Home
Baru Meluncur, Pesaing Innova dan Avanza Kena Recall | Tiga Nama Mencuat Jadi Calon Ketua Pemuda Muhammadiyah Riau | Raja Salman Kecam Militer Saudi yang Tembaki Pangkalan AS | Kadin Riau Tawarkan Investasi Pengolahan Nanas ke Investor | Kemenag Siapkan E-Budgeting dan E-Planning untuk Madrasah | Lingkar Perut Sama dengan Pinggang, Ini Bahaya yang Akan Mengintai
Sabtu, 07 Desember 2019
/ Nasional / 08:32:49 / Din Syamsuddin: Agama Harus Jadi Pemecah Masalah Bangsa /
Din Syamsuddin: Agama Harus Jadi Pemecah Masalah Bangsa
Senin, 18 November 2019 - 08:32:49 WIB

JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menegaskan agama harus menjadi pemecah masalah kebangsaan dan bukan menjadi bagian dari masalah. "Apalagi menjadi problem maker atau pencipta masalah, jangan sampai," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Ahad (18/11).

Hal tersebut disampaikan oleh Din Syamsuddin dalam pidatonya saat menghadiri "The 2nd Baku Summit of World Religious Leaders" atau Pertemuan Puncak Para Tokoh Agama Dunia Baku Kedua di Baku, Azerbaijan pada 14-16 November 2019.

Ia menjelaskan setiap agama harus mampu menampilkan paradigma etik bagi pembangunan nasional agar pembangunan tidak salah arah dan hilang mutiara moral. Sebab jika hal itu terjadi maka peradaban akan berubah menjadi kebiadaban.

Hal ini sejalan dengan para elite politik yang seharusnya tidak alergi dan sinis terhadap agama. Sebab, sebuah negara dan bangsa beserta ideologinya masing-masing akan semakin kuat dengan etika dan moralitas keagamaan.

"Setiap tokoh-tokoh agama di dunia hendaklah mengawal negara dan bangsa di mana mereka berada," kata Guru Besar Politik Islam Global Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Jakarta ini.

Selain itu, Din Syamsuddin dalam presentasi lainnya juga menjelaskan terkait bahayanya radikalisme dan ekstrimisme, apalagi dalam bentuk kekerasan dan bersifat anti kemanusiaan. Namun, ia mengingatkan bahwa radikalisme dan ekstrimisme itu tidak hanya bersifat keagamaan, namun juga bersifat nonkeagamaan, misalnya radikalisme sekuler.

Bahkan ada pula yang lebih berbahaya, yakni jika bercampur dengan kebebasan sehingga menjadi radikalisme sekuler-liberal. Hal ini berbahaya sebab sering merasuk ke dalam sistem kehidupan nasional, termasuk politik dan ekonomi.

"Radikalisme sekuler-liberal yang merasuki sistem politik dan ekonomi negara akan membuat negara itu rusak, bahkan runtuh," ujar mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Hal inilah, ujarnya, yang saat ini banyak menjadi fenomena di beberapa negara sehingga mengancam ideologi negara yang ada.

Celakanya, kata dia, banyak elit politik tidak menyadari bahkan terbawa arus pengembangan isu ancaman radikalisme agama, sementara mereka tengah mengancam eksistensi negara mereka sendiri.

Secara umum, dalam "The 2nd Baku Summit of World Religious Leaders" atau Pertemuan Puncak Para Tokoh Agama Dunia Baku Kedua ini hadir sekitar 200 tokoh berbagai agama dunia dan dibuka oleh Presiden Azerbaijan Ilham Aliyef.

Dari Indonesia, selain Din Syamsuddin juga hadir Anggia Ermarini, Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama serta anggota DPR RI.

Pada pertemuan itu dibahas sejumlah isu yang menjadi tantangan penciptaan perdamaian dunia di antaranya multikulturalisme, ekstrimisme, islamofobia, kristenofobia, anti semitisme dan ujaran kebencian. Isu-isu tersebut merupakan fenomena dunia dan menjadi kendala besar perdamaian. [republika]

   
 
Viral Bahaya Injak Kecoa Bikin Cacing Masuk ke Kulit, Ini Faktanya
Jumat, 06 Desember 2019 - 14:47

Penyebab dan Bahayanya Serangan Tawon Endhas yang Teror Warga
Jumat, 06 Desember 2019 - 09:10

Bercerai, UAS: Allah Berkuasa Atas Semua Takdir Manusia
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:57

Sejumlah Tokoh Minta PMA Majelis Taklim Dicabut
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:46

Perbaikan Fasilitas Stadion Utama Riau Butuh Anggaran Fantastis
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:38

Pilkades Serentak 2019 di Kelayang dan Rakitkulim Berjalan Lancar dan Aman
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:34

DPRD Pekanbaru Siap Bersinergi dengan Pemprov Riau Membenahi Stadion Utama
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:31

KPK: Hati-hati Dengan Investasi Perusahaan China
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:29

Karmin Kalahkan 3 Rivalnya Dalam Pilkades Serentak Desa Perkebunan Sungai Parit
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:08

Pertamina Sebut Gas 3Kg Langka Akibat Penyaluran Tak Tepat Sasaran
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:06

Kabur Setelah Sodomi 7 Muridnya, Guru Honor di Peranap Ditangkap di Kepri
Jumat, 06 Desember 2019 - 07:58

Gerhana Matahari Cincin Paling Ideal Disaksikan di Desa Bunsur, Siak
Kamis, 05 Desember 2019 - 21:05

DPRD Riau Bantah Dana Hibah Tak Dianggarkan karena Salah Banggar
Kamis, 05 Desember 2019 - 21:01

Ichsanuddin Noorsy: Sri Mulyani Sedang Ajak Rakyat Menikmati Ketersesatan
Kamis, 05 Desember 2019 - 20:19

Sepanjang Tahun 2019, 540 Kendaraan Menunggak Pajak
Kamis, 05 Desember 2019 - 20:13

Harga CPO Sentuh Level Overbought
Kamis, 05 Desember 2019 - 20:10

Soal Habib Rizieq Shihab, Jokowi Diminta Tiru Megawati
Kamis, 05 Desember 2019 - 20:05

Dana Hibah Rumah Ibadah di APBD Riau 2020 Dicoret?
Kamis, 05 Desember 2019 - 14:21

Dinilai Diskriminasi Muslim, Klub Bola Inggris Minta Maaf
Kamis, 05 Desember 2019 - 14:13

KPK Sita Dokumen Usai Geledah Ruang Kadis di Dumai
Kamis, 05 Desember 2019 - 14:08

Di Mata Penguasa Lalim, Setiap Kritik Pasti Dianggap Hinaan
Kamis, 05 Desember 2019 - 13:48

Daripada Nuduh Guru PAUD Ajarkan Radikalisme, Mending Sejahterakan Mereka
Kamis, 05 Desember 2019 - 13:46

Pernikahan Jadi Beban Finansial Bagi Sejumlah Pria Muslim
Kamis, 05 Desember 2019 - 12:36

Ditertibkan Berkali-kali, Parkir Liar di Luar Mal SKA Tetap Menjamur
Kamis, 05 Desember 2019 - 12:13

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com