Home
Diduga Hina Jokowi soal Corona, Buruh di Kepri Ditangkap | Bantuan Puluhan Unit Westafel Portable Dengan Kapasitas 500 Liter Diterima Polres Inhu | Pemko Pekanbaru Diminta Siapkan Anggaran untuk Tiga Bulan Jika Terapkan PSBB | Anggaran Penanganan Covid-19 Capai Rp150 Juta Perdesa, Ini Kegunaannya | Untuk Sementara Inhu Aman Dari Covid-19, Stok Sembako Aman Untuk 3 Bulan Kedepan | Diterima Bupati Alfedri Secara Simbolis, BRI Siak Salurkan Bantuan Wastafel Portable Untuk Masyaraka
Rabu, 08 April 2020
/ Ekbis / 15:39:07 / HIPMI Dukung APNI Perjuangkan Kesejahteraan Penambang Nikel /
HIPMI Dukung APNI Perjuangkan Kesejahteraan Penambang Nikel
Sabtu, 15 Februari 2020 - 15:39:07 WIB

JAKARTA - Larangan ekspor bijih nikel yang diberlakukan pada 1 Januari 2020 membuat penambang nikel dalam negeri berada dalam kondisi mati suri. Kondisi ini terjadi akibat rendahnya harga jual bijih nikel domestik, yang dimana jika penambang memaksakan untuk melakukan penambangan, harga yang ditawarkan relatif lebih murah dari harga produksi dan akan mematikan perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H. Maming menyampaikan dukungannya kepada Asosiasi Penambang Nikel (APNI) dalam memperjuangkan harga pokok mineral (HPM) nikel di atas Free on Board (FoB) tongkang.

"Kami mendukung dan mengapresiasi APNI sehubungan dengan penentuan HPM nikel di atas FoB tongkang. Kami berharap ada kesepakatan dua belah pihak antara smelter dan penambang yang dibuatkan regulasinya oleh Menteri ESDM untuk menetapkan harga HPM. Apabila ada smelter yang dibeli harga dibawah HPM harus diberikan sanksi," ujar Maming di Jakarta (15/2/2020).

Maming mengatakan harga internasional saat ini, bijih nikel kadar 1.8% FoB Filipina dihargai antara USD 59-61/ wet metric ton (wmt) sehingga jika pemerintah mengajukan harga jual bijih nikel domestik kadar 1.8% FoB sebesar USD 38-40/wmt merupakan harga yang wajar.

"Jika kita bandingkan dengan harga internasional tentu tidak memberatkan kedua pihak baik smelter maupun penambang," ujarnya.

Maming meminta Kementerian ESDM mewajibkan kepada penambang yang kadar 1.7%, yang dimana dilarang ekspornya bulan Januari 2020 lalu.

"Karena ada larangan ekspor, maka Kementerian ESDM mewajibkan barang penambang diterima oleh smelter lokal yang kadarnya 1.7%," ujar Maming.

Untuk saling menjaga kualitas barang, Mantan Bupati Tanah Bumbu itu pun menyarankan penambang dan smelter menunjuk masing-masing surveyor yang terdaftar di Kementerian ESDM agar kualitas barang mempunyai kepastian sehingga tidak merasa dicurangi satu sama lainnya.[Rls]

   
 
Tanggap Covid-19, Diskominfo, Babinsa Dan Lurah Lipat Kain Sambangi Pasar Lipat Kain
Selasa, 07 April 2020 - 20:29

Pantau Pergerakan ODP, Pemkab Siak Bersiap Manfaatkan Teknologi Aplikasi Berbasis GPS
Selasa, 07 April 2020 - 20:25

Hasil Rapid Test Pasien Terindikasi Covid-19 di Inhil Reaktif
Selasa, 07 April 2020 - 07:25

Pemda Kampar Naikkan Status Siaga Jadi Tanggap Darurat Covid-19
Selasa, 07 April 2020 - 07:21

PDP Bertambah, Bupati Wardan Minta Masyarakat Tenang
Selasa, 07 April 2020 - 07:16

Bupati Tinjau Rencana Lokasi Isolasi di Taman Rekreasi Stanum
Selasa, 07 April 2020 - 07:13

Pimpinan dan Anggota DPRD Inhil Bantu Rp 50 Juta Untuk Penanganan Covid 19
Selasa, 07 April 2020 - 07:05

1.521 Napi di Riau Sudah Dibebaskan
Selasa, 07 April 2020 - 06:41

Kejati Riau Awasi Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19
Selasa, 07 April 2020 - 06:38

Laboratorium Molekuler Covid-19 Riau Akan Beroperasi Bulan Ini
Selasa, 07 April 2020 - 06:29

Cegah Penularan Corona, Gubri Imbau Masyarakat Gunakan Masker
Selasa, 07 April 2020 - 06:25

87 PDP di Riau Dinyatakan Sehat dan Dipulangkan
Selasa, 07 April 2020 - 06:22

Okupansi Hotel di Pekanbaru Terus Anjlok, Sudah Enam Hotel Tutup
Senin, 06 April 2020 - 07:29

Wapres Ekuador Minta Maaf Banyak Jenazah Terlantar di Jalanan
Senin, 06 April 2020 - 07:25

Cara Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak
Senin, 06 April 2020 - 07:17

AS Memasuki Pekan Mengerikan, Mayat-mayat Korban Corona Ditumpuk dalam Kantong Oranye
Senin, 06 April 2020 - 06:58

Waspada Covid-19, Layanan Pernikahan di Pekanbaru Tutup Sementara
Senin, 06 April 2020 - 06:43

Pasein Terifeksi Covid-19 di Rohul Membaik, Bupati Sampaikan Apresiasi Kepada Tim Medis
Senin, 06 April 2020 - 06:29

Gunakan Mobil Pengeras Suara Diskominfo Sosialisasi Bahaya Corona ke Desa-desa
Senin, 06 April 2020 - 06:15

Di Tengah Bahaya Covid-19, Warga Rohul Dilanda Banjir
Senin, 06 April 2020 - 06:04

Pasien Positif Covid-19 di Riau Bertambah 1 Orang, Total Jadi 11 Kasus
Senin, 06 April 2020 - 05:59

Diduga Terjangkit Corona, Warga Sumbar Meninggal Usai Perjalanan dari Tembilahan
Senin, 06 April 2020 - 05:47

17 Dokter di Indonesia Gugur Selama Pandemi Covid-19, Ini Daftarnya
Minggu, 05 April 2020 - 07:21

Sunaryo Sebut TKI yang Dipulangkan Melalui Riau Harus Dikarantina 2 Minggu
Minggu, 05 April 2020 - 07:17

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com