Intinya, pelaksanaan docking Kapal KN Pari ini gagal total. Pelaksanaan proyek  abal-abal dengan anggaran lima mil" />
Home
Kawasan Agus Salim Mulai Senin Ditata, Pedagang Sayur Pagi dan Kuliner Sore | Kaum Muda Bergerak Pulihkan Lingkungan Hidup | Begini Cara Pemkab Pelalawan Antisipasi Banjir 2022 | Din Syamsuddin Puji Putin yang Simpatik terhadap Islam | Jadi Pembicara di Forum SKK Migas Rasidah Alfedri "Atasi Stunting Perlu Kerjasama Semua Pihak" | KAMI Desak Pemerintah Hentikan Proses Hukum Jumhur-Anton dan Rehabilitasi Nama Syahga
Senin, 29 November 2021
/ Peristiwa / 14:53:12 / Sepulang Docking dari Jakarta, Kapal KN Pari "Terduduk" di Pelabuhan Dumai  /
Sepulang Docking dari Jakarta, Kapal KN Pari "Terduduk" di Pelabuhan Dumai 
Minggu, 10 Oktober 2021 - 14:53:12 WIB

 DUMAI  - Isu tak sedap menguap di Kantor Distrik Navigasi Dumai. Isu ini berkaitan dengan proyek docking kapal KN Pari tahun anggaran 2021 yang bernilai lima miliar lebih. 

Ditengarai bahwa pelaksanaan docking Kapal Negara (KN)  ini dikerjakan asal-asalan, sehingga hasilnya tak memuaskan. Proyek yang dikerjakan perusahaan pemenang tender dari Jakarta ini dinilai pemubaziran anggaran. Dimana proyek ini masih di bawah tanggung jawab Raymond, Kadisnav Dumai yang lama, yang kini sudah pindah ke Tanjung Priok, Jakarta. 

"Intinya, pelaksanaan docking Kapal KN Pari ini gagal total. Pelaksanaan proyek  abal-abal dengan anggaran lima miliar lebih, tidak sebanding dengan hasilnya. Lebih parah lagi bahwa sebelum naik dock, Kapal KN Pari masih bisa dibawa untuk kerja, setelah pulang docking dari Jakarta justru kini 'terduduk' tak bisa dibawa untuk operasional kerja," kata sumber riautrust.com yang tidak ingin disebutkan jati dirinya. 

Menurutnya, saat dalam perjalanan pulang dari docking, mesinnya "meledak". Padahal, mesinnya adalah mesin genset kwalitas nomor 1 merk baudouin. Begitu pula derec yang sudah diperbaiki justru jadi rusak-rusakan saat dibawa kerja. 

Selain soal mesin, kata dia, banyak dari pekerjaan docking yang tak  sesuai harapan. Namun,  yang kasat mata ada beberapa poin dapat dilihat, seperti penggantian tenda, pemotongan ambang palka, perluasan ruang anjungan, cuci lambung kapal dan pengecatannya, penggantian plat lambung buritan, dan banyak yang lainnya. 

Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK) Proyek Docking Kapal KN Pari Suroso ketika dikonfirmasi membantah informasi tersebut. Didampingi Kepala Kamar Mesin (KKM) KN Pari Syahrizal, dia menegaskan bahwa informasi tersebut adalah keliru dan seolah sengaja dibesar-besarkan. 

Suroso mengatakan kapal KN Pari masih bisa  jalan dan masih bisa dibawa kerja. Namun, diakuinya ada sedikit kendala di mesin. Hal ini dapat dimaklumi, karena Kapal KN Pari ini sudah tua, yaitu sejak tahun 1978.  Sementara mesin genset tidak masuk dalam ripper list. 

Diakuinya bahwa pekerjaan docking kali ini lebih banyak pada pergantian plat, perpipaan, pengecatan, dan lainnya. Dimana hal itu dinilai perlu diprioritaskan, karena Kapal KN Pari merupakan kapal tua. Masalah pelat bawah perlu dijaga. Sementara pengecatan, dimulai dari batas bawah hingga ke batas air.  

"Tidak benar mesin meledak sewaktu pulang docking. Memang sewaktu dalam perjalanan,  suara mesin mengerang. Kalau benar meledak, tentunya mesin jadi basepai. Ini kan tidak, akhirnya Kapal KN Pari kan sampai juga ke Dumai," ujar Syahrizal menambahkan. 

Menurutnya, selesai docking di Jakarta, KN Pari tidak langsung pulang ke Dumai, tapi sempat melaksanakan beberapa pekerjaan di beberapa wilayah kerja Distrik Navigasi Dumai, seperti di Kuala Enok dan Kuala Lajau.  Sewaktu perjalanan pulang usai melaksanakan beberapa pekerjaan itulah mesin sedikit mengalami kendala, tapi bukan meledak. Karena adanya suara mesin mengerang, maka distop dan beralih ke mesin yang satunya lagi. 

Syahrizal menegaskan lagi, jika pelaksanaan docking abal-abal,  maka dirinyalah yang paling khawatir dan takkan berani jalan untuk pulang ke Dumai,  karena menyangkut keselamatan nyawa. Sebab, pada perjalanan berlayar dari Jakarta ke Dumai bukan sedikit tantangan yang akan dihadapi dalam mengarungi luasnya samudra. 

Suroso menambahkan, sebenarnya jadwal docking kali ini sudah masuk jam kerja general overhaul, tapi karena anggaran terkena refocusing atau pemotongan anggaran, sehingga hal itu tak terlaksana. Kapal KN Pari terakhir docking pada tahun 2015 lalu. Kalau kapal negara, setiap empat tahun sekali harus dilakukan docking. 

Diakuinya, memang ada kendala di mesin kapal merk Baudouin buatan Prancis itu, terutama di bawah piston. Namun, pihaknya belum berani membongkarnya, karena harus benar-benar dikerjakan tenaga ahli. Pada pelaksanaan docking kemarin, kata Suroso, mesin tidak ikut diperbaiki.*[yus]

   
 
INFOTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN SIAK
Di Indonesia Bagian Barat Sumatera Hanya Kabupaten Siak Masuk Nominasi TPKAD Award
Selasa, 23 November 2021 - 20:02

Din Syamsuddin Siap Turun ke Jalan Lawan yang Berani Bubarkan MUI
Selasa, 23 November 2021 - 07:59

Erick Thohir: Toilet di SPBU Pertamina Harus Gratis
Selasa, 23 November 2021 - 07:56

Kasus Illegal Logging di Meranti Berlanjut, Dua Tersangka Ditangkap
Selasa, 23 November 2021 - 07:43

Hari Ke 7 Ops Zebra Lancang Kuning 2021,
Satlantas Polres Siak Berikan Reward Kepada Pengendara yang Patuh
Selasa, 23 November 2021 - 07:39

INFOTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN SIAK
Jalin Silaturahmi Siak Pelalawan, Bupati Alfedri Tanding Tenis dengan Bupati Zukri Misran
Senin, 22 November 2021 - 07:33

INFOTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN SIAK
Kampung Dayun, Kabupaten Siak Raih Juara 1 Desa Wisata Tingkat Provinsi Riau
Minggu, 21 November 2021 - 07:29

INFOTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN SIAK
Kabid IKPS Diskominfo Siak, Ikut Workshop
Sabtu, 20 November 2021 - 07:27

DPRD Gelar Paripurna Sempena HUT Kabupaten Pelalawan ke-22, “Sinergi Menuju Pelalawan Maju”
Jumat, 19 November 2021 - 05:54

Ketua BEM Unri Desak Rektor Tegas Terhadap Dekan Tersangka Pelecehan
Jumat, 19 November 2021 - 05:46

Dokter: Banyak Orang Tak Menyadari Sudah Gagal Jantung, Ini Penjelasannya
Jumat, 19 November 2021 - 05:41

INFOTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN SIAK
Bupati Alfedri Hadiri Haul Sulthonul Auliya Syech Abdul Qodir Al-Jilani ke-8882
Jumat, 19 November 2021 - 05:35

SMP Al Azhar 37 Pekanbaru Belajar Membatik di Dekranasda Siak
Jumat, 19 November 2021 - 05:31

Jauh Dari Pemukiman Warga, SDN 004 Kelas Jauh Simpang Koran Dibobol Maling
Kamis, 18 November 2021 - 06:33

Muslim Jerman Lawan Rasisme dan Islamofobia dengan Bersepeda
Kamis, 18 November 2021 - 05:46

Disdik Riau Kaji Penambahan Jam Belajar Tatap Muka
Kamis, 18 November 2021 - 05:38

KPK Konfirmasi Kakanwil BPN Riau Soal izin HGU dan Aliran Dana
Kamis, 18 November 2021 - 05:35

Program PISEW Kementerian PUPR Rehap Pasar Tradisional Rempak, Sabak Auh
Kamis, 18 November 2021 - 05:28

Bunda Paud Rasidah Alfedri Kunjungi TK Dharma Bakti Kampung Sialang Baru
Kamis, 18 November 2021 - 05:25

INFOTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN SIAK
EMP Malacca Strait, Taja Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata dan Ekowisata
Kamis, 18 November 2021 - 05:22

INFOTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN SIAK
Usul Pendirian Politeknik Negeri di Pekanbaru, Pemko Studi Banding ke Siak
Rabu, 17 November 2021 - 05:20

Pemkab Inhil MoU Bersama UIN Suska Riau tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi
Selasa, 16 November 2021 - 19:56

Dugaan Pelecehan di Unri Panen hujatan, Dewan: Tunggu Proses Hukum
Selasa, 16 November 2021 - 05:35

Rakerda Dibuka Syamsuar, Ferryandi Jadi Calon Tunggal dari Golkar untuk Inhil
Selasa, 16 November 2021 - 05:25

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com