Home
Penyemprotan Disinfektan Massal, 500 Lebih Personel Tim Gabungan Diterjunkan | Ketua DPRD Inhil Terus Pimpin Tim Lakukan Penyemprotan Disinvektan Dari Desa ke Desa | Adanya Isu PKS akan Ditutup, Bupati Siak : Tak Usah Ditanggapi Info yang tak Jelas | Saran Ahli untuk Memutus Rantai Penularan COVID-19 | Berlibur dengan 20 Selir ke Jerman, Raja Thailand Dicibir Rakyatnya | Ahli di RI Buat Obat untuk Halau Corona Menembus Paru-paru
Selasa, 31 Maret 2020
/ Nasional / 09:05:55 / Sederet Dampak 'Ngeri Jika Indonesia Lockdown /
Sederet Dampak 'Ngeri Jika Indonesia Lockdown
Senin, 23 Maret 2020 - 09:05:55 WIB

JAKARTA - Indonesia tak mengambil kebijakan lockdown untuk mengantisipasi virus corona. Pemerintah lebih memilih kebijakan social distancing atau pembatasan sosial.

Terkait hal itu, patut diketahui jika lockdown memiliki sejumlah dampak 'ngeri' jika diterapkan.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, dari sisi penanganan, lockdown memang dianggap lebih cepat. Tetapi, lockdown memberi dampak yang besar khususnya di ekonomi.

Dia mengatakan, jika lockdown artinya tidak ada kegiatan ekonomi alias ekonomi lumpuh.

"Kalau diri sisi penanganan memang sisi positifnya tentunya penanganan Covid-nya lebih cepat kalau kita lockdown, tapi di sisi lain dampak ekonominya lebih besar dibandingkan social distancing seperti saat ini, karena kalau lockdown kegiatan ekonomi lumpuh sama sekali, nggak ada aktivitas," katanya, Ahad (22/3/2020).

Dia mengatakan, jika lockdown yang buka hanya layanan kesehatan serta beberapa instansi pemerintah saja.

Josua melanjutkan, ekonomi juga terganggu, karena saat ini 60-70 persen pekerja di Indonesia merupakan pekerja informal. Mereka kebanyakan memperoleh pendapatan secara harian.

"Saat lockdown akan ada pertanyaan mereka mendapat pendapatan dari mana, kalau tidak bekerja nggak dapat makanan. Perputaran pendapatan dia setiap hari, kalau lockdown akan terkena dampak signifikan sekali," jelasnya.

Lockdown, kata dia, juga akan mengganggu distribusi barang dan jasa. Barang dan jasa yang terganggu akan menimbulkan panic buying.

Lanjutnya, pendapatan yang terganggu ditambah dengan pasokan barang yang terhambat berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Harga-harga kalau terjadi panic buying inflasi juga. Makanya saya pikir dampak ekonominya cukup besar," ujarnya.

"Kemarin Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) sempat ngomong kalau kondisi seperti sekarang ini kita masih bisa tumbuh 4%. Kalau misalkan Covid berkepanjangan dan lockdown pertumbuhan kita bisa di bawah 4%," sambungnya.

Sementara, Deputy Director Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, insentif apapun yang diberikan pemerintah tidak akan efektif jika corona tidak bisa diatasi.

"Insentif apapun dalam kondisi masyarakat cemas, pelaku ekonomi cemas maka sebenarnya tidak akan efektif. Kenapa, karena sungguh pun macam-macam pelonggaran kredit, restukturisasi tapi data fakta pasien bertambah, yang meninggal bertambah itu nggak bisa dibantah juga," katanya.

"Sejauh itu tidak menunjukkan perkembangan yang berarti sebetulnya ekonomi, yang punya duit banyak wait and see atau mindahin ke aset lain, yang lainnya jual-jual aja di bursa saham itu yang terjadi," tutupnya.

Sumber     :     detik.com

   
 
Tim Gugus Tugas Pemkab Rohul Sasar Hingga ke Kampung, Warga Nihil Positif Covid 19
Senin, 30 Maret 2020 - 06:24

Bocah Empat Tahun di Inhil Tewas Tenggelam di Sumur Masjid, Begini Kronologinya
Senin, 30 Maret 2020 - 06:12

Sering Menangis, Ayah Tiri di Pekanbaru Bunuh Bayi Tiga Tahun
Senin, 30 Maret 2020 - 06:08

Lagu Ramadan yang Dinanti dari Muhsin Lahajji Masuk Tangga Lagu Asia Tenggara
Senin, 30 Maret 2020 - 06:00

Atasi Wabah Covid-19, Walikota dan Bupati Diminta Sinergi dengan Pemprov Riau
Senin, 30 Maret 2020 - 05:56

Cegah Covid-19, Pemko Pekanbaru akan Tutup Pasar Kaget
Senin, 30 Maret 2020 - 05:48

Gubri: Semoga Sebelum Lebaran Virus Corona Berakhir
Minggu, 29 Maret 2020 - 20:42

Total PDP Covid-19 di Riau 97 Orang
Minggu, 29 Maret 2020 - 20:36

Ahli Virologi Ungkap Tips Mudah Bunuh Virus Corona
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:59

Cegah Penyebaran Covid 19
Ketua DPRD Inhil Terjun Langsung Lakukan Penyemprotan Disinvektan Dari Desa ke Desa
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:31

Hand Sanitizer Beralkohol, Sucikah Dipakai Salat?
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:21

Berjibaku, Begini Dinsos Bengkalis Siapkan Kebutuhan Warga Karantina
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:17

HIPMI Paparkan Panduan Jalankan Usaha Tengah Wabah Covid-19
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:06

Model Cantik Vania Clara Wijaya Berbagi Tips Cegah Covid-19
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:55

Guru Besar UIN Suska Riau Minta Masyarakat Patuhi Himbauan MUI
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:50

Gubernur Riau Surati Mendagri Terkait Status Plt Bupati Bengkalis
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:45

Pendatang Sakit Gejala Mirip COVID-19 Diamankan di Terminal BRPS Pekanbaru
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:39

Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di RSUD Dumai Meninggal Dunia
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:33

PDP Covid-19 di Riau yang Sudah Dipulangkan Jadi 23
Sabtu, 28 Maret 2020 - 21:32

Warga Riau dari Jakarta Ditetapkan ODP
Sabtu, 28 Maret 2020 - 21:25

JCH Diminta Lunasi BPIH dan Kumpulkan Paspor
Sabtu, 28 Maret 2020 - 21:17

Bhabinkamtibmas dan Pemdes Keliling Desa Sampaikan Himbauan Waspada Virus Corona
Sabtu, 28 Maret 2020 - 07:20

Cegah Virus Corona, Polsek Kelayang Lakukan Penyemprotan Disinfektan
Sabtu, 28 Maret 2020 - 07:12

Muhsin Lahajji Angkat Keindahan Sawahlunto di Videoklip Lagu Tema Ramadan 2020
Sabtu, 28 Maret 2020 - 07:08

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com