Home
Menkominfo Tegaskan Instagram Ustaz Abdul Somad Tak Diblokir | Fadli Zon: Gerindra 100 Persen Capreskan Prabowo | Imigrasi Bagansiapiapi Optimalkan Pengawasan Orang Asing | ESDM Setujui PI 10 Persen Wilayah Kerja Siak Dikelola Riau Petroleum | Akun Instagram Ustaz Abdul Somad Kembali Bisa Diakses | Revisi Harga Pertalite Riau, Legislator Ini Nilai Tak Perlu Pakai Pansus
Senin, 26 Februari 2018
/ Peristiwa / 21:09:57 / Safety Tak Standar Penyebab Kecelakaan Kerja PT RAPP /
Safety Tak Standar Penyebab Kecelakaan Kerja PT RAPP
Kamis, 13 September 2012 - 21:09:57 WIB

PANGKALAN KERINCI - Kecelakaan kerja yang menimpa karyawan PT. Riau Prima Energi (RPE) / PT RAPP yang menyebabkan korbanmeninggal dunia dan tiga karyawan rekanan PT Naga Berlian Sejati (NBS) yang harus diopname karena gangguan pernafasan.

Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kecelakaan terjadi pada saat keempat orang korban menjalankan tugas pengisian bahan kimia Sulfamic Acid kedalam tangki untuk pembersihan pipa Green Liquor, karyawan RPE dan ketiga karyawan rekanan tidak dalam safety standar kerja yang dianjurkan, namun hanya menggunakan masker biasa.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga kerja Kabupaten Pelalawan, Nasri FE kepada wartawan, Kamis (13/9) di kantornya usai menerima perwakilan PT RPE yang menyampaikan laporan kecelakaan kerja yang terjadi Senin dini hari.

"Informasi yang kita dengar dari mereka bahwa saat kejadian karyawan tersebut menggunakan masker biasa, bukan masker standar khusus untuk bahan bahan kimia berbahaya," jelasnya.

Ditambahkan Nasri, dari laporan pihak perusahaan kepdanya, safety standar untuk antisipasi zat kimia berbahaya sudah disediakan perusahaan, namun karena karyawan dilapangan sudah terbiasa dengan masker ala kadarnya, sehingga kecelakaan kerja seperti itu tidak terelakkan lagi.

"Dari pihak perusahaan melaporkan bahwa sudah menyediakan safety standar namun karena sudah terbiasa dengan masker yang biasa, hingga akibatnya seperti ini," lanjutnya.

Padahal tempat terjadinya kecelakaan bukan didalam ruangan yang memiliki dampak yang cukup besar dan reaksi kimia yang cepat terhadap orang menghirup udara dalam ruangan tersebut, namun kejadiannya di ruangan terbuka.

"Kejadiannya itu diruangan tertutup, melainkan di ruangan terbuka, hanya saja safetynya yang standar hingga menyebabkan korban meninggal akibat menghirup zat kimia Sulfamic Acid," kata Nasri.

Setelah mendapatkan laporan adanya kecelakaan kerja di PT RPE, ditambahkan Nasri, pihaknya sebenarnya ingin meninjau tempat kejadian, namun saat ini di TKP tengah dipasang police line menandakan masih berada dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Sebenarnya saya mau kesana meninjau lokasi kejadian, karena masih terpasang police line jadi saya tunggu saja sampai selesainya penyelidikan oleh pihak kepolisian, siap itu baru kita masuk," imbuh Nasri.

Sebelumnya, pihak RPE yang diwakili oleh EIR Head, R Elwan Sumantri didampingi GA Head, Jazril menyerahkan laporan kecelakaan kerja di PT RPE kepada Kadisnakertrans Kabupaten Pelalawan Nasri FE. Di dalam laporan yang disampaikan RPE disebutkan bahwa kecelakaan terjadi pada saat pengisian bahan kimia Sulfamic Acid kedalam tangki untuk pembersihan pipa Green Liquor pada hari Senin (10/9/12) pada pukul 01.30 WIB dini hari.

Tempat kejadian disebutkan pada FLS Station Evaporator Plant sedangkan penyebab terjadinya kecelakaan, didalam laporan RPE disebutkan bahwa masih didalam penyelidikan/investigasi. PT RPE juga melaporkan nama-nama yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut yakni Agus Siswanto dengan No ID 10010684 karyawan RPE, sedangakn ketiga korban lainnya M Jimmy (38), Nofrizal (24) dan Umay (18) merupakan karyawan perusahaan rekanan PT Naga Berlian Sejati yang saat ini masih di rawat di RS.

Kepada wartawan Elwan mengatakan, maksud kedatangannya ke Disnakertrans untuk melaporkan kecelakaan kerja yang terjadi di PT RPE disertai dengan kronologis singkat kejadian. "Kedatangan kita untuk melaporkan telah terjadinya kecelakaan kerja di RPE ke Disnakertrans, dengan nama korban dan kronolisnya," ujar Elwan.

Mengingat kecelakaan terjadi pada Senin dini hari namun baru dilaporkan pada Rabu ke Disnakertrans Pelalawan, Elwan berkilah bahwa sebelumnya kasus kecelakaan kerja itu tengah disidik oleh pihak kepolisian.

"Kemaren dalam penyelidikan kepolisian dan hari ini kita laporkan ke Disnakertrans," kilah Elwan. Saat diminta menjelaskan kronologis kejadian secara rinci, Elwan enggan menjelaskan dengan beralasan bahwa telah disidk secara detail oleh kepolisian, "secara detailnya telah disidik oleh polisi,".

Ketika diminta penjelasan bagaimana kecelakaan bisa terjadi, apakah disebabkan oleh kelalaian karyawan atau safety yang disediakan perusahaan tidak sesuai standar yang ditetapkan? Elwan enggan berkomentar.

"Saya hanya bagian hubungan industrial, masalah penyebab kecelakaan saya tidak bisa menjawabnya," pungkasnya. (pan)

   
 
Sudah 680 Hektar Hutan Lahan di Riau Terbakar
Sabtu, 24 Februari 2018 - 21:23

Hasil Autopsi Penyebab Kematian Kakek di Siak Tewas Tidak Dianiaya Anaknya
Sabtu, 24 Februari 2018 - 21:08

Pengendali Narkoba 1,6 Ton Berasal dari Cina
Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51

Kaukus Pembela Rizieq Minta Kapolda Hentikan Kasus
Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:45

Cerita Yusril Dipanggil Jokowi Bahas Kasus Rizieq Shihab
Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:35

Disela-sela Kampanye, Rosman Penuhi Undangan Ibu Mariati Pasar Kembang
Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:23

Luas Karlahut Bertambah di Siak, 20 Ha Lahan Kembali Membara
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:41

Ribuan Santri Sambut Kehadiran TGB di Medan
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:33

PBB tak Lolos, Yusril akan Pidanakan Komisioner KPU
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:30

Polisi Amankan 8 Paket Sabu-sabu dari Tangan Narapidana Lapas Kelas II A Tembilahan
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:20

Bersama Kepsek, Disdik Kepulauan Meranti Gelar Rapat Persiapan Akreditasi Sekolah
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:15

Batal Maju, Pendukung Harris dan Zukri Siap Menangkan Syamsuar
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:01

Peluang Sri Mulyani Jadi Cawapres Jokowi, Ini Jawaban PDIP
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:27

Publik Setuju Gatot Cawapres Jokowi, Anies Cawapres Prabowo
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:23

Cagub Petahana Andi Rachman Akan Rangkai Jembatan Pulau Padang ke Siak dan Bengkalis
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:18

AHY Siap Sambangi Megawati usai PDIP Tetapkan Jokowi Capres
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:13

Ini Keunggulan Pesawat R80 Gagasan Habibie
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:03

Syamsuar Disambut Ratusan Warga Sorek, Haris: Inilah Pemimpin Dambaan!
Jumat, 23 Februari 2018 - 21:11

Ustaz Abdul Somad Hadiri Konsolidasi Dukungan kepada TGB
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:57

Mediasi Buntu, Yusril: Kami Akan Mati-Matian Lawan KPU!
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:45

Jokowi-Gatot Dan Prabowo-Anies Bakal Bersaing Ketat Di Pemilu 2019
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:42

Elektabilitas Jokowi Konsisten Turun
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:34

Rizal Ramli: Petani Luar Negeri Berterima Kasih Kepada Menteri Enggar
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:19

Rakornas Apernas di Pekanbaru,
Pengembang Perumahan Keluhkan Sulitnya Izin di Kementrian PUPR
Jumat, 23 Februari 2018 - 17:23

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com