Home
PKS: Pak Jokowi, Jangan Tambah Beban Rakyat Dengan Naikkan LPG | Ini Perkasanya Kapal Perang Yang Kemungkinan Bakal Dibeli Prabowo Dan Luhut | Syahganda Nainggolan: Yang Ditakuti Kapitalis Indonesia Hanya Satu, Yaitu Habib Rizieq | Pemerintah: Jaringan 5G di Ibu Kota Baru Rampung Sebelum 2024 | McGregor Menang, Bilzerian Kalah Rp13,6 Miliar dalam 40 Detik | Taliban-AS Teken Perjanjian Tarik Pasukan Akhir Januari
Selasa, 21 Januari 2020
/ Metropolitan / 20:40:23 / Kemenag Riau Sosialisasi Kerugian Menikah Dini /
Kemenag Riau Sosialisasi Kerugian Menikah Dini
Rabu, 04 Desember 2019 - 20:40:23 WIB

PEKANBARU - Kanwil Kemenag Riau bekerja sama dengan BKKBN setempat gencar menyosialisasikan kerugian ekonomi serta kesehatan bagi pasangan yang menikah di usia dini.

"Untuk menekan jumlah perkawinan usia dini itu, maka melalui forum kelompok diskusi diiikuti 30 peserta dari lintas sektor ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan komitmen pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau Mahyudin, Rabu (4/12).

Ia menjelaskan upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak itu berkaitan dengan pengesahan regulasi baru tentang perkawinan Undang-Undang RI Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974. Substansi dari perubahan regulasi UU Nomor 16 Tahun 2019 terkait dengan batas minimum usia menikah yang diperbolehkan untuk laki laki dan perempuan adalah 19 tahun.

Ia menyebutkan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, di mana sebelumnya minimal menikah bagi laki-laki 19 tahun dan perempuan 16 tahun. Ia menjelaskan tentang pentingnya tidak buru-buru menikah di usia 16 tahun yang setara lulusan SMP. Anak melanjutkan paling tidak sampai lulus SMA atau sederajat karena menjadi salah satu faktor keberhasilan peningkatan mutu sumber daya manusia.

"Perkawinan di bawah 18 tahun sebenarnya bakal mengalami keriskanan secara fisik dan psikologis yang sangat tinggi," katanya.

Mahyudin memandang dampak pernikahan dini di sektor kesehatan. Perempuan yang menikah di bawah usia 20 tahun memiliki risiko tinggi terhadap berbagai penyakit dan kematian saat melakukan fungsi reproduksi.

Bahkan, kata dia, ditengarai salah satu risiko kekerdilan karena faktor pernikahan di bawah usia 18 tahun. Oleh karena itu, menurut dia, tidak bisa hanya mengandalkan perubahan undang-undang tetapi fungsi edukasi semua pihak menjadi penting.

Masyarakat, katanya, harus memahami pernikahan dini hanya akan memupus semua impian para remaja, terutama yang dikorbankan adalah perempuan. "Para orang tua harus sadar pendidikan itu sangat penting. Kalau masalahnya adalah karena keadaan ekonomi yang tidak mencukupi atau tidak adanya dana untuk pendidikan, ada banyak solusi yang bisa dilakukan," katanya.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Riau, jumlah penduduk Provinsi Riau hingga semester II 2018 mencapai 6,74 juta jiwa, di antaranya 21.600 remaja (1,18 persen) melakukan pernikahan dini. [Republika]

   
 
Gubri: Produk UMKM dan Ekonomi Kreatif di Riau Harus Bisa Tembus Internasional
Sabtu, 18 Januari 2020 - 17:07

KPK Tetapkan 10 Tersangka Dugaan Korupsi 4 Proyek Bengkalis
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:51

Rasulullah tak Pernah Ajarkan Kebencian, Malah Sebaliknya
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:37

Pelaku Mutilasi Mayat Tanpa Kepala di Dumai Berhasil Ditangkap di Pekanbaru
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:26

Kisruh Natuna, Indonesia Dinilai Bisa Gunakan Klaim Sejarah
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:04

Gubri Sudah Sampaikan Soal Embarkasi Haji Penuh ke Menteri Agama
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:56

Serangan Rudal Iran Bikin Tentara AS Kena Tanda-tanda Gegar Otak
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:52

DPP PAN Terbitkan 3 Rekomendasi Balon Pilkada Bengkalis, Salah Satunya Bagus Santoso
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:41

Dosen PTN di Padang Cabuli Mahasiswi di Toilet Kampus
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:38

Karhutla di Desa Tasik Serai Bengkalis, Satgas Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Api
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:36

Taliban Tawarkan AS Gencatan Senjata 10 Hari
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:21

Saleh Daulay: Kenaikan Elpiji 3 Kg Menambah Beban Rakyat
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:09

30 Ribu e-KTP Belum Dicetak, Pekanbaru Hanya Dapat Jatah 10 Ribu Keping Blangko
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:06

Nadiem: Sinetron Indonesia Jangan Hanya Pikirkan Rating Dan Di Zona Itu-itu Saja
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:55

Ditangkap Polisi karena Bakar Lahan, Pelaku Berdalih untuk Usir Monyet
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:44

Waduh, 10 Hektare Hutan di SM Giam Siak Kecil Riau Terbakar
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:25

BBKSDA Riau Pasang 14 Plang Larangan di SM Kerumutan, Ini Tujuannya
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:36

DLH Dumai Temukan Dugaan Pencemaran Lingkungan PT Eka Dura Indonesia
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:34

Garap Lahan Ilegal, DPRD Riau Desak PT BHI Bayar Kerugian Daerah
Jumat, 17 Januari 2020 - 15:12

Karhutla di Kawasan Konservasi SM Giam Siak, Satgas Berjibaku Padamkan Api
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:58

Siapkan APBD Pro Rakyat, DPRD Riau dan Pemprov Sepakati Ini
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:53

Rudal Baru AS Bisa Jangkau Sasaran di Seluruh Dunia Kurang dari 1 Jam
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:43

Tahun Ini Pemko Pekanbaru Fokus ke DED Penanggulangan Banjir
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:35

Ada Kebakaran Lahan di Rumbai, Diduga Disengaja
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:32

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com