Home
Langkah Awal Memimpin Pekanbaru, Pj Walikota Prioritaskan 8 Poin untuk Dibenahi | Luhut Lapor Jokowi: Ada Perusahaan Kuasai 500 Ha Sawit, Tapi Kantornya di Luar Negeri | Erdogan Umumkan Turki Akan Kembali Gempur Suriah | Warga Pekanbaru-Kampar Berharap Fly Over Garuda Sakti Segera Dibangun | Kurang Cepat di Tol Pekanbaru-Dumai, Supir Truk Tak Terima Ditilang | Kenakan Batik, Annas Maamun Jalani Sidang Perdana Secara Virtual
Kamis, 26 Mei 2022
/ SainsTech / 08:12:22 / Sepuluh Bencana Alam Paling Dahsyat dalam Sejarah Indonesia /
Sepuluh Bencana Alam Paling Dahsyat dalam Sejarah Indonesia
Senin, 31 Agustus 2020 - 08:12:22 WIB

Indonesia adalah salah satu negara yang sangat rawan akan bencana alam di dunia. Dengan 13 persen gunung berapi dunia berada di Kepulauan Indonesia berpotensi menimbulkan bencana alam seperti gempa bumi, tsunami atau letusan gunung berapi dengan intensitas dan kekuatan yang berbeda-beda.

Letak Indonesia yang berada pada tiga lempeng utama dunia yaitu Lempeng Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik serta berada pada posisi Ring of Fire serta berada di kawasan Cincin Api Pasifik, Indonesia menjadi tempat 127 gunung api aktif dan peristiwa gempa bumi besar setiap tahunnya menjadikan Indonesia kerap kali diterpa bencana alam dahsyat dan letusan gunung berapi. 

Berikut 10 bencana alam paling dahsyat dalam sejarah Indonesia.

10. Tsunami Banten, 2018

Bencana alam paling dahsyat terbaru yang terjadi di Indonesia adalah tsunami Banten yang terjadi pada tanggal 22 Desember 2018, Tsunami Banten ini disebabkan oleh letusan Anak Krakatau di Selat Sunda yang menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung. Sedikitnya 426 orang tewas, 7.202 orang terluka dan 23 orang hilang akibat peristiwa ini.

Salah satu korban tewas dalam peristiwa ini adalah atris Heriyanto alias Aa Jimmy dan beberapa anggota musik grup band Seventeen. 

9. Gempa Bumi dan Tsunami Palu, 2018

Gempa Bumi dan Tsunami Palu yang terjadi pada 28 September 2018 berkuatan 7,4 SR adalah salah satu bencana alam paling dahsyat dalam sejarah Indonesia selanjutnya. Gempa bumi, tsunami dan munculnya gejala likuevaksi (pencairan tanah) ini banyak memakan korban jiwa dan hancurnya sejumlah bangunan.

Akibat Gempa Bumi dan Tsunami yang terjadi setidaknya 2.045 orang meninggal dunia dan pengungsi sebanyak 82.775 jiwa.

8. Gempa Bumi Padang, 2009

Gempa Bumi Padang berkekuatan 7,6 SR terjadi pada 30 September 2009 di lepas pantai Sumatra sekitar 50 km barat laut kota Padang. Gempa ini menyebabkan keruskan parah di beberapa wilayah di Provinsi Sumatra Barat.

Menurut data Satkorlak PB, sebanyak 1.117 orang tewas akibat gempa yang ditimbulkan. Sementara korban luka berat mencapai 1.688 orang. Sementara setidaknya 135.448 rumah rusak berat,  

7. Gempa Bumi Yogyakarta, 2006

Gempa Bumi Yogyakarta 2006 adalah gempa bumi tektonik dahsyat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada Sabtu pagi 27 Mei 2006. Gempa bumi berskala 6,2 SR ini menyebabkan gedung-gedung rusak parah serta banyak situs kuno dan lokasi wisata rusak berat.

Secara umum posisi gempa berada sekitar 25 km sebelah barat daya Yogyakarta. Walaupun hiposenter gempa berada di laut tetapi tidak mengakibatkan tsunami.

6. Gempa Bumi Pulau Nias, 2005

Gempa Bumi Nias terjadi pada 28 Maret 2005 dengan pusat gempa berada pada 30 km di bawah permukaan Samudra Hindia 200 km sebelah barat Pulau Sibolga, Catatan seismik memberikan angka 8,7 SR dengan getarannya terasa hingga kota Bangkok, Thailand, Malaysia, Singapura, Sri Langka dan India.

Dengan kekuatan sebesar ini , Gempa bumi Nias merupakan salah satu bencana alam paling dahsyat dalam sejarah Indonesia karena juga merupakan gempa bumi terbesar kedua di dunia yang terjadi sejak tahun 1964. 

5. Letusan Gunung Kelud

Gunung Kelud adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia yang sejak 1.000 tahun telah meletus sebanyak 30 kali dengan letusan terbesar berkekuatan 5 Volcanic Explosivity Index (VEI) pada tahun 1586.

Sejak abad ke-15, letusan Gunung Kelud telah memakan korban sebanyak 15.000 jiwa dengan letusan besarnya pada tahun 1586 merengguit korban lebih dari 10.000 jiwa dan sejak abad ke-20, Letusan Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966, 1990, 2007 dan terakhir terjadi pada tahun 2014 sehingga menjadikan Letusan Gunung Kelud menjadi salah satu bencana alam paling dahsyat dalam sejarah Indonesia.

4. Gempa dan Tsunami Aceh - 2004

Gempa Bumi dan Tsunami Aceh yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 adalah salah satu bencana alam paling dahsyat dalam sejarah Indonesia selanjutnya dalam daftar list kami, Guncangan gempa berskala 9.1 - 9.3 SR ini menyebabkan terjadinya Mega Tsunami setinggi 30 meter dengan menghancurkan bagian barat pesisir daratan Pulau Sumatra yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia menewaskan setidaknya 230.000 - 280.000 jiwa di 14 negara dan menenggelamkan sejumlah pemukiman pesisir pantai barat Pulau Sumatra.

Gempa dan Tsunami Aceh merupakan salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah Indonesia

3. Letusan Krakatau

Letusan Krakatau yang terjadi pada 26 Agustus 1883 adalah salah satu letusan gunung api paling mematikan dan menghancurkan dalam sejarah dunia dengan menimbulkan korban setidaknya 36.417 jiwa meninggal akibat letusan dan tsunami yang ditimbulkannya.

Sementara kapal-kapal yang berlayar jauh hingga ke Afrika Selatan jiga melaporkan guncangan tsunami dan mayat para korban terapung di lautan berbulan-bulan lamanya setelah kejadian. Kota Merak serta kota-kota disepanjang utara Pulau Sumatera porak-poranda diterjang tsunami hingga sejauh 40 km ke daratan. Sementara pulau-pulau di sekitar Krakatau hampir seluruhnya menghilang kecuali tiga pulau di selatan yang masih ada hingga hari ini.

Setahun setelah terjadinya Letusan Krakatau, rata-rata suhu global turun 2-4 derajad celsius serta cuaca tetap tak beraturan selama bertahun-tahun dengan suhu tidak pernah normal hingga tahun 1888.

2. Letusan Tambora 1815

Bencana alam paling dahsyat dalam sejarah Indonesia selanjutnya adalah Letusan Tambora yang terjadi di Pulau Sumbawa pada tahun 1815. Letusan gunung ini terdengar hingga 2.600 km dan abu jatuh setidaknya sejauh 1.300 km. Kegelapan terlihat hingga sejauh 600 km dari puncak gunung selama lebih dari dua hari dengan aliran piroklastik menyebar setidaknya sejauh 20 km dari puncak.

Akibat letusan Gunung Tambora ini, semua tumbuh-tumbuhan di Pulau Sumbawa mati, Tsunami besar menyerang beberapa pantai Indonesia dan tinggi asap letusan dapat mencapai stratoster dengan ketinggian lebih dari 43 km.Partikel abu jatuh 1 sampai 2 minggu setelah letusan dan sebagian partikel abu tetap berada di atsmosfer bumi selama beberapa tahun pada ketinggian 10 - 30 km serta pancaran langit senja muncul berwarna orange atau merah di dekat ufuk langit dengan menyebabkan 88.000 koran jiwa serta bencana kelaparan dan penyakit setelah terjadinya bencana letusan.

1. Letusan Toba

Letusan Toba adalah salah satu bencana alam terdahsyat dalam sejarah Indonesia yang terjadi pada 66.000 - 77.000 tahun yang lalu di sekarang yang disebut kawasan Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara. Letusan Toba juga diakui sebagai salah satu letusan gunung paling mematikan dalam sejarah dunia. Hipotesis bencana toba berpendapat bahwa bencana alam terdahsyat dalam sejarah Indonesia ini mengakibatkan musim dingin vulkanik diseluruh dunia selama 6 - 10 tahun dan masa pendinginan selama 1.000 tahun.

Selain itu Letusan Toba juga menyebabkan penyusutan evolusi manusia dan perubahan besar terhadap topografi daerah  karena letusanannya diperkirakan 100 kali lebih besar daripada letusan terbesar dalam sejarah modern.

Saat ini pemerintah Indonesia terus melakukan upaya berkelanjutan penanggulangan bencana alam (mitigasi) untuk mengurangi dampak bencana terhadap manusia dan harta benda.dengan melakukan persiapan menghadapi bencana alam termasuk semua aktivitas yang dilakukan sebelum terdeteksinya tanda-tanda bencana agar bisa memfasilitasi pemakaian sumber daya alam yang tersedia. meminta bantuan dan serta rencana rehabilitasi dalam cara dan kemungkinan yang paling baik.

https://britasepuluh.blogspot.com


   
Angin Kencang Landa Kota Pekanbaru, Begini Penjelasan BMKG PekanbaruĀ 
Senin, 23 Mei 2022 - 14:26

Jalin Silahturrahmi Lewat Olahraga, Ferryandi Lakukan Smash Mania Persahabatan dengan PBSI Mandah
Senin, 23 Mei 2022 - 14:20

Bersama Pak Kades dan Rombongan, Ferryandi Nikmati Uenaknya Es Tontong Sembuang
Senin, 23 Mei 2022 - 14:16

Presiden Minta Masyarakat Berhemat, DPD: Tunda Pembangunan IKN
Senin, 23 Mei 2022 - 09:37

Aturan Baru! Nama Tak Boleh Cuma 1 Kata, Maksimal 60 Karakter
Senin, 23 Mei 2022 - 09:27

Mulai Perang Terbuka, Jokowi-Megawati Bisa Semakin Berjarak saat Mendekati Pemilu
Senin, 23 Mei 2022 - 09:24

Bupati Siak Berikan Penghargaan Kepada Fasiliator Daerah Pengajar Praktik dan Guru Penggerak
Senin, 23 Mei 2022 - 06:01

Bertahun-tahun Murtad, Nania Idol Kembali Memeluk Islam
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:52

Dekranasda Siak Terima Kunjungan Studi Wisata Siswa SD Al-Azhar Pekanbaru untuk Belajar Membatik
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:40

Besok Gubri Langsung Lantik Pj Walikota Pekanbaru dan Bupati Kampar
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:22

Ferryandi Buka Turnamen Volly Ball "Supper Rosmel Cup 2022" Rotan Semelur Pelangiran
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:14

Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Ketua MUI: Tak Hormati Norma Indonesia
Minggu, 22 Mei 2022 - 11:22

Exit Tol Pelalawan Akan Dukung Sektor Pariwisata Riau
Minggu, 22 Mei 2022 - 11:18

Pengidap Hipertensi yang Tak Patuh Minum Obat Berisiko Kena Komplikasi
Minggu, 22 Mei 2022 - 11:06

Keran Ekspor Sawit Dibuka, PKS: Biasa Saja, Tak Sentuh Substansi Masalah
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:58

Suhu Udara Saat Musim Haji 1443 H Diperkirakan Capai 49 Derajat
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:49

SK Diterima, Senin Gubri Lantik Pj Walikota Pekanbaru Muflihun dan Pj Bupati Kampar Kamsol
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:46

BMKG: Hujan Bakal Mengguyur Sejumlah Wilayah Riau
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:41

Deretan Virus yang Mulai Bermunculan Setelah Covid-19, Jadi Ancaman Dunia!
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:39

UAS: Pesantren Lembaga Efektif Jaga Anak tidak Terjerumus ke Narkoba
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:29

Permudah Akses ke Wisata Bono, Bupati Pelalawan Minta Exit Tol Pindah ke Arah Ukui
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:22

Gubri Syamsuar Buka-bukaan Kritik Kinerja Pemko Pekanbaru
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:17

12.266 UMKM Terima BPUM Pemprov Riau Sebesar Rp1,2 Juta
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:09

Dr Deni Efizon Daftar Jadi Calon Rektor Unri
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:07

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com