Home
Kata UAS Soal Hukum Salat Jamaah Berjarak di Tengah Wabah COVID-19 | Wow, Ternyata Minum Kopi Ampuh Cegah Stroke pada Perempuan | AS Gugat Perusahaan China yang Menjual Masker N95 Palsu | Tingkat Kesembuhan Riau, Nomor Dua di Indonesia | Otak-otak Ikan Patin Oleh-oleh dari Pekanbaru yang Menggoda Selera | Keberangkatan 858 CJH Pekanbaru Ditunda, Wawako Ayat: Jangan Bersedih
Minggu, 07 Juni 2020
/ Nasional / 14:35:17 / PKS: Bawa Bahar Smith ke Nusakambangan Arogansi Kekuasaan /
PKS: Bawa Bahar Smith ke Nusakambangan Arogansi Kekuasaan
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:35:17 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil mengkritik pemindahan Bahar bin Smith ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Menurutnya, pemindahan Bahar ke Nusakambangan adalah bentuk arogansi kekuasaan.

"Memindahkan (Bahar) ke Nusakambangan adalah bentuk arogansi kekuasaan," kata Nasir lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/5).

Nasir menilai pemindahan itu tidak tepat karena Lapas Batu Nusakambangan identik dengan narapidana kasus kejahatan besar yang berbahaya, seperti terorisme dan narkotika kelas kakap. Sementara Bahar hanya narapidana kasus penganiayaan.

Oleh karena itu, Nasir meminta Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Reinhard Silitonga bersikap profesional dengan kembali menahan Bahar di lokasi awal, yakni Lapas Pondok Rajeg, Cibinong, Jawa Barat.

"Memang aneh bin ajaib, kok bisa Habib Bahar dipindahkan ke Nusakambangan. Kami minta Dirjen PAS profesional mengembalikan Habib Bahar ke lapas semula di mana dia ditahan," ujarnya.

Lebih lanjut, Nasir mengaku bakal mempersoalkan pemindahan Bahar ke Lapas Batu Nusakambangan dalam rapat kerja dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada masa sidang mendatang. Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi kinerja Dirjen PAS dalam rapat kerja tersebut.

Sementara, Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery mempersilakan tim kuasa hukum Bahar mengirim surat ke pihaknya seputar pemindahan Bahar ke Lapas Batu Nusakambangan. Herman mengaku akan membacakan surat tersebut pada masa sidang mendatang.

"Kan kami lagi reses, kirim surat silakan, nanti kami baca surat itu setelah masuk dari reses," kata Herman.

Sebelumnya, Bahar bin Smith ditempatkan di Lapas Gunung Sindur setelah asimilasinya dicabut pihak Kemenkumham. Namun, tak beberapa lama kemudian, Bahar langsung dipindahkan ke Lapas Batu Nusakambangan, Jawa Tengah.

Pengacara Bahar, Aziz Yanuar pun mengungkit perlakuan yang diterima Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selama menjalani proses hukum. Bahar dan Ahok dinilai mendapat perlakuan berbeda padahal alasan keduanya dipindahkan sama, yakni soal keamanan.

"Apa yang dialami oleh klien kami sangat berbeda perlakuan dengan apa yang dialami oleh Ahok yang dipindahkan ke Mako Brimob dari LP Cipinang dengan alasan yang kurang lebih sama, yakni keamanan," kata Aziz dalam salinan surat yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (21/5).

Bahar divonis tiga tahun penjara dan denda Rp50 juta subsidair 1 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung pada 9 Juli 2019. Ia terbukti melakukan penganiayaan terhadap dua orang di Bogor, Jawa Barat.

Bahar menjalani hukuman di Lapas Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor. Setelah menjalani setengah masa pidana, ia mendapat program asimilasi di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Namun, baru beberapa hari, Bahar kembali ditangkap karena dianggap melanggar ketentuan program asimilasi dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ia kemudian dibawa ke Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Setelah melihat banyak pendukung menyambangi Lapas Gunung Sindur, Bahar pun akhirnya dipindahkan ke Lapas Batu Nusakambangan pada 19 Juli lalu. Pendakwah asal Manado itu akan menjalani sisa hukuman hingga November 2021.  PKS: Bawa Bahar Smith ke Nusakambangan Arogansi Kekuasaan
CNN Indonesia | Jumat, 22/05/2020 14:05 WIB
Bagikan : 
PKS: Bawa Bahar Smith ke Nusakambangan Arogansi Kekuasaan Pendakwah Bahar bin Smith dipindahkan ke Lapas Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil mengkritik pemindahan Bahar bin Smith ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Menurutnya, pemindahan Bahar ke Nusakambangan adalah bentuk arogansi kekuasaan.

"Memindahkan (Bahar) ke Nusakambangan adalah bentuk arogansi kekuasaan," kata Nasir lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/5).

Lihat juga: Penangkapan Bahar Smith dan Rencana Geruduk Kemenkumham
Nasir menilai pemindahan itu tidak tepat karena Lapas Batu Nusakambangan identik dengan narapidana kasus kejahatan besar yang berbahaya, seperti terorisme dan narkotika kelas kakap. Sementara Bahar hanya narapidana kasus penganiayaan.


Oleh karena itu, Nasir meminta Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Reinhard Silitonga bersikap profesional dengan kembali menahan Bahar di lokasi awal, yakni Lapas Pondok Rajeg, Cibinong, Jawa Barat.

"Memang aneh bin ajaib, kok bisa Habib Bahar dipindahkan ke Nusakambangan. Kami minta Dirjen PAS profesional mengembalikan Habib Bahar ke lapas semula di mana dia ditahan," ujarnya.

Lebih lanjut, Nasir mengaku bakal mempersoalkan pemindahan Bahar ke Lapas Batu Nusakambangan dalam rapat kerja dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada masa sidang mendatang. Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi kinerja Dirjen PAS dalam rapat kerja tersebut.

Sementara, Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery mempersilakan tim kuasa hukum Bahar mengirim surat ke pihaknya seputar pemindahan Bahar ke Lapas Batu Nusakambangan. Herman mengaku akan membacakan surat tersebut pada masa sidang mendatang.

"Kan kami lagi reses, kirim surat silakan, nanti kami baca surat itu setelah masuk dari reses," kata Herman.

Sebelumnya, Bahar bin Smith ditempatkan di Lapas Gunung Sindur setelah asimilasinya dicabut pihak Kemenkumham. Namun, tak beberapa lama kemudian, Bahar langsung dipindahkan ke Lapas Batu Nusakambangan, Jawa Tengah.

Pengacara Bahar, Aziz Yanuar pun mengungkit perlakuan yang diterima Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selama menjalani proses hukum. Bahar dan Ahok dinilai mendapat perlakuan berbeda padahal alasan keduanya dipindahkan sama, yakni soal keamanan.

"Apa yang dialami oleh klien kami sangat berbeda perlakuan dengan apa yang dialami oleh Ahok yang dipindahkan ke Mako Brimob dari LP Cipinang dengan alasan yang kurang lebih sama, yakni keamanan," kata Aziz dalam salinan surat yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (21/5).

Lihat juga: Kronologi Penangkapan Kembali Bahar Smith Versi Pengacara
Bahar divonis tiga tahun penjara dan denda Rp50 juta subsidair 1 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung pada 9 Juli 2019. Ia terbukti melakukan penganiayaan terhadap dua orang di Bogor, Jawa Barat.

Bahar menjalani hukuman di Lapas Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor. Setelah menjalani setengah masa pidana, ia mendapat program asimilasi di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Namun, baru beberapa hari, Bahar kembali ditangkap karena dianggap melanggar ketentuan program asimilasi dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ia kemudian dibawa ke Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Setelah melihat banyak pendukung menyambangi Lapas Gunung Sindur, Bahar pun akhirnya dipindahkan ke Lapas Batu Nusakambangan pada 19 Juli lalu. Pendakwah asal Manado itu akan menjalani sisa hukuman hingga November 2021.


(CNNIndonesia.com)

   
 
Donald Trump Akhiri Hubungan AS dengan WHO
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:53

Uni Eropa Desak Israel Hentikan Penghancuran Rumah Palestina
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:51

Valentino Rossi Akui Berat Ucapkan Salam Perpisahan kepada MotoGP
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:45

Penumpang Lewat Bandara SSK II Wajib Kantongi Surat Keterangan Negatif Covid-19
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:35

Hingga Kini, Laboratorium Biomolekuler Sudah Periksa 3.400 Sampel
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:30

Walhi Riau dan Jikalahari Desak Gubernur Riau Tolak Mamud Murod Sebagai Kadis LHK Riau
Jumat, 29 Mei 2020 - 13:42

Kenali Ciri-ciri Teori Konspirasi Virus Corona COVID-19
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:57

PKS: Bawa Bahar Smith ke Nusakambangan Arogansi Kekuasaan
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:35

Arab Saudi Kecam Israel akan Caplok Bagian Negara Palestina
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:12

Bangun Kilang Dumai, Pertamina Gandeng Perusahaan Korea
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:08

Wajik Alias Kalamai, Kuliner Melayu Khas Lebaran di Pelalawan yang Tak Lekang oleh Waktu
Jumat, 22 Mei 2020 - 14:02

Dengan Pakai Masker 70 Persen Kemungkinan Terkena covid 19 Berkurang
Jumat, 22 Mei 2020 - 13:55

Rohil dan Kuantan Singingi Daerah Bebas Dari Penularan Positif Covid-19
Jumat, 22 Mei 2020 - 13:51

Sejumlah Jalan Pemprov di Rohul Banyak Rusak, Ini Tanggapan PUPR Riau
Kamis, 21 Mei 2020 - 16:52

Trump Salahkan China atas Pembunuhan Massal Virus Corona
Kamis, 21 Mei 2020 - 16:41

Terima Bantuan dari Pemrov Riau, Pemkab Siak akan Salurkan BLT kepada 16,800 KK
Kamis, 21 Mei 2020 - 16:33

PKS Curiga Motif Pemerintah Bahas RUU Cipta Kerja saat Reses
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:39

Protes Keras, Palestina Batalkan Seluruh Perjanjian dengan AS dan Israel
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:24

Sudah Seminggu, Pekanbaru Nihil Kasus Baru Positif Covid-19
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:19

Kampar Hanya Kebagian Rp6,2 Miliar Atasi COVID-19, DPRD Riau Sebut Pemprov tak Adil
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:01

Enam Daerah PSBB di Riau Dapat Bantuan Logistik Kesehatan Rp20 Miliar, Begini Penjelasannya
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:45

3.150 Karyawan di Riau Kena PHK dan Dirumahkan, Dapat Sembako dari Pemda
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:39

Pemburu Semakin Leluasa Manfaatkan Wabah COVID-19, Begini Penjelasan Forum HarimauKita
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:30

Habieb Bahar Bin Smith Akan Jalani Sisa Hukuman Hingga November 2021
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:59

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com