Home
Metode Pembelajaran Tahun Ajaran Baru Tetap Sistem Daring | Update Covid-19: Tidak Ada Penambahan Kasus Positif di Riau | Perguruan Tinggi Bisa Mati karena Covid-19, Ini Penyebabnya | Bupati Pelalawan Serahkan BLT Tahap II Di Tiga Desa Kecamatan Kuala Kampar | Bupati Alfedri : Alhamdulillah, Masyarakat Tak Lagi Kesulitan Air Bersih | WN Malaysia Positif Covid-19 di Pulau Rupat, Bagaimana Cara Pasien Masuk Riau?
Jum'at, 03 Juli 2020
/ Lifestyle / 09:25:37 / Penderita Diabetes tak Boleh Konsumsi Nasi Putih, Benarkah? /
Penderita Diabetes tak Boleh Konsumsi Nasi Putih, Benarkah?
Selasa, 12 November 2019 - 09:25:37 WIB

RIAUTRUST.COM - Meski nasi putih tinggi karbohidrat dan indeks glikemik, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) menegaskan penyakit diabetes mellitus (DM) bukan hanya karena konsumsi nasi putih. Asupan makanan mengandung karbohidrat dan kalori yang tidak diperlukan menumpuk dalam tubuh menjadi stimulan penyebab penyakit ini.

Sekjen Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Em Yunir mengakui, nasi putih mengandung karbohidrat yang tinggi dan memiliki indeks glikemik (IG) sangat tinggi. Ketika mengkonsumsi nasi putih, kemudian dalam waktu satu atau dua jam akan terjadi kenaikan gula darah mendadak tinggi.

"Tetapi sebenarnya bukan nasi putih yang menjadi masalah melainkan berapa karbohidrat makanan dan kalori yang masuk ke tubuh" ujarnya saat temu media mengenai diabetes mellitus, di kantor Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Senin (11/11).

Ia menjelaskan, makanan yang tinggi karbohidrat bisa berasal dari mi, tepung-tepungan, hingga roti. Makanan ini seringkali dokonsumsi bersamaan dengan nasi.

Dia menjelaskan, orang yang sudah memakan makanan utama tinggi karbohidrat seperti nasi padang yang mengandung 175 sampai 200 kalori per porsi masih menambah makanannya plus mengkonsumsi lagi makanan manis dan makanan ringan. Padahal asupan mengkonsumsi nasi padangnya sudah tinggi lalu masih makan snack.

"Ya kandungan kalorinya semakin banyak. Artinya banyak sebenarnya kalori yang tidak diperlukan menumpuk dalam tubuh dan jangka panjang bisa menjadi stimulan terjadinya DM," ujarnya.

Ia menjelaskan, jika seorang penderita DM diberi makanan banyak kalori dalam waktu singkat dengan indeks glikemiknya tinggi, maka gula dalam darah cepat naik tetapi insulin yang diproduksi organ tubuh pankreas belum dihasilkan. Dengan demikian terjadilah kenaikan kadar gula darah yang mendadak tinggi tetapi insulinnya belum keluar.

Karena itu, dia menambahkan, seseorang bisa mengkonsumsi nasi putih dalam keadaan dingin karena IG nya tidak setinggi nasi putih hangat. Selain itu, ia juga meminta masyarakat menghitung asupan kalori dan karbohidrat yang masuk tubuhnya.

Ia memberikan rekomendasi seseorang bisa memakan karbohidrat lain pengganti nasi putih yang indeks glikemiknya rendah seperiti beras organik nasi merah atau nasi hitam. Apalagi, dia melanjutkan, nasi organik diklaim memiliki IG rendah sehingga begitu dimakan dengan gram yang sama seperti konsumsi nasi putih tetapi kenaikan gula darahnya berbeda utamanya dua jam pertama setelah makan. [Republika]

   
 
Kasus Positif Covid-19 Muncul Lagi, Walikota Ingatkan Pekanbaru Belum Aman dari Corona
Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:55

Dewan Minta Kadis PUPR Ajak Gubri Keliling Riau Pantau Jalan Rusak
Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:53

Bersempena Hari Bhayangkara ke-74 1 Juli 2020, Kapolres Siak Gelar Silaturahmi Bersama Insan Pers
Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:41

Meski Corona, Pertumbuhan Angka Kredit di Riau Masih Baik
Kamis, 18 Juni 2020 - 20:12

Sekolah di Zona Hijau Riau Harus Penuhi Syarat Sebelum Buka
Kamis, 18 Juni 2020 - 20:09

DPRD Riau Ujicoba Tol, Jarak Tempuh Pekanbaru-Dumai Hanya 1 Jam 40 Menit
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:58

Pemkab Kampar Siap Rapid Test 18.000 Jiwa Warganya
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:48

Akui Karyawan Bank BUMN Positif Covid-19, OJK Riau Enggan Ungkap Nama Lembaga
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:40

3 Pasangan Bakal Cakada Kuansing Mencuat, Mulai Petahana, Wabup, Hingga Ketua DPRD
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:37

Penambahan Empat Kasus Positif Covid-19 di Pekanbaru, Tiga Merupakan Karyawan BUMN
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:30

Kuota RLH Pemprov Riau Tinggal 855 Unit
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:24

Launching Siak Menuju New Normal, Bupati Alfedri Himbau Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:31

Inikah Figur-figur yang Dipersiapkan PKS untuk Pilwako Pekanbaru?
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:25

Irfani Nasheed, Grup Asal Riau Rilis Lagu Religi Romantis
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:19

AMSI Perkuat Ekosistem Jurnalisme Digital yang Berkualitas
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:13

Incar Kursi Bupati, Sejumlah Anggota Dewan Siap Mundur dari DPRD Riau
Rabu, 17 Juni 2020 - 16:02

Jubir Covid-19 Riau Minta Posko di Perbatasan Provinsi Diperketat
Rabu, 17 Juni 2020 - 15:50

Ini Syarat PPDB Jalur Zonasi, Afirmasi, Hafiz Quran, Prestasi dan Perpindahan
Rabu, 17 Juni 2020 - 15:46

Masuk Bandara SSK II Penumpang Internasional Wajib Tunjukkan RT-PCR
Rabu, 17 Juni 2020 - 15:40

Konfirmasi Isu Jadi THL Harus Bayar Puluhan Juta, DPRD Panggil Dishub Pekanbaru
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:48

Harga TBS Kelapa Sawit Riau Terus Alami Kenaikan, Kini Capai Rp1.543,14 Perkilogram
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:44

Bung Azmi SE Yang juga Ketua DPRD Siak Nahkodai Perbakin Kab Siak
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:29

Ketua DPRD: Harapkan Helat Pilkada Berjalan Lancar, Aman Dan Damai
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:27

Tujuh Warga Tasikmalaya Ditangkap karena Pembalakan Liar di Riau
Selasa, 16 Juni 2020 - 10:22

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com