pendapat berbeda diutarakan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini. Dia mengatakan bahwa pengucapan salam dalam agama lain merupakan suatu budaya yang memang selama ini dilakukan banyak pihak.

PBNU menilai budaya itu sebagai bentuk persaudaraan kebangsaan atau ukhuwah wathoniyyah.

"Sebagai salam kebangsaan yang tentu semua para tokoh atau pemimpin bermaksud untuk mempersatukan, sepanjang yang saya lihat dari berbagai forum tidak ada satu pun yang berniat menistakan, melecehkan, atau menodai," kata Helmy lewat keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Minggu (10/11).

(cnnindonesia)

   
 
Luruskan Soal Sertifikasi Majelis Taklim, Begini Kata Menag Fachrul Razi
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:42

Bukaan Pintu Waduk PLTA Koto Panjang Bakal Ditambah Jadi 120 cm
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:31

37.265 Warga Pekanbaru Belum Rekam e-KTP
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:28

Ditemukan Jejak Harimau, BBKSDA Turunkan Tim
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:25

BPBD Riau Siapkan Alat Evakuasi Banjir di Titik-titik Rawan
Kamis, 12 Desember 2019 - 13:32

Rancang Kalender Kegiatan 2020, PBSI Riau Gelar Mukerprov
Kamis, 12 Desember 2019 - 13:22

Pembangunan Masjid Cheng Ho Rohil Dalam Tahap Pematangan Lahan
Kamis, 12 Desember 2019 - 12:05

Stop Retorika Pemberantasan Mafia Migas: Adili Ahok!
Kamis, 12 Desember 2019 - 11:57

Beralaskan Tikar Di ruangan Terbuka, Warga Tetap Antusias Hadiri Reses Ferryandi
Kamis, 12 Desember 2019 - 11:44

Pajak Sarang Burung Walet Meranti Tertinggi se-Riau
Kamis, 12 Desember 2019 - 11:42

Hujan akan Mengguyur Riau Hari Ini
Kamis, 12 Desember 2019 - 11:41

Reses I Tahun 2019, DR Ferryandi Disambut Antusias Warga Desa
Kamis, 12 Desember 2019 - 11:35

1200 Jam, Waktu Ideal Belajar Bahasa Inggris Sampai Fasih
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:43

360 Miliar Penambahan Modal BRK Tahun 2020 Ditunda
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:35

Ratusan Warga Terkena Dampak Banjir di Kampar, Begini Kondisi Mereka
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:29

Dewan Minta Pemprov Riau Serius Tangani Korban Banjir
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:24

Siang Ini, BEM Unri Akan Gelar Aksi Tolak Kenaikan BPJS
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:22

Pidato Akhir Tahun, SBY Ungkap 2 Keburukan dalam Pemilu 2019
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:20

Wacana Hapus UN Sudah Ada Di Era Anies
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:14

Sambut RUU Perlindungan Tokoh Agama, MUI: Kadang-Kadang Orang Suka Salah Paham
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:12

SBY: Infrastruktur Lebih Besar Dari Anggaran Sosial, Ini Tidak Adil
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:10

Babe Haikal: Kasus Gus Muwafiq Membesar Karena Santrinya Sibuk Cari Dalil Pembenaran
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:08

40 Rumah dan 80 KK Terdampak Banjir di Pelalawan
Rabu, 11 Desember 2019 - 16:49

Pembangunan Pasar Induk Molor, PT Agung Rafa Bonai Minta Tambah Waktu Lagi
Rabu, 11 Desember 2019 - 16:45

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com