Home
Penggunaan BBM Non Subsidi di Riau Mampu Tingkatkan PBBKB | Mutasi Belum Tuntas, Para Kadis Pemprov Riau Malas-malasan Bertemu DPRD | Ketua Demokrat: Dari Sudut Manapun, Menkumham Pantas Diberhentikan | Pompong Pembawa TKI Tenggelam di Perairan Tanjung Medang, 10 Orang Hilang | Pelindo Dumai Pertanyakan Dugaan Pencemaran Lingkungan oleh PT Eka Dura Indonesia | Tiga Ruas Jalan Desa Sialang Rindang Diaspal, Kades Putro Warsono: Terima Kasih Bupati Sukiman
Kamis, 23 Januari 2020
/ Nasional / 14:28:39 / FPI Kritik Ormas Islam yang Dirayu China: Semoga Bertobat /
FPI Kritik Ormas Islam yang Dirayu China: Semoga Bertobat
Jumat, 13 Desember 2019 - 14:28:39 WIB

JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) mengkritik sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam yang diisukan berhenti mengkritik penindasan Uighur di Xinjiang karena rayuan pemerintah China.

Juru Bicara FPI Munarman mengatakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) China terhadap muslim Uighur tidak boleh dibiarkan. Dia berpendapat seharusnya ormas Islam di Indonesia menunjukkan solidaritas terhadap Uighur.

"Ethnic cleansing terhadap muslim Uighur adalah bentuk musuh peradaban. Harusnya justru ormas-ormas Islam paling depan menyuarakan kekejaman komunis China terhadap saudara muslim Uighur. Bukan malah menyerukan agar umat Islam tidak mengganggu politik China," kata Munarman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/12).

Dia juga bilang seharusnya Pemerintah Indonesia juga aktif melakukan diplomasi terkait penindasan muslim Uighur di China dan muslim Rohingya di Myanmar. Munarman menyarankan pemerintah memanfaatkan forum-forum internasional seperti yang dilakukan Gambia.

Munarman menuding beberapa ormas Islam di Indonesia berhenti mengkritik pemerintahan China karena mendapat suap dari Beijing. Ia menyebut suap-menyuap adalah tradisi komunis.

Menurutnya ormas Islam harus waspada terhadap godaan tersebut. Namun nyatanya, kata dia, beberapa ormas Islam besar di Indonesia malah menuruti kemauan dari pemerintah China.

"Dalam kaidah tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah, maka sudah pasti si penerima suap akan jadi kacung dan menyelipkan ekornya di antara kaki serta membungkuk takzim pada pemberi suap," ujar dia.

"Semoga segera bertobat," tutup Munarman.

Laporan the Wall Street Journal (WSJ) menyebut China berupaya membujuk sejumlah organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, media Indonesia, hingga akademisi agar tak lagi mengkritik dugaan persekusi yang diterima etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.

WSJ memaparkan China mulai menggelontorkan sejumlah bantuan dan donasi terhadap ormas-ormas Islam tersebut setelah isu Uighur kembali mencuat ke publik pada 2018 lalu. Sejak rangkaian tur Xinjiang itu berlangsung, pandangan para pemuka agama Islam Indonesia disebut berubah.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas membantah berita itu. Anwar menyatakan MUI dan Muhammadiyah tidak pernah menyetujui penindasan bangsa Uighur oleh pemerintah China.

"Kita mengutuk sikap dan tindakan pemerintah China terhadap umat Islam Uighur dan sikap pemerintah Amerika terhadap rakyat Afghanistan dan Rakyat Palestina yang zalim," ujar Anwar lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/12).

Terpisah, Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi juga membantah isu tersebut. Dia menduga tuduhan itu dilontarkan karena sikap Indonesia berbeda dengan Amerika Serikat atau negara Barat yang selalu mengecam tindakan China terhadap Uighur.

"Jangan karena kita tidak senada dengan Barat seolah dibeli oleh China. Itu pernyataan kasar dan tidak sopan," kata Masduki kepada CNNIndonesia.com, Kamis (13/12) malam.

Terpisah, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menilai Ormas Islam di Indonesia perlu mengklarifikasi laporan WSJ yang menyebut ormas Islam di Indonesia dirayu China agar tidak mengkritik dugaan persekusi yang diterima etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.

"Sangat perlu (klarifikasi) untuk disampaikan secara terbuka kepada publik," kata Yandri lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/12).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyatakan, tidak ada toleransi dalam bentuk apapun dalam menyikapi tragedi kemanusiaan.

Menurut Yandri, bantuan atau donasi seharusnya tidak bisa membungkam ormas Islam di Indonesia untuk menyuarakan perlawanan terhadap dugaan persekusi yang diterima etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.

"Kalau persoalan tragedi kemanusian seharusnya tidak ada toleransi, dimanapun dan kapan pun harus kita lawan. Jangan sampai gara-gara ada bantuan akhirnya tidak sanggup lagi untuk bersuara," ucapnya. (CNN Indonesia)

   
 
Jalan Putus, Kades Datangkan Excavator Buat Jembatan
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:41

BOS Afirmasi Untuk Digitalisasi Sekolah?
Oknum Guru SDN di Kelayang Bebas Miliki Barang Bantuan BOS Afirmasi Berupa Ipad
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:35

Melalui Pramuka, Babinsa Koramil 14/Kepenuhan Kodim 0313/Kpr Bina Generasi Muda
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:30

Islami Center Rohul Tetap Terkelola Baik, Pengurus Terima Stuban dari Pemkab Anambas
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:24

Bupati Sukiman Ajukan Tiga Ranperda Sekaligus ke DPRD Rohul
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:11

Riau Diprediksi Kemarau 7 Bulan, DPRD Pekanbaru Ingatkan BPBD Siaga Sejak Awal
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:48

Hujan Tak Bantu Padamkan Api Karhutla Australia
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:40

Berang BPJS Kesehatan Tetap Naik, DPR: Kami Tidak Mau Lagi Dibohongi!
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:28

Tol Bangkinang-Pekanbaru Sepanjang 38 Km Segera Dibangun
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:26

Pengamat: Deklarasi Asman Abnur Bisa Jadi Untuk Menggoyang Loyalis Zulhas
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:19

PKS: Sungguh Kemunduran Jika Sertifikasi Halal Dihapus Dalam UU Omnibus Law
Rabu, 22 Januari 2020 - 08:13

Harga Ayam Potong Murah Jelang Imlek Rp20.000 Per kg di Pekanbaru
Selasa, 21 Januari 2020 - 15:36

Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Capai 90 Persen, Begini Target Selesainya
Selasa, 21 Januari 2020 - 15:29

Janda Lima Anak Tinggal di Kandang Sapi, Bupati Rohil Akan Bangun RLH
Selasa, 21 Januari 2020 - 15:03

SKANDAL JIWASRAYA
Andi Arief: Pak Prabowo, Jangan Dengar Anggota DPR Yang Pasang Badan Pada Lembaga Sekuritas
Selasa, 21 Januari 2020 - 14:43

Inovatif Kembangkan Unit Usaha Baru, Bupati Apresiasi Bumdesa Usaha Bersama Desa Sialang Rindang
Selasa, 21 Januari 2020 - 12:49

Tokoh Spritual Minta Semua Eleman Masyarakat Jaga Kondusifitas Rohul Pada Pilkada 2020
Selasa, 21 Januari 2020 - 12:43

PLN Sebut Ada Pemadaman Listrik Bergilir di Pekanbaru, Berikut Lokasinya
Selasa, 21 Januari 2020 - 12:30

Dinilai Tak Serius Tangani Karhutla, Kapolsek Teluk Meranti Pelalawan Dicopot
Selasa, 21 Januari 2020 - 12:27

Hujan Disertai Petir akan Mengguyur Riau
Selasa, 21 Januari 2020 - 12:21

Chevron Sebut Illegal Tapping Penyebab Lifting di Blok Rokan Turun
Selasa, 21 Januari 2020 - 12:15

Desak Pansus OJK, Pengamat: Semua Kejahatan Ekonomi Bisa Dimulai dan 'Damai di OJK
Selasa, 21 Januari 2020 - 09:30

Manfaat Madu, Obat Sakit Perut Nabi Muhammad SAW yang Terbukti Secara Ilmiah
Selasa, 21 Januari 2020 - 09:14

Manfaat Madu, Obat Sakit Perut Nabi Muhammad SAW yang Terbukti Secara Ilmiah
Selasa, 21 Januari 2020 - 09:11

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com