Home
Kata UAS Soal Hukum Salat Jamaah Berjarak di Tengah Wabah COVID-19 | Wow, Ternyata Minum Kopi Ampuh Cegah Stroke pada Perempuan | AS Gugat Perusahaan China yang Menjual Masker N95 Palsu | Tingkat Kesembuhan Riau, Nomor Dua di Indonesia | Otak-otak Ikan Patin Oleh-oleh dari Pekanbaru yang Menggoda Selera | Keberangkatan 858 CJH Pekanbaru Ditunda, Wawako Ayat: Jangan Bersedih
Minggu, 07 Juni 2020
/ Lifestyle / 07:17:02 / Cara Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak /
Cara Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak
Senin, 06 April 2020 - 07:17:02 WIB

RIAUTRUST.COM - Aktivitas bekerja dan belajar kini dialihkan ke rumah untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona (Covid-19). Alhasil, orang tua menghabiskan waktu satu hari penuh bersama anak di rumah. Manfaatkan momen ini untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak.

Tanggung jawab pada anak dapat ditanamkan melalui kegiatan sederhana di rumah. Tanggung jawab merupakan nilai penting yang mesti ditanamkan pada anak sejak dini.

"Ketika si kecil sudah dapat bertanggung jawab, artinya ia sudah dapat membedakan mana tindakan yang baik dan kurang baik. Nantinya, ia dapat menentukan keputusannya sendiri dengan lebih bijak," kata Psikolog RS Pondok Indah - Bintaro Jaya Jane Cindy Linardy, dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (3/4).

Jane menjelaskan, nilai tanggung jawab pada anak dapat bermanfaat untuk melatih daya juang, kemampuan memecahkan masalah, dan meningkatkan rasa percaya diri.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak.

1. Mendampingi dan mengarahkan anak
Jane menjelaskan, anak sudah bisa diajarkan tanggung jawab sejak kecil. Mereka sudah bisa membuat keputusan, misalnya jenis mainan yang diinginkan, pakaian atau sepatu yang akan dipakai, hingga jenis makanan yang diinginkan.

Peran orang tua adalah mendampingi anak untuk menentukan keputusan sejak kecil. Orang tua mesti mengarahkan anak untuk dapat mengambil keputusan yang tepat. Hal ini dapat dilakukan dengan menjelaskan situasi serta untung dan rugi terhadap keputusan yang diambil.

Misalnya pada pemilihan pakaian, coba jelaskan situasi atau cuaca yang akan dihadapi. Ketika di rumah, dibutuhkan pakaian yang nyaman dan leluasa untuk bergerak.

"Dengan itu, anak dapat bertanggung jawab dan menyesuaikan keputusannya dengan kondisi atau situasi yang akan dihadapinya," kata Jane.

2. Mengurangi peran orang tua
Sejak umur 2-3 tahun, anak dapat dilatih untuk bertanggung jawab. Misalnya, dengan merapikan mainan setelah bermain.

Pada tahap awal, Jane menyarankan orang tua ikut membantu anak untuk merapikan mainan. Setelah anak terbiasa, kurangi peran orang tua secara perlahan agar anak dapat merapikan semua permainannya sendiri. Hal ini juga berlaku saat mengajarkan anak merapikan barang pribadi, meletakkan pakaian kotor pada tempatnya, hingga membuang sampah pada tempatnya.

3. Beri pujian
Selalu beri apresiasi berupa pujian pada anak setelah mereka berhasil menuntaskan tanggung jawabnya sendiri. Pujian dapat membuat anak merasa senang dan termotivasi untuk terus melakukan hal baik.

4. Meningkatkan peran anak
Jane menjelaskan, peran dan tanggung jawab anak di rumah juga mesti ditingkatkan secara bertahap. Setelah anak bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan barang-barang pribadi, mereka juga bisa diajarkan untuk bertanggung jawab pada sesuatu yang lebih besar.

Misalnya, membantu mencuci piring kotor, mengelap meja makan, dan menyiapkan makanan untuk seluruh anggota keluarga, dan merawat hewan peliharaan.

5. Beri contoh langsung
Saat mengajarkan tanggung jawab, Jane mengatakan, orang tua harus memberi contoh secara langsung. Misalnya, saat belajar atau mengerjakan tugas, maka orang tua bisa menyiapkan waktu untuk melakukan hal tersebut bersama-sama. Orang tua dengan bekerja dan anak sambil belajar.

"Melalui aktivitas ini, anak dapat belajar secara langsung dari contoh konkret yang dipraktikkan oleh orang tua. Aktivitas lainnya juga dapat dilakukan, misalnya bersama-sama merapikan dan membersihkan rumah sebagai bagian dari tanggung jawab sehari-hari," tutur Jane.

6. Selalu evaluasi
Selalu perhatikan pertumbuhan tanggung jawab anak. Jika rasa tanggung jawab belum muncul, evaluasi kembali pola asuh Anda.

"Anda perlu merefleksikan kembali pola asuh yang diterapkan, apakah selama ini masih terlalu banyak in charge atau mengambil alih semua tanggung jawab anak atau tidak," ucap Jane.

Coba kembali untuk menanamkan tanggung jawab pada anak dengan pola komunikasi yang baik.



(CNN Indonesia)

   
 
Donald Trump Akhiri Hubungan AS dengan WHO
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:53

Uni Eropa Desak Israel Hentikan Penghancuran Rumah Palestina
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:51

Valentino Rossi Akui Berat Ucapkan Salam Perpisahan kepada MotoGP
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:45

Penumpang Lewat Bandara SSK II Wajib Kantongi Surat Keterangan Negatif Covid-19
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:35

Hingga Kini, Laboratorium Biomolekuler Sudah Periksa 3.400 Sampel
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:30

Walhi Riau dan Jikalahari Desak Gubernur Riau Tolak Mamud Murod Sebagai Kadis LHK Riau
Jumat, 29 Mei 2020 - 13:42

Kenali Ciri-ciri Teori Konspirasi Virus Corona COVID-19
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:57

PKS: Bawa Bahar Smith ke Nusakambangan Arogansi Kekuasaan
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:35

Arab Saudi Kecam Israel akan Caplok Bagian Negara Palestina
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:12

Bangun Kilang Dumai, Pertamina Gandeng Perusahaan Korea
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:08

Wajik Alias Kalamai, Kuliner Melayu Khas Lebaran di Pelalawan yang Tak Lekang oleh Waktu
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:02

Dengan Pakai Masker 70 Persen Kemungkinan Terkena covid 19 Berkurang
Jumat, 22 Mei 2020 - 13:55

Rohil dan Kuantan Singingi Daerah Bebas Dari Penularan Positif Covid-19
Jumat, 22 Mei 2020 - 13:51

Sejumlah Jalan Pemprov di Rohul Banyak Rusak, Ini Tanggapan PUPR Riau
Kamis, 21 Mei 2020 - 16:52

Trump Salahkan China atas Pembunuhan Massal Virus Corona
Kamis, 21 Mei 2020 - 16:41

Terima Bantuan dari Pemrov Riau, Pemkab Siak akan Salurkan BLT kepada 16,800 KK
Kamis, 21 Mei 2020 - 16:33

PKS Curiga Motif Pemerintah Bahas RUU Cipta Kerja saat Reses
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:39

Protes Keras, Palestina Batalkan Seluruh Perjanjian dengan AS dan Israel
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:24

Sudah Seminggu, Pekanbaru Nihil Kasus Baru Positif Covid-19
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:19

Kampar Hanya Kebagian Rp6,2 Miliar Atasi COVID-19, DPRD Riau Sebut Pemprov tak Adil
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:01

Enam Daerah PSBB di Riau Dapat Bantuan Logistik Kesehatan Rp20 Miliar, Begini Penjelasannya
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:45

3.150 Karyawan di Riau Kena PHK dan Dirumahkan, Dapat Sembako dari Pemda
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:39

Pemburu Semakin Leluasa Manfaatkan Wabah COVID-19, Begini Penjelasan Forum HarimauKita
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:30

Habieb Bahar Bin Smith Akan Jalani Sisa Hukuman Hingga November 2021
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:59

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com