Home
Ketika Habib Rizieq dan Ustaz Somad Muncul di Survei Capres | Soal Kasus Habib Rizieq, Ini Solusi dari Jimly | Prabowo-Anies Lebih Menarik Ketimbang JK-Anies | Pj Bupati Inhil Buka Kemah Prestasi Terpadu Gerakan Pramuka | Jadi Tuan Rumah Djarum Sirnas Li-Ning Riau Open 2018, PBSI Riau Gelar Rapat Persiapan | Kapolres Inhil Terima Piagam Penghargaan dari Granat
Jum'at, 23 Februari 2018
/ SainsTech / 10:42:18 / Manusia Pertama di Bulan Akhirnya Buka Suara /
Manusia Pertama di Bulan Akhirnya Buka Suara
Kamis, 24 Mei 2012 - 10:42:18 WIB

Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di Bulan, namanya akan selalu diingat dari generasi ke generasi. Ditulis dengan tinta emas dalam sejarah penjelajahan manusia ke luar angkasa. Namun, tak banyak orang tahu, Neil Armstrong sangat sulit diwawancarai.

Adalah Direktur CEO Certified Practicing Accountants (CPA) Australia, Alex Malley yang berhasil membuat Sang Astronot buka mulut selama satu jam, salah satu tentang perjalanannya ke Bulan.

Dalam video wawancara yang diunggah ke situs CPA, Armstrong membuka rahasia, bagaimana dulu ia berpikir, misi Apollo 11 yang berhasil membawanya ke Bulan hanya punya peluang 50 persen untuk mendarat ke permukaan satelit Bumi itu. Juga tentang kekecewaannya pada ambisi Pemerintah AS terkait Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tak seantusias pada tahun 1960-an.

Padahal, "NASA menjadi salah satu investasi publik yang paling berhasil dalam hal memotivasi siswa untuk berbuat yang terbaik untuk meraih apa yang bisa mereka capai," kata Armstrong seperti dimuat Guardian, 23 Mei 2012.

Saat masih kecil, ia mengaku terpesona dengan kata "penerbangan". "Sejak aku di sekolah dasar. Karena itulah aku ingin masuk ke dunia itu," dia menambahkan.

Impian Armstrong untuk terbang tercapai. Ia menjadi pilot pesawat tempur di Perang Korea, dan bekerja menjadi pilot tes saat Presiden John F Kennedy mengeluarkan tantangan pada ilmuwan untuk menerbangkan manusia ke Bulan pada 1962 silam.

Kala itu, AS baru bisa mengirim Alan Sheppard 100 mil di atas permukaan Bumi selama 20 menit. "Kesenjangan antara 20 menit di atas Bumi dengan ambisi ke Bulan adalah sesuatu yang hampir di luar dugaan secara teknis kala itu," kata dia.

Setelah itu, selama bertahun-tahun, NASA mengembangkan misi Apollo. "Sebulan sebelum peluncuran Apollo 11, kami sangat percaya diri mencoba turun ke permukaan Bulan," kata dia. "Saat itu, aku berfikir kami memiliki peluang 90 persen untuk kembali ke Bumi dengan selamat, namun peluang untuk mendarat dalam percobaan perdana hanya 50 persen."

Kala itu, ada banyak hal yang tidak diketahui tentang orbit Bulan dan kondisi permukaannya. "Jika ada sesuatu yang tak kami mengerti saat itu, kami harus membatalkan misi dan pulang ke Bumi tanpa melakukan pendaratan."

Saat Armstrong dan Buzz Aldrin mengendalikan pesawat Eagle ke permukaan Bulan, kemudi otomatis yang dikendalikan komputer berniat menurunkan mereka ke wilayah pinggir kawah besar dengan lereng terjal dengan batu-batu besar. "Bukan tempat yang baik untuk melakukan pendaratan," kata Armstrong.

Lalu, ia mengambil alih kemudi dan menerbangkan pesawat secara manual. "Aku menerbangkannya seperti helikopter ke arah barat, ke wilayah yang lebih halus yang tak banyak batunya, sebelum bahan bakar habis," cerita dia. Bahan bakar yang tersisa hanya bisa digunakan untuk terbang selama 20 detik.

Saat para astronot mendarat ke Bulan, ia menggumamkan kalimatnya yang abadi, "satu langkah kecil bagi seorang manusia, sebuah lompatan besar bagi umat manusia."
Apa yang ia rasakan dan pikirkan saat itu? Armstrong mengatakan, ada banyak yang harus dikerjakan saat itu ketimbang berpikir atau bermeditasi tentang keberadaannya.

Kini bertahun-tahun setelah keberhasilannya meninggalkan tapak kaki di Bulan, Armstrong mengaku sedih dengan posisi NASA yang dikendalikan pemerintah. "Kita ada dalam situasi di mana Kongres dan Gedung Putih saling memaksakan pendapat mereka tentang penjelajahan luar angkasa. NASA bagai shuttlecock," kata dia.

Sementara, Malley yang mewawancara Armstrong tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada astronot itu. "Aku tahu satu hal orang tak tahu tentang Armstrong: ayahnya seorang auditor," kata dia. "Bagi seorang pemimpin atau yang ingin menjadi pemimpin, mendengarkan ucapan Neil Armstrong lebih baik dari mendengarkan kuliah MBA yang ada saat ini," kata dia. (viv/zak)

   
 
Budi Gunawan Diisukan Jadi Cawapres, Ini Penjelasan PDIP
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:46

Alfedri Minta Semua Pihak Waspada Ancaman Karlahut
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:37

Kebakaran 5 Ha Lahan Gambut Kampung Penyengat Berhasil Dipadamkan
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:34

Forkompinda Bahas Sejumlah Isu Penting yang Terjadi Dalam Sebulan
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:31

Sebulan Berhenti, Bus Damri Jurusan Siak-Kandis Kembali Dioperasikan
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:23

Habib Rizieq: Saya Akan Umumkan Sendiri Kepulangan Saya
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:18

Anies Dukung Sudirman Said di Pilgub Jateng
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:15

Kasus Penyerangan Ulama, Ini Komentar Habib Rizieq
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:12

Habib Rizieq Sudah Sempat Pesan Tiket Kepulangan
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:08

Polri Minta MUI Dinginkan Gejolak Umat Islam soal Penyerangan Pemuka Agama
Kamis, 22 Februari 2018 - 07:45

Pj Bupati Inhil Ikuti Rakornas Persiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018
Rabu, 21 Februari 2018 - 21:56

Alumni Al-Azhar Sebut TGB Tepat Memimpin Indonesia
Rabu, 21 Februari 2018 - 21:50

99,9 Persen PK Ahok Bakal Ditolak
Rabu, 21 Februari 2018 - 21:42

Perayaan "Perang Air" di Selatpanjang Berlangsung Meriah
Rabu, 21 Februari 2018 - 21:31

Panen Padi Perdana, Koramil Tempuling Hasilkan Rata-Rata 2 Ton per Hektare
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:59

1.125 Koperasi di Riau Terancam Dibubarkan, Meninggalkan Masalah
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:53

Pertalite Riau Termahal se-Indonesia, DPRD Bentuk Pansus Pajak Bahan Bakar
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:45

Menutup Open Tournament, Ini Kata Alfedri
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:41

Memasuki Kemarau, Plt Bupati Siak Himbau Masyarakat Bahaya Karhutla
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:38

PSMTI Galang Dana se- Indonesia Atas Nama Paguyuban
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:35

Polres Inhil Silaturrahmi Kamtibmas dengan Tokoh Agama dan Masyarakat
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:30

Serangan ke Ulama, ICMI Minta Polisi Bertindak Profesional
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:48

Umumkan Batal Pulang, Rizieq Shihab Singgung PK Ahok
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:41

Septina : Ustadz Abdul Somad Kebanggaan Riau
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:35

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com