Home
WHO Ulas Laporan Penelitian Virus Corona Menular Lewat Udara | Wacana Penurunan Ambang Batas Pencalonan Presiden Mencuat | Apa Itu Redenominasi Rupiah? Sri Mulyani Gagas Mata Uang Rp1.000 Jadi Rp 1 | Tren Penularan Covid 19 di Riau Menurun | Chossypratama Gandeng Nadya, Model Cantik dari Bali | Glenn Pratama Garap Versi Terbaru Lagu Poetri Karya Chossypratama
Kamis, 09 Juli 2020
/ Peristiwa / 09:30:07 / Kok Bisa, Dokter Gadungan 25 Tahun Bekerja di Pelni /
Kok Bisa, Dokter Gadungan 25 Tahun Bekerja di Pelni
Selasa, 12 November 2019 - 09:30:07 WIB

JAKARTA - Seorang dokter gadungan, SU (57 tahun), terbongkar setelah 25 tahun bekerja di PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Status SU terungkap usai proses verifikasi data kepegawaian dalam rangka sertifikasi. Dalam proses itu, ijazah SU ternyata palsu.

Kepala Kesekretariatan Perusa haan Pelni Yahya Kuncoro menyebut, dalam rangka transformasi, Pelni melakukan verifikasi kepegawaian untuk pemutakhiran data sumber daya manusia (SDM). "Dalam verifikasi tersebut, terdapat data SU yang merupakan mantan Pekerja Harian Lepas (PKL) yang menjadi tenaga medis di kapal dengan indikasi tidak valid," kata Yahya, Senin (11/11).

Menurut dia, Pelni kemudian melakukan pengecekan ke Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas Makassar), sesuai ijazah SU. Terungkap, ijazah dokter ber nomor: 2457-039-04/133-271-91 yang digunakan SU bekerja sebagai dokter kapal di Kantor PT Pelni Persero Kota Makassar tidak terdaftar.

"Ditemukan ketidakcocokan nomor ijazah, sehingga dinyatakan yang bersangkutan tidak kuliah di Universitas Hasanudin serta diduga ijazahnya palsu," ujarnya.

Atas temuan tersebut, Pelni melaporkan SU ke Polda Sulsel atas tuduhan tindak pidana menempatkan keterangan palsu pada akta autentik. Selain itu, SU telah diberhentikan dari Pelni. "Saat ini, Pelni telah melaporkan indikasi penipuan pemalsuan ijazah yang bersangkutan dan telah memberhentikan dari tenaga medis kontrak," kata dia.

Menurut dia, saat rekrutmen SU dulu memang belum ada teknologi digital seperti sekarang. "Beliau kan PHL dan proses waktu zaman dulu manual semua, saat ini sudah tersistem dan online jadi terverifikasi dengan baik," kata dia.

SU diketahui berdomisili di Kota Tangerang. Ia terhitung bekerja sebagai dokter kapal di Kantor PT Pelni Persero Kota Makassar sejak 1994.

Menanggapi itu, Wakil Rektor I Universitas Hasanuddin (Unhas) Profesor Muh Restu mengatakan, pihak Pelni terlambat meminta proses verifikasi ke pihak universitas. "Pelni memang terlambat melaporkan. Itu ijazah palsu sudah sejak 25 tahun lalu. Padahal, setiap rumah sakit yang memakai tenaga kerja dari universitas kita sudah melakukan verifikasi," kata Restu.

Saat Pelni meminta proses verifikasi ijazah milik SU, ujar Restu, pihaknya langsung mencocokkan datanya di tingkat fakultas dan universitas. Ternyata, nomor ijazah yang digunakan SU adalah milik orang lain. "Jadi, dia palsukan ijazah dengan meniru ijazah Unhas. Dia masukkan dia punya nama, tapi nomor ijazah dia terdeteksi. Karena nomor itu dia pakai nomor orang lain," kata Restu.

Restu menegaskan, kasus pemalsuan ijazah Unhas baru pertama kali terjadi. (Republika)

   
 
Peristiwa Unik di Mekah, Burung Pipit Cium Pintu Kabah
Senin, 22 Juni 2020 - 09:19

Perdana Dibuka, Istana Siak Perketat Protokol Kesehatan Covid-19
Senin, 22 Juni 2020 - 09:10

Lantik Penghulu Merempan Hulu, Ini Pesan Alfedri
Senin, 22 Juni 2020 - 09:02

Alfedri Sebut Pesantren Semakin Diminati
Senin, 22 Juni 2020 - 08:55

Upaya Siak Terapkan Tatanan Normal Baru yang Produktif dan Aman Covid19
Senin, 22 Juni 2020 - 08:45

Petinggi Gerindra Arief Poyuono Terancam Dipecat karena Isu PKI
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:56

KT and G Indonesia Amo Padang Ikut Sukseskan Kampanye Love Yourself 2020
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:53

Presidential Threshold Baiknya Dihapus, Hanya Digunakan Cukong Politik
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:39

PGN Mulai Bangun Pipa Minyak di Blok Rokan Riau
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:18

RoRo Sungai Selari Buka Jalur Penyeberangan ke Batam
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:16

Hadang Tank Israel, Nyali Besar Prajurit TNI Jadi Sorotan Dunia
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:04

Restorasi Ekosistem Riau Terus Memperbaiki Hutan Rawa Gambut Utuh Terbesar di Sumatra
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:01

Agar Terhindar Covid-19, Bupati Siak Ingatkan Masyarakat Tingkatkan Imun Tubuh
Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:55

New Normal, Pemkab Siak Persiapkan Penerapan Physical Distancing di Lingkungan Sekolah
Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:53

Bersempena Hari Bhayangkara ke-74 1 Juli 2020, Kapolres Siak Gelar Silaturahmi Bersama Insan Pers
Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:41

Semua Objek Wisata di Siak Dibuka Kembali, Fauzi: Pengunjung Harus Terapkan Protokol Kesehatan
Jumat, 19 Juni 2020 - 20:12

Sekolah di Zona Hijau Riau Harus Penuhi Syarat Sebelum Buka
Kamis, 18 Juni 2020 - 20:09

DPRD Riau Ujicoba Tol, Jarak Tempuh Pekanbaru-Dumai Hanya 1 Jam 40 Menit
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:58

Pemkab Kampar Siap Rapid Test 18.000 Jiwa Warganya
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:48

Istana Siak Bakal Dibuka, Waktu dan Jumlah Pengunjung Masuk Dibatasi Serta Ikuti Protokol Kesehatan
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:40

3 Pasangan Bakal Cakada Kuansing Mencuat, Mulai Petahana, Wabup, Hingga Ketua DPRD
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:37

Penambahan Empat Kasus Positif Covid-19 di Pekanbaru, Tiga Merupakan Karyawan BUMN
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:30

Masyarakat Siak Wajib Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Kapolres Siak: Kita Harus Tetap Waspada
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:24

Launching Siak Menuju New Normal, Bupati Alfedri Himbau Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:31

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com