Home
Harga Ayam Potong Murah Jelang Imlek Rp20.000 Per kg di Pekanbaru | Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Capai 90 Persen, Begini Target Selesainya | Janda Lima Anak Tinggal di Kandang Sapi, Bupati Rohil Akan Bangun RLH | Andi Arief: Pak Prabowo, Jangan Dengar Anggota DPR Yang Pasang Badan Pada Lembaga Sekuritas | Inovatif Kembangkan Unit Usaha Baru, Bupati Apresiasi Bumdesa Usaha Bersama Desa Sialang Rindang | Tokoh Spritual Minta Semua Eleman Masyarakat Jaga Kondusifitas Rohul Pada Pilkada 2020
Selasa, 21 Januari 2020
/ Peristiwa / 08:25:31 / Agar Kepercayaan Publik Tidak Hilang, Seharusnya KPK Berani Periksa Hasto /
Agar Kepercayaan Publik Tidak Hilang, Seharusnya KPK Berani Periksa Hasto
Selasa, 14 Januari 2020 - 08:25:31 WIB

JAKARTA - Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan berbuntut pada terjaringnya orang dekat Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bernama Saeful Bahri.

Saeful Bahri yang sehari-hari menjadi staf Hasto di DPP PDIP terjerat pasal sebagai pemberi suap kepada Wahyu Setiawan terkait pergantian antar waktu anggota DPR RI daerah pemilihan (Daapil) Sumatera Selatan I, Riezki Aprilia.

Bahkan saat OTT yang dilakukan pada Rabu siang (8/1) penyelidik KPK sempat ditolak saat akan menggeledah di salah satu ruangan Kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro No 58, Menteng, Jakarta Pusat.


Pengamat hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad mengatakan, KPK harus membuktikan kepada publik bahwa lembaganya bekerja secara independen, berintegritas dan profesional.

Menurut Suparji, jika memang Hasto selaku Sekjen partai penguasa perlu diperiksa sebagai saksi, maka tidak ada pilihan lain bagi KPK untuk segera melakukan tindakan hukum.

"Seharusnya KPK tidak takut memeriksa siapapun, termasuk Sekjen partai jika memang yang bersangkutan memiliki kapasitas untuk diperiksa sebagai saksi," kata Suparji kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (13/1/2020).

Menurut Suparji, agenda pemeriksaan KPK terhadap Hasto bukan berarti tindakan penghakiman terhadap elite parti penguasa.

Kata alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu, pemeriksaan itu diperlukan dalam rangka mencegah spekulasi publik apakah Hasto terlibat atau tidak dalam skandal suap oknum penyelenggara Pemilu.

"Pemeriksaan tidak dimaknai sebagai penghukuman atau penghakiman, tetapi sebagai upaya menciptakan kepastian hukum dan memberi keadilan supaya tidak terjadi fitnah atau macam-macam spekulasi (terhadap Hasto)," papar Suparji.

Suparji menegaskan, keberanian memeriksa Hasto adalah pertaruhan besar bagi KPK. Jika KPK tidak berani memeriksa, maka jangan salahkan publik apabila kepercayaan terhadap lembaga antirasuah menghilang.

"Saya bilang ini pertaruhan besar KPK. Blunder kalau hanya gegap gempita di awal tapi sunyi senyap berikutnya. Sudah terang jangan bikin gelap lagi. Ayo KPK, buat terang semuanya," pinta Suparji dengan penuh harap.

[RMOL.id]

   
 
Syahganda Nainggolan: Yang Ditakuti Kapitalis Indonesia Hanya Satu, Yaitu Habib Rizieq
Selasa, 21 Januari 2020 - 07:11

Pemerintah: Jaringan 5G di Ibu Kota Baru Rampung Sebelum 2024
Senin, 20 Januari 2020 - 12:50

McGregor Menang, Bilzerian Kalah Rp13,6 Miliar dalam 40 Detik
Senin, 20 Januari 2020 - 12:40

Taliban-AS Teken Perjanjian Tarik Pasukan Akhir Januari
Senin, 20 Januari 2020 - 12:35

Disperindag Pekanbaru Pastikan Masyarakat Miskin Tetap Dapat Subsidi Gas 3 Kg
Senin, 20 Januari 2020 - 12:15

KPK Panggil Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan
Senin, 20 Januari 2020 - 12:12

Eks Kades Bukit Batu Bengkalis Terancam Dijemput Paksa
Senin, 20 Januari 2020 - 12:04

Disdukcapil Pekanbaru Imbau Orang Tua segera Urus KIA
Senin, 20 Januari 2020 - 12:00

Sekretariat DPRD Riau Diminta Tertibkan Akses Kunjungan Tamu ke Gedung Dewan
Senin, 20 Januari 2020 - 11:55

Subsidi Elpiji 3 Kg Akan Dicabut, Pengamat: Terus Negara Ngapain?
Senin, 20 Januari 2020 - 10:54

5 Titik Panas Terdeteksi di 3 Kabupaten
Senin, 20 Januari 2020 - 10:44

Investor Singapura akan Kelola Stadion Utama Riau
Senin, 20 Januari 2020 - 10:39

Waspada SIM Swap, Modus Bajak Nomor HP dan Bobol Rekening Bank
Senin, 20 Januari 2020 - 10:31

Sampah Masih Banyak Menumpuk di Pinggir Jalanan Pekanbaru
Senin, 20 Januari 2020 - 10:26

Minta Pelaku Dihukum Mati, Orang Tua Korban: Kemana Kepala Anak Saya Dibuang?
Senin, 20 Januari 2020 - 10:22

Alfedri, "Generasi Muda, Jadilah Anak Siak yang Selanjutnya Berprestasi
Senin, 20 Januari 2020 - 09:22

Bupati Alfedri Resmikan Institut EHMRI Di Kandis
Senin, 20 Januari 2020 - 09:17

Kisah Ayah Gendong Jasad Bayinya karena Ditolak Saat Dimakamkan
Sabtu, 18 Januari 2020 - 17:32

Gubri: Produk UMKM dan Ekonomi Kreatif di Riau Harus Bisa Tembus Internasional
Sabtu, 18 Januari 2020 - 17:07

KPK Tetapkan 10 Tersangka Dugaan Korupsi 4 Proyek Bengkalis
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:51

Rasulullah tak Pernah Ajarkan Kebencian, Malah Sebaliknya
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:37

Pelaku Mutilasi Mayat Tanpa Kepala di Dumai Berhasil Ditangkap di Pekanbaru
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:26

Kisruh Natuna, Indonesia Dinilai Bisa Gunakan Klaim Sejarah
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:04

Gubri Sudah Sampaikan Soal Embarkasi Haji Penuh ke Menteri Agama
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:56

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com