Home
Curah Hujan Tinggi, Begini Antisipasi HKI Dalam Pengerjaan Tol Pekanbaru-Bangkinang | Restorasi Gambut dan Mangrove Dilanjutkan, Riau Masih Jadi Prioritas | Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang akan Mengguyur Riau | Epidemiolog: Vaksin Tak Langsung Bekerja Usai Disuntikkan | Rumah Yatim Bagikan Bantuan Pendidikan dan Biaya Hidup untuk Warga Kabupaten Kampar | Mengapa Banyak Ulama yang Meninggal? Ini Penjelasan Pakar
Senin, 25 Januari 2021
/ Mozaik / 08:35:47 / Variolasi, Embrio Vaksinasi Ottoman Islam Inspirasi Eropa /
Variolasi, Embrio Vaksinasi Ottoman Islam Inspirasi Eropa
Selasa, 12 Januari 2021 - 08:35:47 WIB

JAKARTA - Pada abad ke-18, para dokter di Kesultanan Turki Utsmani (Utsmaniyah/Ottoman) mulai memperkenalkan metode variolasi ke Eropa Barat. Variolasi merupakan embrio dari metode vaksinasi. Publikasi pertama terkait teknik pencegahan cacar itu muncul pada 1713.

Yakni, tulisan Dr Emanuel Timonius (wafat 1720) berjudul “Historia variolarum quae per instionem excitantur.” Timonius merupakan dokter berkebangsaan Yunani, tetapi pernah bekerja untuk rumah sakit di Istanbul. Artikel ini sempat beredar di beberapa kota di Eropa.

Bahkan, kertas ilmiah ini sampai ke lingkaran The Royal Society—lembaga tempat berkumpulnya kaum terpelajar—di London. Secara garis besar, karya Timonius itu menceritakan, bagaimana masyarakat Istanbul memanfaatkan teknik variolasi untuk mencegah cacar. Artikel itu sempat muncul di jurnal The Royal Society pada 1714.

Perbedaan Vaksin, Vaksinasi, dan Imunisasi

Ada pula artikel senada, yakni tulisan karya Jacob Pylarini (meninggal 1718) berjudul “Nova et tuta variolas excitandi per transplantationem methodus, Venet.” Isinya menuturkan tentang seorang perempuan Yunani dari Thessaly yang telah melakukan variolasi terhadap 40 ribu orang.

Mirip dengan Timonius, Pylarini pun adalah seorang dokter berkebangsaan Yunani yang pernah praktik di Istanbul. Karyanya juga dikirim ke jurnal The Royal Society London, dua tahun setelah artikel Timonius.  

Akan tetapi, seluruh penelitian dari kedua dokter itu tidak memantik perhatian dari para ahli medis Inggris. Keadaan berubah sejak terobosan oleh Lady Mary Worthley Montagu. Perempuan itu merupakan seorang sosialita kelahiran London tahun 1689.

Dia dididik secara otodidak oleh ayahnya sendiri yang seorang bangsawan. Sejak kecil, ia piawai menulis dan memiliki keinginan belajar yang tinggi. Ia menikah dengan seorang duta besar Inggris untuk Istanbul.

Lady Montagu amat terpukul oleh kematian saudara lelakinya akibat cacar. Bahkan, dua tahun kemudian dirinya pun ikut terkena penyakit itu. Suatu hari, ia meminta dokter bedah kedutaan, Charles Maitland, untuk melakukan variolasi terhadap dirinya dan anak lelakinya. Hasilnya ternyata bagus. Putranya itu menjadi kebal.

Begitu kembali ke London, sang istri dubes itu kembali meminta dr Maitland agar melakukan variolasi ke anaknya yang berusia empat tahun. Kali ini, ia disaksikan para dokter ternama di Inggris. Setelah menyadari efektivitas variolasi, para pakar di The Royal Society pun membolehkan dr Maitland untuk membuka praktik tersebut. Tak kurang dari 200 elite setempat mencoba variolasi. Hingga tahun 1729, sudah ada 897 variolasi di Inggris. Dari jumlah itu, “hanya” 17 orang yang kemudian meninggal setelah diberikan variolasi.

Sepanjang awal abad ke-18, teknik itu terus populer di kalangan ilmuwan Eropa. Pada 1757, seorang anak lelaki usia delapan tahun divariolasi di Gloucester, kota di kawasan Inggris barat daya. Kelak, bocah itu tumbuh menjadi ilmuwan yang berhasil mengembangkan vaksin cacar secara lebih modern. Nama anak itu: Edward Jenner (1749-1823).   


REPUBLIKA.CO.ID,


   
 
Merasa Sakit Hati Tega Bacok Korban 4 Kali Hingga Tewas
Jumat, 22 Januari 2021 - 07:53

Persingkat Jarak Pelayanan, Verifikasi RAPBKampung kedepan Cukup di Kecamatan Saja
Rabu, 20 Januari 2021 - 17:30

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajaiun: Belum Usai Pandemi Melanda, Kini Ibu Pertiwi Dibuat Duka Lagi..
Rabu, 20 Januari 2021 - 17:10

Buron 4 Tahun, Dua Pelaku Pembunuhan Warga Batang Peranap Diringkus
Rabu, 20 Januari 2021 - 16:52

Bos WhatsApp Blak-blakan soal Ribut Pindah ke Telegram-Signal
Rabu, 20 Januari 2021 - 07:12

Pembayaran Gaji ASN Pemko Pekanbaru Diproses Manual
Rabu, 20 Januari 2021 - 07:03

Ragam Kabinet Biden, Kulit Hitam hingga Keturunan Palestina
Rabu, 20 Januari 2021 - 06:55

Hari Ke-2 Monitoring PTM, Sekda Siak Arfan Usman Kunjungi SMA N 1 Siak
Rabu, 20 Januari 2021 - 06:43

Ketua DPRD Dukung Program PWI Inhil Periode 2020-2023
Rabu, 20 Januari 2021 - 06:39

Antisipasi Banjir, Karhutla dan Kesiapan Keputusan MK, Polres Inhu Gelar Apel
Rabu, 20 Januari 2021 - 06:36

Bupati Alfedri Hadiri PAW Anggota DPRD Provinsi Riau
Selasa, 19 Januari 2021 - 10:31

Sekda Siak Arfan Usman, Tinjau PTM di Tahfidz Islamic Center
Selasa, 19 Januari 2021 - 10:18

HPN 2021, PWI Inhil Jadwalkan Kegiatan Wisata Jurnalistik dan LKTJ
Selasa, 19 Januari 2021 - 10:04

Preservasi Jalan di Inhil, Ketua DPRD dan Kadis PUPR Diskusi Bersama Kepala UPT Wilayah 4
Selasa, 19 Januari 2021 - 09:46

Lebihi Kecepatan Normal di Jalan TOL, Ditlantas Polda Riau Tindak Tegas
Selasa, 19 Januari 2021 - 09:08

Pastikan Vaksin Covid - 19 Dalam Keadaan Aman,
Kapolres Siak Kunjungi UPTD Instalasi Farmasi dan Logistik Dinas Kesehatan Kabupaten Siak
Selasa, 19 Januari 2021 - 08:56

Pemkab Siak Berikan 100 Paket Sembako Untuk Korban Banjir di Kampung Teluk Lanus
Jumat, 15 Januari 2021 - 21:50

Hari Ini Giliran Nakes di Pekanbaru Disuntik Vaksin Covid-19
Jumat, 15 Januari 2021 - 11:28

Sering Terjadi Kecelakaan, Dewan Minta Regulator Evaluasi Tol Permai
Jumat, 15 Januari 2021 - 11:19

Klaim Punya Bukti Tidak Netral, PKS akan Laporkan KPU Inhu ke DKPP
Jumat, 15 Januari 2021 - 11:09

Membuka Pintu Rezeki di Waktu Pagi
Jumat, 15 Januari 2021 - 10:47

Ketua KPU Bengkalis Diperiksa Polisi, KPU Riau Hormati Hukum
Kamis, 14 Januari 2021 - 20:29

Pemprov Segera Usulkan Pj Sekda Riau ke Kemendagri
Kamis, 14 Januari 2021 - 20:25

Satres Narkoba Polres Siak Kembali Berhasil Membekuk Pengedar Narkoba
Kamis, 14 Januari 2021 - 20:18

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com