Home
Donald Trump Akhiri Hubungan AS dengan WHO | Uni Eropa Desak Israel Hentikan Penghancuran Rumah Palestina | Valentino Rossi Akui Berat Ucapkan Salam Perpisahan kepada MotoGP | Penumpang Lewat Bandara SSK II Wajib Kantongi Surat Keterangan Negatif Covid-19 | Hingga Kini, Laboratorium Biomolekuler Sudah Periksa 3.400 Sampel | Walhi Riau dan Jikalahari Desak Gubernur Riau Tolak Mamud Murod Sebagai Kadis LHK Riau
Rabu, 03 Juni 2020
/ Peristiwa / 05:54:38 / Setelah China dan Israel, Indonesia Juga Akan Buat Vaksin COVID-19? /
Setelah China dan Israel, Indonesia Juga Akan Buat Vaksin COVID-19?
Jumat, 20 Maret 2020 - 05:54:38 WIB

JAKARTA – Sejumlah peneliti di berbagai negara kini terus berupaya untuk menemukan vaksin untuk COVID-19. Sebelumnya, peneliti Israel disebut tengah melakukan sejumlah riset untuk menghasilkan vaksin tersebut.
 
Terbaru, China juga telah memulai percobaan klinis pada vaksin virus corona atau COVID-19. Vaksin ini dikembangkan oleh para peneliti yang dipimpin oleh seorang ahli biowarfare. Administrasi Produk Medis Nasional sebelumnya telah menyetujui tes untuk vaksin COVID-19 pertama di negara itu, yang dibuat oleh Akademi Ilmu Kedokteran Militer di Wuhan.

“Kami adalah komunitas masa depan bersama bagi umat manusia, dan vaksin adalah salah satu senjata ilmiah dan teknologi paling kuat untuk mengakhiri epidemi virus corona baru,” kata Chen Wei, pakar biowarfare militer terkemuka yang memimpin tim.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio, Indonesia saat ini juga sedang mengejar untuk membuat vaksin. Ia memaparkan bahwa dalam kondisi pandemik seperti ini, tidak boleh bergantung dengan vaksin dari luar negeri.

Dalam hitung-hitungannya, untuk mencegah penularan paling tidak dibutuhkan minimum 50 persen imunisasi dari total penduduk Indonesia untuk menciptakan blanket imunity. Artinya, paling tidak sebanyak 130 juta penduduk Indonesia harus mendapatkan vaksin. Setiap orangnya paling tidak harus divaksin sebanyak dua kali atau 260 juta dosis vaksin.

"Kalau satu dosisnya USD1 atau USD10  tinggal dihitung 260 juta itu bisa puluhan triliun. Kalau punya kemampuan sendiri bisa meng-cover dengan lebih murah," kata dia.

Lebih lanjut, Amin juga menjelaskan pada masa pandemi seperti ini setiap negara akan lebih mengutamakan kebutuhan vaksin untuk warga negaranya. Sehingga mereka akan lebih memilih untuk menyimpan vaksin tersebut. Jika dijual harga yang beredar juga bisa sangat mahal.

"Itu tidak practical, Indonesia harus bisa membuat vaksin sendiri, dan itu sudah kita mulai. Apa yang harus dilakukan, betul-betul bisa menciptakan herd imunity yang bisa menghentikan laju penyebaran virus," lanjut dia. [viva]

   
 
Enam Daerah PSBB di Riau Dapat Bantuan Logistik Kesehatan Rp20 Miliar, Begini Penjelasannya
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:45

3.150 Karyawan di Riau Kena PHK dan Dirumahkan, Dapat Sembako dari Pemda
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:39

Pemburu Semakin Leluasa Manfaatkan Wabah COVID-19, Begini Penjelasan Forum HarimauKita
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:30

Habieb Bahar Bin Smith Akan Jalani Sisa Hukuman Hingga November 2021
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:59

Telepon Raja Salman, Jokowi Tunggu Nasib Haji Hingga 1 Juni
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:50

Laporkan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan Pangan, Penjabat Sekda Vicon dengan Gubri
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:37

PKS Sebut New Normal Cermin Ketidakjelasan Tangani Corona
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:29

AS Pilih Ilmuwan Muslim Untuk Pimpin Program Penemuan Vaksin Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:18

Diskon Tagihan Listrik Diperpanjang Jadi 6 Bulan
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:11

Kenapa Mal Boleh Buka Sementara Warga Diminta Salat di Rumah? Ini Penjelasan Pemko Pekanbaru
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:07

Tiga Bus Mengangkut Pemudik dari Pekanbaru ke Lampung "Terjaring" Petugas Pos PSBB Pelalawan
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:01

H-5 Idul Fitri, Jalan di Kota Pekanbaru Mulai Padat Lagi
Selasa, 19 Mei 2020 - 13:57

Sejumlah Kegiatan Dilelang, Tak Semua APBD Riau Dialihkan untuk Penanganan Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 13:53

110 Penulis Satupena Ikut Menulis Buku "Kemanusiaan pada Masa Corona"
Senin, 18 Mei 2020 - 17:27

Bersama Bupati Kampar, Gubernur Riau Serahkan Bantuan APD kepada RSUD Bangkinang
Senin, 18 Mei 2020 - 17:18

Bupati Siak Ingatkan Camat dan Penghulu Lakukan Sosialisasi Secara Intensif
Senin, 18 Mei 2020 - 17:06

Gubri Imbau Umat Muslim di Riau Patuhi Fatwa MUI, Laksanakan Shalat Idul Fitri di Rumah
Senin, 18 Mei 2020 - 17:02

349 Karyawan di PHK dan 6.000 Dirumahkan Selama Pandemi Covid-19
Senin, 18 Mei 2020 - 16:54

Tol Pekanbaru-Dumai Dibuka Fungsional Mulai 18 Mei Sampai H+7 Lebaran
Senin, 18 Mei 2020 - 16:35

Polri Halau 48.472 Kendaraan Pemudik
Senin, 18 Mei 2020 - 16:32

MUI Beri Kelonggaran Salat Id Untuk Daerah Zona Hijau Covid-19
Senin, 18 Mei 2020 - 13:58

Mal Disesaki Warga, DPRD Pekanbaru Minta Pemprov Riau Ikut Sukseskan PSBB
Senin, 18 Mei 2020 - 13:53

3 Hal Ini Jadi Fokus Polda Riau dalam Pelaksanaan PSBB di Riau
Senin, 18 Mei 2020 - 13:49

Pansus Covid-19 Temukan APD yang Dibeli Diskes Bengkalis untuk Tenaga Medis Tidak Standar
Senin, 18 Mei 2020 - 13:38

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com