Home
Masnur Tegaskan Kandidat Ketua Golkar Riau Harus Kader dan Punya KTA | Maksud Terselubung AS Memasukkan RI sebagai Negara Maju | Korban Meninggal Virus Corona Capai 2.345 Jiwa | Erick Thohir Angkat Bicara Soal Tuntutan Ahok Mundur | Terabaikan, Kubangan di Jalan Pinang Ujung Pangkalan Kerinci Ini Tak Pernah Tersentuh Pembangunan | Tempat Paling Efektif Sebar Virus Corona COVID-19, Nomor 3 Bikin Kaget
Sabtu, 22 Februari 2020
/ Ekbis / 15:39:07 / HIPMI Dukung APNI Perjuangkan Kesejahteraan Penambang Nikel /
HIPMI Dukung APNI Perjuangkan Kesejahteraan Penambang Nikel
Sabtu, 15 Februari 2020 - 15:39:07 WIB

JAKARTA - Larangan ekspor bijih nikel yang diberlakukan pada 1 Januari 2020 membuat penambang nikel dalam negeri berada dalam kondisi mati suri. Kondisi ini terjadi akibat rendahnya harga jual bijih nikel domestik, yang dimana jika penambang memaksakan untuk melakukan penambangan, harga yang ditawarkan relatif lebih murah dari harga produksi dan akan mematikan perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H. Maming menyampaikan dukungannya kepada Asosiasi Penambang Nikel (APNI) dalam memperjuangkan harga pokok mineral (HPM) nikel di atas Free on Board (FoB) tongkang.

"Kami mendukung dan mengapresiasi APNI sehubungan dengan penentuan HPM nikel di atas FoB tongkang. Kami berharap ada kesepakatan dua belah pihak antara smelter dan penambang yang dibuatkan regulasinya oleh Menteri ESDM untuk menetapkan harga HPM. Apabila ada smelter yang dibeli harga dibawah HPM harus diberikan sanksi," ujar Maming di Jakarta (15/2/2020).

Maming mengatakan harga internasional saat ini, bijih nikel kadar 1.8% FoB Filipina dihargai antara USD 59-61/ wet metric ton (wmt) sehingga jika pemerintah mengajukan harga jual bijih nikel domestik kadar 1.8% FoB sebesar USD 38-40/wmt merupakan harga yang wajar.

"Jika kita bandingkan dengan harga internasional tentu tidak memberatkan kedua pihak baik smelter maupun penambang," ujarnya.

Maming meminta Kementerian ESDM mewajibkan kepada penambang yang kadar 1.7%, yang dimana dilarang ekspornya bulan Januari 2020 lalu.

"Karena ada larangan ekspor, maka Kementerian ESDM mewajibkan barang penambang diterima oleh smelter lokal yang kadarnya 1.7%," ujar Maming.

Untuk saling menjaga kualitas barang, Mantan Bupati Tanah Bumbu itu pun menyarankan penambang dan smelter menunjuk masing-masing surveyor yang terdaftar di Kementerian ESDM agar kualitas barang mempunyai kepastian sehingga tidak merasa dicurangi satu sama lainnya.[Rls]

   
 
Daftar Calon Ketum BPD HIPMI Jaya,
Muhamad Alipudin Komit Bawa HIPMI Jaya dan Anggotanya Semakin Naik Kelas
Sabtu, 22 Februari 2020 - 08:02

Jokowi: Tol Pekanbaru-Dumai Akhir April Tuntas
Jumat, 21 Februari 2020 - 14:09

Riau Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
Jumat, 21 Februari 2020 - 14:05

Legislator Riau Berkomitmen Perjuangkan Guru Honorer di Riau Jadi PNS
Jumat, 21 Februari 2020 - 14:02

Menteri Basuki Apresiasi Kualitas Jalan Tol Pekdum
Jumat, 21 Februari 2020 - 13:58

Terpilih Sebagai Ketua GenPI Riau, Bupati Rohul Ucapkan Selamat ke Tanti Ekasari
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:08

Rakoornas Investasi di Jakarta, Wakil Bupati Inhil Investasi Sangat Penting
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:59

Dishub Pekanbaru akan Siapkan Angkutan Khusus dari Pemukiman ke Halte TMP
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:38

KPK Hentikan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi, ICW: Sudah Kami Prediksi
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:33

Muazin di London Ditikam Saat Mengumandangkan Azan Shalat Asar
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:28

Sah! Honda Ikat Marc Marquez hingga 2024
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:20

Dugaan Korupsi Proyek Gedung AKMR, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Riau Jawab 12 Pertanyaan
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:15

Setahun Memimpin Riau, Program Syam-Edy Belum Sentuh Masyarakat
Kamis, 20 Februari 2020 - 17:19

Isi Acara Leadership di Pertamina,
Ketum BPP HIPMI Dorong Anak Muda Punya Pola Pikir Pengusaha di Perusahaan
Kamis, 20 Februari 2020 - 17:14

Pemkab Bengkalis Siap Permudah Regulasi Perizinan Investasi
Kamis, 20 Februari 2020 - 17:07

Geger, Warga Siberida Temukan Nenek 78 Tahun Tewas di Kamarnya, Ada Luka di Tubuh
Kamis, 20 Februari 2020 - 16:58

Tower Pemancar Ambruk dan Menimpa Kantor BPBD Pelalawan
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:37

Tol Pertama di Riau Akan Dongkrak Perekonomian di Tanah Melayu
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:25

Cincin Suami Hilang di Amerika, 47 Tahun Kemudian Ditemukan di Finlandia
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:21

Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai Dipersiapkan Jelang Kedatangan Presiden Jokowi
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:05

DPRD Riau Tunggu Gebrakan Duet Syamsuar-Edy
Kamis, 20 Februari 2020 - 13:59

3.200 TNI Polri Amankan Kedatangan Presiden Jokowi ke Riau
Kamis, 20 Februari 2020 - 13:56

Setahun Memimpin Riau, Pekanbaru Tagih Janji Politik Syamsuar-Edy
Kamis, 20 Februari 2020 - 09:28

Masih Buron, Demokrat: Harun Masiku Tidak Sembunyi, Tapi Disembunyikan
Kamis, 20 Februari 2020 - 09:21

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com