Home
Presiden Turki Tetapkan Hagia Sophia Sebagai Masjid | Mediatek Bakal Debut Chipset Dimensity 600 untuk HP 5G | Penyaluran BLT Tahap 3 Untuk Warga Terdampak Covid-19 di Kampung Tuah Indrapura Berjalan Lancar | Bhabinkamtibmas Polsek Tualang dan Koramil Kawal Pembagian Alat Kesehatan Covid-19 | Lagi, Bupati Alfedri Ingatkan Masyarakat Siak Patuhi Protokol Kesehatan | Bioskop Akan Buka, DPRD Pekanbaru Ingatkan Pengelola Terapkan Protokol Kesehatan
Sabtu, 11 Juli 2020
/ Politik / 14:56:11 / Petinggi Gerindra Arief Poyuono Terancam Dipecat karena Isu PKI /
Petinggi Gerindra Arief Poyuono Terancam Dipecat karena Isu PKI
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:56:11 WIB

JAKARTA - Pernyataan Waketum Gerindra Arief Poyuono mengenai isu PKI menuai kontroversi. Pasalnya, dalam wawancara yang ditayangkan dalam akun YouTube Kanal Anak Bangsa, Arief menyebut isu PKI tak pernah ada dan hanya digaungkan kelompok 'kadrun' yang tak ingin adanya perdamaian dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"(Isu PKI) enggak ada cuma isu-isu bohong aja. Isu-isu sebenarnya untuk melegitimasi Mas Jokowi yang selalu dituduh seakan-akan dia ada hubungannya sama PKI. Seperti itu kan aneh seperti itu cuma muncul di era Pak Jokowi, dulu di era SBY enggak ada. Di zaman Mega (Megawati Soekarnoputri) enggak ada ini kan aneh," kata Arief yang dikutip di akun youtube saat mengawali pandangannya mengenai kebangkitan PKI, Sabtu (20/6).

Kemudian, Arief menyinggung satu kelompok yang disebut sebagai 'kadrun'. Kelompok itu, menurutnya, sebagai pihak yang mengangkat isu PKI selama ini.

"Yang (angkat isu kebangkitan PKI) pasti ini adalah kadrun-kadrun. Yang kedua mungkin orang-orang yang menginginkan tidak adanya perdamaian di Indonesia yang selalu ingin mengacau, yang selalu ingin mendiskreditkan pemerintah yang sah dan konstitusional dengan isu-isu PKI," ucapnya.

Pernyataan Arief membuat petinggi partai Gerindra berang. Juru Bicara Gerindra Habiburokhman menegaskan pernyataan yang disampaikan Arief Poyuono tidak mewakili suara partai. Bahkan, kata dia, Arief sudah lama tak diizinkan untuk menyampaikan pernyataan mengatasnamakan Gerindra.
"Saya perlu tegaskan bahwa statement tersebut sama sekali tidak mewakili Gerindra dan tidak mengatasnamakan Gerindra. Beliau Pak Arief Puyouno juga sudah lama tidak diperkenankan berbicara mengatasnamakan Gerindra," tegas Habibukrokhman dalam akun twitternya.

Habibukrohman pun mengatakan Arief akan segera mendapatkan sanksi dari Majelis Kehormatan partai atas pernyataannya itu. Arief akan segera dipanggil Majelis Kehormatan Partai.

"Sanksi untuk Arief Poyuono akan diproses dan diputus secara internal di Majelis Kehormatan DPP. Secara pribadi saya akan panggil dan nasihati dia hari ini agar menyadari kesalahannya," ucap Habiburokhman.

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menyebut Dewan Kehormatan Partai berencana akan memanggil Arief pada Selasa (23/6). Dia mengatakan pernyataan Arief soal isu kebangkitan PKI sangat merugikan dan dikhawatirkan dapat merusak citra partai yang diketuai Prabowo Subianto itu.

"Pak Arief sudah berulang kali yang bersangkutan bikin pernyataan yang meresahkan merugikan partai, persepsi publik kepada partai padahal kita harus sesuai dengan AD/ART, aturan dan arahan pimpinan partai. Jika punya kesalahan atau laporan tentang kita, tentu Mahkamah Kehormatan Partai lakukan pemanggilan ke kita," kata dia kepada kumparan, Sabtu (20/6).

Belakangan, Arief mengaku dirinya enggan memenuhi panggilan Majelis Kehormatan Partai karena menganggap pernyataannya adalah fakta. Menanggapi itu, Andre mengatakan apabila Arief tak kooperatif, sebaiknya Mahkamah Kehormatan memberikan sanksi pemecatan.

"Menurut saya ini seakan tidak mau ikut aturan partai, kalau begitu, saya usulkan kalau tidak kooperatif beri sanksi pemecatan saja. Sekali lagi apa pun keputusan domain Mahkamah Kehormatan Partai, sebagai kader wajib kalau taat patuh kepada partai wajib penuhi undangan partai. Baik merasa salah ataupun tidak, wajib datang jelaskan," tutur dia.

"Hidup berpartai harus ikut AD/ART aturan partai bukan gue, gue, lu, lu. Kalau mau aturan sendiri enggak ikut partai, lebih baik berikan sanksi tegas karena ini meresahkan," tegas Andre.

[Kumparan]

   
 
Pengamat Bandingkan Amarah Jokowi dengan Senyum Soeharto dalam Politik Jawa
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:45

Hari Ini Terakhir Pendaftaran, Disdik Pekanbaru:Banyak yang Salah Paham Tentang Sistem Zonasi
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:39

Sempat Kabur, Pasien ODGJ di Dumai Negatif Covid-19
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:31

Israel Mau Caplok Tepi Barat, Palestina: Kobarkan Gelombang Ketiga Intifada
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:27

Relawan Covid-19 Mahasiswa Unri Gelar Pelatihan Membuat Handsanitizer kepada Masyarakat Siak
Minggu, 05 Juli 2020 - 16:57

Tim Gugus Covid-19 Siak Masih Tetap Lakukan Pengecekan dan Himbauan pada Masyarakat
Jumat, 03 Juli 2020 - 22:18

Peduli Covid Karyawan PT BOB Salurkan Bantuan
Jumat, 03 Juli 2020 - 21:55

Tak Ingin Siak Menjadi Penyumbang Positif Covid-19, Warga Disarankan Jangan Buat Hajatan
Selasa, 30 Juni 2020 - 06:43

Bupati Siak Ingatkan Warga Jangan Keliru Pahami New Normal
Senin, 29 Juni 2020 - 06:39

Pemkab Siak Maksimalkan Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Tempat Umum dan Wisata
Sabtu, 27 Juni 2020 - 06:32

Beresiko Tinggi, Pemkab Siak Berikan Jaminan Sosial Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19
Jumat, 26 Juni 2020 - 06:22

Bupati Siak dan Istri Tanam Semangka dan Sayur, Dukung Ketahanan Pangan Masa Covid-19
Rabu, 24 Juni 2020 - 21:26

Positif Covid-19 di Riau Naik, Pemkab Siak Urungkan Rencana Belajar Secara Tatap Muka
Selasa, 23 Juni 2020 - 21:17

Naik Terus, Harga TBS Kelapa Sawit Riau Pekan Ini Rp1.571,37 Perkilogram
Selasa, 23 Juni 2020 - 21:11

Peristiwa Unik di Mekah, Burung Pipit Cium Pintu Kabah
Senin, 22 Juni 2020 - 09:19

Perdana Dibuka, Istana Siak Perketat Protokol Kesehatan Covid-19
Senin, 22 Juni 2020 - 09:10

Lantik Penghulu Merempan Hulu, Ini Pesan Alfedri
Senin, 22 Juni 2020 - 09:02

Alfedri Sebut Pesantren Semakin Diminati
Senin, 22 Juni 2020 - 08:55

Upaya Siak Terapkan Tatanan Normal Baru yang Produktif dan Aman Covid19
Senin, 22 Juni 2020 - 08:45

Petinggi Gerindra Arief Poyuono Terancam Dipecat karena Isu PKI
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:56

KT and G Indonesia Amo Padang Ikut Sukseskan Kampanye Love Yourself 2020
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:53

Presidential Threshold Baiknya Dihapus, Hanya Digunakan Cukong Politik
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:39

PGN Mulai Bangun Pipa Minyak di Blok Rokan Riau
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:18

RoRo Sungai Selari Buka Jalur Penyeberangan ke Batam
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:16

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com