Home
Kenakan Batik, Annas Maamun Jalani Sidang Perdana Secara Virtual | Utang RI sudah Rp7.000 Triliun, Menko Luhut Minta Jangan Pakai Perasaan; Itu Masih Kecil | PKS di Riau Diminta Beli Sawit Pekebun Sesuai Harga Pemerintah | Lantik Wakil Rektor, Ini Pesan Rektor UMRI | Hore! TPP Pegawai Pemko Pekanbaru Cair | 40 Calon Jamaah Haji Riau Batal Berangkat, Ini Alasannya
Kamis, 26 Mei 2022
/ SainsTech / 09:11:42 / Singapura Prediksi Pandemi Covid Pulih dalam 4-5 Tahun /
Singapura Prediksi Pandemi Covid Pulih dalam 4-5 Tahun
Rabu, 27 Januari 2021 - 09:11:42 WIB

JAKARTA - Menteri Pendidikan Singapura Lawrence Wong memperkirakan butuh empat hingga lima tahun lagi sebelum pandemi virus corona (Covid-19) berakhir dan dunia dapat memasuki kondisi normal lagi.

"Pada suatu saat pandemi ini akan berlalu, tetapi mungkin perlu empat hingga lima tahun sebelum kita akhirnya melihat akhir dari pandemi dan dimulainya normal pasca-Covid," kata Lawrence, Senin (25/1).

"Seperti apa dunia baru pasca-Covid ini? Tidak ada orang yang tahu," paparnya menambahkan.

Dalam pidato 30 menitnya itu, Lawrence menyoroti masih banyak ketidakpastian yang harus dihadapi dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Lawrence, masih ada "ketidakpastian besar" tentang bagaimana virus corona akan membentuk masyarakat di tahun-tahun mendatang.

"Mematuhi langkah-langkah protokol yang aman seperti memakai masker dan menghindari keramaian akan terus berlanjut untuk tahun ini dan mungkin sebagian besar tahun depan," ujarnya seperti dikutip Channel News Asia.

Lawrence mengatakan penemuan vaksin dan pengobatan Covid-19 terus berkembang ke depan.

"Tapi untuk memastikan seluruh warga dunia mendapat vaksinasi tidak akan cepat dan mudah," katanya.

Lawrence menekankan yang perlu masyarakat Singapura pertahankan adalah mematuhi protokol kesehatan hingga semua warga di negara kota itu menerima vaksin.

"Mungkin di akhir tahun ada solusi," kata Lawrence.

Singapura menjadi salah satu negara yang dinilai sukses meredam penularan virus corona. Meski begitu, negara Asia Tenggara itu sempat kewalahan menghadapi gelombang kedua penularan virus serupa SARS tersebut.

Singapura telah memulai vaksinasi massal virus corona. Meski begitu, pemerintahan Perdana Menteri Lee Hsien Loong itu sampai sekarang tak mewajibkan warganya untuk vaksinasi corona.

Singapura menyatakan akan melonggarkan pembatasan bepergian bagi mereka yang sudah menjalani vaksinasi.

Menurut jajak pendapat pemerintah Singapura, hampir 60 persen penduduk bersedia menjalani vaksinasi. Sisanya menyatakan masih ragu dengan efek samping vaksin.

Pada Desember 2019, Singapura melakukan vaksinasi terhadap para tenaga medis. Kemudian pekan depan mereka berencana melakukan vaksinasi terhadap kelompok penduduk lanjut usia.

Mereka menargetkan pasokan vaksin dari Pfizer-BioNTech akan tersedia bagi 5,7 juta penduduk Singapura pada akhir 2021.

Singapura juga tengah melakukan uji klinis terhadap vaksin produksi Moderna dan Sinovac.
(CNN Indonesia)


   
Mulai Perang Terbuka, Jokowi-Megawati Bisa Semakin Berjarak saat Mendekati Pemilu
Senin, 23 Mei 2022 - 09:24

Bupati Siak Berikan Penghargaan Kepada Fasiliator Daerah Pengajar Praktik dan Guru Penggerak
Senin, 23 Mei 2022 - 06:01

Bertahun-tahun Murtad, Nania Idol Kembali Memeluk Islam
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:52

Dekranasda Siak Terima Kunjungan Studi Wisata Siswa SD Al-Azhar Pekanbaru untuk Belajar Membatik
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:40

Besok Gubri Langsung Lantik Pj Walikota Pekanbaru dan Bupati Kampar
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:22

Ferryandi Buka Turnamen Volly Ball "Supper Rosmel Cup 2022" Rotan Semelur Pelangiran
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:14

Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Ketua MUI: Tak Hormati Norma Indonesia
Minggu, 22 Mei 2022 - 11:22

Exit Tol Pelalawan Akan Dukung Sektor Pariwisata Riau
Minggu, 22 Mei 2022 - 11:18

Pengidap Hipertensi yang Tak Patuh Minum Obat Berisiko Kena Komplikasi
Minggu, 22 Mei 2022 - 11:06

Keran Ekspor Sawit Dibuka, PKS: Biasa Saja, Tak Sentuh Substansi Masalah
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:58

Suhu Udara Saat Musim Haji 1443 H Diperkirakan Capai 49 Derajat
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:49

SK Diterima, Senin Gubri Lantik Pj Walikota Pekanbaru Muflihun dan Pj Bupati Kampar Kamsol
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:46

BMKG: Hujan Bakal Mengguyur Sejumlah Wilayah Riau
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:41

Deretan Virus yang Mulai Bermunculan Setelah Covid-19, Jadi Ancaman Dunia!
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:39

UAS: Pesantren Lembaga Efektif Jaga Anak tidak Terjerumus ke Narkoba
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:29

Permudah Akses ke Wisata Bono, Bupati Pelalawan Minta Exit Tol Pindah ke Arah Ukui
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:22

Gubri Syamsuar Buka-bukaan Kritik Kinerja Pemko Pekanbaru
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:17

12.266 UMKM Terima BPUM Pemprov Riau Sebesar Rp1,2 Juta
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:09

Dr Deni Efizon Daftar Jadi Calon Rektor Unri
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:07

Momen Harkitnas, Bupati Rohil Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah
Sabtu, 21 Mei 2022 - 05:57

Lima Belas Kampung di Siak Jadi Pilot Project Desa Cantik Nasional
Sabtu, 21 Mei 2022 - 05:49

Pemkab Siak Raih WTP ke 11, Begini Dampak Positifnya Untuk Birokrasi Daerah
Jumat, 20 Mei 2022 - 21:38

Gubri Sambut Baik Keputusan Presiden Buka Kembali Keran Ekspor CPO
Jumat, 20 Mei 2022 - 06:08

Menkeu Pastikan Harga Pertalite tak Naik
Jumat, 20 Mei 2022 - 06:06

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com