Home
Presiden Turki Tetapkan Hagia Sophia Sebagai Masjid | Mediatek Bakal Debut Chipset Dimensity 600 untuk HP 5G | Penyaluran BLT Tahap 3 Untuk Warga Terdampak Covid-19 di Kampung Tuah Indrapura Berjalan Lancar | Bhabinkamtibmas Polsek Tualang dan Koramil Kawal Pembagian Alat Kesehatan Covid-19 | Lagi, Bupati Alfedri Ingatkan Masyarakat Siak Patuhi Protokol Kesehatan | Bioskop Akan Buka, DPRD Pekanbaru Ingatkan Pengelola Terapkan Protokol Kesehatan
Minggu, 12 Juli 2020
/ Nasional / 14:39:37 / Presidential Threshold Baiknya Dihapus, Hanya Digunakan Cukong Politik /
Presidential Threshold Baiknya Dihapus, Hanya Digunakan Cukong Politik
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:39:37 WIB

JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan, diberlakukannya ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold untuk menghindari banyaknya kontestan di pilpres sangat tidak masuk akal. Ia menilai tidak ada masalah jika banyak kontestan.

"Presidential threshold, salah satu klaimnya adalah kalau nanti dihilangkan maka jumlah calon presiden banyak banget. Respons saya, emang kalau banyak kenapa?" ujar Refly dalam diskusi virtual bertema 'Ambang Batas Pilpres, Kuasa Uang dan Presiden Pilihan Rakyat' yang diselenggarakan Voice for Change, dilansir dari VIVAnews, Sabtu 20 Juni 2020.

Refly menjelaskan, banyaknya calon presiden akan tersisih secara otomastis saat kontestasi telah berlangsung. Karena, lanjut Refly, konstitusi telah menetapkan pilpres hanya terlaksana dua putaran.

"Jadi kalau putaran pertama tidak memperoleh 50 persen plus satu persebaran di daerah, maka kemudian diadakan putaran kedua," tutur Refly.

Refly membantah anggapan sejumlah pihak apabila pasangan calon banyak maka pilpres akan berlangsung lama. Alasannya karena telah ditentukan hanya dua putaran saja.

"Siapa yang menang? Berapa jumlahnya? Yang terbanyak dari calon lainnya, maka dia terpilih sebagai presiden dan wakil presiden," kata Refly.

Refly menegaskan, jumlah pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak akan berjumlah terlalu banyak, karena untuk menjadi peserta pilpres harus diusulkan partai politik atau gabungan partai politik.

"Jadi saya mendesak partai untuk menghapuskan presidential threshold semaksimal mungkin. Presidential threshold ini, hanya digunakan cukong-cukong politik untuk menguasai partai politik," tegasnya.

Pada Pilpres 2019 yang lalu, ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold masih digunakan. Angkanya cukup tinggi yaitu sebanyak 20 persen suara hasil pemilu. Hasilnya, hanya dua pasangan calon saja yang bisa ikut dalam kontestasi pemilihan presiden. [Viva]

   
 
Pengamat Bandingkan Amarah Jokowi dengan Senyum Soeharto dalam Politik Jawa
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:45

Hari Ini Terakhir Pendaftaran, Disdik Pekanbaru:Banyak yang Salah Paham Tentang Sistem Zonasi
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:39

Sempat Kabur, Pasien ODGJ di Dumai Negatif Covid-19
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:31

Israel Mau Caplok Tepi Barat, Palestina: Kobarkan Gelombang Ketiga Intifada
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:27

Relawan Covid-19 Mahasiswa Unri Gelar Pelatihan Membuat Handsanitizer kepada Masyarakat Siak
Minggu, 05 Juli 2020 - 16:57

Tim Gugus Covid-19 Siak Masih Tetap Lakukan Pengecekan dan Himbauan pada Masyarakat
Jumat, 03 Juli 2020 - 22:18

Peduli Covid Karyawan PT BOB Salurkan Bantuan
Jumat, 03 Juli 2020 - 21:55

Tak Ingin Siak Menjadi Penyumbang Positif Covid-19, Warga Disarankan Jangan Buat Hajatan
Selasa, 30 Juni 2020 - 06:43

Bupati Siak Ingatkan Warga Jangan Keliru Pahami New Normal
Senin, 29 Juni 2020 - 06:39

Pemkab Siak Maksimalkan Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Tempat Umum dan Wisata
Sabtu, 27 Juni 2020 - 06:32

Beresiko Tinggi, Pemkab Siak Berikan Jaminan Sosial Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19
Jumat, 26 Juni 2020 - 06:22

Bupati Siak dan Istri Tanam Semangka dan Sayur, Dukung Ketahanan Pangan Masa Covid-19
Rabu, 24 Juni 2020 - 21:26

Positif Covid-19 di Riau Naik, Pemkab Siak Urungkan Rencana Belajar Secara Tatap Muka
Selasa, 23 Juni 2020 - 21:17

Naik Terus, Harga TBS Kelapa Sawit Riau Pekan Ini Rp1.571,37 Perkilogram
Selasa, 23 Juni 2020 - 21:11

Peristiwa Unik di Mekah, Burung Pipit Cium Pintu Kabah
Senin, 22 Juni 2020 - 09:19

Perdana Dibuka, Istana Siak Perketat Protokol Kesehatan Covid-19
Senin, 22 Juni 2020 - 09:10

Lantik Penghulu Merempan Hulu, Ini Pesan Alfedri
Senin, 22 Juni 2020 - 09:02

Alfedri Sebut Pesantren Semakin Diminati
Senin, 22 Juni 2020 - 08:55

Upaya Siak Terapkan Tatanan Normal Baru yang Produktif dan Aman Covid19
Senin, 22 Juni 2020 - 08:45

Petinggi Gerindra Arief Poyuono Terancam Dipecat karena Isu PKI
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:56

KT and G Indonesia Amo Padang Ikut Sukseskan Kampanye Love Yourself 2020
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:53

Presidential Threshold Baiknya Dihapus, Hanya Digunakan Cukong Politik
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:39

PGN Mulai Bangun Pipa Minyak di Blok Rokan Riau
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:18

RoRo Sungai Selari Buka Jalur Penyeberangan ke Batam
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:16

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com