Home
Setahun Memimpin Riau, Pekanbaru Tagih Janji Politik Syamsuar-Edy | Masih Buron, Demokrat: Harun Masiku Tidak Sembunyi, Tapi Disembunyikan | Bhakti Sosial Polres Inhu, Bantu Biaya Perobatan Warga Tak Mampu | Dikomandoi Kadiskominfo Rohul Nobar Zahra LIDA Meriah | Tampil Beda, Metoda Komunikasi Bupati Sukiman Dengan Warganya Di Desa Rawa Makmur | KPP Pratma Sosialiasi Pekan Panutan Pajak
Kamis, 20 Februari 2020
/ Peristiwa / 12:35:01 / Taliban-AS Teken Perjanjian Tarik Pasukan Akhir Januari /
Taliban-AS Teken Perjanjian Tarik Pasukan Akhir Januari
Senin, 20 Januari 2020 - 12:35:01 WIB

JAKARTA - Kelompok Taliban dan Amerika Serikat dilaporkan akan menyetujui perjanjian penarikan pasukan dari Afghanistan pada akhir bulan ini. Kedua belah pihak menyatakan bakal mengurangi aktivitas peperangan menjelang penandatanganan kesepakatan tersebut.

"Kami sudah sepakat untuk mengurangi kegiatan militer dalam beberapa hari menuju penandatanganan perjanjian perdamaian dengan Amerika Serikat," kata juru bicara Taliban, Suhail Shaheen, dalam wawancara dengan surat kabar Pakistan, Dawn, dan dikutip AFP, Senin (20/1).

Shaheen menyatakan meyakini kesepakatan dengan AS bakal berjalan lancar pada akhir Januari ini. Dia juga menyatakan milis Taliban akan menghentikan sementara menyerang pasukan AS dan Afghanistan.

"Kini tinggal menghitung hari," ujar Shaheen.

AS menetapkan sejumlah syarat kepada Taliban dalam proses perundingan damai. Yakni menjamin ketertiban umum serta hak-hak kaum perempuan, menjamin kebebasan berpendapat, pengubahan undang-undang dasar, penempatan eks milisi Taliban dan kelompok bersenjata lainnya serta berjanji tidak akan menjadikan negara itu sebagai tempat persembunyian kelompok ekstremis.

Alasan mantan Presiden AS, George Bush Jr., menyerang Afghanistan pada 2011 akibat kedekatan antara Taliban dan Al-Qaidah.

Proses negosiasi antara Taliban dan AS terhenti pada September 2019. Presiden AS, Donald Trump, memutuskan menghentikan perundingan karena Taliban terus menyerang pasukan AS. Setelah dibujuk, akhirnya Trump bersedia membuka kembali pintu dialog dengan Taliban.

Jika perjanjian itu berhasil, AS akan menarik sekitar 12 ribu pasukan mereka secara bertahap dan mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama 18 tahun. Perang itu sampai saat ini merupakan yang terlama yang dilakoni AS.

Setelah perjanjian damai dengan AS, Taliban dan pemerintah Afghanistan baru akan memulai dialog terpisah. Taliban menganggap petahana Ashraf Ghani dan pesaingnya, Abdullah Abdullah, sebagai boneka AS dan tidak mengakui pemerintahannya.

Apalagi saat ini hasil penghitungan suara pemilihan presiden Afghanistan menunjukkan Ghani unggul, meski digugat oleh Abdullah. Hal ini dikhawatirkan akan memicu perang saudara di kemudian hari meski Taliban sudah berdamai dengan AS. (CNN Indonesia)

   
 
Hari Ini Riau akan Diguyur Hujan, Hotspot Terdeteksi di Pelalawan
Rabu, 19 Februari 2020 - 14:02

Bupati Kampar Sambut Kedatangan Presiden Genpro dan Rombongan
Rabu, 19 Februari 2020 - 12:38

Gubri Paparkan Lima Prioritas Pembangunan di Riau
Rabu, 19 Februari 2020 - 12:34

Kepulauan Meranti Kabupaten Pertama Serahkan LKPD ke BPK Riau
Rabu, 19 Februari 2020 - 12:21

Inilah 5 Obat Alami Sembuhkan Batu Ginjal, Bahannya Mudah Didapat
Rabu, 19 Februari 2020 - 12:17

Ada Tawaran Beasiswa S2 Rp 287 Juta per Tahun, Tertarik? Cek Syaratnya di Sini...
Rabu, 19 Februari 2020 - 12:04

Komit Cerdaskan Anak Usia Dini, Bupati Sukiman Kunjungi PAUD Bina Kasih
Rabu, 19 Februari 2020 - 09:23

Pasca 6 Warga Riau Pulang Usai Dikarantina, DPRD Pekanbaru Minta Masyarakat Jangan Takut
Rabu, 19 Februari 2020 - 09:20

Bersama Aparat Desa
Babinsa Koramil 14/Kepenuhan Kodim 0313/Kpr Pantau Debit Air Sungai Batang Sosa
Rabu, 19 Februari 2020 - 09:13

Bupati Inhil Tinjau Pelaksanaan Tes CPNS yang Diikuti 8723 Peserta di Gedung Engku Kelana
Rabu, 19 Februari 2020 - 09:09

TNI-Polri Diapresiasi, Taat Aturan PT Era Sawita Ikuti Mediasi di Polres Rohul
Rabu, 19 Februari 2020 - 09:04

Punya Riwayat Penyakit Jantung Dilarang Mengemudi
Selasa, 18 Februari 2020 - 14:49

Pakar IT Kritik Nadiem Makarim soal Bayar SPP Pakai Gopay
Selasa, 18 Februari 2020 - 14:41

Honda Jazz Baru Mulai Dijual di Jepang, Indonesia Pikir-pikir
Selasa, 18 Februari 2020 - 14:37

Begini Pengakuan Pria Penyelundup Puluhan Notebook di Pelabuhan Selatpanjang
Selasa, 18 Februari 2020 - 14:23

BNN-BC Dumai Amankan 10 kg Sabu dan 30 Ribu Ekstasi
Selasa, 18 Februari 2020 - 14:01

Serangan Jantung, Ashraf Sinclair Meninggal Dunia
Selasa, 18 Februari 2020 - 13:58

BKAD Gelar MAD, Lpj UPK-SPP Kecamatan Kelayang Surplus Terbesar Se-Kabupaten Inhu Tahun 2019
Selasa, 18 Februari 2020 - 13:48

Begini Alasan Aktifis Rohul Mendukung H Sukiman Dua Priode
Selasa, 18 Februari 2020 - 13:44

Gubri: Ada BUMD di Riau Cari Bayar Konsultan Saja Payah
Selasa, 18 Februari 2020 - 13:27

Gakkum LHK Lepas 1.600 Burung Gelatik dan Ciblek
Selasa, 18 Februari 2020 - 13:14

Prabowo Jadi Menteri Dengan Kinerja Terbaik, PDIP: Mudah-mudahan Sampai Tahun Keempat
Selasa, 18 Februari 2020 - 09:56

Tjahjo Usulkan PNS Dapat Rp1 Miliar Saat Pensiun
Selasa, 18 Februari 2020 - 09:45

Pasien Virus Corona yang Meninggal Capai 1.868 Orang
Selasa, 18 Februari 2020 - 09:40

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com