Home
Pemerintah: Jaringan 5G di Ibu Kota Baru Rampung Sebelum 2024 | McGregor Menang, Bilzerian Kalah Rp13,6 Miliar dalam 40 Detik | Taliban-AS Teken Perjanjian Tarik Pasukan Akhir Januari | Disperindag Pekanbaru Pastikan Masyarakat Miskin Tetap Dapat Subsidi Gas 3 Kg | KPK Panggil Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan | Eks Kades Bukit Batu Bengkalis Terancam Dijemput Paksa
Selasa, 21 Januari 2020
/ Nasional / 08:47:06 / Sayap-sayap Garuda Kesatria Pertahanan Udara /
Sayap-sayap Garuda Kesatria Pertahanan Udara
Rabu, 04 Desember 2019 - 08:47:06 WIB

PEKANBARU - Deru 871 Adour twin-spool, mesin turbofan pabrikan Rolls-Royce di tubuh si macan hitam "Black Panther" Hawk 100/200 memecah hening pagi di Hanggar Charlie, Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Provinsi Riau.

Lima jet tempur legendaris buatan British Aerospace yang memperkuat Skadron Udara 12 Pangkalan militer terlengkap di wilayah Barat Indonesia itu tengah bersiap untuk menjalankan misi penting di Negeri Jiran, Malaysia.

Salah satu misi terjadwal di tahun ini, bersandi Elang Malindo 2019. Latihan bersama dua negara sahabat untuk memperkuat taktik dan teknik. Melibatkan ratusan prajurit silang divisi dengan konsep Full Mission Exercise (FMX) dan Actual Mission Exercise (AMX) "conventional warware" dengan melibatkan penerbangan taktikal.

Elang Malindo, yang merupakan kegiatan rutin latihan dua negara TNI Angkatan Udara dan Tentara Udara Diraja Malaysia itu berlangsung di Skadron Udara 18 Pangkalan Udara Butterworth Pulau Pinang, Malaysia. Kolaborasi angkatan bersenjata untuk memperkuat pertahanan negara yang terjaga apik sejak 1975 silam.

Sementara pada waktu bersamaan medio November 2019 lalu, latihan bersama militer negara tetangga Republic of Singapore Air Force (RSAF) bersandi Manyar Indopura 2019 juga diselenggarakan di Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Tiga unit helikopter Super Puma kedua negara terlibat latihan penyelamatan saat pertempuran itu bersandi Manyar Indopura XVII 2019. Dua jenis latihan berbeda namun dengan tujuan yang sama. Meningkatkan kemampuan prajurit dalam mengembangkan taktik serta teknik pertempuran udara.

Pangkalan militer udara Roesmin Nurjadin berada di sebuah kota yang mengalami perkembangan pesat dalam satu dekade terakhir, dan terletak tepat di tengah Pulau Andalas, Sumatera.

Secara geografis, pangkalan militer yang mengadopsi nama penerbang pesawat tempur pertama Indonesia Laksamana Udara TNI Roesmin Nurjadin itu berbatasan langsung dengan Selat Malaka, Singapura dan Malaysia.

Saat ini, Lanud Roesmin Nurjadin merupakan satu-satunya pangkalan militer di Pulau Sumatera yang diperkuat dua skadron udara serta satu skadron teknik 045.

Skadron Udara 12, menjadi kakak tertua setelah berdiri sejak 1983 silam. Skadron Udara 12 diperkuat dengan jet tempur Hawk 100/200 Black Panther buatan British Aerospace, persis sama dengan Skadron Udara 1 yang berbasis di Pontianak.

Pada 2014, Lanud Roesmin Nurjadin makin digdaya untuk menjaga langit Indonesia dengan diresmikannya Skadron Udara 16 yang diperkuat jet tempur F16 Fighting Falcon.

Keberadaan burung besi sayap-sayap Garuda itu jelas memberikan dampak besar dalam menjaga kedaulatan bangsa dan mewujudkan poros maritim Indonesia. Meski begitu, kekuatan Indonesia masih perlu diperkuat.

Secara bertahap Kementerian Pertahanan terus berupaya melakukan regenerasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) udara, termasuk kedua jenis jet tempur tersebut yang masuk dalam rencana strategis IV.

Hawk Black Panther akan diganti dengan jet tempur generasi 4,5 yang mempunyai kelebihan mengangkut senjata lebih lengkap serta bahan bakar dengan jarak jauh. Sementara F16 fighting Falcon akan menjalani peningkatan kemampuan setara Block C/D secara bertahap.

Perkuat pertahanan negara

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyatakan wilayah udara Ibu Pertiwi akan semakin kuat dengan rencana penambahan pesawat anyar super canggih dari Lockheed Martin, F-16 Block 72 Viper yang rencananya akan didatangkan bertahap para rencana strategis 2020-2024 mendatang.

"Insya Allah kita akan beli dua Skadron di Renstra berikutnya 2020 sampai 2024. Kita akan beli tipe terbaru Block 72 Viper," kata Marsekal TNI Yuyu Sutisna di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru akhir Oktober 2019 lalu.

Hingga kini, Indonesia masih mengandalkan pesawat F-16 yang merupakan pesawat tempur favorit di dunia. Sedikitnya, Yuyu mengakui jika 33 unit F-16 Fighting Falcon masih menjadi salah satu senjata utama Angkatan Udara.

Burung-burung besi penjaga langit ibu Pertiwi itu menyebar di dua Skadron yakni Skadron udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru serta Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Jawa Timur. Ke depan, Indonesia masih akan mengandalkan F-16 sebagai penjaga birunya langit Indonesia, yakni dengan mendatangkan jenis terbaru Block 72 Viper.

"Mudah-mudahan 1 Januari 2020 di proses sehingga bisa menambah kekuatan kita. Kalau kita memiliki itu berarti kita termasuk memiliki F-16 tercanggih," ujarnya.

Menjadikan F-16 sebagai pesawat tempur andalan bukan tanpa alasan. Yuyu mengungkapkan jika populasi pesawat jenis F-16 itu mencapai 3.000 unit lebih dan digunakan oleh banyak negara di dunia.

Selain itu, sejumlah operasi militer juga berhasil dilakukan dengan menggunakan pesawat asal negeri Paman Sam tersebut.

"Banyaknya yang menggunakan dan banyaknya populasi tentunya keandalan pesawat ini sangat baik," tuturnya.

Selain mengandalkan F-16 dan rencana mendatangkan jenis Block 72 Viper, Yuyu juga menekankan bahwa TNI AU turut akan mendatangkan pesawat jenis Sukhoi 35 dari Rusia. "Selain itu, juga kita akan ditemani pesawat dari timur, Sukhoi 35 juga sedang proses," urainya.

F-16 Block 72 Viper adalah versi terbaru dari seri pesawat tempur F-16 dan merupakan versi paling mutakhir yang pernah diproduksi Lockheed Martin. F-16 Fighting Falcon merupakan salah satu pesawat tempur yang paling laris dan battle proven di dunia.

Indonesia bisa dibilang menjadi operator mula-mula F-16 Fighting Falcon ini di ASEAN, melalui program pengadaan dengan sandi Peace Bima Sena I pada dasawarsa '90-an. Lompatan teknologi pertahanan udara dilaksanakan Indonesia saat itu secara baik dan mulus.

Industri pertahanan negara

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menyatakan tekatnya untuk meningkatkan kemampuan alat utama sistem persenjataan Indonesia.

Pada APBN 2020 mendatang, Kementerian Pertahanan bahkan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp127,36 triliun, terbesar dibanding kementerian lembaga lainnya.

Dari angka itu, Kementerian Pertahanan menganggarkan program modernisasi Alutsista sebesar Rp10,86 triliun atau naik 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

Prabowo pun telah melakukan pendataan terkait spesifikasi belanja alutsista yang akan dilakukan pada tahun 2020 nanti, sehingga alokasi anggaran untuk belanja alutsista dapat terserap dengan baik dan tepat sasaran.

Prabowo paham betul bahwa kondisi Alutsista yang sudah baik harus ditingkatkan terus dan dimodernisasi tanpa henti, baik angkatan laut, udara, maupun angkatan darat.

Secara garis besar, visi Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu adalah modernisasi Alutsista, yang tidak hanya bergantung dengan teknologi negara sahabat, melainkan juga memperkuat industri pertahanan negara.

Dia optimistis industri pertahanan dalam negeri akan lebih mandiri dalam membuat Alutsista di masa mendatang.

"Kemampuan kita sudah sangat baik sangat maju tentu ada bagian-bagian yang masih kita harus mengadakan penelitian dan pengembangan (litbang) lagi. Tapi insya Allah saya optimis lima tahun lagi kita akan lebih mandiri, lebih berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas dia saat meninjau pameran alutsista yang digelar Perkumpulan Industri Alpalhankam Swasta Nasional (Pinhantanas), di Kantor Kemhan baru-baru ini.

Sejauh ini Prabowo mengaku bangga dengan hasil karya dan kemampuan anak-anak bangsa dalam membuat alutsista untuk TNI dan Polri. Dia kembali menunjukkan sikap optimisme untuk merealisasikan tugas Presiden Joko Widodo dalam meningkatkan peran industri pertahanan dalam negeri.

Dalam instruksinya, Presiden Jokowi memerintahkan tiga tugas untuk Kementerian Pertahanan. Pertama, "roadmap" harus jelas dalam pengembangan industri alat pertahanan di dalam negeri mulai dari hulu sampai hilir dengan melibatkan baik BUMN maupun swasta, sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada impor alutsista dari luar negeri.

Kedua, harus dipastikan ada alih teknologi dari setiap pengadaan alutsista maupun program kerja sama dengan negara-negara lain. Sumber daya manusia harus terus menjadi atensi untuk diperkuat dengan orientasi "strategic partnership".

Terakhir, Presiden meminta kebijakan pengadaan alutsista betul-betul memperhitungkan dan mengantisipasi teknologi persenjataan yang berubah begitu sangat cepatnya.

Dengan dukungan anggaran terbesar dalam APBN 2020, menjadi tantangan bagi Menhan Prabowo dan Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono untuk mewujudkan Indonesia yang kembali disegani dunia. (ANTARA)

   
 
Pelaku Mutilasi Mayat Tanpa Kepala di Dumai Berhasil Ditangkap di Pekanbaru
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:26

Kisruh Natuna, Indonesia Dinilai Bisa Gunakan Klaim Sejarah
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:04

Gubri Sudah Sampaikan Soal Embarkasi Haji Penuh ke Menteri Agama
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:56

Serangan Rudal Iran Bikin Tentara AS Kena Tanda-tanda Gegar Otak
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:52

DPP PAN Terbitkan 3 Rekomendasi Balon Pilkada Bengkalis, Salah Satunya Bagus Santoso
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:41

Dosen PTN di Padang Cabuli Mahasiswi di Toilet Kampus
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:38

Karhutla di Desa Tasik Serai Bengkalis, Satgas Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Api
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:36

Taliban Tawarkan AS Gencatan Senjata 10 Hari
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:21

Saleh Daulay: Kenaikan Elpiji 3 Kg Menambah Beban Rakyat
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:09

30 Ribu e-KTP Belum Dicetak, Pekanbaru Hanya Dapat Jatah 10 Ribu Keping Blangko
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:06

Nadiem: Sinetron Indonesia Jangan Hanya Pikirkan Rating Dan Di Zona Itu-itu Saja
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:55

Ditangkap Polisi karena Bakar Lahan, Pelaku Berdalih untuk Usir Monyet
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:44

Waduh, 10 Hektare Hutan di SM Giam Siak Kecil Riau Terbakar
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:25

BBKSDA Riau Pasang 14 Plang Larangan di SM Kerumutan, Ini Tujuannya
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:36

DLH Dumai Temukan Dugaan Pencemaran Lingkungan PT Eka Dura Indonesia
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:34

Garap Lahan Ilegal, DPRD Riau Desak PT BHI Bayar Kerugian Daerah
Jumat, 17 Januari 2020 - 15:12

Karhutla di Kawasan Konservasi SM Giam Siak, Satgas Berjibaku Padamkan Api
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:58

Siapkan APBD Pro Rakyat, DPRD Riau dan Pemprov Sepakati Ini
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:53

Rudal Baru AS Bisa Jangkau Sasaran di Seluruh Dunia Kurang dari 1 Jam
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:43

Tahun Ini Pemko Pekanbaru Fokus ke DED Penanggulangan Banjir
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:35

Ada Kebakaran Lahan di Rumbai, Diduga Disengaja
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:32

Hari Ini Hujan akan Mengguyur Sejumlah Wilayah di Riau
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:27

Pemilik Saham akan Pilih 4 Pimpinan Bank Riau Kepri Siang Ini
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:24

#KPKMencretLawanPDIP Trending Topic, Netizen: Kok Makin Amburadul Begini?
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:11

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com