Home
Presiden Turki Tetapkan Hagia Sophia Sebagai Masjid | Mediatek Bakal Debut Chipset Dimensity 600 untuk HP 5G | Penyaluran BLT Tahap 3 Untuk Warga Terdampak Covid-19 di Kampung Tuah Indrapura Berjalan Lancar | Bhabinkamtibmas Polsek Tualang dan Koramil Kawal Pembagian Alat Kesehatan Covid-19 | Lagi, Bupati Alfedri Ingatkan Masyarakat Siak Patuhi Protokol Kesehatan | Bioskop Akan Buka, DPRD Pekanbaru Ingatkan Pengelola Terapkan Protokol Kesehatan
Sabtu, 11 Juli 2020
/ Nasional / 14:01:56 / Restorasi Ekosistem Riau Terus Memperbaiki Hutan Rawa Gambut Utuh Terbesar di Sumatra /
Restorasi Ekosistem Riau Terus Memperbaiki Hutan Rawa Gambut Utuh Terbesar di Sumatra
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:01:56 WIB

RIAUTRUST.COM - Memasuki tahun keenam, program restorasi dan konservasi di lahan gambut terbesar di Sumatra, Restorasi Ekosistem Riau (RER) kembali mencatatkan berbagai kemajuan dalam upaya menjaga dan melindungi habitat bagi flora dan fauna yang dilindungi.

Diinisiasi oleh Grup APRIL sejak 2013, RER berkomitmen melindungi, merestorasi dan mengkonservasi ekosistem di lahan gambut serta menjaga stok karbon dan melestarikan keanekaragaman hayati di konsesi seluas 150.693 ha di Riau, setara dengan luasan kota London.

Dalam Laporan Kemajuan 2019, RER fokus pada tiga hal penting, yaitu peningkatan inventarisasi flora dan fauna, kesuksesan menjaga hutan restorasi dari kebakaran selama enam tahun berturut-turut serta beberapa prakarsa penelitian keanekaragaman hayati.


Peningkatan Inventarisasi Flora dan Fauna sampai dengan 2019, RER berhasil mengidentifikasi tambahan 38 jenis flora dan fauna menjadi total 797 spesies. Perinciannya, sebanyak 76 spesies mamalia, 307 spesies burung, 107 spesies amfibi dan reptil, 190 spesies pohon, 89 spesies ikan dan 28 spesies Serangga (Odonata) ditemukan di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang.

Dari angka tersebut, sebanyak 57 spesies terdaftar di Daftar Merah lembaga konservasi dunia, International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) sebagai rentan (36), hampir punah (13) dan terancam punah (8).

Terdapat pula 114 spesies dalam kawasan RER yang masuk dalam daftar konvensi perdagangan internasional untuk spesies flora dan fauna liar terancam (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora/CITES) serta 106 spesies tercatat oleh Pemerintah Indonesia sebagai flora dan fauna dilindungi.


Tidak Ada Kebakaran 6 Tahun Berturut-Turut

Selama enam tahun terakhir juga tercatat tidak ada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah RER berkat komitmen kuat dalam merestorasi hutan, restorasi hidrologis serta pelibatan langsung masyarakat didalamnya.

“Secara keseluruhan, upaya kami dalam menjaga dan mengembalikan fungsi ekologis kawasan sudah terlihat dampaknya. Pada tahun 2019, sepanjang 81.200 meter kanal drainase lama di dalam area RER telah ditutup dalam upaya berkelanjutan yang direncanakan akan selesai pada 2025,” kata Nyoman Iswarayoga, External Affairs Director RER, Kamis (18/6/2020).

Penutupan kanal memainkan peran penting dalam upaya RER merestorasi hidrologis untuk mengurangi bahaya kebakaran dan meminimalkan emisi karbon. Dalam tahun terakhir, RER sukses melakukan restorasi hutan rawa gambut seluas 112,6 ha baik melalui penanaman spesies pohon anakan alam maupun regenerasi alami dengan bantuan manusia (assisted natural regeneration /ANR).

Salah satu faktor keberhasilan RER dalam menjaga areanya bebas kebakaran dan bebas titik panas adalah kemitraan dengan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan restorasi. Sepanjang 2019, RER memfasilitasi enam kelompok masyarakat untuk mengelola lahan pertanian tanpa bakar serta budidaya ikan air tawar yang memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Prakarsa Penelitian RER juga pada 2019 memulai survei serangga untuk Ordo Odonata yang termasuk capung dan capung jarum (damselfly). Selain itu, RER juga melakukan riset pendahuluan untuk meneliti bagaimana perilaku spesies mamalia terhadap perbatasan atau area tepian di antara hutan tanaman produksi akasia dan hutan rawa gambut.

Tim RER juga memulai kerja sama dengan Yayasan SINTAS (Save the Indonesian Nature and Threatened Species) untuk mengadakan survei pertama tentang keberadaan harimau di Semenanjung Kampar untuk mendukung Survei Harimau Sumatera (Sumatra Wide Tiger Survey), dan Program Pemulihan Harimau Nasional Indonesia (Indonesia’s National Tiger Recovery Program).

Berbagai prakarsa penelitian keanekaragaman hayati ini merupakan upaya RER dalam merestorasi hutan di kawasannya. Pengetahuan yang lebih komprehensif mengenai jenis spesies yang berada di kawasan RER akan sangat membantu dalam menentukan strategi dan keberhasilan restorasi ekosistem.

“Sebagai contoh, 28 spesies Odonata ditemukan dalam lima hari survei awal di Semenanjung Kampar menunjukkan bahwa ekosistem gambut kami berada dalam kondisi yang baik. Karena Odonata di kenal sebagai salah satu indikator kesehatan ekosistem air tawar,” kata Nyoman.

Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)

Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) Sihol Aritonang mengatakan pencapaian yang dicatatkan RER tak lepas dari metode yang ditetapkan APRIL selaku induk usaha PT RAPP, yakni dengan pendekatan produksi-proteksi khususnya di wilayah Semenanjung Kampar.

Lebih lanjut, RER juga merupakan perwujudan nyata komitmen perusahaan dalam mendorong penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin 15: Life on Land (Ekosistem Daratan).

“Selain itu, RER merupakan bagian dari perwujudan Sustainable Forest Management Policy (SFMP) 2.0 yang dijalankan Grup APRIL. APRIL berkomitmen 1 banding 1, dimana kami mengkonservasi atau merestorasi 1 hektare hutan alam untuk setiap hektare hutan tanaman industri yang dikelola,” jelas Sihol.

Pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP 21) 2015 di Paris, Grup APRIL berkomitmen sebesar US$100 juta selama 10 tahun untuk mendukung proyek restorasi ekosistem dan konservasi APRIL.

Sebagai informasi, upaya restorasi dan konservasi RER tak lepas dari dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang memberikan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu- Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE) untuk dikelola RER pada 2013. Izin pengelolaan ini berlaku selama 60 tahun.

Komitmen Restorasi Di Tengah Pandemi Covid-19

Di tengah meluasnya pandemi Covid-19, RER menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program restorasi ekosistem sesuai dengan rencana kerja yang ditetapkan sepanjang tahun ini.

“Komitmen menjaga dan melindungi habitat bagi flora dan fauna tetap menjadi prioritas kami. Dalam pelaksanaannya, tentu kami memperhatikan protokol kesehatan untuk keselamatan tim RER dan masyarakat yang tinggal di sekitar RER seperti yang dianjurkan oleh pemerintah,” ucap Nyoman.

[rls]

   
 
Pengamat Bandingkan Amarah Jokowi dengan Senyum Soeharto dalam Politik Jawa
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:45

Hari Ini Terakhir Pendaftaran, Disdik Pekanbaru:Banyak yang Salah Paham Tentang Sistem Zonasi
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:39

Sempat Kabur, Pasien ODGJ di Dumai Negatif Covid-19
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:31

Israel Mau Caplok Tepi Barat, Palestina: Kobarkan Gelombang Ketiga Intifada
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:27

Relawan Covid-19 Mahasiswa Unri Gelar Pelatihan Membuat Handsanitizer kepada Masyarakat Siak
Minggu, 05 Juli 2020 - 16:57

Tim Gugus Covid-19 Siak Masih Tetap Lakukan Pengecekan dan Himbauan pada Masyarakat
Jumat, 03 Juli 2020 - 22:18

Peduli Covid Karyawan PT BOB Salurkan Bantuan
Jumat, 03 Juli 2020 - 21:55

Tak Ingin Siak Menjadi Penyumbang Positif Covid-19, Warga Disarankan Jangan Buat Hajatan
Selasa, 30 Juni 2020 - 06:43

Bupati Siak Ingatkan Warga Jangan Keliru Pahami New Normal
Senin, 29 Juni 2020 - 06:39

Pemkab Siak Maksimalkan Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Tempat Umum dan Wisata
Sabtu, 27 Juni 2020 - 06:32

Beresiko Tinggi, Pemkab Siak Berikan Jaminan Sosial Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19
Jumat, 26 Juni 2020 - 06:22

Bupati Siak dan Istri Tanam Semangka dan Sayur, Dukung Ketahanan Pangan Masa Covid-19
Rabu, 24 Juni 2020 - 21:26

Positif Covid-19 di Riau Naik, Pemkab Siak Urungkan Rencana Belajar Secara Tatap Muka
Selasa, 23 Juni 2020 - 21:17

Naik Terus, Harga TBS Kelapa Sawit Riau Pekan Ini Rp1.571,37 Perkilogram
Selasa, 23 Juni 2020 - 21:11

Peristiwa Unik di Mekah, Burung Pipit Cium Pintu Kabah
Senin, 22 Juni 2020 - 09:19

Perdana Dibuka, Istana Siak Perketat Protokol Kesehatan Covid-19
Senin, 22 Juni 2020 - 09:10

Lantik Penghulu Merempan Hulu, Ini Pesan Alfedri
Senin, 22 Juni 2020 - 09:02

Alfedri Sebut Pesantren Semakin Diminati
Senin, 22 Juni 2020 - 08:55

Upaya Siak Terapkan Tatanan Normal Baru yang Produktif dan Aman Covid19
Senin, 22 Juni 2020 - 08:45

Petinggi Gerindra Arief Poyuono Terancam Dipecat karena Isu PKI
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:56

KT and G Indonesia Amo Padang Ikut Sukseskan Kampanye Love Yourself 2020
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:53

Presidential Threshold Baiknya Dihapus, Hanya Digunakan Cukong Politik
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:39

PGN Mulai Bangun Pipa Minyak di Blok Rokan Riau
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:18

RoRo Sungai Selari Buka Jalur Penyeberangan ke Batam
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:16

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com