Home
Bupati Kampar Tinjau Langsung Kondisi Pedesaan | 75 Persen Habitat Harimau dan Gajah ada Dalam Kawasan Konsesi Perusahaan di Riau | Kornas #2019GantiPresiden Minta Jokowi Tidak Nyapres | #2019GantiPresiden, Gerakan Yang Tidak Ingin Kehancuran Berlanjut | Kwik Kian Gie: Presiden Harus Berani Keluarkan Dekrit | Eks Relawan Jokowi: "Bantuan Langsung Lempar" Buat Rakyat Seperti Binatang
Rabu, 25 April 2018
/ SainsTech / 10:42:18 / Manusia Pertama di Bulan Akhirnya Buka Suara /
Manusia Pertama di Bulan Akhirnya Buka Suara
Kamis, 24 Mei 2012 - 10:42:18 WIB

Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di Bulan, namanya akan selalu diingat dari generasi ke generasi. Ditulis dengan tinta emas dalam sejarah penjelajahan manusia ke luar angkasa. Namun, tak banyak orang tahu, Neil Armstrong sangat sulit diwawancarai.

Adalah Direktur CEO Certified Practicing Accountants (CPA) Australia, Alex Malley yang berhasil membuat Sang Astronot buka mulut selama satu jam, salah satu tentang perjalanannya ke Bulan.

Dalam video wawancara yang diunggah ke situs CPA, Armstrong membuka rahasia, bagaimana dulu ia berpikir, misi Apollo 11 yang berhasil membawanya ke Bulan hanya punya peluang 50 persen untuk mendarat ke permukaan satelit Bumi itu. Juga tentang kekecewaannya pada ambisi Pemerintah AS terkait Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tak seantusias pada tahun 1960-an.

Padahal, "NASA menjadi salah satu investasi publik yang paling berhasil dalam hal memotivasi siswa untuk berbuat yang terbaik untuk meraih apa yang bisa mereka capai," kata Armstrong seperti dimuat Guardian, 23 Mei 2012.

Saat masih kecil, ia mengaku terpesona dengan kata "penerbangan". "Sejak aku di sekolah dasar. Karena itulah aku ingin masuk ke dunia itu," dia menambahkan.

Impian Armstrong untuk terbang tercapai. Ia menjadi pilot pesawat tempur di Perang Korea, dan bekerja menjadi pilot tes saat Presiden John F Kennedy mengeluarkan tantangan pada ilmuwan untuk menerbangkan manusia ke Bulan pada 1962 silam.

Kala itu, AS baru bisa mengirim Alan Sheppard 100 mil di atas permukaan Bumi selama 20 menit. "Kesenjangan antara 20 menit di atas Bumi dengan ambisi ke Bulan adalah sesuatu yang hampir di luar dugaan secara teknis kala itu," kata dia.

Setelah itu, selama bertahun-tahun, NASA mengembangkan misi Apollo. "Sebulan sebelum peluncuran Apollo 11, kami sangat percaya diri mencoba turun ke permukaan Bulan," kata dia. "Saat itu, aku berfikir kami memiliki peluang 90 persen untuk kembali ke Bumi dengan selamat, namun peluang untuk mendarat dalam percobaan perdana hanya 50 persen."

Kala itu, ada banyak hal yang tidak diketahui tentang orbit Bulan dan kondisi permukaannya. "Jika ada sesuatu yang tak kami mengerti saat itu, kami harus membatalkan misi dan pulang ke Bumi tanpa melakukan pendaratan."

Saat Armstrong dan Buzz Aldrin mengendalikan pesawat Eagle ke permukaan Bulan, kemudi otomatis yang dikendalikan komputer berniat menurunkan mereka ke wilayah pinggir kawah besar dengan lereng terjal dengan batu-batu besar. "Bukan tempat yang baik untuk melakukan pendaratan," kata Armstrong.

Lalu, ia mengambil alih kemudi dan menerbangkan pesawat secara manual. "Aku menerbangkannya seperti helikopter ke arah barat, ke wilayah yang lebih halus yang tak banyak batunya, sebelum bahan bakar habis," cerita dia. Bahan bakar yang tersisa hanya bisa digunakan untuk terbang selama 20 detik.

Saat para astronot mendarat ke Bulan, ia menggumamkan kalimatnya yang abadi, "satu langkah kecil bagi seorang manusia, sebuah lompatan besar bagi umat manusia."
Apa yang ia rasakan dan pikirkan saat itu? Armstrong mengatakan, ada banyak yang harus dikerjakan saat itu ketimbang berpikir atau bermeditasi tentang keberadaannya.

Kini bertahun-tahun setelah keberhasilannya meninggalkan tapak kaki di Bulan, Armstrong mengaku sedih dengan posisi NASA yang dikendalikan pemerintah. "Kita ada dalam situasi di mana Kongres dan Gedung Putih saling memaksakan pendapat mereka tentang penjelajahan luar angkasa. NASA bagai shuttlecock," kata dia.

Sementara, Malley yang mewawancara Armstrong tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada astronot itu. "Aku tahu satu hal orang tak tahu tentang Armstrong: ayahnya seorang auditor," kata dia. "Bagi seorang pemimpin atau yang ingin menjadi pemimpin, mendengarkan ucapan Neil Armstrong lebih baik dari mendengarkan kuliah MBA yang ada saat ini," kata dia. (viv/zak)

   
 
PPK Tembilahan Hulu Laksanakan Gerak Jalan Santai
Senin, 23 April 2018 - 23:12

Sekda Inhil: Perjuangan RA Kartini Diharapkan Menjadi Motivasi bagi Kaum Perempuan
Senin, 23 April 2018 - 23:09

Ketua Kosgoro Inhil Ikuti Orientasi Fungsionaris Golkar Riau
Senin, 23 April 2018 - 23:06

Muslimat NU Inhil Ajak Masyarakat Mampu dan Perusahaan Peduli Sesama
Senin, 23 April 2018 - 17:28

Pamsimas Desa Tanjung Darul Takzim Belum Rampung, Ini Jawaban Kades
Senin, 23 April 2018 - 17:22

Fahri Hamzah: Perpres Hanya Legalkan Pekerja Kasar Asing Masuk Indonesia
Senin, 23 April 2018 - 17:04

Bagi-bagi Sembako Jurus Jokowi Agar Kembali Terpilih
Senin, 23 April 2018 - 17:00

Prabowo Oke, Anies Oke Dan Gatot Juga Oke: Tanggapan Untuk Denny JA
Senin, 23 April 2018 - 16:54

Kerja Puluhan Tahun Diselesaikan Tiga Tahun, Bulan Ini RTRW Riau Diprediksi Tuntas
Senin, 23 April 2018 - 16:40

Panwaslu Dalami Dugaan Politik Uang Cagubri di Bengkalis
Senin, 23 April 2018 - 16:34

Akan Tenggelamkan Empat Desa, Mahasiswa Tolak Pembangunan Waduk Rokan
Senin, 23 April 2018 - 16:31

Melemah, Hari Ini Rupiah Nyaris Tembus Rp14.000/USD
Senin, 23 April 2018 - 16:28

Banyak Dukungan, Gatot Nurmantyo Diminta Cepat Cari Parpol
Senin, 23 April 2018 - 16:26

Elemen Masyarakat Siak Ramaikan Acara Haul Sultan Siak
Senin, 23 April 2018 - 16:10

Pascapenangkapan Harimau Bonita, BBKSDA Riau Tetap Pertahankan Tim untuk Patroli
Senin, 23 April 2018 - 16:03

Terbongkar Praktek Aborsi di Inhu, Sudah Praktek sejak 2017
Senin, 23 April 2018 - 11:55

Pengamat: Aher Kader PKS yang Tepat Dampingi Prabowo
Senin, 23 April 2018 - 11:48

Bupati Meranti Buka MTQ Ke-10 Tingkat Kecamatan Tebing Tinggi
Senin, 23 April 2018 - 11:41

Jelang Ramadhan, Plt Gubri Tinjau Pasar Pusat Pekanbaru
Senin, 23 April 2018 - 11:39

Anies Diserbu Anak-Anak Turki
Senin, 23 April 2018 - 11:30

Pengamat: Anies Bisa Tingkatkan Elektabilitas Prabowo
Senin, 23 April 2018 - 11:23

Gerindra Incar Kursi Ketua DPRD Dumai di Pileg 2019
Senin, 23 April 2018 - 11:18

Populasi Harimau Sumatera Ditaksir Tinggal 400 Ekor
Minggu, 22 April 2018 - 06:59

Pekanbaru Hujan Deras, Polantas Bantu Pengendara Yang Terjebak Banjir
Minggu, 22 April 2018 - 06:56

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com