Home
Al Huda Syiar Islam dari Tanah Rencong | Polsek Lirik Tangkap Pengedar Sabu | Pakar Ungkap Jenis Olahraga yang Tepat di Usia 40 Tahun | Cari Korban Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, KN RB 218 Basarnas Pekanbaru Diterjunkan | Teguran Nabi Muhammad pada Orang yang Menghina Orang Tua | Imigrasi Akhirnya Akui Harun Masiku di Tanah Air
Kamis, 23 Januari 2020
/ Metropolitan / 09:10:18 / Penyebab dan Bahayanya Serangan Tawon Endhas yang Teror Warga /
Penyebab dan Bahayanya Serangan Tawon Endhas yang Teror Warga
Jumat, 06 Desember 2019 - 09:10:18 WIB

RIAUTRUST.COM – Sejumlah wilayah di Jawa Tengah diteror oleh serangan tawon endhas. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Biologi pun mengungkapkan penyebab, dan bahayanya sengatan tawon tersebut.

Tawon endhas atau tawon vespidae secara umum merupakan satwa predator meskipun tawon cenderung tidak agresif dan menyerang, kecuali diganggu atau merasa terganggu. Munculnya fenomena sengatan tawon ke kawasan pemukiman perlu ditangani secara bijak.

“Upaya pengendalian outbreak permasalahan dan penanganan satwa sudah menjadi salah satu arah kegiatan penelitian LIPI untuk menjaga keseimbangan dan keberlangsungan ekosistem dan ekologi,” kata Kepala Bidang Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cahyo Rahmadi, Kamis, 5 Desember 2019.

Peneliti Tawon Pusat Penelitian Biologi, Hari Nugroho, menjelaskan upaya penanganan dan pengendalian tawon perlu dilakukan secara tuntas hingga akar permasalahan.

“Pembasmian sarang tidak menjamin lingkungan terbebas dari sarang tawon, bisa jadi malah menimbulkan permasalahan ekologi,” ujar Hari.

Dia menjelaskan, kecenderungan banyaknya sarang tawon di daerah pemukiman bisa disebabkan hilangnya habitat alami tawon imbas pengalihan tata guna lahan, berkurangnya musuh alami atau predator tawon, perubahan iklim global dan faktor sumber makanan.

“Penyebab di atas diperkirakan menjadi penyebab berpindahnya populasi tawon ke daerah pemukiman, sehingga menyebabkan meningkatnya potensi konflik antara tawon dengan manusia yang seringkali mengakibatkan jatuhnya korban jiwa,” kata Hari.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sengatan pada tawon endhas betina, fungsi utamanya sebagai alat berburu mangsa. Namun juga bisa digunakan sebagai alat penahanan diri terakhir terhadap gangguan atau ancaman.

”Pada saat tawon menyengat, akan diikuti dengan dikeluarkannya zat kimia feromon yang berfungsi sebagai alarm bagi kawanannya bahwa ada ancaman terhadap koloni. Alarm ini akan mengundang tawon-tawon lain dalam satu koloni untuk ikut menyengat,” kata Hari.

Dia mengungkapkan, satu tawon bisa menyengat beberapa kali, berbeda dengan lebah madu yang hanya bisa menyengat satu kali.

"Biasanya satu individu yang menyengat pertama mengeluarkan feromon berbahaya yang disebut attack pheromone dengan maksud untuk mengundang individu-individu lain dari satu koloni untuk ikut menyengat bersama sama," ujarnya.

Dosis kecil dari sengatan satu atau dua ekor tawon mungkin hanya akan menimbulkan reaksi alergi lokal dengan gejala bengkak, rasa sakit, gatal. Namun jika tawon yang menyengat berjumlah banyak, maka bisa menyebabkan anafilaksis (reaksi alergi berat), cedera ginjal akut (Acute Kidney Injury), Rhabdomyolysis, gagal ginjal serta kegagalan multi organ lainnya.

“Apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat akan mengakibatkan kematian,” ungkap dia.

Seperti diketahui, serangan tawon endhas terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti  di Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sukoharjo, Demak, Semarang, Pemalang, Tegal, dan Kudus. Dari data Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Klaten, selama kurun waktu 2017 hingga November 2019 sudah ada 10 korban meninggal, sedangkan jumlah korban yang dirawat di rumah sakit lebih dari 250 orang. [VIVA]

   
 
Bocoran Spesifikasi, Fitur dan Harga Suzuki XL7 di Indonesia
Rabu, 22 Januari 2020 - 15:04

Microsoft Sudahi Windows 7, Pengguna Move-on Dong!
Rabu, 22 Januari 2020 - 14:57

Tak Kunjung Selesai Dibangun, Jalan Lintas Kubu Rohil hanya Jadi Pemanis Janji Politik
Rabu, 22 Januari 2020 - 14:44

Sudah Dirobohkan Satpol PP Pekanbaru, Warung Diduga Tempat Mesum Kembali Beraktivitas
Rabu, 22 Januari 2020 - 14:37

Investor Bakal Kelola Stadion Utama Riau, DPRD: Kita Dukung Langkah Pemprov
Rabu, 22 Januari 2020 - 14:31

Jadwal Pemadaman Listrik di Riau Tanggal 22 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020 - 14:28

Sekjen MUI: RUU Omnibus Law Jangan Melanggar Ajaran Agama
Rabu, 22 Januari 2020 - 11:19

Diskes Imbau Warga Riau Pahami Gejala Virus Korona yang Wabahi China
Rabu, 22 Januari 2020 - 10:56

Akui Ada Laporan Masyarakat, Bupati Kampar Sidak Kantor Diskdukcapil
Rabu, 22 Januari 2020 - 10:03

Jalan Putus, Kades Datangkan Excavator Buat Jembatan
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:41

BOS Afirmasi Untuk Digitalisasi Sekolah?
Oknum Guru SDN di Kelayang Bebas Miliki Barang Bantuan BOS Afirmasi Berupa Ipad
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:35

Melalui Pramuka, Babinsa Koramil 14/Kepenuhan Kodim 0313/Kpr Bina Generasi Muda
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:30

Islami Center Rohul Tetap Terkelola Baik, Pengurus Terima Stuban dari Pemkab Anambas
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:24

Bupati Sukiman Ajukan Tiga Ranperda Sekaligus ke DPRD Rohul
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:11

Riau Diprediksi Kemarau 7 Bulan, DPRD Pekanbaru Ingatkan BPBD Siaga Sejak Awal
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:48

Hujan Tak Bantu Padamkan Api Karhutla Australia
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:40

Berang BPJS Kesehatan Tetap Naik, DPR: Kami Tidak Mau Lagi Dibohongi!
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:28

Tol Bangkinang-Pekanbaru Sepanjang 38 Km Segera Dibangun
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:26

Pengamat: Deklarasi Asman Abnur Bisa Jadi Untuk Menggoyang Loyalis Zulhas
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:19

PKS: Sungguh Kemunduran Jika Sertifikasi Halal Dihapus Dalam UU Omnibus Law
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:13

Harga Ayam Potong Murah Jelang Imlek Rp20.000 Per kg di Pekanbaru
Selasa, 21 Januari 2020 - 15:36

Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Capai 90 Persen, Begini Target Selesainya
Selasa, 21 Januari 2020 - 15:29

Janda Lima Anak Tinggal di Kandang Sapi, Bupati Rohil Akan Bangun RLH
Selasa, 21 Januari 2020 - 15:03

SKANDAL JIWASRAYA
Andi Arief: Pak Prabowo, Jangan Dengar Anggota DPR Yang Pasang Badan Pada Lembaga Sekuritas
Selasa, 21 Januari 2020 - 14:43

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com