Home
Jalan Lintas Riau - Sumbar Longsor Lagi, Tepatnya di Desa Pulang Gadang | Akhir Januari Ini Pedagang Eks Plaza Sukaramai Pindah ke STC | Penggunaan BBM Non Subsidi di Riau Mampu Tingkatkan PBBKB | Mutasi Belum Tuntas, Para Kadis Pemprov Riau Malas-malasan Bertemu DPRD | Ketua Demokrat: Dari Sudut Manapun, Menkumham Pantas Diberhentikan | Pompong Pembawa TKI Tenggelam di Perairan Tanjung Medang, 10 Orang Hilang
Kamis, 23 Januari 2020
/ Nasional / 10:01:31 / Perpindahan Materi Khilafah Dikritik /
Perpindahan Materi Khilafah Dikritik
Rabu, 11 Desember 2019 - 10:01:31 WIB

JAKARTA – Kementerian Agama menyatakan akan memindahkan materi soal khilafah dan jihad dari mata pelajaran fikih ke mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam (SKI). Pandangan para guru belum seragam soal hal itu.

Sekretaris Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SKI, Ahmad Nustain beranggapan, materi khilafah yang dimasukkan ke SKI tidak relevan. Sebab, pada dasarnya, materi tersebut sudah cocok ada di dalam fikih yang diartikan sebagai dasar hukum Islam.

“Kalau menurut saya, metode untuk mengajarkan materi fikih ke SKI itu kurang nyambung,” ujar dia kepada Republika, Selasa (10/12).

Dia mengeklaim, pihaknya juga belum mengetahui rencana perpindahan tersebut. Bahkan, isi dari PMA yang baru juga belum diketahui seutuhnya, karena belum ada sosialisasi.

Namun, jika hal tersebut direalisasi, pihaknya akan melakukan musyawarah dengan setiap guru terkait mata pelajaran itu di lingkup organisasinya. “Kita juga akan rembuk dulu itu (materi) dengan organisasi,” tuturnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh guru SKI kelas IX dari MTs Fatahillah, Jakarta Selatan, Hazana Itriya. Meski tidak menolak secara gamblang. “Di SKI sebenarnya lebih fokus ke sejarah, sedangkan khilafah lebih ke ideologi, jadi ada perbedaan sebetulnya,” kata dia.

Akan tetapi, menurut Hazana, jika materi yang akan diberikan pada mapel SKI tersebut hanya ilmu dan pengetahuan, itu masih bisa diterima. “Asal tidak sebagai doktrinisasi, itu enggak apa-apa sih menurut saya. Tapi tetap, saya sebagai guru SKI harus berkonsultasi lagi ke guru mapel fikih,” tutur dia.

Menurut dia, materi pengajaran terkait khilafah akan disesuaikan dengan cara pengajarannya. Lebih jauh, jika dituntut ada pengembangan dari ilmu itu ia akan menyinggung isu sosial terbaru.

Sedangkan Ketua PB PGRI Supardi menilai, pemberian materi khilafah sebenarnya bisa disesuaikan dengan cara menunjukkan nilai-nilai positif. Guru harus bisa memberikan ilmu yang membuat siswa terdorong menjadi lebih positif, tanpa menghancurkan kesepakatan bangsa Indonesia sebagai negara kesatuan.

Supardi mencontohkan hal positif yang bisa digali adalah soal tanggung jawab pemimpin. Pada masa itu, para pemimpin sadar bahwa tanggung jawabnya besar. Akhirnya, mereka tidak berlomba-lomba menjadi pemimpin dengan cara yang tidak baik.

Adapun soal kesatuan Indonesia, juga bisa sambil diajarkan agar rasa nasionalisme dan pengetahuan soal sejarah Islam bisa seimbang. "Jadi kalau kontennya menghapus sejarah itu tidak tepat, itu sama saja membuang sejarah generasi muda. Ibaratnya, kita pelajari sejarah Indonesia, dihilangkan G-30-S PKI nanti anak malah tidak paham,\" kata Supardi, ketika dihubungi, Senin (9/12). [Republika]

   
 
Diskes Imbau Warga Riau Pahami Gejala Virus Korona yang Wabahi China
Rabu, 22 Januari 2020 - 10:56

Akui Ada Laporan Masyarakat, Bupati Kampar Sidak Kantor Diskdukcapil
Rabu, 22 Januari 2020 - 10:03

Jalan Putus, Kades Datangkan Excavator Buat Jembatan
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:41

BOS Afirmasi Untuk Digitalisasi Sekolah?
Oknum Guru SDN di Kelayang Bebas Miliki Barang Bantuan BOS Afirmasi Berupa Ipad
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:35

Melalui Pramuka, Babinsa Koramil 14/Kepenuhan Kodim 0313/Kpr Bina Generasi Muda
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:30

Islami Center Rohul Tetap Terkelola Baik, Pengurus Terima Stuban dari Pemkab Anambas
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:24

Bupati Sukiman Ajukan Tiga Ranperda Sekaligus ke DPRD Rohul
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:11

Riau Diprediksi Kemarau 7 Bulan, DPRD Pekanbaru Ingatkan BPBD Siaga Sejak Awal
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:48

Hujan Tak Bantu Padamkan Api Karhutla Australia
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:40

Berang BPJS Kesehatan Tetap Naik, DPR: Kami Tidak Mau Lagi Dibohongi!
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:28

Tol Bangkinang-Pekanbaru Sepanjang 38 Km Segera Dibangun
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:26

Pengamat: Deklarasi Asman Abnur Bisa Jadi Untuk Menggoyang Loyalis Zulhas
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:19

PKS: Sungguh Kemunduran Jika Sertifikasi Halal Dihapus Dalam UU Omnibus Law
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:13

Harga Ayam Potong Murah Jelang Imlek Rp20.000 Per kg di Pekanbaru
Selasa, 21 Januari 2020 - 15:36

Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Capai 90 Persen, Begini Target Selesainya
Selasa, 21 Januari 2020 - 15:29

Janda Lima Anak Tinggal di Kandang Sapi, Bupati Rohil Akan Bangun RLH
Selasa, 21 Januari 2020 - 15:03

SKANDAL JIWASRAYA
Andi Arief: Pak Prabowo, Jangan Dengar Anggota DPR Yang Pasang Badan Pada Lembaga Sekuritas
Selasa, 21 Januari 2020 - 14:43

Inovatif Kembangkan Unit Usaha Baru, Bupati Apresiasi Bumdesa Usaha Bersama Desa Sialang Rindang
Selasa, 21 Januari 2020 - 12:49

Tokoh Spritual Minta Semua Eleman Masyarakat Jaga Kondusifitas Rohul Pada Pilkada 2020
Selasa, 21 Januari 2020 - 12:43

PLN Sebut Ada Pemadaman Listrik Bergilir di Pekanbaru, Berikut Lokasinya
Selasa, 21 Januari 2020 - 12:30

Dinilai Tak Serius Tangani Karhutla, Kapolsek Teluk Meranti Pelalawan Dicopot
Selasa, 21 Januari 2020 - 12:27

Hujan Disertai Petir akan Mengguyur Riau
Selasa, 21 Januari 2020 - 12:21

Chevron Sebut Illegal Tapping Penyebab Lifting di Blok Rokan Turun
Selasa, 21 Januari 2020 - 12:15

Desak Pansus OJK, Pengamat: Semua Kejahatan Ekonomi Bisa Dimulai dan 'Damai di OJK
Selasa, 21 Januari 2020 - 09:30

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com