Home
Jika Biden Sebut Ottoman Genosida Armenia, Turki Balas AS? | Bupati Siak Hadiri Acara Gemar Berzakat Sekaligus Serahkan Zakat di Kampung Rawang Kao Barat | Optimalkan Pungutan Pajak Pusat dan Daerah, Pemkab Siak Kerjasama dengan DJP dan DJPK | Munarman Curiga Jozeph Paul Zhang Agen Proxy PKC | Serapan Belanja APBN di Riau Capai 24,41 Persen, Realisasi DAK Riau Minim | Rasidah Ajak Masyarakat untuk Saling Peduli dan Tolong Menolong dengan Kaum Dhuafa
Jum'at, 23 April 2021
/ Ekbis / 08:33:54 / Beban Biaya di Pelabuhan Dumai Dinilai Masih Tinggi /
Beban Biaya di Pelabuhan Dumai Dinilai Masih Tinggi
Jumat, 26 Maret 2021 - 08:33:54 WIB

DUMAI - Pengguna jasa merasa berbagai beban biaya di Pelabuhan Dumai masih tinggi.  Karena itu, mereka sangat berharap agar berbagai biaya dan kewajiban lainnya itu  bisa ditekan lagi.

Ketua Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Kota Dumai Herman Buchari tidak menampik hal itu. Menurutnya, tarif biaya jasa di Pelabuhan Dumai masih tinggi bila dibandingkan dengan tarif biaya di pelabuhan lainnya, bahkan  bila dibandingkan dengan pelabuhan luar negeri yang terdekat dari Kota Dumai.

"Pengguna jasa pelabuhan, dalam hal ini pemilik kapal, masih merasa beban biaya di Pelabuhan Dumai masih tinggi. Mereka berharap perlu adanya penyesuaian," ujarnya.

Bahkan, dia menyebutkan bahwa beban biaya jasa pelabuhan di Sumatera, termasuk Dumai tentunya,  lebih tinggi dari berbagai daerah lainnya di Indonesia. Begitu pula tarif biaya jasa di pelabuhan yang satu dengan yang lainnya tidak sama. Perbedaannya juga ada yang mencolok.

Dengan adanya keinginan  dari Litbang Kementerian Perhubungan untuk meninjau berbagai tarif jasa pelabuhan, terutama tarif biaya jasa kapal pandu dan tunda, sangat didukung INSA Kota Dumai. Namun, dia berharap agar persoalan ini bukan hanya sekadar wacana. Sebab, yang menetapkan tarif biaya berbagai jasa di pelabuhan adalah Kemenhub itu sendiri.

"Selama ini yang dirasakan pengusaha bukan biaya angkutan logistik di lautnya yang tinggi, tapi justru tarif biaya di pelabuhannya yang dirasakan tinggi. Tarif biaya jasa pelabuhan justru memberikan sumbangan bagi tingginya beban biaya logistik," ujar Herman Buchari.

Dia berharap juga nantinya pihak Kemenhub benar-benar memperhatikan masalah tersebut,  tidak asal teken saja usulan soal tarif biaya jasa pelabuhan. Apalagi, di masa pandemi ini banyak dari pelabuhan yang ingin menyesuaikan tarif biaya.

Bila tarif biaya tinggi, tentunya membuat pemilik kapal mengeluh. Namun, untuk kondisi di Pelabuhan Dumai saat ini masih dapat dimaklumi pemilik kapal, karena kebijakan tarif itu ditetapkan atau disahkan Menteri Perhubungan. Selama ini kesepakatan biaya jasa di pelabuhan antara pemilik kapal dengan Pelindo sebagai operator berjalan dengan baik, karena beban biaya jasa pelabuhan sesuai dengan ketentuan tarif yang sudah disahkan.

Jadi, soal penyesuaian tarif ini,  kata dia, berdasarkan peraturan perundang-undangan, maka operator pelabuhan mengajukan usulan-usulan dalam penyesuaian tarif  ke pemilik kapal melalui INSA. Kemudian dibicarakan bersama.

"Cuma selama ini kadang usulan penyesuaian tarif dari operator terlalu tinggi. Bahkan, tidak realistis dan tidak melihat kondisi yang ada, sehingga kadang menimbulkan kendala."

Meski diakuinya bahwa tarif jasa di Pelabuhan Dumai tidak terlalu dipermasalahkan pihak pengguna jasa pelabuhan, namun mereka sangat berharap adanya pengurangan berbagai biaya atau pengurangan tarif jasa pelabuhan. Karena itu, mereka menyambut baik tekad Litbang Kemenhub untuk meninjau berbagai beban biaya di pelabuhan.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan bertekad mempertimbangkan untuk meninjau ulang berbagai tarif biaya jasa pelabuhan, terutama kebijakan penerapan biaya jasa kapal pandu dan kapal tunda,  demi meningkatkan performa pelabuhan.

"Kita akan coba di dalam policy brief kita kepada pimpinan untuk mengusulkan penurunan kewajiban, termasuk tagihan-tagihan. Atau bahkan mungkin bisa dihilangkan,” kata Gunung Hutapea, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan.

Sebagaimana diberitakan antara, Gunung mengatakan tingginya biaya layanan di pelabuhan dipengaruhi banyak faktor, antara lain perbedaan tarif, kurangnya persaingan, dan juga kewajiban BUMN melalui dividen.

Perbedaan tarif yang berlaku di berbagai pelabuhan dinilai menyulitkan pemerintah untuk menerapkan perlakuan kebijakan yang sama atau equal treatment. Kemudian kurangnya persaingan membuat peluang terjadinya monopoli akan semakin besar. Selain itu, juga kewajiban BUMN yang ditugaskan untuk mengisi kekurangan APBN menjadi persoalan tersendiri.

Hal tersebut membuat biaya yang dikeluarkan sebuah kapal untuk melakukan bongkar muat logistik di Indonesia semakin tinggi. Ini membuat performa pelabuhan di dalam negeri menjadi kurang kompetitif dibanding negara-negara lain.

Ia pun berharap agar penurunan biaya logistik akan menjadi stimulus ekonomi, khususnya dalam persaingan performa pelabuhan di dunia internasional.

"Kami akan siapkan narasi bahwa kebijakan ini bisa ditinjau, apakah secara gradual atau secara keseluruhan dalam tenggang waktu satu-dua tahun, atau selama pandemi," katanya.[yus]


   
 
Ahli Ungkap Kerugian Makan Berlebih Selama Ramadhan
Senin, 19 April 2021 - 08:25

Doa Thalut Saat Perang dan Kunci Kemenangan Umat Islam
Senin, 19 April 2021 - 08:22

Gerai Lapak Pangker Resmi Kembali Difungsikan
Senin, 19 April 2021 - 08:10

Waspada Niat Jozeph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Sampai Sebut Allah Lagi Dikurung di Ka'bah
Senin, 19 April 2021 - 08:05

Mau Masuk Istana Peraduan Sultan Siak? Begini Skemanya
Senin, 19 April 2021 - 08:02

Tambah 330, Total Kasus Covid-19 di Riau Mencapai 38.876 Orang
Senin, 19 April 2021 - 07:59

Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2021, Satlantas Polres Siak Gelar Bakti Sosial
Sabtu, 17 April 2021 - 14:22

Bupati Siak Alfedri menyambut baik investasi yang akan dilakukan oleh PT Mitra Nusantara Shipyard(MN
Sabtu, 17 April 2021 - 14:11

16 Rumah Rusak dan Satu Bayi Tewas Akibat Puting Beliung di Inhil
Sabtu, 17 April 2021 - 14:03

Target Vaksinasi COVID-19 Untuk 8.500 Guru Pekanbaru Tuntas Bulan Juni
Sabtu, 17 April 2021 - 13:58

Meraih Keutamaan Di Bulan Ramadhan
Sabtu, 17 April 2021 - 13:53

Peduli Kaum Dhuafa dan Keluarga pra Sejahtera, TP PKK Siak Salurkan Sembako
Jumat, 16 April 2021 - 20:44

Bupati Siak Lantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Badan Permusyawaratan Kampung
Jumat, 16 April 2021 - 20:41

Penyelesaian Jalan Koridor Km 1- ke Km 7 dan Jalan Water Intek Lalang Harus Bertemu Pemilik RAPP
Kamis, 15 April 2021 - 14:30

Kasus Penggumpalan Darah, Denmark Setop Gunakan Vaksin AstraZeneca Sepenuhnya
Kamis, 15 April 2021 - 14:27

Jalan di Marpoyan Damai Pekanbaru Ditembok Pemilik Tanah, Warga Terpaksa Putar Balik
Kamis, 15 April 2021 - 14:25

Pemprov Gandeng Polda Riau Antisipasi Penimbunan Barang Jelang Lebaran
Kamis, 15 April 2021 - 14:23

Pemprov Riau Bentuk Tim Pansel untuk Pengisian Tiga Jabatan di Bank Riau Kepri
Kamis, 15 April 2021 - 14:19

Zona Merah, Rumah Ibadah di Dua RW di Pekanbaru Ditutup
Kamis, 15 April 2021 - 14:15

PKS-PPP Buka Wacana Koalisi Parpol Islam di Pilpres 2024
Kamis, 15 April 2021 - 14:13

Hasil Inspeksi BPOM: Proses Vaksin Nusantara Bermasalah
Kamis, 15 April 2021 - 14:10

Bupati Alfedri Ingin Manajemen PT BSP Tingkatkan Kinerja dan Performa Lebih Baik
Rabu, 14 April 2021 - 16:16

Tekan angka Stunting, Pemkab Siak Gelar Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Siak
Rabu, 14 April 2021 - 16:14

Rumah Yatim Riau Bagikan Hidangan Buka Puasa untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Rabu, 14 April 2021 - 16:11

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com