Home
Bupati Alfedri Paparkan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Siak Sri Indrapura | Kukuhkan Pejuang Subuh Kecamatan Tualang, Alfedri: Semoga Meluas ke Seluruh Kecamatan | Tingkatkan Disiplin dan Profesional Prajurit TNI, Kodim 0314/Inhil Gelar Minggu Militer | Bupati Ekspose RTDP BWP Perkotaan | Kado Hari Jadi Ke 28 Desa Pasir Luhur Dari Bupati H Sukiman Janjikan Pembangunan Aspal | Prabowo Calon Terkuat di 2024, Gerindra Sebut Terlalu Dini
Selasa, 25 Februari 2020
/ Peristiwa / 09:21:17 / Taliban Tawarkan AS Gencatan Senjata 10 Hari /
Taliban Tawarkan AS Gencatan Senjata 10 Hari
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:21:17 WIB

JAKARTA - Kelompok Taliban dilaporkan menyodorkan perjanjian gencatan senjata sementara selama sepuluh hari kepada pasukan Amerika Serikat di Afghanistan. Akan tetapi belum diketahui apakah AS akan menerima tawaran tersebut dan kembali memulai proses perundingan damai.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (16/1), penawaran itu disebut ditawarkan kepada juru runding AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, di Qatar. Taliban mempunyai kantor biro politik mereka di sana.

Akan tetapi, menurut sumber Taliban mereka selama ini menyimpan kecurigaan terkait negosiasi gencatan senjata, tanpa mengharuskan AS untuk menarik pasukan terlebih dulu. Mereka juga mengkhawatirkan jika kesepakatan gagal, maka akan sulit kembali mengerahkan milisi ke medan perang.

"Ada pemikiran di antara para pemimpin Taliban kami akan kesulitan kembali mengumpulkan pasukan jika peperangan terhenti," kata sumber tersebut.

Di samping itu, sejumlah milisi Taliban menyatakan enggan meletakkan senjata.

"Karena mereka berpikir justru dengan berperang akan memaksa AS untuk berunding," kata sumber tersebut.

AS menetapkan sejumlah syarat kepada Taliban dalam proses perundingan damai. Yakni menjamin ketertiban umum serta hak-hak kaum perempuan, menjamin kebebasan berpendapat, pengubahan undang-undang dasar, penempatan eks milisi Taliban dan kelompok bersenjata lainnya serta berjanji tidak akan menjadikan negara itu sebagai tempat persembunyian kelompok ekstremis.

Sebagai gantinya, AS akan menarik sekitar 12 ribu pasukan mereka secara bertahap dan mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama 18 tahun. Perang itu sampai saat ini merupakan yang terlama yang dilakoni AS.

Taliban menganggap petahana Ashraf Ghani dan pesaingnya, Abdullah Abdullah, sebagai boneka AS dan tidak mengakui pemerintahannya. Apalagi saat ini hasil penghitungan suara pemilihan presiden Afghanistan menunjukkan Ghani unggul, meski digugat oleh Abdullah.

Aroma kecurangan dalam pilpres Afghanistan kembali mencuat. Jika AS sudah lebih dulu menarik pasukan, ada kekhawatiran Afghanistan akan kembali jatuh ke dalam perang saudara antara para panglima perang dan Taliban.

Bom meledak lagi

Peristiwa ledakan bom kembali terjadi di Afghanistan hari ini. Sebanyak empat pegawai negeri meninggal akibat ledakan itu mengenai kendaraan yang mereka tumpangi.

Insiden itu terjadi di distrik Shar-e-Shafa, Provinsi Zabul. Ledakan itu diduga berasal dari bom atau ranjau yang disembunyikan di pinggir jalan.

Sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab terhadap kejadian tersebut. (CNN Indonesia)

   
 
Aktivis: Plt Bupati tak Miliki Hak Salahgunakan Aset untuk Kepentingan Pribadi
Minggu, 23 Februari 2020 - 16:07

RSUD Bengkalis Observasi Lima WNA Terdampar
Minggu, 23 Februari 2020 - 16:03

Formasi CPNS Pekanbaru yang Tidak Terisi akan Dibiarkan Kosong
Minggu, 23 Februari 2020 - 15:48

UAS Ajak BAZ-LAZ Cari Solusi Bagi Suku Talang Mamak
Minggu, 23 Februari 2020 - 15:41

Saran Sandi ke Bro Erick yang Mau Bereskan BUMN Sekarat
Minggu, 23 Februari 2020 - 15:33

Ini Lima Makanan yang Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dari Virus Corona
Minggu, 23 Februari 2020 - 15:01

Dua Pelaku Sabu Diciduk Polsek Peranap
Minggu, 23 Februari 2020 - 14:54

Bupati Alfedri Tinjau Korban Kebakaran di Kampung Bunut, Tualang
Minggu, 23 Februari 2020 - 14:39

Reses H Dani M Nursalam di Pulau Palas, Masyarakat Usulkan Pembangunan Tanggul
Minggu, 23 Februari 2020 - 14:35

Bupati Intruksikan Jalan Desa Suka Damai Dikerjakan Segera
Minggu, 23 Februari 2020 - 14:23

Optimis Menang Tingkat Nasional, Ketua TP-PKK Rohul Sudah Persiapkan Tim PKK dari Jauh Hari
Minggu, 23 Februari 2020 - 14:13

DPRD Riau Siap Beri Masukan Masalah Evaluasi BUMD
Minggu, 23 Februari 2020 - 14:00

Bupati Kampar Resmikan Pasar Pekan Tua di Kawasan Restorasi Kesultanan Kampa
Minggu, 23 Februari 2020 - 13:54

Bengkalis Layak Jadi Kampung Zapin Melayu
Minggu, 23 Februari 2020 - 13:48

17.651 Peserta Didik di Pekanbaru akan Ikuti UN
Minggu, 23 Februari 2020 - 13:44

Gubri Tebar 200 Ribu Bibit Ikan Nilam di Danau Kebun Nopi Kuansing
Minggu, 23 Februari 2020 - 13:36

Masnur Tegaskan Kandidat Ketua Golkar Riau Harus Kader dan Punya KTA
Sabtu, 22 Februari 2020 - 15:26

Maksud Terselubung AS Memasukkan RI sebagai Negara Maju
Sabtu, 22 Februari 2020 - 15:22

Korban Meninggal Virus Corona Capai 2.345 Jiwa
Sabtu, 22 Februari 2020 - 15:17

Erick Thohir Angkat Bicara Soal Tuntutan Ahok Mundur
Sabtu, 22 Februari 2020 - 15:10

Terabaikan, Kubangan di Jalan Pinang Ujung Pangkalan Kerinci Ini Tak Pernah Tersentuh Pembangunan
Sabtu, 22 Februari 2020 - 14:57

Tempat Paling Efektif Sebar Virus Corona COVID-19, Nomor 3 Bikin Kaget
Sabtu, 22 Februari 2020 - 14:51

Bappeda Pelalawan Taja Program Camat Penggerak Pembangunan, 5 Masuk Nominasi Terbaik
Sabtu, 22 Februari 2020 - 14:39

Sebanyak 852 Peserta Tes CPNS Pekanbaru Gugur di Hari Kelima
Sabtu, 22 Februari 2020 - 14:29

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com