Home
Penyemprotan Disinfektan Massal, 500 Lebih Personel Tim Gabungan Diterjunkan | Ketua DPRD Inhil Terus Pimpin Tim Lakukan Penyemprotan Disinvektan Dari Desa ke Desa | Adanya Isu PKS akan Ditutup, Bupati Siak : Tak Usah Ditanggapi Info yang tak Jelas | Saran Ahli untuk Memutus Rantai Penularan COVID-19 | Berlibur dengan 20 Selir ke Jerman, Raja Thailand Dicibir Rakyatnya | Ahli di RI Buat Obat untuk Halau Corona Menembus Paru-paru
Selasa, 31 Maret 2020
/ Nasional / 19:55:10 / Siswa Tetap Terima Ijazah Meski UN Ditiadakan /
Siswa Tetap Terima Ijazah Meski UN Ditiadakan
Selasa, 24 Maret 2020 - 19:55:10 WIB

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menegaskan siswa tetap mendapatkan ijazah meskipun Ujian Nasional 2019/2020 ditiadakan. Pemerintah memutuskan meniadakan UN di tengah wabah covid-19 atau penyakit virus corona.

"Siswa tetap terima ijazah, ada enggak ada UN siswa tetap dapat ijazah. Dan di ijazah tidak ada lagi nilai UN," tutur Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno melalui konferensi video, Senin (16/3).

Totok mengatakan UN bukan tolak ukur kelulusan siswa pada jenjang pendidikan. Acuan kelulusan siswa, kata totok, sepenuhnya ada di tangan sekolah. Yakni bisa melalui ujian sekolah atau akumulasi nilai siswa.

"US itu wewenang sepenuhnya guru. Kelulusan siswa ditentukan oleh sekolah berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh gurunya," ujarnya.

Kemendikbud memberikan opsi bagi sekolah yang masih ingin menggelar ujian sekolah. Namun ujian sekolah harus dilakukan tanpa tatap muka fisik untuk mencegah penyebaran corona.

Totok menjelaskan aturan mengenai teknis ujian sekolah juga sudah diatur oleh pihaknya. Ini mengacu pada Permendikbud No. 43 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian Yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional.

"Aturan pada Permendikbud [No. 43 Tahun 2019] ujian sekolah bisa tertulis, portfolio, nilai rapor akademik, nonakademik, prestasi penghargaan siswa dan lain-lain. Jadi US online ini diperuntukkan sekolah yg betul-betul siap. Nggak perlu dipaksakan kalau nggak siap," jelasnya.

Kemdikbud Tegaskan Siswa Tetap Dapat Ijazah Meskipun UN DitiaPelaksanaan Ujian Nasional. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Lebih lanjut Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan UN sebelumnya digunakan untuk tolak ukur pemetaan pendidikan nasional oleh pemerintah pusat. Berkaca UN 2019/2020 dihapus, artinya teknis pemetaan pendidikan tidak akan seperti tahun lalu.

Namun begitu ia mengatakan hal ini tak jadi masalah, karena sudah ada keputusan mengganti UN menjadi Asesmen Kompetensi dan Survei Karakter. UN dianggap tak ideal sebagai tolak ukur pendidikan nasional.

"Tapi kita jangan lupa awal tahun ini kita sudah dapat data dari PISA (Program Penilaian Pelajar Internasional). Itu bisa jadi tolak ukur yang dilakukan tiap tahun. Dan lebih akurat karena sudah standar internasional. Jadi kalau butuh tolak ukur yang paling akurat itu PISA," tuturnya menambahkan.

Nadiem sebelumnya sudah memutuskan menghapus UN pada 2021 mendatang. UN bakal diganti menjadi Asesmen Kompetensi dan Survei Karakter yang konsepnya menyerupai PISA.

UN 2019/2020 jadi tahun terakhir penyelenggaraan setelah tahun depan Asesmen Kompetensi mulai digelar di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Nantinya Asesmen Kompetensi bakal digunakan sebagai tolak ukur pemetaan pendidikan nasional.

(CNN)

   
 
Tim Gugus Tugas Pemkab Rohul Sasar Hingga ke Kampung, Warga Nihil Positif Covid 19
Senin, 30 Maret 2020 - 06:24

Bocah Empat Tahun di Inhil Tewas Tenggelam di Sumur Masjid, Begini Kronologinya
Senin, 30 Maret 2020 - 06:12

Sering Menangis, Ayah Tiri di Pekanbaru Bunuh Bayi Tiga Tahun
Senin, 30 Maret 2020 - 06:08

Lagu Ramadan yang Dinanti dari Muhsin Lahajji Masuk Tangga Lagu Asia Tenggara
Senin, 30 Maret 2020 - 06:00

Atasi Wabah Covid-19, Walikota dan Bupati Diminta Sinergi dengan Pemprov Riau
Senin, 30 Maret 2020 - 05:56

Cegah Covid-19, Pemko Pekanbaru akan Tutup Pasar Kaget
Senin, 30 Maret 2020 - 05:48

Gubri: Semoga Sebelum Lebaran Virus Corona Berakhir
Minggu, 29 Maret 2020 - 20:42

Total PDP Covid-19 di Riau 97 Orang
Minggu, 29 Maret 2020 - 20:36

Ahli Virologi Ungkap Tips Mudah Bunuh Virus Corona
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:59

Cegah Penyebaran Covid 19
Ketua DPRD Inhil Terjun Langsung Lakukan Penyemprotan Disinvektan Dari Desa ke Desa
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:31

Hand Sanitizer Beralkohol, Sucikah Dipakai Salat?
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:21

Berjibaku, Begini Dinsos Bengkalis Siapkan Kebutuhan Warga Karantina
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:17

HIPMI Paparkan Panduan Jalankan Usaha Tengah Wabah Covid-19
Minggu, 29 Maret 2020 - 06:06

Model Cantik Vania Clara Wijaya Berbagi Tips Cegah Covid-19
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:55

Guru Besar UIN Suska Riau Minta Masyarakat Patuhi Himbauan MUI
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:50

Gubernur Riau Surati Mendagri Terkait Status Plt Bupati Bengkalis
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:45

Pendatang Sakit Gejala Mirip COVID-19 Diamankan di Terminal BRPS Pekanbaru
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:39

Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di RSUD Dumai Meninggal Dunia
Minggu, 29 Maret 2020 - 05:33

PDP Covid-19 di Riau yang Sudah Dipulangkan Jadi 23
Sabtu, 28 Maret 2020 - 21:32

Warga Riau dari Jakarta Ditetapkan ODP
Sabtu, 28 Maret 2020 - 21:25

JCH Diminta Lunasi BPIH dan Kumpulkan Paspor
Sabtu, 28 Maret 2020 - 21:17

Bhabinkamtibmas dan Pemdes Keliling Desa Sampaikan Himbauan Waspada Virus Corona
Sabtu, 28 Maret 2020 - 07:20

Cegah Virus Corona, Polsek Kelayang Lakukan Penyemprotan Disinfektan
Sabtu, 28 Maret 2020 - 07:12

Muhsin Lahajji Angkat Keindahan Sawahlunto di Videoklip Lagu Tema Ramadan 2020
Sabtu, 28 Maret 2020 - 07:08

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com