Home
Sandiaga: Sumber Waras Tolak Kembalikan Rp 191 Miliar | Polresta Pekanbaru Kawal Unjuk Rasa di Dua Lokasi yang Berbeda Sekaligus | Rohul Targetkan Hifdzil dan Khatil Quran Jadi Lumbung Juara | Dampak Rasionalisasi Anggaran Masih Dibahas | Bupati Inhil Minta Dukungan Kementerian PDT dan Transmigrasi Bangun Desa | PAN akan Jajal Komunikasi dengan Sudrajat
Selasa, 12 Desember 2017
/ Peristiwa / 21:09:57 / Safety Tak Standar Penyebab Kecelakaan Kerja PT RAPP /
Safety Tak Standar Penyebab Kecelakaan Kerja PT RAPP
Kamis, 13 September 2012 - 21:09:57 WIB

PANGKALAN KERINCI - Kecelakaan kerja yang menimpa karyawan PT. Riau Prima Energi (RPE) / PT RAPP yang menyebabkan korbanmeninggal dunia dan tiga karyawan rekanan PT Naga Berlian Sejati (NBS) yang harus diopname karena gangguan pernafasan.

Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kecelakaan terjadi pada saat keempat orang korban menjalankan tugas pengisian bahan kimia Sulfamic Acid kedalam tangki untuk pembersihan pipa Green Liquor, karyawan RPE dan ketiga karyawan rekanan tidak dalam safety standar kerja yang dianjurkan, namun hanya menggunakan masker biasa.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga kerja Kabupaten Pelalawan, Nasri FE kepada wartawan, Kamis (13/9) di kantornya usai menerima perwakilan PT RPE yang menyampaikan laporan kecelakaan kerja yang terjadi Senin dini hari.

"Informasi yang kita dengar dari mereka bahwa saat kejadian karyawan tersebut menggunakan masker biasa, bukan masker standar khusus untuk bahan bahan kimia berbahaya," jelasnya.

Ditambahkan Nasri, dari laporan pihak perusahaan kepdanya, safety standar untuk antisipasi zat kimia berbahaya sudah disediakan perusahaan, namun karena karyawan dilapangan sudah terbiasa dengan masker ala kadarnya, sehingga kecelakaan kerja seperti itu tidak terelakkan lagi.

"Dari pihak perusahaan melaporkan bahwa sudah menyediakan safety standar namun karena sudah terbiasa dengan masker yang biasa, hingga akibatnya seperti ini," lanjutnya.

Padahal tempat terjadinya kecelakaan bukan didalam ruangan yang memiliki dampak yang cukup besar dan reaksi kimia yang cepat terhadap orang menghirup udara dalam ruangan tersebut, namun kejadiannya di ruangan terbuka.

"Kejadiannya itu diruangan tertutup, melainkan di ruangan terbuka, hanya saja safetynya yang standar hingga menyebabkan korban meninggal akibat menghirup zat kimia Sulfamic Acid," kata Nasri.

Setelah mendapatkan laporan adanya kecelakaan kerja di PT RPE, ditambahkan Nasri, pihaknya sebenarnya ingin meninjau tempat kejadian, namun saat ini di TKP tengah dipasang police line menandakan masih berada dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Sebenarnya saya mau kesana meninjau lokasi kejadian, karena masih terpasang police line jadi saya tunggu saja sampai selesainya penyelidikan oleh pihak kepolisian, siap itu baru kita masuk," imbuh Nasri.

Sebelumnya, pihak RPE yang diwakili oleh EIR Head, R Elwan Sumantri didampingi GA Head, Jazril menyerahkan laporan kecelakaan kerja di PT RPE kepada Kadisnakertrans Kabupaten Pelalawan Nasri FE. Di dalam laporan yang disampaikan RPE disebutkan bahwa kecelakaan terjadi pada saat pengisian bahan kimia Sulfamic Acid kedalam tangki untuk pembersihan pipa Green Liquor pada hari Senin (10/9/12) pada pukul 01.30 WIB dini hari.

Tempat kejadian disebutkan pada FLS Station Evaporator Plant sedangkan penyebab terjadinya kecelakaan, didalam laporan RPE disebutkan bahwa masih didalam penyelidikan/investigasi. PT RPE juga melaporkan nama-nama yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut yakni Agus Siswanto dengan No ID 10010684 karyawan RPE, sedangakn ketiga korban lainnya M Jimmy (38), Nofrizal (24) dan Umay (18) merupakan karyawan perusahaan rekanan PT Naga Berlian Sejati yang saat ini masih di rawat di RS.

Kepada wartawan Elwan mengatakan, maksud kedatangannya ke Disnakertrans untuk melaporkan kecelakaan kerja yang terjadi di PT RPE disertai dengan kronologis singkat kejadian. "Kedatangan kita untuk melaporkan telah terjadinya kecelakaan kerja di RPE ke Disnakertrans, dengan nama korban dan kronolisnya," ujar Elwan.

Mengingat kecelakaan terjadi pada Senin dini hari namun baru dilaporkan pada Rabu ke Disnakertrans Pelalawan, Elwan berkilah bahwa sebelumnya kasus kecelakaan kerja itu tengah disidik oleh pihak kepolisian.

"Kemaren dalam penyelidikan kepolisian dan hari ini kita laporkan ke Disnakertrans," kilah Elwan. Saat diminta menjelaskan kronologis kejadian secara rinci, Elwan enggan menjelaskan dengan beralasan bahwa telah disidk secara detail oleh kepolisian, "secara detailnya telah disidik oleh polisi,".

Ketika diminta penjelasan bagaimana kecelakaan bisa terjadi, apakah disebabkan oleh kelalaian karyawan atau safety yang disediakan perusahaan tidak sesuai standar yang ditetapkan? Elwan enggan berkomentar.

"Saya hanya bagian hubungan industrial, masalah penyebab kecelakaan saya tidak bisa menjawabnya," pungkasnya. (pan)

   
 
Masyarakat Desa Sonde Berharap Pemda Meranti Bangun Kantor Desa yang Baru
Senin, 11 Desember 2017 - 21:04

100% Kafilah Bengkalis Anak Asli Daerah
Senin, 11 Desember 2017 - 20:30

Kemenag Dorong Islah Pihak Ustaz Somad dan Penolaknya
Senin, 11 Desember 2017 - 15:37

Wow... Harga Elpiji 3 Kg Di Bengkalis Capai Rp35 Ribu
Senin, 11 Desember 2017 - 15:32

PLN Padamkan Listrik Tujuh Hari Untuk Pemeliharaan
Senin, 11 Desember 2017 - 15:29

Jangan Bermimpi Jokowi Dan PDIP Akan Biarkan Titiek Soeharto Kuasai Golkar
Senin, 11 Desember 2017 - 15:19

Pimpinan DPRD Kuansing Siap Tempati Rumah Dinas
Senin, 11 Desember 2017 - 15:10

Diskominfo Inhil Sosialisasikan Literasi Media
Senin, 11 Desember 2017 - 15:08

Arsyadjuliandi Rachman Usulkan Riau Jadi Penyelenggara MTQ Nasional
Senin, 11 Desember 2017 - 15:05

Disperindag Inhil Diminta Telusuri Persoalan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Senin, 11 Desember 2017 - 14:57

Wabup Inhil Sampaikan Pentingnya e-KTP
Senin, 11 Desember 2017 - 14:55

Pelaku Penghinaan Ustaz Somad Dilaporkan Esok
Senin, 11 Desember 2017 - 14:44

Penolakan Ustaz Somad dan Kerukunan Umat Beragama
Senin, 11 Desember 2017 - 10:08

Penghadangan Ustad Abdul Somad Bentuk Arogansi Dan Kegagalan Berpikir
Senin, 11 Desember 2017 - 09:46

Titiek Soeharto Akan Gagal Pimpin Golkar
Senin, 11 Desember 2017 - 09:42

Dipaksa Preman Nasi Bungkus Cium Bendera, Ustadz Somad: Jangan Karena Nila Setitik Rusak Susu
Senin, 11 Desember 2017 - 09:40

Bitcoin Bisa Mengancam Stabilitas Keuangan Negara
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:49

KRONOLOGI PENGUSIRAN UAS
Ustadz Abdul Somad: Saya Bukan Pemberontak
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:35

MTQ ke-36 Riau, Bupati Inhil Ikuti Prosesi Pelepasan Pawai Taaruf
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:23

Jadi Cagub Gerindra, Sudrajat akan Kaji Ulang Meikarta
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:21

Takut Diboikot, McDonald's Malaysia Bantah Dukung Israel
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:19

Waketum MUI Sesalkan Kejadian yang Menimpa Ustaz Abdul Somad
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:13

Polisi Masih Berupaya Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Di Sungai Siak
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:08

Harapan Fahri Hamzah, UIR Harus Menjadi Kawah Candradimuka
Minggu, 10 Desember 2017 - 14:59

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com