Home
Pemerintah: Jaringan 5G di Ibu Kota Baru Rampung Sebelum 2024 | McGregor Menang, Bilzerian Kalah Rp13,6 Miliar dalam 40 Detik | Taliban-AS Teken Perjanjian Tarik Pasukan Akhir Januari | Disperindag Pekanbaru Pastikan Masyarakat Miskin Tetap Dapat Subsidi Gas 3 Kg | KPK Panggil Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan | Eks Kades Bukit Batu Bengkalis Terancam Dijemput Paksa
Selasa, 21 Januari 2020
/ Mozaik / 12:36:12 / Pernikahan Jadi Beban Finansial Bagi Sejumlah Pria Muslim /
Pernikahan Jadi Beban Finansial Bagi Sejumlah Pria Muslim
Kamis, 05 Desember 2019 - 12:36:12 WIB

JAKARTA - Dalam ajaran Islam, seorang pria memiliki kewajiban membiayai istri dan anaknya baik secara finansial maupun hal lainnya. Pria tidak boleh meminta harta istrinya karena keuangan istri hanya milik wanita.

Seperti diwartakan Metro, Rabu (4/12), namun, istri dibolehkan membagi hartanya kepada suaminya. Hal ini dianggap adil karena laki-laki berhak atas warisan yang lebih tinggi dan menjadi pencari nafkah dalam keluarga.

Meski demikian, hal tersebut relaitf bergeser dalam masyarakat abad ke-21. Tingginya kondisi perekonomian membuat sebuah keluarga sulit bertahan dengan hanya satu pemasukan saja.

Begitu banyak rumah tangga menjalankan penawaran keuangan dari kedua pasangan. Namun, sebagian besar laki-laki diharapkan menutupi biaya kebutuhan sehari-hari.

Kalau sudah begitu, mengambil pinjaman dari keluarga dan kerabat hingga meminta bantuan kepada pasangan mereka meski dirasa memalukan pada akhirnya tetap dilakukan. Hal itu diperbuat guna menutupi kebutuhan ekonomi yang ada.

Kondisi ekonomi yang terhimpit bisa jadi disebabkan tingginya biaya pernikahan. Meskipun sebagian besar setuju pernikahan mewah telah menjadi norma budaya bukan norma agama, para lelaki Muslim sering menemukan diri mereka menyerah pada tekanan, yang mengakibatkan situasi keuangan yang berbahaya.

"Di pernikahan saya, kami menghabiskan sekitar 55 ribu poundsterling. Kami berdua merasa kesulitan keuangan dan mertuaku harus meminjam uang dari bank," kata seorang pria Muslim di Inggris, Numan (32 tahun)

Dia mengatakan, pernikahan besar tidak hanya membuat tekanan finansial selama pernikahan tetapi juga mempengaruhi setelahnya. Menurutnya, bagi orang-orang dengan pendapatan rata-rata hal tersebut menjadi tekanan besar.

"Itu tergantung pada orang ke orang. Jika Anda seorang imigran, maka Anda lebih buruk," katanya.

Hal serupa juga diungkapkan Zibran (26). Dia mengatakan, pernikahan memang tidak boleh menjadi beban keuangan pada pasangan sama sekali. Menurutnya, Islam tidak menganjurkan melaksanakan pesta pernikahan diluar kemampuan.

Dia mengatakan, keterbatasan ekonomi kerap kali membuat seseorang berani berutang mengambil pinjaman ketika ingin melaksanakan pernikahan sesuai tradisi, ritual dan nilai-nilai budaya. Meski berusaha tidak melaksanakan hal itu, namun keluarga terkadang memaksakan hal tersebut.

Dia kemudian bercerita bagaimana diri dan istrinya mencoba melaksanakan pesta pernikahan sesuai tradisi islami. Dia mengatakan, untuk melaksanakan hal itu maka beban finansial dibagi kepada keluarga dengan cara yang masuk akal.

"Seperti banyak orang lain di luar sana, saya memiliki mentalitas saya tidak akan jatuh ke dalam perangkap yang akan menyebabkan kerusakan finansial bagi saya. Namun demikian, pada akhirnya saya harus menyerah," katanya.

Riyad (35) juga mengutarakan hal yang sama. Dia mengungkapkan, ibunya harus mengeluarkan 10 ribu pounsterling untuk biaya pernikahan dirinya. Istrinya lantas juga meminjam jumlah uang yang sama karena keluarganya tidak puas dengan upacara sederhana.

Dia mengatakan, nominal itu masih belum cukup untuk menangani biaya tidak terduga, perawatan rumah tangga atau membeli hadiah untuk tamu. "Istri saya mendapat pinjaman dan kami sekarang membayar separuh untuk membayarnya sedangkan ibu saya mendapat pinjaman dari keluarga dan teman," katanya.

Ahsan (29) juga memiliki pendapat yang tidak berbeda. Dia mengatakan, pesta pernikahan merupakan kegiatan seremonial yang menguras tabungan miliknya.

Padahal, dia mengungkapkan, uang itu sudah dia tabung dan akan digunakan sebagai uang muka membeli rumah. Dia memaparkan, nominal tak kurang dari 7.000 poundsterling dihabiskan hanya untuk membayar mahar, bulan madu hingga gaun pengantin.

"Ini telah menghambat dan menunda rencana pembelian rumah. Untungnya, saya tidak harus meminjam, tetapi biaya pernikahan sangat konyol akhir-akhir ini sehingga ini adalah masalah yang sebenarnya," katanya. [Republika]

   
 
Pelaku Mutilasi Mayat Tanpa Kepala di Dumai Berhasil Ditangkap di Pekanbaru
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:26

Kisruh Natuna, Indonesia Dinilai Bisa Gunakan Klaim Sejarah
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:04

Gubri Sudah Sampaikan Soal Embarkasi Haji Penuh ke Menteri Agama
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:56

Serangan Rudal Iran Bikin Tentara AS Kena Tanda-tanda Gegar Otak
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:52

DPP PAN Terbitkan 3 Rekomendasi Balon Pilkada Bengkalis, Salah Satunya Bagus Santoso
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:41

Dosen PTN di Padang Cabuli Mahasiswi di Toilet Kampus
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:38

Karhutla di Desa Tasik Serai Bengkalis, Satgas Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Api
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:36

Taliban Tawarkan AS Gencatan Senjata 10 Hari
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:21

Saleh Daulay: Kenaikan Elpiji 3 Kg Menambah Beban Rakyat
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:09

30 Ribu e-KTP Belum Dicetak, Pekanbaru Hanya Dapat Jatah 10 Ribu Keping Blangko
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:06

Nadiem: Sinetron Indonesia Jangan Hanya Pikirkan Rating Dan Di Zona Itu-itu Saja
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:55

Ditangkap Polisi karena Bakar Lahan, Pelaku Berdalih untuk Usir Monyet
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:44

Waduh, 10 Hektare Hutan di SM Giam Siak Kecil Riau Terbakar
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:25

BBKSDA Riau Pasang 14 Plang Larangan di SM Kerumutan, Ini Tujuannya
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:36

DLH Dumai Temukan Dugaan Pencemaran Lingkungan PT Eka Dura Indonesia
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:34

Garap Lahan Ilegal, DPRD Riau Desak PT BHI Bayar Kerugian Daerah
Jumat, 17 Januari 2020 - 15:12

Karhutla di Kawasan Konservasi SM Giam Siak, Satgas Berjibaku Padamkan Api
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:58

Siapkan APBD Pro Rakyat, DPRD Riau dan Pemprov Sepakati Ini
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:53

Rudal Baru AS Bisa Jangkau Sasaran di Seluruh Dunia Kurang dari 1 Jam
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:43

Tahun Ini Pemko Pekanbaru Fokus ke DED Penanggulangan Banjir
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:35

Ada Kebakaran Lahan di Rumbai, Diduga Disengaja
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:32

Hari Ini Hujan akan Mengguyur Sejumlah Wilayah di Riau
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:27

Pemilik Saham akan Pilih 4 Pimpinan Bank Riau Kepri Siang Ini
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:24

#KPKMencretLawanPDIP Trending Topic, Netizen: Kok Makin Amburadul Begini?
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:11

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com