Home
HTI RAPP Berhenti Beroperasi, Pemkab Siak Mulai Kaji Ancaman PHK | Ribut Pribumi karena Ada yang Membuka Jin dari Botol | Dukung Program Pusat,Pemkab Inhil Persiapkan Penerapan Transaksi Non Tunai | Jokowi Menikmati Manuver Gatot, Buktinya Sampai Sekarang Tidak Dipecat | Tolak Perppu Ormas, Gerindra Kompori Parpol Koalisi Pemerintah | Margarito: Densus Tipikor Akan Menguntungkan Jokowi
Sabtu, 21 Oktober 2017
/ Peristiwa / 21:09:57 / Safety Tak Standar Penyebab Kecelakaan Kerja PT RAPP /
Safety Tak Standar Penyebab Kecelakaan Kerja PT RAPP
Kamis, 13 September 2012 - 21:09:57 WIB

PANGKALAN KERINCI - Kecelakaan kerja yang menimpa karyawan PT. Riau Prima Energi (RPE) / PT RAPP yang menyebabkan korbanmeninggal dunia dan tiga karyawan rekanan PT Naga Berlian Sejati (NBS) yang harus diopname karena gangguan pernafasan.

Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kecelakaan terjadi pada saat keempat orang korban menjalankan tugas pengisian bahan kimia Sulfamic Acid kedalam tangki untuk pembersihan pipa Green Liquor, karyawan RPE dan ketiga karyawan rekanan tidak dalam safety standar kerja yang dianjurkan, namun hanya menggunakan masker biasa.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga kerja Kabupaten Pelalawan, Nasri FE kepada wartawan, Kamis (13/9) di kantornya usai menerima perwakilan PT RPE yang menyampaikan laporan kecelakaan kerja yang terjadi Senin dini hari.

"Informasi yang kita dengar dari mereka bahwa saat kejadian karyawan tersebut menggunakan masker biasa, bukan masker standar khusus untuk bahan bahan kimia berbahaya," jelasnya.

Ditambahkan Nasri, dari laporan pihak perusahaan kepdanya, safety standar untuk antisipasi zat kimia berbahaya sudah disediakan perusahaan, namun karena karyawan dilapangan sudah terbiasa dengan masker ala kadarnya, sehingga kecelakaan kerja seperti itu tidak terelakkan lagi.

"Dari pihak perusahaan melaporkan bahwa sudah menyediakan safety standar namun karena sudah terbiasa dengan masker yang biasa, hingga akibatnya seperti ini," lanjutnya.

Padahal tempat terjadinya kecelakaan bukan didalam ruangan yang memiliki dampak yang cukup besar dan reaksi kimia yang cepat terhadap orang menghirup udara dalam ruangan tersebut, namun kejadiannya di ruangan terbuka.

"Kejadiannya itu diruangan tertutup, melainkan di ruangan terbuka, hanya saja safetynya yang standar hingga menyebabkan korban meninggal akibat menghirup zat kimia Sulfamic Acid," kata Nasri.

Setelah mendapatkan laporan adanya kecelakaan kerja di PT RPE, ditambahkan Nasri, pihaknya sebenarnya ingin meninjau tempat kejadian, namun saat ini di TKP tengah dipasang police line menandakan masih berada dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Sebenarnya saya mau kesana meninjau lokasi kejadian, karena masih terpasang police line jadi saya tunggu saja sampai selesainya penyelidikan oleh pihak kepolisian, siap itu baru kita masuk," imbuh Nasri.

Sebelumnya, pihak RPE yang diwakili oleh EIR Head, R Elwan Sumantri didampingi GA Head, Jazril menyerahkan laporan kecelakaan kerja di PT RPE kepada Kadisnakertrans Kabupaten Pelalawan Nasri FE. Di dalam laporan yang disampaikan RPE disebutkan bahwa kecelakaan terjadi pada saat pengisian bahan kimia Sulfamic Acid kedalam tangki untuk pembersihan pipa Green Liquor pada hari Senin (10/9/12) pada pukul 01.30 WIB dini hari.

Tempat kejadian disebutkan pada FLS Station Evaporator Plant sedangkan penyebab terjadinya kecelakaan, didalam laporan RPE disebutkan bahwa masih didalam penyelidikan/investigasi. PT RPE juga melaporkan nama-nama yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut yakni Agus Siswanto dengan No ID 10010684 karyawan RPE, sedangakn ketiga korban lainnya M Jimmy (38), Nofrizal (24) dan Umay (18) merupakan karyawan perusahaan rekanan PT Naga Berlian Sejati yang saat ini masih di rawat di RS.

Kepada wartawan Elwan mengatakan, maksud kedatangannya ke Disnakertrans untuk melaporkan kecelakaan kerja yang terjadi di PT RPE disertai dengan kronologis singkat kejadian. "Kedatangan kita untuk melaporkan telah terjadinya kecelakaan kerja di RPE ke Disnakertrans, dengan nama korban dan kronolisnya," ujar Elwan.

Mengingat kecelakaan terjadi pada Senin dini hari namun baru dilaporkan pada Rabu ke Disnakertrans Pelalawan, Elwan berkilah bahwa sebelumnya kasus kecelakaan kerja itu tengah disidik oleh pihak kepolisian.

"Kemaren dalam penyelidikan kepolisian dan hari ini kita laporkan ke Disnakertrans," kilah Elwan. Saat diminta menjelaskan kronologis kejadian secara rinci, Elwan enggan menjelaskan dengan beralasan bahwa telah disidk secara detail oleh kepolisian, "secara detailnya telah disidik oleh polisi,".

Ketika diminta penjelasan bagaimana kecelakaan bisa terjadi, apakah disebabkan oleh kelalaian karyawan atau safety yang disediakan perusahaan tidak sesuai standar yang ditetapkan? Elwan enggan berkomentar.

"Saya hanya bagian hubungan industrial, masalah penyebab kecelakaan saya tidak bisa menjawabnya," pungkasnya. (pan)

   
 
Ketum Golkar Dikabarkan Retujui Duet Andi-Suyatno
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:54

PILPRES 2019: AHY Kandidat Terkuat Demokrat
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:49

KPK Diingatkan Tak Gegabah Tetapkan Setya Novanto Sebagai Tersangka
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:43

Ngadu ke Bawaslu, PBB Yakin Penuhi Persyaratan KPU
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:36

Allah Menangguhkan Azab Para Pendosa
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:27

Jalan Rusak, Rute "Tour de Siak" Hingga Malaka Dibatalkan
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:25

Motif Ombak Bono Dalam Batik Raup Omzet Hingga Rp300 Juta
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:23

Pulau-pulau Reklamasi Sebaiknya Dijadikan Pangkalan Militer
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:15

Keliru Anies Dilaporkan Ke Polisi
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:11

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Tikus, BC Selatpanjang Tutup Mata?
Jumat, 20 Oktober 2017 - 15:52

Pemerintah Jokowi Dinilai Menjauh dari Cita-cita Reformasi
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:44

Qualcomm Pamer Smartphone 5G Pertama
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:40

Walhi Kasih Saran Kepada Anies Terkait Reklamasi
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:36

RAPP Terancam Setop Operasi
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:27

Terlanjur Pamer Aurat di Sosial Media
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:22

Orang Indonesia Paling Sering Plesir ke Singapura
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:19

Nokia 7 Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5,1 Juta
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:14

Pemko Dumai Targetkan 4.000 Wanita Menikah Lakukan Pemeriksaan Kanker Serviks
Jumat, 20 Oktober 2017 - 07:59

Sadis, Suami Kapak Istrinya Hingga Tewas di Desa Muara Takus
Jumat, 20 Oktober 2017 - 07:55

Tersandung Korupsi Lampu Jalan Pekanbaru, Dua Anggota LSM Ditahan
Jumat, 20 Oktober 2017 - 07:49

Alumni ITB Bantah Klaim Luhut, Hasil Kajian Tolak Reklamasi
Kamis, 19 Oktober 2017 - 22:01

Valentino Rossi Sebut Yamaha dalam Situasi Sulit
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:58

Hutan Tanaman Industri Berhenti Operasi, RAPP Terancam Tutup
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:52

Anies Kembali Dilaporkan ke Bareskrim Polri
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:50

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com