Home
Nelson Angkat Bertekad Pertahankan Predikat A Pengadilan Negeri Pelalawan | Begini Lho Cara Tepat Memperlakukan Wajah Berjerawat | Pemko Diminta Klarifikasi Kelangkaan Garam di Pekanbaru | Ajaran Sufi Berperan Besar dalam Perdamaian Dunia | Erick Thohir Minta Buklet SEA Games Segera Diganti | 30 Kepala Suku Papua Ikuti Manasik Haji
Senin, 21 08 2017
/ Nasional / 08:08:13 / Papua Dalam NKRI Sudah final /
Papua Dalam NKRI Sudah final
Kamis, 01 Desember 2011 - 08:08:13 WIB

PELAKSANAAN perayaan 1 Desember oleh Organisasi Papua Merdeka diharapkan berlangsung damai, bebas dari kekerasan. Papua sudah final dalam pangkuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Dialog warga Papua dan Jakarta masih harus terus dirintis.

Dalam pantauan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (Kontras), tindak kekerasan di Papua terus meningkat dalam 11 tahun terakhir. Peningkatan angka kekerasan di Papua terbanyak terjadi pada 2011. Pelaku kekerasan terutama dilakukan oleh oknum aparat keamanan baik TNI maupun Polri dengan motif yang sangat beragam mulai dari perebutan lahan bisnis sampai dengan tuduhan makar dan sebagainya.

Dalam hal ini, Organisasi Papua Merdeka menyatakan Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Kami akui Papua masih milik Indonesia, jadi tidak mungkin seseorang membuat gerakan atau melawan negara, kata Lambertus Pekikir, Koordinator Umum Tentara Pembebasan Nasional OPM, Rabu (30/1).

Menurut Lambertus, dengan masih berstatus bagian dari NKRI, Papua tidak mudah digoyang atau dijadikan negara sendiri. "Kalau kita sudah tahu Papua masih milik Indonesia, janganlah coba-coba bikin gerakan atau kongres yang sudah pasti akan ditindak aparat, jadi ya pantas saja mereka yang mendeklarasikan diri menjadi negara sendiri, bakal ditahan," katanya.

Dialog adalah jalan terbaik untuk penyelesaian masalah di Papua. Namun, yang terjadi saat ini justru pendekatan represif yang dikedepankan oleh pemerintah, yaitu dengan pendekatan keamanan menggunakan TNI dan Polri.

Bahkan, jelang peringatan HUT OPM, terjadi penambahan personil pasukan ke Papua dari TNI maupun Polri. Ini bukan penyelesaian yang baik bagi masalah di Papua. Penambahan personil pasukan tersebut hanya akan menambah luka batin orang Papua.

Dalam hal ini, Kontras mengimbau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar hadir di Papua saat peringatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember mendatang. Momen itu, menurut Kontras, merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menggelar dialog antara pemerintah dengan OPM.

Ruang dialog terbuka lebar bagi rakyat Papua terutama apabila menggunakan momen-momen bersejarah seperti pada hari peringatan OPM 1 Desember ini. Dialog itu, nantinya harus memenuhi persyaratan, termasuk mematuhi protokoler negara.

"Saya yakin, rakyat Papua akan sangat senang bila dialog dilakukan bertepatan dengan momen tersebut, sehingga semua persoalan menjadi transparan, termasuk mengapa sampai ada tuntutan rakyat Papua untuk merdeka. Lebih baik didengar langsung oleh SBY ketimbang disampaikan melalui orang lain yang kemungkinan sebagian besar sudah difilter," tutur Haris.

Seperti dimuat inlah, dalam kaitan ini, mari simak pernyataan Nick Messet, Nicholas Jouwe, dan Frans Albert Joku, dimana mereka adalah beberapa pejuang Papua yang telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Messet memulai sepak terjangnya memperjuangkan kemerdekaan Papua ketika berusia remaja.

Messet sempat belajar ilmu penerbangan di Papua Nugini. Pada 1969, Messet melarikan diri ke luar negeri dan bergerak dalam gerakan bawah tanah pro-kemerdekaan Papua bersama Jacob Pray, tokoh nomor wahid OPM untuk Markas Viktoria. Faksi ini menjadikan 1 Juli 1971 sebagai hari kemerdekaan Papua Barat. Benderanya Bintang Fajar.

"Saat ini yang tepat adalah bagaimana kita berbicara dengan pemerintah agar mereka mau terus membangun daerah ini dan menghentikan pembunuhan terhadap orang Papua," ujarnya. "Saya pelaku perjuangan, saya bertemu dengan PBB dan disebut Papua sudah final dalam NKRI."

Istana diharapkan merespon desakan warga Papua bagi dialog yang terbuka, agar berbagai masalah, ganjalan dan kesalahpahaman bisa diatasi bersama. Masih ada hari esok di Papua dalam bingkai NKRI, tidak ada gunanya separatisme dan kekerasan di kawasan indah ujung timur nusantara ini. (berbagai sumber)

   
 
Akhir Agustus, Golkar Putuskan Calon untuk Pilkada 2018
Minggu, 20 Agustus 2017 - 06:25

Sopir Truk Rekam Oknum Pungli, Kapolri: Polisi Memeras Kena Pidana
Minggu, 20 Agustus 2017 - 06:17

Bendera Indonesia Terbalik, #ShameOnYouMalaysia Jadi Trending Topic
Minggu, 20 Agustus 2017 - 06:15

Chelsea Perlu Bangun Pondasi Tim yang Kuat
Minggu, 20 Agustus 2017 - 06:10

Yasonna Yakin Napi Teroris Yang Dapat Remisi Sudah Taubat
Minggu, 20 Agustus 2017 - 06:05

Stafsus Presiden: Tidak Ada Salahnya Pertukaran Budaya Dengan Tiongkok
Minggu, 20 Agustus 2017 - 06:00

Israel Tembak Mati Remaja Palestina di Tepi Barat
Minggu, 20 Agustus 2017 - 05:56

PSPS Amankan Tiga Poin Krusial
Minggu, 20 Agustus 2017 - 05:49

Alasan di Balik Perceraian Caisar dan Indadari
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 20:54

Kredit Mobil 10 Tahun, Untung Apa Buntung
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 20:46

Toyota Beberkan Keunggulan Penggerak Roda Belakang
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 20:39

Wow! Peneliti Pastikan Cadangan Air Es di Planet Mars Ada, Nih Penjelasannya!
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 20:26

Golkar Yakin Jokowi Menang 65%, PKB: Terlalu Pagi Ngomong Pilpres
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 20:18

Ini Alasan Din Syamsuddin Dukung Deddy Mizwar Jadi Cagub Jabar
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 20:13

Dicerai Caisar, Indadari Tunggu Pertanggungjawaban di Akhirat
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 20:02

Bupati Inhil Resmikan e-Bilik Sekaligus Pimpin Rapat Bersama Insan Pers
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 19:48

Bupati Inhil Ajak Sukseskan Festival Kelapa Internasional
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 19:47

LIPI Imbau Nelayan Maninjau Musnahkan Ikan Predator
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 18:18

Lima Smartphone Terlaris di Kuartal 2 Tahun Ini
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 18:15

PBB Verifikasi 16.056 Nama Pulau Milik Indonesia
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 18:13

Setelah Pensiun dari MotoGP, Rossi Bakal Jajal Balapan Ini
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 18:10

Belum Teken Kontrak Barunya, Messi Segera Ikuti Jejak Neymar?
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 18:09

Syahrini Bakal Diperiksa Bareskrim Soal Kasus First Travel
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 18:06

Mantan Penasehat KPK: Pak Jokowi Layak Digelari Pahlawan Penghutang
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 18:01

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com