Home
Penyemprotan Disinfektan Massal, 500 Lebih Personel Tim Gabungan Diterjunkan | Ketua DPRD Inhil Terus Pimpin Tim Lakukan Penyemprotan Disinvektan Dari Desa ke Desa | Adanya Isu PKS akan Ditutup, Bupati Siak : Tak Usah Ditanggapi Info yang tak Jelas | Saran Ahli untuk Memutus Rantai Penularan COVID-19 | Berlibur dengan 20 Selir ke Jerman, Raja Thailand Dicibir Rakyatnya | Ahli di RI Buat Obat untuk Halau Corona Menembus Paru-paru
Rabu, 01 April 2020
/ Nasional / 09:29:43 / Pengamat: Rakyat Bisa Gugat Class Action Jika Merasa Presiden Jokowi Lalai Tangani Corona /
Pengamat: Rakyat Bisa Gugat Class Action Jika Merasa Presiden Jokowi Lalai Tangani Corona
Selasa, 24 Maret 2020 - 09:29:43 WIB

JAKARTA - Rakyat Indonesia dinilai bisa melakukan gugatan class action terhadap Presiden Joko Widodo jika dinilai lalai dalam penanganan pandemik virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Direktur Eksekutif Center for Social, Political, Economic and Law Studies (Cespels), Ubedilah Badrun mengatakan, rakyat Indonesia dinilai sangat bisa untuk melakukan gugatan class action terhadap Presiden Jokowi seperti gugatan banjir terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun, kata Ubedilah, gugatan class action hanyalah langkah alternatif jika DPR RI tidak bergerak melihat penanganan pencegahan penyebaran virus corona yang dianggap lalai atau meremehkan sejak awal.

"Sangat bisa. Itu alternatif membawa perkara tersebut ke class action,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (24/3).

Tak hanya gugatan class action, rakyat Indonesia juga bisa meminta kepada DPR RI untuk menggunakan hak interpelasi memanggil Presiden Jokowi untuk dimintau keterangan.

"Hak untuk meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara," jelas Ubedilah.

Jika DPR bergerak mengikuti keinginan rakyat dan menggunakan hak interpelasinya, kata Ubedilah, maka akan dimungkinkan DPR melanjutkan ke arah pemakzulan presiden, jika presiden dinilai melakukan pelanggaran UU dalam menangani Covid-19 di Indonesia.

"Tentu mekanismenya jadi menggunakan mekanisme Impeachmen, jadi harus ke MK dulu lalu ke MPR," kata Ubedilah.

Ubedilah pun membeberkan argumen utama Presiden Indonesia dapat dimakzulkan sesuai dengan UUD 1945 Pasal 7A yang berbunyi, "Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) atas usul Dekat Perwakilan Rakyat (DPR), baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden”.

"Jadi ada 5 pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainya atau perbuatan tercela, terbukti tidak lagi memenuhi syarat," kata Ubedilah.

"Jika presiden terbukti melakukan perbuatan meremehkan pandemi Covid-19 itu sama artinya perbuatan tercela seperti yang terdapat dalam pasal 7A UUD 1945," sambung Ubedilah.

Dengan demikian kata Ubedilah, gugatan Class action merupakan tindakan alternatif yang tepat untuk memperjuangkan seseorang atau sekelompok orang yang merasa kerugian akibat penanganan pemerintah terhadap Covid-19.

"Iya, class action itu alternatif yang tepat, sebab class action itu semacam prosedur beracara dalam hukum perdata yang memberikan hak prosedural bagi seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi penggugat demi memperjuangkan sengketa yang menyebabkan kerugian atau penderitaan bagi puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang," pungkas Ubedilah.

[RMOL.id]

   
 
Tim Gugus Tugas Pemkab Rohul Sasar Hingga ke Kampung, Warga Nihil Positif Covid 19
Senin, 30 Maret 2020 - 06:24

Bocah Empat Tahun di Inhil Tewas Tenggelam di Sumur Masjid, Begini Kronologinya
Senin, 30 Maret 2020 - 06:12

Sering Menangis, Ayah Tiri di Pekanbaru Bunuh Bayi Tiga Tahun
Senin, 30 Maret 2020 - 06:08

Lagu Ramadan yang Dinanti dari Muhsin Lahajji Masuk Tangga Lagu Asia Tenggara
Senin, 30 Maret 2020 - 06:00

Atasi Wabah Covid-19, Walikota dan Bupati Diminta Sinergi dengan Pemprov Riau
Senin, 30 Maret 2020 - 05:56

Cegah Covid-19, Pemko Pekanbaru akan Tutup Pasar Kaget
Senin, 30 Maret 2020 - 05:48

Gubri: Semoga Sebelum Lebaran Virus Corona Berakhir
Minggu, 29 Maret 2020 - 20:42

Total PDP Covid-19 di Riau 97 Orang
Minggu, 29 Maret 2020 - 20:36

Ahli Virologi Ungkap Tips Mudah Bunuh Virus Corona
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:59

Cegah Penyebaran Covid 19
Ketua DPRD Inhil Terjun Langsung Lakukan Penyemprotan Disinvektan Dari Desa ke Desa
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:31

Hand Sanitizer Beralkohol, Sucikah Dipakai Salat?
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:21

Berjibaku, Begini Dinsos Bengkalis Siapkan Kebutuhan Warga Karantina
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:17

HIPMI Paparkan Panduan Jalankan Usaha Tengah Wabah Covid-19
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:06

Model Cantik Vania Clara Wijaya Berbagi Tips Cegah Covid-19
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:55

Guru Besar UIN Suska Riau Minta Masyarakat Patuhi Himbauan MUI
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:50

Gubernur Riau Surati Mendagri Terkait Status Plt Bupati Bengkalis
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:45

Pendatang Sakit Gejala Mirip COVID-19 Diamankan di Terminal BRPS Pekanbaru
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:39

Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di RSUD Dumai Meninggal Dunia
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:33

PDP Covid-19 di Riau yang Sudah Dipulangkan Jadi 23
Sabtu, 28 Maret 2020 - 21:32

Warga Riau dari Jakarta Ditetapkan ODP
Sabtu, 28 Maret 2020 - 21:25

JCH Diminta Lunasi BPIH dan Kumpulkan Paspor
Sabtu, 28 Maret 2020 - 21:17

Bhabinkamtibmas dan Pemdes Keliling Desa Sampaikan Himbauan Waspada Virus Corona
Sabtu, 28 Maret 2020 - 07:20

Cegah Virus Corona, Polsek Kelayang Lakukan Penyemprotan Disinfektan
Sabtu, 28 Maret 2020 - 07:12

Muhsin Lahajji Angkat Keindahan Sawahlunto di Videoklip Lagu Tema Ramadan 2020
Sabtu, 28 Maret 2020 - 07:08

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com