Home
U Give Me Love Jadi Single Perdana Alex dan Bea’ Masuk Industri Musik | Pengamat: Program Kuota Gratis Kemendikbud Pembohongan Publik | Kejari Rohil Berhasil Selamatkan Kerugian Negara dari Kasus Korupsi Dana Media | Kisruh Politik Malaysia Picu Penuruan Harga TBS Riau | Covid Masih Melejit, Pemko Pekanbaru akan Perluas PSBM | Deklarasi KAMI Riau Kembali Diundur, Ini Alasannya
Selasa, 29 09 2020
/ Nasional / 16:04:36 / Kisruh Natuna, Indonesia Dinilai Bisa Gunakan Klaim Sejarah /
Kisruh Natuna, Indonesia Dinilai Bisa Gunakan Klaim Sejarah
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:04:36 WIB

JAKARTA - Pengamat militer dan pertahanan negara, Connie Rahakundini Bakrie berpendapat pemerintah Indonesia bisa menggunakan pendekatan sejarah atau historical claim dalam menyelesaikan ketegangan Indonesia dengan China di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) RI, dekat perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Hal ini karena China selalu berpegang pada konsep garis putus-putus atau nine dash line peninggalan nenek moyang mereka.

"Menurut saya yang paling penting soal Natuna, kita kan bertahan dengan UNCLOS 1982, China bertahan dengan historical claim, kalau keduanya bertahan dengan itu, tidak akan pernah selesai," kata dia dalam Diskusi Publik dengan tema "Tantangan Geopolitik Indonesia dalam Perspektif Global dan Kawasan, Jumat (17/1).

Menurut dia, diperlukan cara lain untuk menyelesaikan ketegangan tersebut, pemerintah Indonesia juga bisa membawa historical claim dalam diplomasi dengan China. Karena secara histori, Indonesia juga pernah melakukan penangkapan ikan di Laut China Selatan.

"Contoh seperti saya bilang, dengan adanya sejarah kan kita bisa lihat. Bukan hanya China saja yang pernah di sana (perairan natuna). Ternyata kita juga pernah di sana," ujar dia.

Ia menjelaskan bukti-bukti okupansi dan arsip China tentang kepemilikan serta patrolinya dalam rangkaian pulau-pulau di laut China Selatan terekam baik baik sejak era Dinasti Tang (618-907). Namun, kesemua arsip tersebut hingga saat ini masih dikuasai oleh Taiwan.

Sementara Indonesia juga harus punya catatan sejarah yang lengkap di perairan Natuna.

"(Tahun) 1947 semua dokumen berharga China itu dibawa Taiwan ke Taiwan. Jadi sekarang meributkan Laut China Selatan. Sama dengan meributkan mobilnya di China BPKB-nya di Taiwan," kata dia.

Ia mengatakan, ketegangan Indonesia dan China di wilayah itu sebenarnya sudah meningkat sejak 2014. Kala itu China memasukkan sebagian perairan Natuna di Laut China Selatan ke dalam peta teritorialnya yang dikenal dengan sebutan nine dash line.

Nine dash line yakni garis demarkasi atau garis batas pemisah yang digunakan pemerintah Republik Rakyat China untuk mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan yang menjadi sengketa sejumlah negara di Asia.

"Pendekatan berbasis sejarah ini malah dapat mendorong kebersamaan, keterbukaan dan mempererat kolaborasi. Ini secara non military," kata dia.

Ketegangan Indonesia dengan China di ZEE RI, dekat perairan Natuna mencuat dalam beberapa waktu terakhir. Musababnya, kapal nelayan China yang dikawal Coast Guard terdeteksi menangkap ikan pada akhir Desember 2019.

Pemerintah China mengklaim memiliki hak di perairan yang masuk ZEE Indonesia berdasarkan peta Traditional Fish Ground mereka dengan konsep nine dash line. Sementara kawasan laut utara Natuna berdasarkan Konvensi PBB terkait Hukum Kelautan (UNCLOS 1982) masuk ke dalam ZEE Indonesia. (CNN Indonesia)


   
 
Tol Pekanbaru - Bangkinang Ditarget Selesai 2021
Sabtu, 26 September 2020 - 16:31

Truk Fuso Tabrak Rumah Berisi Satu Keluarga yang Sedang Tertidur Pulas, Satu Tewas
Sabtu, 26 September 2020 - 16:28

Masrul Kasmy Jadi Pjs Bupati, Masyarakat Rohul Merasa tak Dipandang Pemprov Riau
Sabtu, 26 September 2020 - 16:24

Resmikan Labor PCR,
Radiologi, Bupati Alfedri Sebut, Tes Swab Bisa Dilakukan di Rumah Sakit Tipe D Tualang
Sabtu, 26 September 2020 - 16:18

Aplikasi Kabupaten Siak Layak Anak Diluncurkan, Bentuk Perhatian Pemda Wujudkan KLA
Sabtu, 26 September 2020 - 16:12

Mulai Senin Depan, Terjaring Ops Yustisi Tidak Pakai Masker Akan Dikenakan Sangsi Pidana Denda
Sabtu, 26 September 2020 - 16:06

Wujudkan Smart City, Kabupaten Siak Resmikan Portal Siak Bedelau
Sabtu, 26 September 2020 - 15:59

Jokowi Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai Hari Ini
Jumat, 25 September 2020 - 07:25

Pengumuman! Masa Berlaku Paspor Bakal Menjadi 10 Tahun
Jumat, 25 September 2020 - 07:22

Tiga Pasang Paslon Bupati dan Wakil Bupati Siak Teken Fakta integritas Protokol Kesehatan
Jumat, 25 September 2020 - 07:17

Hadiri Pelantikan DPC Granat, Bupati H Sukiman Dukung Pembarantasan Narkoba Rohul
Jumat, 25 September 2020 - 07:13

Pengamat: Praktik Politik Uang Telah Lama Dimulai Internal Parpol
Kamis, 24 September 2020 - 16:31

Pemprov Riau Jemput SK Pj dan Pjs Bupati ke Kemendagri, Sabtu Pelantikan
Kamis, 24 September 2020 - 16:27

3 Pimpinan DPRD Riau Mundur, Bagaimana Nasib APBD-P 2020?
Kamis, 24 September 2020 - 16:24

Besok Presiden akan Resmikan Jalan Tol Permai Secara Virtual
Kamis, 24 September 2020 - 16:22

PSBM Diberlakukan, Kasus Positif Covid di Tampan Cenderung Turun
Kamis, 24 September 2020 - 16:18

Paslon Bupati Rohul Hamulian-M Sahril Topan Dapat Nomor Urut 1
Kamis, 24 September 2020 - 16:08

Tingkatkan kualitas pelayanan perizinan. Bupati Alfedri Wacanakan Mall Pelayanan Publik Satu Pintu
Kamis, 24 September 2020 - 16:02

Pimpin Pengamanan, Kapolres Siak: Jangan Ada Keragu-raguan Utamakan Keselamatan
Kamis, 24 September 2020 - 15:56

Bupati Alfedri : Gedung Puskesmas Baru, Pelayanan Kesehatan Juga Harus Meningkat
Kamis, 24 September 2020 - 15:51

Siak Cetak Sejarah Ponpes Hadist Pertama di Riau..
Bupati Alfedri Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ruang Belajar Santri Darul Hadist Sultan Yahya
Selasa, 22 September 2020 - 06:42

IWO Siak bagikan 500 Masker kepada Masyarakat
Selasa, 22 September 2020 - 06:38

Paripurna Tanggapan Bupati Terhadap Pandangan Umum 8 Fraksi DPRD Tentang RAPBD-P 2020
Selasa, 22 September 2020 - 06:33

Kapolres Inhil Pimpin Anggotanya Ikuti Baksos Donor Darah yang Diselenggarakan Kodim 0314/Inhil
Selasa, 22 September 2020 - 06:27

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com