Home
Pelaku Pemotong Pohon Median Jalan Diringkus Polsek Bukit Raya, Pelaku Disuruh oleh CV RB | Konsisten, Ketua DPRD Inhil Kembali Motori Pembersihan Anak Sungai | Meledak Lagi! Hari Ini Riau 380 Positif Corona, 9 Pasien Meninggal Dunia | Polsek Sungai Mandau Tangkap Pelaku Tindak Pidana Penyalahguanaan Narkotika | Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah, Pjs.Bupati Siak: Ini Bagian Manajemen Aset | Kasus Pemotongan Pohon Mulai Terungkap, Walikota Minta Tangkap Aktor Intelektual
Senin, 26 Oktober 2020
/ Nasional / 15:09:03 / Kecewa dengan Respons Jokowi, Mahasiswa Ancam Aksi Lagi /
Kecewa dengan Respons Jokowi, Mahasiswa Ancam Aksi Lagi
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 15:09:03 WIB

JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja. Ancaman itu disampaikan karena perwakilan BEM SI kecewa dengan respons Presiden Joko Widodo.

Mahasiswa kecewa karena Jokowi lebih memilih kunjungan kerja dibandingkan menemui rakyat. Bahkan massa aksi dihadapkan dengan aparat kepolisian yang tak segan melakukan tindakan represif.

"Kami BEM SI menegaskan bahwa eskalasi gerakan yang akan dibangun tidak hanya terbatas kemarin saja, tapi narasi perjuangan penolakan akan terus kami gaungkan sampai UU Cipta Kerja dicabut," kata Koordinator BEM SI Remy Hastian lewat keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (10/10).

Remy belum mau menyebut jadwal dan sekala aksi unjuk rasa lanjutan. Namun ia memastikan tak akan menuruti imbauan Jokowi dengan menempuh jalur uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

Dia menjelaskan aksi besar-besaran tak hanya memprotes materi dalam undang-undang. Namun, Remy menegaskan, rakyat bergerak karena ketidakbenaran

"Meminta rakyat untuk melakukan uji materi ke MK di tengah nyatanya penolakan dari berbagai elemen adalah sebuah bukti bahwa Presiden tidak mengakomodir kepentingan rakyat, melainkan hanya memuluskan kepentingan sebagian pihak yang diuntungkan oleh UU tersebut," tandasnya.

Remy berkata mahasiswa dan elemen masyarakat lain meminta Jokowi segera mencabut undang-undang tersebut. Sebab, sikap rakyat sudah jelas tak menginginkan keberadaan undang-undang itu.

"Dengan adanya penolakan dengan dibuktikan adanya aksi unjuk rasa besar-besaran di seluruh wilayah Indonesia, seharusnya Presiden mengambil sikap dengan membatalkan UU Cipta Kerja karena ia memiliki kewenangan besar dalam hal tersebut," ujar Remy.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa digelar rakyat di sejumlah daerah setelah pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja, Senin (5/10). Di DKI Jakarta, aksi besar-besaran dihelat pada Kamis (8/10).

Massa berkumpul di sejumlah titik sekitar Istana Kepresidenan, yaitu Harmoni, Gambir, Tugu Tani, MH Thamrin, dan Patung Arjunawiwaha. Saat rakyat ingin menyampaikan aspirasi, Jokowi justru melakukan perjalanan dinas. Aksi berujung bentrok setelah aparat kepolisian melancarkan tindakan represif.
(CNN Indonesia )


   
 
Sat Reskrim Polsek Tanah Merah Bekuk Bandar Narkoba 33 Tahun
Rabu, 21 Oktober 2020 - 15:32

Penumpang Dipaksa Turun dari Pesawat karena Tolak Pakai Masker dan Sengaja Batuk di Depan Kru
Rabu, 21 Oktober 2020 - 15:15

Harga Minyak Mentah Dunia Naik, TBS Kelapa Sawit Riau Ikutan Naik
Rabu, 21 Oktober 2020 - 15:09

Sanksi Sosial Pelanggar Protokol Kesehatan di Pekanbaru tak Seperti yang Digaungkan
Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:52

Dua Pegawai WIKA Kembali Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Jembatan WFC Bangkinang
Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:40

Pastikan Lahan tak Masalah, Pemko Pekanbaru Lanjutkan Pembangunan Proyek KIT
Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:28

Ada Operasi Mengantuk di Tol Permai, yang Mengantuk Diberi Kopi
Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:23

Peringatan Hari Pangan se-dunia, Bupati Inhil Lakukan Penen Raya Jagung
Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:13

Memiliki Paket Sabu, Polsek Lubuk Dalam Amankan Pria 56 Tahun
Selasa, 20 Oktober 2020 - 19:34

Kapolres Inhu Serahkan Rompi Relawan Covid-19 dan Gandeng STIE-I Untuk Bagikan Bantuan
Selasa, 20 Oktober 2020 - 19:23

Pemkab Inhu Sunnat Massal Anak Di Kecamatan Kelayang
Selasa, 20 Oktober 2020 - 19:17

Polsek Kelayang Ringkus Pengedar Sabu
Selasa, 20 Oktober 2020 - 19:14

Sekretaris KPU Provinsi Riau Lantik 3 Pejabat Eselon III
Selasa, 20 Oktober 2020 - 19:11

Uji Coba Vaksin Sinovac Tak Berikan Efek Samping Berat bagi Relawan
Selasa, 20 Oktober 2020 - 06:59

Tak Sengaja, Balita Kirimkan Foto Telanjang Ibunya ke Kontak Snapchat
Selasa, 20 Oktober 2020 - 06:46

Guna Mewujudkan Pemerintahan Bersih dan Berwibawa, Pemkab-Korwil V KPK Sosialisasikan COI
Selasa, 20 Oktober 2020 - 06:29

Satres Narkoba Polres Siak Ringkus Pengedar Sabu-sabu
Selasa, 20 Oktober 2020 - 06:27

Calon Bupati H Hamulian-M Sahril Topan Dikunjungi Warga Dari Berbagai Suku
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:11

Pemprov Riau Gelar Konsultasi Publik Pengadaan Lahan Tol Rengat-Jambi
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:56

Tiang Reklame Ilegal Banyak di Pekanbaru, Pemko Dinilai Tidak Tegas
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:50

Lebih dari 1.000 Warga Tampan Terpapar Covid-19
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:45

Waspada, Hujan Lebat Disertai Petir akan Mengguyur Riau
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:35

2 Cara UMKM Cek dan Lapor Bila Belum Dapat BLT Rp2,4 Juta
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:27

Dipeluk Ibu, Bayi Jadi Satu-satunya yang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:21

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com