Home
Hotman: SMS Hary Tanoe Berisi Bahasa Idealisme Bukan Ancaman | Gubri Siap Lepas Ribuan Peserta Pawai Takbir | Rusak Berat, Pemudik Keluhkan Kondisi Jalan Menuju Pelabuhan Tanjung Buton | Ramalan Jack Ma Tentang Pekerjaan Bergaji Tinggi di Masa Depan | Siap-siap Basah! Seluruh Riau Berpeluang Diguyur Hujan Jelang Shalat Ied | Amien Rais akan Berlebaran di Pekanbaru
Senin, 26 Juni 2017
/ Peristiwa / 21:09:57 / Safety Tak Standar Penyebab Kecelakaan Kerja PT RAPP /
Safety Tak Standar Penyebab Kecelakaan Kerja PT RAPP
Kamis, 13 September 2012 - 21:09:57 WIB

PANGKALAN KERINCI - Kecelakaan kerja yang menimpa karyawan PT. Riau Prima Energi (RPE) / PT RAPP yang menyebabkan korbanmeninggal dunia dan tiga karyawan rekanan PT Naga Berlian Sejati (NBS) yang harus diopname karena gangguan pernafasan.

Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kecelakaan terjadi pada saat keempat orang korban menjalankan tugas pengisian bahan kimia Sulfamic Acid kedalam tangki untuk pembersihan pipa Green Liquor, karyawan RPE dan ketiga karyawan rekanan tidak dalam safety standar kerja yang dianjurkan, namun hanya menggunakan masker biasa.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga kerja Kabupaten Pelalawan, Nasri FE kepada wartawan, Kamis (13/9) di kantornya usai menerima perwakilan PT RPE yang menyampaikan laporan kecelakaan kerja yang terjadi Senin dini hari.

"Informasi yang kita dengar dari mereka bahwa saat kejadian karyawan tersebut menggunakan masker biasa, bukan masker standar khusus untuk bahan bahan kimia berbahaya," jelasnya.

Ditambahkan Nasri, dari laporan pihak perusahaan kepdanya, safety standar untuk antisipasi zat kimia berbahaya sudah disediakan perusahaan, namun karena karyawan dilapangan sudah terbiasa dengan masker ala kadarnya, sehingga kecelakaan kerja seperti itu tidak terelakkan lagi.

"Dari pihak perusahaan melaporkan bahwa sudah menyediakan safety standar namun karena sudah terbiasa dengan masker yang biasa, hingga akibatnya seperti ini," lanjutnya.

Padahal tempat terjadinya kecelakaan bukan didalam ruangan yang memiliki dampak yang cukup besar dan reaksi kimia yang cepat terhadap orang menghirup udara dalam ruangan tersebut, namun kejadiannya di ruangan terbuka.

"Kejadiannya itu diruangan tertutup, melainkan di ruangan terbuka, hanya saja safetynya yang standar hingga menyebabkan korban meninggal akibat menghirup zat kimia Sulfamic Acid," kata Nasri.

Setelah mendapatkan laporan adanya kecelakaan kerja di PT RPE, ditambahkan Nasri, pihaknya sebenarnya ingin meninjau tempat kejadian, namun saat ini di TKP tengah dipasang police line menandakan masih berada dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Sebenarnya saya mau kesana meninjau lokasi kejadian, karena masih terpasang police line jadi saya tunggu saja sampai selesainya penyelidikan oleh pihak kepolisian, siap itu baru kita masuk," imbuh Nasri.

Sebelumnya, pihak RPE yang diwakili oleh EIR Head, R Elwan Sumantri didampingi GA Head, Jazril menyerahkan laporan kecelakaan kerja di PT RPE kepada Kadisnakertrans Kabupaten Pelalawan Nasri FE. Di dalam laporan yang disampaikan RPE disebutkan bahwa kecelakaan terjadi pada saat pengisian bahan kimia Sulfamic Acid kedalam tangki untuk pembersihan pipa Green Liquor pada hari Senin (10/9/12) pada pukul 01.30 WIB dini hari.

Tempat kejadian disebutkan pada FLS Station Evaporator Plant sedangkan penyebab terjadinya kecelakaan, didalam laporan RPE disebutkan bahwa masih didalam penyelidikan/investigasi. PT RPE juga melaporkan nama-nama yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut yakni Agus Siswanto dengan No ID 10010684 karyawan RPE, sedangakn ketiga korban lainnya M Jimmy (38), Nofrizal (24) dan Umay (18) merupakan karyawan perusahaan rekanan PT Naga Berlian Sejati yang saat ini masih di rawat di RS.

Kepada wartawan Elwan mengatakan, maksud kedatangannya ke Disnakertrans untuk melaporkan kecelakaan kerja yang terjadi di PT RPE disertai dengan kronologis singkat kejadian. "Kedatangan kita untuk melaporkan telah terjadinya kecelakaan kerja di RPE ke Disnakertrans, dengan nama korban dan kronolisnya," ujar Elwan.

Mengingat kecelakaan terjadi pada Senin dini hari namun baru dilaporkan pada Rabu ke Disnakertrans Pelalawan, Elwan berkilah bahwa sebelumnya kasus kecelakaan kerja itu tengah disidik oleh pihak kepolisian.

"Kemaren dalam penyelidikan kepolisian dan hari ini kita laporkan ke Disnakertrans," kilah Elwan. Saat diminta menjelaskan kronologis kejadian secara rinci, Elwan enggan menjelaskan dengan beralasan bahwa telah disidk secara detail oleh kepolisian, "secara detailnya telah disidik oleh polisi,".

Ketika diminta penjelasan bagaimana kecelakaan bisa terjadi, apakah disebabkan oleh kelalaian karyawan atau safety yang disediakan perusahaan tidak sesuai standar yang ditetapkan? Elwan enggan berkomentar.

"Saya hanya bagian hubungan industrial, masalah penyebab kecelakaan saya tidak bisa menjawabnya," pungkasnya. (pan)

   
 
Bareskrim Cekal HT Bepergian ke Luar Negeri
Jumat, 23 Juni 2017 - 23:02

Paspor Habib Rizieq Bakal Dicabut...
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:57

Pemerintah Tetapkan Harga BBM Baru, Cek Daftarnya
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:52

Malam Ini Jemaah Naqsabandiyah Takbiran
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:49

Warga: Ini Banjir Paling Parah di Pekanbaru
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:45

Hary Tanoe Ditetapkan Sebagai Tersangka
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:39

Penting Pilih Bahan Makanan Sehat dan Terjamin
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:32

Pilot Terjebak Banjir Pekanbaru, Dua Pesawat Terlambat Terbang
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:31

Banjir Terus Genangi Daerah Sepanjang Sungai Sail Pekanbaru
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:27

Gubernur: Solusi Banjir Pekanbaru Butuh Koordinasi Semua Pihak
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:24

Geger Pria Diduga Kades di Mojokerto Tidur di Atas Tumpukan Uang
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:19

Basement Grand Central Hotel Pekanbaru Tergenang Air Setinggi 2 Meter Lebih
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:15

Sisir Tempat Keramaian, Polda Riau Tekan Angka Premanisme Jelang Lebaran
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:13

Alasan Ahok Harus Dipindah dari Mako Brimob Versi IPW
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:59

Jamaah Naqsabandiyah Jalani Puasa Hari Terakhir
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:52

Jasa Penyewaan Mobil 'Banjir' Rezeki Tahunan
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:44

Arab Buat 13 Tuntutan untuk Qatar, Termasuk Tutup Aljazirah
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:41

Kecelakaan di Jalan Mulus, Empat Warga Riau Meninggal Dunia di Jambi
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:31

Banjir Jadi Kado HUT Pekanbaru ke 233
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:27

Mohamed Salah, Pemain Termahal Sepanjang Sejarah Liverpool
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:25

Berani, Turki Kirim Tentara dan Mobil Lapis Baja ke Qatar
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:22

Petinggi PKS Heran Ahok Masih Ditahan di Mako Brimob
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:20

Gubri Minta Pariwisata Pekanbaru Lebih Menggeliat
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:17

Batalkah Puasa Wajib tanpa Udzur? Ini Hukumnya!
Jumat, 23 Juni 2017 - 09:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com