Home
KPP Pratma Sosialiasi Pekan Panutan Pajak | Disbun Inhil Programkan Pembagunan Tanggul Mekanik Sepanjang 372 Km Tahun Ini | Progres Kapasitas Roro Dumai-Melaka Ditingkatkan | Gubernur Apresiasi Penangkapan Jaringan Narkoba Internasional di Dumai | Pemkab Kampar Raih Zona Baik dalam Penilaian SPBE | Buka Musrenbang Kecamatan Kerinci Kanan, Bupati Alfedri Sampaikan Program Pemda
Kamis, 20 Februari 2020
/ Lifestyle / 10:31:45 / Waspada SIM Swap, Modus Bajak Nomor HP dan Bobol Rekening Bank /
Waspada SIM Swap, Modus Bajak Nomor HP dan Bobol Rekening Bank
Senin, 20 Januari 2020 - 10:31:45 WIB

RIAUTRUST.COM - Wartawan senior yang juga pendiri media Cek dan Ricek, Ilham Bintang, mengalami kejadian yang tidak mengenakan belum lama ini. Rekening banknya dibobol pada 6 Januari lalu, usai nomor Indosat miliknya dibajak oleh oknum tak bertanggung jawab.

Menurut Ilham, Indosat mengabarinya bahwa ada seseorang yang mengaku sebagai dirinya dan melakukan pergantian SIM card di gerai Indosat di Bintaro Jaya Xchange.

Ternyata berawal dari pembajakan nomor itu, rekening bank Ilham juga dibobol hingga menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah.

Modus pembajakan SIM card atau disebut juga SIM Swap ini kerap terjadi dan sering digunakan untuk tindakan kejahatan, seperti membobol rekening bank hingga akun media sosial korban.

Dalam modus ini, nomor ponsel korban sangat berharga untuk mendapatkan kode OTP (One Time Password) dan verifikasi lainnya untuk meretas akun bank dan media sosial.

Menurut pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, kendali atas nomor ponsel akan sangat berharga bagi penipu. Untuk mencuri nomor, pelaku mulai dengan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi pribadi korban yang dapat diperoleh dan terlibat dalam sedikit rekayasa sosial.

"Untuk mendapatkan kredensial tidak sulit, yang sulit mendapatkan OTP (One Time Password) untuk TFA (Two Factors Authentification). Kalau ada malware di HP/komputer, semua kredensial akan bisa dikirimkan ke tangan kriminal," jelas Alfons, Sabtu (18/1/2020).

Perusahaan keamanan Norton AntiVirus juga menjelaskan pelaku pembajakan nomor dapat menggunakan profil media sosial korban untuk mengumpulkan informasi tentang data diri yang dapat membantu mereka menyamar sebagai korban.

Misalnya, untuk mendapatkan informasi nama ibu atau nama sekolah yang biasa digunakan sebagai jawaban atas pertanyaan verifikasi keamanan korban. Penipu mungkin dapat menemukan informasi itu dalam profil Facebook atau lainnya.

Dalam kasus Ilham, kemungkinan data-data pribadinya telah diincar yang kemudian digunakan untuk proses mengganti kartu SIM hingga login internet banking. Setelah berhasil membajak nomor Ilham, pelaku masuk ke internet banking Ilham lewat kredensial yang telah dimiliki.

Saat pelaku melakukan transaksi via internet banking, akan ada OTP yang dikirimkan ke nomor yang telah ia bajak untuk persetujuan transaksi. "Jadi dengan menguasai nomor HP yang sah akan mendapatkan password atau akses menyetujui transaksi internet banking," jelas Alfons.

Tidak hanya Ilham, modus ini juga pernah dialami oleh CEO Twitter Jack Dorsey pada Agustus 2019 lalu. Akun Twitter milik Jack Dorsey diretas ketika penipu memperoleh kendali atas nomor teleponnya. Penipu membajak akun Twitter Dorsey hingga men-tweet pesan ofensif. Ketika itu dibutuhkan waktu selama 15 menit untuk mendapatkan kembali kendali atas akunnya.

Tanda-tanda terkena modus SIM Swap

Ada beberapa tanda yang mungkin menjadi indikasi korban penipuan SIM swap atau pembajakan kartu SIM. Penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan ini, sehingga Anda dapat mematikan akses para korban secepat mungkin.

Satu tanda peringatan, seperti yang terlihat dalam kasus CEO Twitter Jack Dorsey, adalah aktivitas media sosial yang dibajak, sehingga bisa memberitahu pemiliki akun sebenarnya dan melacak apa yang terjadi.

Berikutnya, ada tiga sinyal lain yang mungkin mengindikasikan Anda menjadi korban pertukaran SIM card.

- Tidak dapat melakukan panggilan atau teks (hilang sinyal).

Tanda besar pertama bahwa Anda bisa menjadi korban pertukaran SIM card adalah ketika telepon dan pesan teks tidak bisa digunakan. Ini kemungkinan berarti penipu telah menonaktifkan nomor Anda dan menggunakannya.

- Anda diberitahu tentang aktivitas di tempat lain.

Anda akan tahu menjadi korban, jika operator seluler memberi tahu bahwa SIM card atau nomor telepon Anda telah diaktifkan di perangkat lain.

- Anda tidak dapat mengakses akun bank atau media sosial.

Jika data kredensial untuk masuk ke akun bank dan media sosial tidak lagi berfungsi, kemungkinan besar telah diambil alih. Segera hubungi bank dan organisasi lain.

[Kumparan.com]

   
 
Ada Tawaran Beasiswa S2 Rp 287 Juta per Tahun, Tertarik? Cek Syaratnya di Sini...
Rabu, 19 Februari 2020 - 12:04

Komit Cerdaskan Anak Usia Dini, Bupati Sukiman Kunjungi PAUD Bina Kasih
Rabu, 19 Februari 2020 - 09:23

Pasca 6 Warga Riau Pulang Usai Dikarantina, DPRD Pekanbaru Minta Masyarakat Jangan Takut
Rabu, 19 Februari 2020 - 09:20

Bersama Aparat Desa
Babinsa Koramil 14/Kepenuhan Kodim 0313/Kpr Pantau Debit Air Sungai Batang Sosa
Rabu, 19 Februari 2020 - 09:13

Bupati Inhil Tinjau Pelaksanaan Tes CPNS yang Diikuti 8723 Peserta di Gedung Engku Kelana
Rabu, 19 Februari 2020 - 09:09

TNI-Polri Diapresiasi, Taat Aturan PT Era Sawita Ikuti Mediasi di Polres Rohul
Rabu, 19 Februari 2020 - 09:04

Punya Riwayat Penyakit Jantung Dilarang Mengemudi
Selasa, 18 Februari 2020 - 14:49

Pakar IT Kritik Nadiem Makarim soal Bayar SPP Pakai Gopay
Selasa, 18 Februari 2020 - 14:41

Honda Jazz Baru Mulai Dijual di Jepang, Indonesia Pikir-pikir
Selasa, 18 Februari 2020 - 14:37

Begini Pengakuan Pria Penyelundup Puluhan Notebook di Pelabuhan Selatpanjang
Selasa, 18 Februari 2020 - 14:23

BNN-BC Dumai Amankan 10 kg Sabu dan 30 Ribu Ekstasi
Selasa, 18 Februari 2020 - 14:01

Serangan Jantung, Ashraf Sinclair Meninggal Dunia
Selasa, 18 Februari 2020 - 13:58

BKAD Gelar MAD, Lpj UPK-SPP Kecamatan Kelayang Surplus Terbesar Se-Kabupaten Inhu Tahun 2019
Selasa, 18 Februari 2020 - 13:48

Begini Alasan Aktifis Rohul Mendukung H Sukiman Dua Priode
Selasa, 18 Februari 2020 - 13:44

Gubri: Ada BUMD di Riau Cari Bayar Konsultan Saja Payah
Selasa, 18 Februari 2020 - 13:27

Gakkum LHK Lepas 1.600 Burung Gelatik dan Ciblek
Selasa, 18 Februari 2020 - 13:14

Prabowo Jadi Menteri Dengan Kinerja Terbaik, PDIP: Mudah-mudahan Sampai Tahun Keempat
Selasa, 18 Februari 2020 - 09:56

Tjahjo Usulkan PNS Dapat Rp1 Miliar Saat Pensiun
Selasa, 18 Februari 2020 - 09:45

Pasien Virus Corona yang Meninggal Capai 1.868 Orang
Selasa, 18 Februari 2020 - 09:40

Hujan akan Guyur Riau Sejak Siang Hingga Dini Hari
Selasa, 18 Februari 2020 - 09:37

Bali Tidak Mundur, PSSI Tambah Stadion Utama Riau Untuk Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Selasa, 18 Februari 2020 - 09:32

MTQ ke XX Kecamatan Siak Resmi Di Tutup Oleh Pj. Sekda Siak
Selasa, 18 Februari 2020 - 09:20

Antisipasi Wabah Virus Corona, Diskes Siak Gelar Sosialisasi
Selasa, 18 Februari 2020 - 09:16

Warga Demo Minta Penghulu Diduga Mesum Diberhentikan
Selasa, 18 Februari 2020 - 09:10

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com