Home
Kata UAS Soal Hukum Salat Jamaah Berjarak di Tengah Wabah COVID-19 | Wow, Ternyata Minum Kopi Ampuh Cegah Stroke pada Perempuan | AS Gugat Perusahaan China yang Menjual Masker N95 Palsu | Tingkat Kesembuhan Riau, Nomor Dua di Indonesia | Otak-otak Ikan Patin Oleh-oleh dari Pekanbaru yang Menggoda Selera | Keberangkatan 858 CJH Pekanbaru Ditunda, Wawako Ayat: Jangan Bersedih
Minggu, 07 Juni 2020
/ Metropolitan / 14:02:28 / Wajik Alias Kalamai, Kuliner Melayu Khas Lebaran di Pelalawan yang Tak Lekang oleh Waktu /
Wajik Alias Kalamai, Kuliner Melayu Khas Lebaran di Pelalawan yang Tak Lekang oleh Waktu
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:02:28 WIB

PELALAWAN - 'Wajik' alias 'Kalamai' atau dodol tak pernah lepas dari setiap acara bagi warga suku Melayu asli di Kabupaten Pelalawan. Mulai hajatan hingga upacara keagamaan, apalagi menghadapi lebaran 1 Syawal, pasti tak luput dari panganan yang terasa kenyal dan manis ini.

Dilihat dari pembuatan dodol, ternyata tersirat makna sosial. Karena begitu sulit dalam membuat dodol, maka semangat gotong royong, keriangan dan semangat persaudaraan diperlukan dalam pembuatannya.

Maka tak heran masyarakat Melayu begitu menganggap pembuatan dodol merupakan kerja tim dan bertujuan mempererat tali persaudaraan.

Dulu dalam praktiknya pembuatan 'Wajik' alias 'kalamai' dilakukan secara patungan ketika mendekati hari raya Idul Fitri atau lebaran. Keluarga besar Melayu yang dulunya hidup berdekatan, saling melengkapi bahan dasar pembuatan dodol.

Begitu bahan tersedia, para pria bertugas membuat 'Wajik' alias 'Kalamai', dan mengaduk adonan. Sedangkan para wanitanya menyiapkan semua bahan yang dibutuhkan.

Sambil menunggu dodol matang, ibu-ibu menyiapkan makan berbuka puasa. Setelah matang, langsung dibagi secara adil berdasarkan seberapa besar keluarga memberikan iuran. Ini adalah sekelumit cara pembuatan dodol zaman dulu.

Proses pembuatan 'Wajik' alias 'Kalamai' bukanlah hal yang mudah. Untuk membuatnya perlu tenaga ekstra dalam mengaduk adonannya yang dibakar api tidak boleh besar.

Maklum saja satu panci kuali besar dengan diameter satu meter, adonannya harus diaduk selama tujuh jam tanpa berhenti. “Kalau berhenti adonan akan keras dan rasanya tidak merata," terang Abdul Nasib SE, Ketua Komisi II DPRD Pelalawan berdomisili di Kelurahan Pangkalan Lesung, Kecamatan Pangkalan Lesung.

Dikatakannya, untuk membuat 'Wajik' alias 'Kalamai' ini sebanyak satu kuali memerlukan beberapa bahan dasar berupa gula merah sebanyak tiga peti, gula pasir empat plastik, santan kelapa tiga ember, dan 10 liter ketan hitam. Adonan dasar tersebut kemudian dicampur menjadi satu ke dalam kuali besar.

'Wajik' alias 'Kalamai' rasanya begitu legit dan lezat. Sama seperti dodol di daerah lain. Dodol ini terasa lembek dan lengket saat dimakan.

Hanya saja, sebutnya, ada beberapa rasa yang dicampurkan, seperti dodol durian, dodol nangka cimpedak, dodol lapis, dodol ketan. "Tapi yang sering kita buat adalah rasa ketan, terbuat dari tepung beras pulut," cakapnya.

(CAKAPLAH)

   
 
Donald Trump Akhiri Hubungan AS dengan WHO
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:53

Uni Eropa Desak Israel Hentikan Penghancuran Rumah Palestina
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:51

Valentino Rossi Akui Berat Ucapkan Salam Perpisahan kepada MotoGP
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:45

Penumpang Lewat Bandara SSK II Wajib Kantongi Surat Keterangan Negatif Covid-19
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:35

Hingga Kini, Laboratorium Biomolekuler Sudah Periksa 3.400 Sampel
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:30

Walhi Riau dan Jikalahari Desak Gubernur Riau Tolak Mamud Murod Sebagai Kadis LHK Riau
Jumat, 29 Mei 2020 - 13:42

Kenali Ciri-ciri Teori Konspirasi Virus Corona COVID-19
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:57

PKS: Bawa Bahar Smith ke Nusakambangan Arogansi Kekuasaan
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:35

Arab Saudi Kecam Israel akan Caplok Bagian Negara Palestina
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:12

Bangun Kilang Dumai, Pertamina Gandeng Perusahaan Korea
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:08

Wajik Alias Kalamai, Kuliner Melayu Khas Lebaran di Pelalawan yang Tak Lekang oleh Waktu
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:02

Dengan Pakai Masker 70 Persen Kemungkinan Terkena covid 19 Berkurang
Jumat, 22 Mei 2020 - 13:55

Rohil dan Kuantan Singingi Daerah Bebas Dari Penularan Positif Covid-19
Jumat, 22 Mei 2020 - 13:51

Sejumlah Jalan Pemprov di Rohul Banyak Rusak, Ini Tanggapan PUPR Riau
Kamis, 21 Mei 2020 - 16:52

Trump Salahkan China atas Pembunuhan Massal Virus Corona
Kamis, 21 Mei 2020 - 16:41

Terima Bantuan dari Pemrov Riau, Pemkab Siak akan Salurkan BLT kepada 16,800 KK
Kamis, 21 Mei 2020 - 16:33

PKS Curiga Motif Pemerintah Bahas RUU Cipta Kerja saat Reses
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:39

Protes Keras, Palestina Batalkan Seluruh Perjanjian dengan AS dan Israel
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:24

Sudah Seminggu, Pekanbaru Nihil Kasus Baru Positif Covid-19
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:19

Kampar Hanya Kebagian Rp6,2 Miliar Atasi COVID-19, DPRD Riau Sebut Pemprov tak Adil
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:01

Enam Daerah PSBB di Riau Dapat Bantuan Logistik Kesehatan Rp20 Miliar, Begini Penjelasannya
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:45

3.150 Karyawan di Riau Kena PHK dan Dirumahkan, Dapat Sembako dari Pemda
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:39

Pemburu Semakin Leluasa Manfaatkan Wabah COVID-19, Begini Penjelasan Forum HarimauKita
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:30

Habieb Bahar Bin Smith Akan Jalani Sisa Hukuman Hingga November 2021
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:59

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com