Home
Kawasan Agus Salim Mulai Senin Ditata, Pedagang Sayur Pagi dan Kuliner Sore | Kaum Muda Bergerak Pulihkan Lingkungan Hidup | Begini Cara Pemkab Pelalawan Antisipasi Banjir 2022 | Din Syamsuddin Puji Putin yang Simpatik terhadap Islam | Jadi Pembicara di Forum SKK Migas Rasidah Alfedri "Atasi Stunting Perlu Kerjasama Semua Pihak" | KAMI Desak Pemerintah Hentikan Proses Hukum Jumhur-Anton dan Rehabilitasi Nama Syahga
Senin, 29 November 2021
/ Peristiwa / 19:25:46 / Ambruknya Turap Danau Tajwid, Plt Kadis PUPR Pelalawan dan Staf Dituntut 3 Tahun Penjara /
Ambruknya Turap Danau Tajwid, Plt Kadis PUPR Pelalawan dan Staf Dituntut 3 Tahun Penjara
Senin, 11 Oktober 2021 - 19:25:46 WIB

PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan, MD Rizal, dituntut hukuman penjara selama 3 tahun. MD Rizal dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi terkait ambruknya turap Danau Tajwid, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

Selain MD Rizal, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jumeiko, juga menuntut Tengku Pirda dengan hukuman yang sama. Tengku Pirda adalah tenaga honorer di PUPR Pelalawan sekaligus operator alat berat.

Pembacaan tuntutan dilakukan secara terpisah. Kedua terdakwa mengikuti persidangan dari Rutan Kelas I Pekanbaru sedangkan majelis hakim, JPU dan penasehat hukum berada di Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru.

Kedua terdakwa bersalah sesuai Pasal 10 huruf (a) Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP.

"Menyatakan terdakwa MD Rizal terbukti secara bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 10 huruf (a) Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP," ujar JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Dahlan.

Selain penjara, MD Rizal dan Tengku Pirda dituntut membayar denda masing-masing Rp100 juta. Dengan ketentuan, apabila denda tidak dibayar dapat diganti kurungan badan selama 6 bulan.

Atas tuntutan itu, kedua terdakwa melalui penasehat hukumnya mengajukan pembelaan atau pledoi. Majelis hakim mengagendakan sidang pembacaan pledoi pada Kamis (14/10/2021).

Dalam dakwaan JPU menyebutkan dugaan korupsi yang dilakukan MD Rizal dan Tengku Pirda, terjadi pada 12 September 2020, di lokasi Pekerjaan Paket I Revertmen. Sungai Kampar-Danau Tajwid di Kecamatan Langgam.

Berawal ketika pada 2018, Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan melalui saksi Hardian Syahputra selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), melakukan kontrak pekerjaan paket I Revertmen dengan Harimantua Dibata Siregar, Direktur PT Raja Oloan selaku kontraktor. Nilai kontrak Rp6.163.648.609 dengan waktu pelaksanaan 18 Oktober 2018 sampai dengan 31 Desember 2018.

Pada 27 Desember 2018, capaian pekerjaan 35,464 persen, dan dilakukan pencairan uang pekerjaan Paket I Revertmen kepada PT Raja Oloan Rp2.076.536.745. Oleh karena akan berakhir masa kontrak pekerjaan Paket I Revertmen tersebut pada 31 Desember 2018, namun pekerjaan belum terlaksana 100 persen.

"Atas hal itu, dilakukan addendum perpanjangan waktu selama 50 hari dari tanggal 1 Januari 2019 sampai dengan 19 Februari 2019 berdasarkan kontrak addendum No.614-PUPR-SDA/BANJIR/ADD.1-KTR/2018/29 tanggal 27 Desember 2018," ujar JPU.

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan Nomor : 614/PUPR-SDA/BANJIR/BAP/2019/001 tanggal 19 Februari 2019, pekerjaan Paket I Revertmen pada Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan 2018 tersebut telah selesai dilaksanakan 100 persen. Pekerjaan paket I Revertmen tersebut telah tercatat dan merupakan aset daerah Kabupaten Pelalawan.

Pekerjaan Paket I Revertmen pada Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2018 yang telah diselesaikan tersebut, tidak dilakukan pembayaran oleh Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan kepada saksi Hariman Tua Dibata Siregar, Direktur PT Raja Oloan atas sisa pekerjaan sebanyak 64,536 persen. Sisa pembayaran itu mencapai Rp4.087.112.864.

"Adapun alasannya, yakni fisik pekerjaan tidak dapat diukur secara nyata dan volume tidak dapat ditentukan (dihitung) bedasarkan hasil joint audit dengan Fakultas Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning," tutur JPU.

Dengan demikian, pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PT Raja Oloan, dinilai proggresnya belum selesai 100 persen. Padahal fisik pekerjaan telah dilaksanakan 100 persen sesuai kontrak, dan PT Raja Oloan selaku kontraktor tidak mendapatkan pembayaran atas sisa pekerjaan yang sudah dilaksanakan.

Akhirnya pada 14 Januari 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan pada Dinas PUPR, PPK Dinas PUPR dalam pekerjaan Paket I Revertmen Sungai Kampar–Danau Tajwid, digugat oleh PT Raja Oloan di Pengadilan Negeri Pelalawan. Ketika itu, diangkat MD Rizal selaku Plt Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan, terhitung 15 Juli 2020. Segala urusan dan tugas Dinas PUPR di sana, menjadi tanggung jawab MD Rizal.

Beberapa hari setelah MD Rizal menjabat, keluar putusan hakim Pengadilan Negeri Pelalawan No. 3/Pdt.G/2020/PN/Plw tanggal 21 Juli 2020 yang telah memeriksa perkara perdata antara PT Raja Oloan sebagai penggugat melawan Pemkab Pelalawan pada Dinas PUPR. Pengadilan memutuskan, menghukum tergugat yakni Pemkab Pelalawan pada Dinas PUPR, untuk membayar ganti kerugian kepada PT Raja Oloan sejumlah Rp4.087.112.864.

"Atas putusan Pengadilan Negeri Pelalawan itu, Pemerintah Kabupaten Pelalawan pada Dinas PUPR dan PPK pekerjaan Paket I Revertmen Sungai Kampar–Danau Tajwid, tetap tidak mau melaksanakan putusan tersebut. Kemudian, mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru pada tanggal 30 Juli 2020," jelas JPU.

Untuk memperkuat dasar atau alasan bahwa benar pembayaran Pekerjaan Paket I Revertmen pada dinas PUPR Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2018 tidak dapat dilakukan, yang dinilai fisik pekerjaan tidak dapat diukur secara nyata dan volume tidak dapat ditentukan (dihitung) berdasarkan hasil joint audit dengan Fakultas Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning, MD Rizal menghubungi terdakwa Tengku Pirda selaku Operator Excavator.

"Terdakwa MD Rizal memberi perintah pada terdakwa Tengku Pirda untuk membawa satu unit alat berat berupa ekskavator jenis long milik Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan ke lokasi pekerjaan Paket I Revertmen pada dinas PUPR Kabupaten Pelalawan.

"Terdakwa MD Rizal lalu mengarahkan Tengku Pirda untuk melakukan pengerukkan tanah sisi sebelah darat atau jalan sepanjang kurang lebih 15 meter. Kemudian mendorong bagian badan sheet pile dan capping beam dengan menggunakan ekskavator sehingga bagian badan sheetpile menjadi patah dan jatuh ke sungai, besi tulangan sheet pile putus dengan permukaan patah rata," jelas JPU.

Namun satu bagian potongan sheet pile masih tertancap dalam tanah dengan kondisi miring. Kemudian terdapat luka atau sayatan atau robekan pada bagian atas sheet pile, capping beam atau kepala turap ukuran 65x50 menjadi patah dan retak serta Tie Roddan batang sheet pileyang terhubung dengan baut/ nut terlepas dari batang sheet pile.

Atas hal tersebut, kondisi pekerjaan Paket I Revertmen menjadi hancur dan rusak, atau tidak dapat dipakai sebagaimana mestinya fungsi suatu pekerjaan turap. Seolah-olah hancur dan rusaknya, atau tidak dapat dipakainya turap tersebut adalah karena kesalahan PT Raja Oloan selaku Kontraktor Pelaksana.

"Padahal seharusnya, dijaga karena berada dalam penguasaan atau dikuasai oleh terdakwa MD Rizal yang menjabat selaku Pelaksana Tugas Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan," terang JPU.

Berdasarkan hasil laporan penelitian dari Prof Dr Ir H Sugeng Wiyono MMT A-Utama, selaku ahli fisik atau Guru Besar Teknik Sipil Universitas Islam Riau, yang telah melakukan penelitian dan pemeriksaan serta pengukuran pada tanggal 2 Februari 2021 terhadap hancurnya atau rusaknya pekerjaan Paket I Revertmen itu, memberikan kesimpulan penelitian atau pemeriksaan telah terjadi kerusakan bangunan turap.

Meskipun dengan telah dirusaknya atau dihancurkannya pekerjaan Paket I Revertmen (turap) tersebut, oleh terdakwa MD Rizal bersama Tengku Pirda, dengan maksud untuk membuktikan sebaliknya bahwa benar pekerjaan dimaksud tidak dapat dibayarkan.

Namun berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru justru menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Pelalawan agar Pemerintah Kabupaten Pelalawan pada Dinas PUPR, membayarkan sisa uang kontrak pekerjaan Paket I Revertmen Sungai Kampar–Danau Tajwid," papar JPU

Akibat perbuatan kedua terdakwa ditambahkan JPU, membutuhkan biaya pemulihan atau perbaikan untuk dapat kembali kepada kondisi semula sejumlah Rp369.817.700.

(CAKAPLAH)


   
 
INFOTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN SIAK
Di Indonesia Bagian Barat Sumatera Hanya Kabupaten Siak Masuk Nominasi TPKAD Award
Selasa, 23 November 2021 - 20:02

Din Syamsuddin Siap Turun ke Jalan Lawan yang Berani Bubarkan MUI
Selasa, 23 November 2021 - 07:59

Erick Thohir: Toilet di SPBU Pertamina Harus Gratis
Selasa, 23 November 2021 - 07:56

Kasus Illegal Logging di Meranti Berlanjut, Dua Tersangka Ditangkap
Selasa, 23 November 2021 - 07:43

Hari Ke 7 Ops Zebra Lancang Kuning 2021,
Satlantas Polres Siak Berikan Reward Kepada Pengendara yang Patuh
Selasa, 23 November 2021 - 07:39

INFOTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN SIAK
Jalin Silaturahmi Siak Pelalawan, Bupati Alfedri Tanding Tenis dengan Bupati Zukri Misran
Senin, 22 November 2021 - 07:33

INFOTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN SIAK
Kampung Dayun, Kabupaten Siak Raih Juara 1 Desa Wisata Tingkat Provinsi Riau
Minggu, 21 November 2021 - 07:29

INFOTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN SIAK
Kabid IKPS Diskominfo Siak, Ikut Workshop
Sabtu, 20 November 2021 - 07:27

DPRD Gelar Paripurna Sempena HUT Kabupaten Pelalawan ke-22, “Sinergi Menuju Pelalawan Maju”
Jumat, 19 November 2021 - 05:54

Ketua BEM Unri Desak Rektor Tegas Terhadap Dekan Tersangka Pelecehan
Jumat, 19 November 2021 - 05:46

Dokter: Banyak Orang Tak Menyadari Sudah Gagal Jantung, Ini Penjelasannya
Jumat, 19 November 2021 - 05:41

INFOTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN SIAK
Bupati Alfedri Hadiri Haul Sulthonul Auliya Syech Abdul Qodir Al-Jilani ke-8882
Jumat, 19 November 2021 - 05:35

SMP Al Azhar 37 Pekanbaru Belajar Membatik di Dekranasda Siak
Jumat, 19 November 2021 - 05:31

Jauh Dari Pemukiman Warga, SDN 004 Kelas Jauh Simpang Koran Dibobol Maling
Kamis, 18 November 2021 - 06:33

Muslim Jerman Lawan Rasisme dan Islamofobia dengan Bersepeda
Kamis, 18 November 2021 - 05:46

Disdik Riau Kaji Penambahan Jam Belajar Tatap Muka
Kamis, 18 November 2021 - 05:38

KPK Konfirmasi Kakanwil BPN Riau Soal izin HGU dan Aliran Dana
Kamis, 18 November 2021 - 05:35

Program PISEW Kementerian PUPR Rehap Pasar Tradisional Rempak, Sabak Auh
Kamis, 18 November 2021 - 05:28

Bunda Paud Rasidah Alfedri Kunjungi TK Dharma Bakti Kampung Sialang Baru
Kamis, 18 November 2021 - 05:25

INFOTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN SIAK
EMP Malacca Strait, Taja Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata dan Ekowisata
Kamis, 18 November 2021 - 05:22

INFOTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN SIAK
Usul Pendirian Politeknik Negeri di Pekanbaru, Pemko Studi Banding ke Siak
Rabu, 17 November 2021 - 05:20

Pemkab Inhil MoU Bersama UIN Suska Riau tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi
Selasa, 16 November 2021 - 19:56

Dugaan Pelecehan di Unri Panen hujatan, Dewan: Tunggu Proses Hukum
Selasa, 16 November 2021 - 05:35

Rakerda Dibuka Syamsuar, Ferryandi Jadi Calon Tunggal dari Golkar untuk Inhil
Selasa, 16 November 2021 - 05:25

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com