Home
KPK Periksa Kadis dan Mantan Kadis LHK Riau terkait Suap Alih Fungsi Hutan | Riset: Orang Indonesia Lebih Religius Dibandingkan Negara Lain | WHO Sebut Dampak Pandemi Virus Corona Bakal Sampai Puluhan Tahun | Polres Inhu Akhirnya Berhasil Ringkus Pembunuh Gajah Di Kelayang | 16 Warga Riau Terkonfirmasi Positif COVID-19 Jalani Isolasi Mandiri, Begini Syaratnya | BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Riau
Selasa, 04 08 2020
/ Mozaik / 12:36:12 / Pernikahan Jadi Beban Finansial Bagi Sejumlah Pria Muslim /
Pernikahan Jadi Beban Finansial Bagi Sejumlah Pria Muslim
Kamis, 05 Desember 2019 - 12:36:12 WIB

JAKARTA - Dalam ajaran Islam, seorang pria memiliki kewajiban membiayai istri dan anaknya baik secara finansial maupun hal lainnya. Pria tidak boleh meminta harta istrinya karena keuangan istri hanya milik wanita.

Seperti diwartakan Metro, Rabu (4/12), namun, istri dibolehkan membagi hartanya kepada suaminya. Hal ini dianggap adil karena laki-laki berhak atas warisan yang lebih tinggi dan menjadi pencari nafkah dalam keluarga.

Meski demikian, hal tersebut relaitf bergeser dalam masyarakat abad ke-21. Tingginya kondisi perekonomian membuat sebuah keluarga sulit bertahan dengan hanya satu pemasukan saja.

Begitu banyak rumah tangga menjalankan penawaran keuangan dari kedua pasangan. Namun, sebagian besar laki-laki diharapkan menutupi biaya kebutuhan sehari-hari.

Kalau sudah begitu, mengambil pinjaman dari keluarga dan kerabat hingga meminta bantuan kepada pasangan mereka meski dirasa memalukan pada akhirnya tetap dilakukan. Hal itu diperbuat guna menutupi kebutuhan ekonomi yang ada.

Kondisi ekonomi yang terhimpit bisa jadi disebabkan tingginya biaya pernikahan. Meskipun sebagian besar setuju pernikahan mewah telah menjadi norma budaya bukan norma agama, para lelaki Muslim sering menemukan diri mereka menyerah pada tekanan, yang mengakibatkan situasi keuangan yang berbahaya.

"Di pernikahan saya, kami menghabiskan sekitar 55 ribu poundsterling. Kami berdua merasa kesulitan keuangan dan mertuaku harus meminjam uang dari bank," kata seorang pria Muslim di Inggris, Numan (32 tahun)

Dia mengatakan, pernikahan besar tidak hanya membuat tekanan finansial selama pernikahan tetapi juga mempengaruhi setelahnya. Menurutnya, bagi orang-orang dengan pendapatan rata-rata hal tersebut menjadi tekanan besar.

"Itu tergantung pada orang ke orang. Jika Anda seorang imigran, maka Anda lebih buruk," katanya.

Hal serupa juga diungkapkan Zibran (26). Dia mengatakan, pernikahan memang tidak boleh menjadi beban keuangan pada pasangan sama sekali. Menurutnya, Islam tidak menganjurkan melaksanakan pesta pernikahan diluar kemampuan.

Dia mengatakan, keterbatasan ekonomi kerap kali membuat seseorang berani berutang mengambil pinjaman ketika ingin melaksanakan pernikahan sesuai tradisi, ritual dan nilai-nilai budaya. Meski berusaha tidak melaksanakan hal itu, namun keluarga terkadang memaksakan hal tersebut.

Dia kemudian bercerita bagaimana diri dan istrinya mencoba melaksanakan pesta pernikahan sesuai tradisi islami. Dia mengatakan, untuk melaksanakan hal itu maka beban finansial dibagi kepada keluarga dengan cara yang masuk akal.

"Seperti banyak orang lain di luar sana, saya memiliki mentalitas saya tidak akan jatuh ke dalam perangkap yang akan menyebabkan kerusakan finansial bagi saya. Namun demikian, pada akhirnya saya harus menyerah," katanya.

Riyad (35) juga mengutarakan hal yang sama. Dia mengungkapkan, ibunya harus mengeluarkan 10 ribu pounsterling untuk biaya pernikahan dirinya. Istrinya lantas juga meminjam jumlah uang yang sama karena keluarganya tidak puas dengan upacara sederhana.

Dia mengatakan, nominal itu masih belum cukup untuk menangani biaya tidak terduga, perawatan rumah tangga atau membeli hadiah untuk tamu. "Istri saya mendapat pinjaman dan kami sekarang membayar separuh untuk membayarnya sedangkan ibu saya mendapat pinjaman dari keluarga dan teman," katanya.

Ahsan (29) juga memiliki pendapat yang tidak berbeda. Dia mengatakan, pesta pernikahan merupakan kegiatan seremonial yang menguras tabungan miliknya.

Padahal, dia mengungkapkan, uang itu sudah dia tabung dan akan digunakan sebagai uang muka membeli rumah. Dia memaparkan, nominal tak kurang dari 7.000 poundsterling dihabiskan hanya untuk membayar mahar, bulan madu hingga gaun pengantin.

"Ini telah menghambat dan menunda rencana pembelian rumah. Untungnya, saya tidak harus meminjam, tetapi biaya pernikahan sangat konyol akhir-akhir ini sehingga ini adalah masalah yang sebenarnya," katanya. [Republika]


   
 
Seorang Tetangga Cekcok Sampai Tega Guyur Nenek, Bikin Geram Netizen
Jumat, 31 Juli 2020 - 12:10

Ahli Nutrisi: Daging Kambing Picu Darah Tinggi Hanya Mitos
Jumat, 31 Juli 2020 - 12:00

Keluar Rumah tanpa Masker di Pekanbaru, Siap-siap Kena Denda Rp250 Ribu
Jumat, 31 Juli 2020 - 11:55

Ada Warga Diduga Terpapar COVID-19, Salat Id di Tampan Pekanbaru Dibatalkan Mendadak
Jumat, 31 Juli 2020 - 11:51

Gubri Syamsuar: HUT Provinsi Riau Ke-63 Digelar Sederhana
Jumat, 31 Juli 2020 - 11:45

Resmi, Piala AFF 2020 Diundur Hingga 2021
Jumat, 31 Juli 2020 - 11:40

Begini Cara Mahasiswa Arsitektur Unilak Tetap Kreatif di Masa Pandemi
Jumat, 31 Juli 2020 - 11:32

Ini Keuntungan Terbesar Valentino Rossi Jika Gabung Petronas Yamaha
Jumat, 31 Juli 2020 - 11:27

Idul Adha Ditengah Pandemi, Pemkab - Kemenag Keluarkan Tuntunan Pelaksanaan Untuk Masyarakat
Rabu, 29 Juli 2020 - 21:14

Ketua Komisi II DPRD Siak Himbau Masyarakat Tetap Patuhi Anjuran Protokol Kesehatan
Rabu, 29 Juli 2020 - 21:08

Harga TBS Sawit Riau Naik Lagi
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:57

19 Pasien COVID-19 di Siak Sembuh, 35 Masih Dirawat
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:51

Salah Satu Pejabat Positif Covid-19 ,DPRD Riau Minta Kantor Pusat Bank Riau Kepri Ditutup Hingga Ste
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:44

Kejari Pelalawan Terima UP Rp 500 Juta dari Terpidana Korupsi Lahan Perkantoran Bhakti Praja
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:42

BUMD Riau Alami Kerugian Miliaran Rupiah
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:35

LAMR Usulkan Nama Tol dan Ruasnya di Riau
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:23

Sekelompok Pemukim Israel Berusaha Bakar Masjid di Ramallah
Selasa, 28 Juli 2020 - 06:52

Pj Sekda Siak Jamaludin, Ikuti Sosialisasi Perpres No.64 Th.2020 Dan Regulasi Kebijakan Turunan
Selasa, 28 Juli 2020 - 06:45

Hand Sanitizer Ternyata Cuma Beri Perlindungan 2 Menit dari Virus
Selasa, 28 Juli 2020 - 06:33

Cari Info Bunga KPR Murah Kini Bisa Lewat Google
Selasa, 28 Juli 2020 - 06:29

Pasien Positif Covid-19 di Siak Meninggal
Selasa, 28 Juli 2020 - 06:09

Sholat Idul Adha, Suhu Badan Jemaah Mesjid An-Nur Wajib Diperiksa
Selasa, 28 Juli 2020 - 06:04

Batin Adat Desa Talang Perigi: Tak Benar Kami Akan Unjuk Rasa Ke Kantor Bupati Inhu
Selasa, 28 Juli 2020 - 05:58

Pelajar Di Kelayang Ditemukan Tewas Gantung Diri Dirumahnya
Selasa, 28 Juli 2020 - 05:54

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com