Home
KPK Periksa Kadis dan Mantan Kadis LHK Riau terkait Suap Alih Fungsi Hutan | Riset: Orang Indonesia Lebih Religius Dibandingkan Negara Lain | WHO Sebut Dampak Pandemi Virus Corona Bakal Sampai Puluhan Tahun | Polres Inhu Akhirnya Berhasil Ringkus Pembunuh Gajah Di Kelayang | 16 Warga Riau Terkonfirmasi Positif COVID-19 Jalani Isolasi Mandiri, Begini Syaratnya | BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Riau
Selasa, 04 08 2020
/ Metropolitan / 20:40:23 / Kemenag Riau Sosialisasi Kerugian Menikah Dini /
Kemenag Riau Sosialisasi Kerugian Menikah Dini
Rabu, 04 Desember 2019 - 20:40:23 WIB

PEKANBARU - Kanwil Kemenag Riau bekerja sama dengan BKKBN setempat gencar menyosialisasikan kerugian ekonomi serta kesehatan bagi pasangan yang menikah di usia dini.

"Untuk menekan jumlah perkawinan usia dini itu, maka melalui forum kelompok diskusi diiikuti 30 peserta dari lintas sektor ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan komitmen pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau Mahyudin, Rabu (4/12).

Ia menjelaskan upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak itu berkaitan dengan pengesahan regulasi baru tentang perkawinan Undang-Undang RI Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974. Substansi dari perubahan regulasi UU Nomor 16 Tahun 2019 terkait dengan batas minimum usia menikah yang diperbolehkan untuk laki laki dan perempuan adalah 19 tahun.

Ia menyebutkan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, di mana sebelumnya minimal menikah bagi laki-laki 19 tahun dan perempuan 16 tahun. Ia menjelaskan tentang pentingnya tidak buru-buru menikah di usia 16 tahun yang setara lulusan SMP. Anak melanjutkan paling tidak sampai lulus SMA atau sederajat karena menjadi salah satu faktor keberhasilan peningkatan mutu sumber daya manusia.

"Perkawinan di bawah 18 tahun sebenarnya bakal mengalami keriskanan secara fisik dan psikologis yang sangat tinggi," katanya.

Mahyudin memandang dampak pernikahan dini di sektor kesehatan. Perempuan yang menikah di bawah usia 20 tahun memiliki risiko tinggi terhadap berbagai penyakit dan kematian saat melakukan fungsi reproduksi.

Bahkan, kata dia, ditengarai salah satu risiko kekerdilan karena faktor pernikahan di bawah usia 18 tahun. Oleh karena itu, menurut dia, tidak bisa hanya mengandalkan perubahan undang-undang tetapi fungsi edukasi semua pihak menjadi penting.

Masyarakat, katanya, harus memahami pernikahan dini hanya akan memupus semua impian para remaja, terutama yang dikorbankan adalah perempuan. "Para orang tua harus sadar pendidikan itu sangat penting. Kalau masalahnya adalah karena keadaan ekonomi yang tidak mencukupi atau tidak adanya dana untuk pendidikan, ada banyak solusi yang bisa dilakukan," katanya.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Riau, jumlah penduduk Provinsi Riau hingga semester II 2018 mencapai 6,74 juta jiwa, di antaranya 21.600 remaja (1,18 persen) melakukan pernikahan dini. [Republika]


   
 
Seorang Tetangga Cekcok Sampai Tega Guyur Nenek, Bikin Geram Netizen
Jumat, 31 Juli 2020 - 12:10

Ahli Nutrisi: Daging Kambing Picu Darah Tinggi Hanya Mitos
Jumat, 31 Juli 2020 - 12:00

Keluar Rumah tanpa Masker di Pekanbaru, Siap-siap Kena Denda Rp250 Ribu
Jumat, 31 Juli 2020 - 11:55

Ada Warga Diduga Terpapar COVID-19, Salat Id di Tampan Pekanbaru Dibatalkan Mendadak
Jumat, 31 Juli 2020 - 11:51

Gubri Syamsuar: HUT Provinsi Riau Ke-63 Digelar Sederhana
Jumat, 31 Juli 2020 - 11:45

Resmi, Piala AFF 2020 Diundur Hingga 2021
Jumat, 31 Juli 2020 - 11:40

Begini Cara Mahasiswa Arsitektur Unilak Tetap Kreatif di Masa Pandemi
Jumat, 31 Juli 2020 - 11:32

Ini Keuntungan Terbesar Valentino Rossi Jika Gabung Petronas Yamaha
Jumat, 31 Juli 2020 - 11:27

Idul Adha Ditengah Pandemi, Pemkab - Kemenag Keluarkan Tuntunan Pelaksanaan Untuk Masyarakat
Rabu, 29 Juli 2020 - 21:14

Ketua Komisi II DPRD Siak Himbau Masyarakat Tetap Patuhi Anjuran Protokol Kesehatan
Rabu, 29 Juli 2020 - 21:08

Harga TBS Sawit Riau Naik Lagi
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:57

19 Pasien COVID-19 di Siak Sembuh, 35 Masih Dirawat
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:51

Salah Satu Pejabat Positif Covid-19 ,DPRD Riau Minta Kantor Pusat Bank Riau Kepri Ditutup Hingga Ste
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:44

Kejari Pelalawan Terima UP Rp 500 Juta dari Terpidana Korupsi Lahan Perkantoran Bhakti Praja
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:42

BUMD Riau Alami Kerugian Miliaran Rupiah
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:35

LAMR Usulkan Nama Tol dan Ruasnya di Riau
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:23

Sekelompok Pemukim Israel Berusaha Bakar Masjid di Ramallah
Selasa, 28 Juli 2020 - 06:52

Pj Sekda Siak Jamaludin, Ikuti Sosialisasi Perpres No.64 Th.2020 Dan Regulasi Kebijakan Turunan
Selasa, 28 Juli 2020 - 06:45

Hand Sanitizer Ternyata Cuma Beri Perlindungan 2 Menit dari Virus
Selasa, 28 Juli 2020 - 06:33

Cari Info Bunga KPR Murah Kini Bisa Lewat Google
Selasa, 28 Juli 2020 - 06:29

Pasien Positif Covid-19 di Siak Meninggal
Selasa, 28 Juli 2020 - 06:09

Sholat Idul Adha, Suhu Badan Jemaah Mesjid An-Nur Wajib Diperiksa
Selasa, 28 Juli 2020 - 06:04

Batin Adat Desa Talang Perigi: Tak Benar Kami Akan Unjuk Rasa Ke Kantor Bupati Inhu
Selasa, 28 Juli 2020 - 05:58

Pelajar Di Kelayang Ditemukan Tewas Gantung Diri Dirumahnya
Selasa, 28 Juli 2020 - 05:54

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com