Home
Masnur Tegaskan Kandidat Ketua Golkar Riau Harus Kader dan Punya KTA | Maksud Terselubung AS Memasukkan RI sebagai Negara Maju | Korban Meninggal Virus Corona Capai 2.345 Jiwa | Erick Thohir Angkat Bicara Soal Tuntutan Ahok Mundur | Terabaikan, Kubangan di Jalan Pinang Ujung Pangkalan Kerinci Ini Tak Pernah Tersentuh Pembangunan | Tempat Paling Efektif Sebar Virus Corona COVID-19, Nomor 3 Bikin Kaget
Sabtu, 22 Februari 2020
/ Lifestyle / 13:52:37 / Beragam Sejarah di Balik Perayaan Valentine Ternyata Menyedihkan /
Beragam Sejarah di Balik Perayaan Valentine Ternyata Menyedihkan
Jumat, 14 Februari 2020 - 13:52:37 WIB

RIAUTRUST.COM - Valentine, jadi momen yang rutin dirayakan tiap tahun oleh sebagian besar masyarakat dunia. Tiap 14 Februari, Hari Valentine diperingati sebagai mome Kasih Sayang. Umumnya Hari Valentine dirayakan dengan orang-orang tercinta, menghabiskan waktu bersama, dan bertukar hadiah ataupun mengirimkan kartu ucapan bernadakan ungkapan kasih sayang.

Namun jika merunut lagi ke belakang, sebenarnya bagaimana Hari Valentine terbentuk serta bagaimana sejarah yang ada di baliknya? Dilansir dari laman History, sejarah  hari valentine berasal dari seorang pendeta dari Roma bernama Valentine atau Valentinus.

Salah satu legenda berpendapat bahwa Valentine adalah seorang pendeta yang melayani gereja selama abad ketiga di Roma.  Ketika Kaisar Claudius II memutuskan untuk melarang pria muda untuk menikah, hal ini karena dia melihat bahwa prajurit pria lajang lebih baik daripada prajurit yang telah beristri dan memiliki keluarga.  Sebab, menurut sang Kaisar bala tentaranya enggan pergi ke medan perang karena terikat pada istri atau kekasih mereka.

Untuk mengatasinya Claudius II melarang semua bentuk pernikahan serta pertunangan yang ada pada Roma. Melihat ketidakadilan keputusan tersebut, Valentine menolak, dengan cara terus menikahkan para pasangan muda secara diam-diam. Namun sayangnya, tindakan Valentine itu diketahui oleh Claudius. Akibatnya, Claudius memerintahkan prajuritnya untuk membunuh Valentine.

Selain itu ada, juga versi yang menyebut perayaan Valentine berawal dari Santo Valentine dari Terni, yang merupakan seorang uskup, yang dipenggal oleh Claudius II di luar Roma.

Kisah-kisah lain menunjukkan bahwa Valentine mungkin terbunuh karena berusaha membantu orang Kristen melarikan diri dari penjara Romawi yang keras, lantaran di sana mereka sering dipukuli dan disiksa. Menurut salah satu legenda, Valentine yang dipenjara sebenarnya mengirim “pesan cinta” pertama setelah dia jatuh cinta dengan seorang gadis muda yang kemungkinan merupakan putri sipir tempat dia dipenjara, yang selalu mengunjungi selama dia ditahan. 

Sebelum kematiannya, diduga bahwa dia menulis surat pada gadis itu dengan tulisan "From your Valentine," sebuah ekspresi yang masih digunakan sampai sekarang.  Meskipun kebenaran di balik legenda Valentine belum jelas, semua cerita menekankan daya tariknya sebagai sosok yang simpatik, heroik, dan yang paling penting adalah romantis. 

Sejarah Valentine Day dari sebuah festival pangan di Bulan Februari

Sementara beberapa percaya bahwa Hari Valentine dirayakan pada pertengahan Februari untuk memperingati ulang tahun kematian atau penguburan Valentine  yang mungkin terjadi sekitar 270 M. Yang lain mengklaim bahwa gereja Kristen mungkin telah memutuskan untuk menempatkan sebagai hari raya St. Valentine di tengah-tengah  Februari dalam upaya untuk "mengkristenkan" perayaan Lupercalia. 

Lupericalia yang dirayakan setiap tanggal 15 Februari adalah festival kesuburan yang didedikasikan untuk Faunus, dewa pertanian Romawi, serta para pendiri Romawi, Romulus dan Remus. Untuk memulai festival, anggota Luperci, sebuah ordo pendeta Romawi, akan berkumpul di sebuah gua suci di mana bayi Romulus dan Remus, pendiri Roma, diyakini telah dirawat oleh serigala betina. Di sana para pendeta akan mengorbankan seekor kambing, untuk kesuburan, dan seekor anjing, untuk pemurnian. 

Mereka kemudian akan menguliti kambing menjadi potongan-potongan, mencelupkannya ke dalam darah korban dan turun ke jalan, kemudian menempelkan kulit kambing itu ke arah wanita Romawi dan ladang. Jauh dari rasa takut, wanita Romawi menyambut sentuhan kulit karena diyakini membuat mereka lebih subur di tahun mendatang. 

Kemudian di hari itu, menurut legenda, semua wanita muda di kota akan menempatkan nama mereka di sebuah guci besar.  Para bujangan kota masing-masing akan memilih nama dan menjadi pasangan untuk tahun itu dengan wanita pilihannya.  Pertandingan ini sering berakhir dengan pernikahan.

Hari Valentine: Hari Romantis
Sejarah kemudian berlanjut yang mana Lupercalia dilarang karena dianggap "tidak Kristen" hingga  pada akhir abad ke-5, ketika Paus Gelasius mendeklarasikan Hari St. Valentine pada 14 Februari.  Namun, baru beberapa hari kemudian, hari itu secara definitif dikaitkan dengan cinta.

Selama Abad Pertengahan, umumnya di Prancis dan Inggris dipercayai bahwa 14 Februari adalah awal musim kawin burung, yang menambah gagasan bahwa pertengahan Hari Valentine seharusnya menjadi hari untuk romansa.

Perayaan Valentine pertama kali dirayakan oleh penyair Inggris Geoffrey Chaucer. Dalam perayaan tersebut dia dalam 1375 puisinya “Parliament of Foules,” menuliskan tulisan, “For this was sent on Seynt Valentyne's day / Whan every foul cometh ther to choose his mate.” Semangat Valentine sangat populer sejauh Abad Pertengahan, meskipun puisi Valentine tidak muncul sampai setelah tahun 1400.

Puisi Valentine tertua yang diketahui masih ada sampai sekarang adalah puisi yang ditulis pada tahun 1415 oleh Charles, Duke of Orleans. Puisi itu dibuat untuk istrinya saat Charles dipenjara di Menara London setelah penangkapannya di Pertempuran Agincourt. Beberapa tahun kemudian, diyakini bahwa Raja Henry V menyewa seorang penulis bernama John Lydgate untuk menulis surat valentine untuk Catherine dari Valois. [VIVA]

   
 
Daftar Calon Ketum BPD HIPMI Jaya,
Muhamad Alipudin Komit Bawa HIPMI Jaya dan Anggotanya Semakin Naik Kelas
Sabtu, 22 Februari 2020 - 08:02

Jokowi: Tol Pekanbaru-Dumai Akhir April Tuntas
Jumat, 21 Februari 2020 - 14:09

Riau Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
Jumat, 21 Februari 2020 - 14:05

Legislator Riau Berkomitmen Perjuangkan Guru Honorer di Riau Jadi PNS
Jumat, 21 Februari 2020 - 14:02

Menteri Basuki Apresiasi Kualitas Jalan Tol Pekdum
Jumat, 21 Februari 2020 - 13:58

Terpilih Sebagai Ketua GenPI Riau, Bupati Rohul Ucapkan Selamat ke Tanti Ekasari
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:08

Rakoornas Investasi di Jakarta, Wakil Bupati Inhil Investasi Sangat Penting
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:59

Dishub Pekanbaru akan Siapkan Angkutan Khusus dari Pemukiman ke Halte TMP
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:38

KPK Hentikan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi, ICW: Sudah Kami Prediksi
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:33

Muazin di London Ditikam Saat Mengumandangkan Azan Shalat Asar
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:28

Sah! Honda Ikat Marc Marquez hingga 2024
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:20

Dugaan Korupsi Proyek Gedung AKMR, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Riau Jawab 12 Pertanyaan
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:15

Setahun Memimpin Riau, Program Syam-Edy Belum Sentuh Masyarakat
Kamis, 20 Februari 2020 - 17:19

Isi Acara Leadership di Pertamina,
Ketum BPP HIPMI Dorong Anak Muda Punya Pola Pikir Pengusaha di Perusahaan
Kamis, 20 Februari 2020 - 17:14

Pemkab Bengkalis Siap Permudah Regulasi Perizinan Investasi
Kamis, 20 Februari 2020 - 17:07

Geger, Warga Siberida Temukan Nenek 78 Tahun Tewas di Kamarnya, Ada Luka di Tubuh
Kamis, 20 Februari 2020 - 16:58

Tower Pemancar Ambruk dan Menimpa Kantor BPBD Pelalawan
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:37

Tol Pertama di Riau Akan Dongkrak Perekonomian di Tanah Melayu
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:25

Cincin Suami Hilang di Amerika, 47 Tahun Kemudian Ditemukan di Finlandia
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:21

Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai Dipersiapkan Jelang Kedatangan Presiden Jokowi
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:05

DPRD Riau Tunggu Gebrakan Duet Syamsuar-Edy
Kamis, 20 Februari 2020 - 13:59

3.200 TNI Polri Amankan Kedatangan Presiden Jokowi ke Riau
Kamis, 20 Februari 2020 - 13:56

Setahun Memimpin Riau, Pekanbaru Tagih Janji Politik Syamsuar-Edy
Kamis, 20 Februari 2020 - 09:28

Masih Buron, Demokrat: Harun Masiku Tidak Sembunyi, Tapi Disembunyikan
Kamis, 20 Februari 2020 - 09:21

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com