Home
Tak Ingin Siak Menjadi Penyumbang Positif Covid-19, Warga Disarankan Jangan Buat Hajatan | Bupati Siak Ingatkan Warga Jangan Keliru Pahami New Normal | Pemkab Siak Maksimalkan Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Tempat Umum dan Wisata | Beresiko Tinggi, Pemkab Siak Berikan Jaminan Sosial Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 | Bupati Siak dan Istri Tanam Semangka dan Sayur, Dukung Ketahanan Pangan Masa Covid-19 | Positif Covid-19 di Riau Naik, Pemkab Siak Urungkan Rencana Belajar Secara Tatap Muka
Senin, 06 Juli 2020
/ Nasional / 07:46:15 / Benarkah Habib Rizieq Syihab Segera Pulang Dan Akan Ikut Reuni Akbar Mujahid 212 ? /
Benarkah Habib Rizieq Syihab Segera Pulang Dan Akan Ikut Reuni Akbar Mujahid 212 ?
Senin, 18 November 2019 - 07:46:15 WIB

JAKARTA - Kabar pertemuan anggota DPD RI dari DKI Jakarta, Fahira Idris dengan Habib Rizieq Syihab di Mekah, Arab Saudi, viral di media sosial.

Dikabarkan saat ibadah umroh, Fahira menyempatkan bertemu dengan Rizieq. Ia pun  menyerukan agenda Reuni Akbar Mujahid 212 yang akan dilangsungkan pada awal Desember 2019.

Dalam salah satu ucapannya, Fahira berharap reuni tersebut bisa dihadiri oleh Rizieq.

'Mudah-mudahan Habib Rizieq bisa bersama kita, Aminn. Insya Allah," katanya.

Seperti diketahui, Imam Besar Front Pembela Islam itu tidak bisa pulang ke Indonesia. Dalam sebuah tayangan video yang beredar, Rizieq membuat pengakuan bahwa ia dicekal oleh pemerintah Arab atas dasar pemintaan dari Indonesia.

“Tepatnya sejak tanggal 1 Syawal 1439 (Hijriyah), saya dicekal oleh pemerintah Arab Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia,” kata Rizieq melalui video berdurasi sekitar 38 menit yang diunggah ke channel YouTube Front TV, Minggu, (10/11).

Dalam video tersebut, Rizieq menunjukkan dua berkas bukti dirinya benar-benar dicekal oleh Arab. Bukti pertama adalah screenshot visa dirinya yang masa berlakunya telah habis pada Juli 2018. Bukti kedua adalah screenshot berkas dirinya dilarang bepergian ke luar Arab dengan alasan keamanan.

Apa yang terjadi sebenarnya?  Mari kita tengok kembali apa kata tokoh-tokoh ini tentang "pencekalan" Rizieq.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia telah mengklarifikasi bahwa pernyataan yang terkait dengan keamanan Rizieq, adalah pernyataan lama.

Merujuk pada tersebarnya pemberitaan oleh sejumlah media di Indonesia dan media sosial akhir-akhir ini, yang mengutip pernyataan Duta Besar terdahulu H.E Osama bin Mohammad Alshuaibi terkait WNI a/n Habib Rizieq Shihab, bersama ini Kedubes menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan pernyataan lama yang pernah disampaikan oleh Dubes terdahulu dan tidak mencerminkan sikap Kedutaan pada perihal dimaksud," demikian pernyataan tertulis Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab, Saudi Agus Maftuh Abegebriel juga menyanggah pernyataan Rizieq. Menurut Maftuh, satu-satunya pintu komunikasi diplomatik antara Pemerintah RI dan Kejaraan Arab adalah lewat KBRI Riyadh atau Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Ia kembali menegaskan pihaknya tak pernah mengirim nota diplomatik kepada Kerajaan Arab untuk mencekal Rizieq.

"Sudah beberapa kali saya tegaskan bahwa Pemerintah Republik Indonesia sama sekali tidak pernah mengirimkan surat atau nota diplomatik kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang berisi permintaan pencekalan Al-Habib MRS," tutur Maftuh, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md sudah menerima salinan surat yang ditunjukkan Rizieq itu. Surat tersebut berasal dari Imigrasi Arab Saudi. Ternyata surat itu bukanlah surat "cekal" seperti yang disebut HRS, melainkan surat yang berisi pernyataan nomor paspor yang dilarang keluar Saudi karena alasan keamanan.

Mahfud menilai, pernyataan Rizieq dalam video yang disebar melalui YouTube semakin menguatkan bahwa Pemerintah Indonesia tak pernah menerbitkan surat tangkal untuk mencegah Rizieq pulang.

"Jadi begini ya, sampai hari ini tidak ada bukti atau indikasi pencekalan bahwa Pemerintah Indonesia mencekal Habib Rizieq. Karena menurut hukum Indonesia, orang dicekal (cegah tangkal) itu maksimal 6 bulan.  Nah dia ngakunya sudah 1,5 tahun dicekal, berarti tidak bermasalah dengan Indonesia dia. Itu harus dia tanyakan ke Pemerintah Arab," kata Mahfud di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11).

Menantu Rizieq, Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman Al-Attas  mengatakan, menjelang masa berlaku visanya habis pada 20 Juli 2018, Rizieq terhitung tiga kali gagal meninggalkan negeri padang pasir itu karena dicekal.

Sementara itu, Menlu Retno menolak mengomentari soal kabar pencekalan ini. .Dia mengaku tak bisa membuka pembahasan terkait kabar pencekalan Rizieq ke publik karena pembahasan terkait hal tersebut sudah dilakukan dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR secara tertutup.

"Di dalam, tapi tertutup, jadi saya tidak komentar. Tidak komentar," kata Retno kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa lalu (12/11). [RMOL]

   
 
New Normal, Pemkab Siak Persiapkan Penerapan Physical Distancing di Lingkungan Sekolah
Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:53

Bersempena Hari Bhayangkara ke-74 1 Juli 2020, Kapolres Siak Gelar Silaturahmi Bersama Insan Pers
Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:41

Semua Objek Wisata di Siak Dibuka Kembali, Fauzi: Pengunjung Harus Terapkan Protokol Kesehatan
Jumat, 19 Juni 2020 - 20:12

Sekolah di Zona Hijau Riau Harus Penuhi Syarat Sebelum Buka
Kamis, 18 Juni 2020 - 20:09

DPRD Riau Ujicoba Tol, Jarak Tempuh Pekanbaru-Dumai Hanya 1 Jam 40 Menit
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:58

Pemkab Kampar Siap Rapid Test 18.000 Jiwa Warganya
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:48

Istana Siak Bakal Dibuka, Waktu dan Jumlah Pengunjung Masuk Dibatasi Serta Ikuti Protokol Kesehatan
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:40

3 Pasangan Bakal Cakada Kuansing Mencuat, Mulai Petahana, Wabup, Hingga Ketua DPRD
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:37

Penambahan Empat Kasus Positif Covid-19 di Pekanbaru, Tiga Merupakan Karyawan BUMN
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:30

Masyarakat Siak Wajib Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Kapolres Siak: Kita Harus Tetap Waspada
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:24

Launching Siak Menuju New Normal, Bupati Alfedri Himbau Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:31

Inikah Figur-figur yang Dipersiapkan PKS untuk Pilwako Pekanbaru?
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:25

Irfani Nasheed, Grup Asal Riau Rilis Lagu Religi Romantis
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:19

AMSI Perkuat Ekosistem Jurnalisme Digital yang Berkualitas
Rabu, 17 Juni 2020 - 17:13

Dinsos Siak Belum Sampaikan Jadwal Bantuan Sosial Tahap Kedua untuk Warga Terdampak Covid-19
Rabu, 17 Juni 2020 - 16:02

Jubir Covid-19 Riau Minta Posko di Perbatasan Provinsi Diperketat
Rabu, 17 Juni 2020 - 15:50

Ini Syarat PPDB Jalur Zonasi, Afirmasi, Hafiz Quran, Prestasi dan Perpindahan
Rabu, 17 Juni 2020 - 15:46

Masuk Bandara SSK II Penumpang Internasional Wajib Tunjukkan RT-PCR
Rabu, 17 Juni 2020 - 15:40

Konfirmasi Isu Jadi THL Harus Bayar Puluhan Juta, DPRD Panggil Dishub Pekanbaru
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:48

Harga TBS Kelapa Sawit Riau Terus Alami Kenaikan, Kini Capai Rp1.543,14 Perkilogram
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:44

Bung Azmi SE Yang juga Ketua DPRD Siak Nahkodai Perbakin Kab Siak
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:29

New Normal, Masuk Kecamatan Siak Wajib Masker dan Helm
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:27

Tujuh Warga Tasikmalaya Ditangkap karena Pembalakan Liar di Riau
Selasa, 16 Juni 2020 - 10:22

Dibuka Kembali, Pengunjung Agrowisata Sigaran Bungaraya Harus Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19
Selasa, 16 Juni 2020 - 10:15

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com