Home
Hotman: SMS Hary Tanoe Berisi Bahasa Idealisme Bukan Ancaman | Gubri Siap Lepas Ribuan Peserta Pawai Takbir | Rusak Berat, Pemudik Keluhkan Kondisi Jalan Menuju Pelabuhan Tanjung Buton | Ramalan Jack Ma Tentang Pekerjaan Bergaji Tinggi di Masa Depan | Siap-siap Basah! Seluruh Riau Berpeluang Diguyur Hujan Jelang Shalat Ied | Amien Rais akan Berlebaran di Pekanbaru
Rabu, 28 Juni 2017
/ Nasional / 08:08:13 / Papua Dalam NKRI Sudah final /
Papua Dalam NKRI Sudah final
Kamis, 01 Desember 2011 - 08:08:13 WIB

PELAKSANAAN perayaan 1 Desember oleh Organisasi Papua Merdeka diharapkan berlangsung damai, bebas dari kekerasan. Papua sudah final dalam pangkuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Dialog warga Papua dan Jakarta masih harus terus dirintis.

Dalam pantauan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (Kontras), tindak kekerasan di Papua terus meningkat dalam 11 tahun terakhir. Peningkatan angka kekerasan di Papua terbanyak terjadi pada 2011. Pelaku kekerasan terutama dilakukan oleh oknum aparat keamanan baik TNI maupun Polri dengan motif yang sangat beragam mulai dari perebutan lahan bisnis sampai dengan tuduhan makar dan sebagainya.

Dalam hal ini, Organisasi Papua Merdeka menyatakan Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Kami akui Papua masih milik Indonesia, jadi tidak mungkin seseorang membuat gerakan atau melawan negara, kata Lambertus Pekikir, Koordinator Umum Tentara Pembebasan Nasional OPM, Rabu (30/1).

Menurut Lambertus, dengan masih berstatus bagian dari NKRI, Papua tidak mudah digoyang atau dijadikan negara sendiri. "Kalau kita sudah tahu Papua masih milik Indonesia, janganlah coba-coba bikin gerakan atau kongres yang sudah pasti akan ditindak aparat, jadi ya pantas saja mereka yang mendeklarasikan diri menjadi negara sendiri, bakal ditahan," katanya.

Dialog adalah jalan terbaik untuk penyelesaian masalah di Papua. Namun, yang terjadi saat ini justru pendekatan represif yang dikedepankan oleh pemerintah, yaitu dengan pendekatan keamanan menggunakan TNI dan Polri.

Bahkan, jelang peringatan HUT OPM, terjadi penambahan personil pasukan ke Papua dari TNI maupun Polri. Ini bukan penyelesaian yang baik bagi masalah di Papua. Penambahan personil pasukan tersebut hanya akan menambah luka batin orang Papua.

Dalam hal ini, Kontras mengimbau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar hadir di Papua saat peringatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember mendatang. Momen itu, menurut Kontras, merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menggelar dialog antara pemerintah dengan OPM.

Ruang dialog terbuka lebar bagi rakyat Papua terutama apabila menggunakan momen-momen bersejarah seperti pada hari peringatan OPM 1 Desember ini. Dialog itu, nantinya harus memenuhi persyaratan, termasuk mematuhi protokoler negara.

"Saya yakin, rakyat Papua akan sangat senang bila dialog dilakukan bertepatan dengan momen tersebut, sehingga semua persoalan menjadi transparan, termasuk mengapa sampai ada tuntutan rakyat Papua untuk merdeka. Lebih baik didengar langsung oleh SBY ketimbang disampaikan melalui orang lain yang kemungkinan sebagian besar sudah difilter," tutur Haris.

Seperti dimuat inlah, dalam kaitan ini, mari simak pernyataan Nick Messet, Nicholas Jouwe, dan Frans Albert Joku, dimana mereka adalah beberapa pejuang Papua yang telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Messet memulai sepak terjangnya memperjuangkan kemerdekaan Papua ketika berusia remaja.

Messet sempat belajar ilmu penerbangan di Papua Nugini. Pada 1969, Messet melarikan diri ke luar negeri dan bergerak dalam gerakan bawah tanah pro-kemerdekaan Papua bersama Jacob Pray, tokoh nomor wahid OPM untuk Markas Viktoria. Faksi ini menjadikan 1 Juli 1971 sebagai hari kemerdekaan Papua Barat. Benderanya Bintang Fajar.

"Saat ini yang tepat adalah bagaimana kita berbicara dengan pemerintah agar mereka mau terus membangun daerah ini dan menghentikan pembunuhan terhadap orang Papua," ujarnya. "Saya pelaku perjuangan, saya bertemu dengan PBB dan disebut Papua sudah final dalam NKRI."

Istana diharapkan merespon desakan warga Papua bagi dialog yang terbuka, agar berbagai masalah, ganjalan dan kesalahpahaman bisa diatasi bersama. Masih ada hari esok di Papua dalam bingkai NKRI, tidak ada gunanya separatisme dan kekerasan di kawasan indah ujung timur nusantara ini. (berbagai sumber)

   
 
Bareskrim Cekal HT Bepergian ke Luar Negeri
Jumat, 23 Juni 2017 - 23:02

Paspor Habib Rizieq Bakal Dicabut...
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:57

Pemerintah Tetapkan Harga BBM Baru, Cek Daftarnya
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:52

Malam Ini Jemaah Naqsabandiyah Takbiran
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:49

Warga: Ini Banjir Paling Parah di Pekanbaru
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:45

Hary Tanoe Ditetapkan Sebagai Tersangka
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:39

Penting Pilih Bahan Makanan Sehat dan Terjamin
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:32

Pilot Terjebak Banjir Pekanbaru, Dua Pesawat Terlambat Terbang
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:31

Banjir Terus Genangi Daerah Sepanjang Sungai Sail Pekanbaru
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:27

Gubernur: Solusi Banjir Pekanbaru Butuh Koordinasi Semua Pihak
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:24

Geger Pria Diduga Kades di Mojokerto Tidur di Atas Tumpukan Uang
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:19

Basement Grand Central Hotel Pekanbaru Tergenang Air Setinggi 2 Meter Lebih
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:15

Sisir Tempat Keramaian, Polda Riau Tekan Angka Premanisme Jelang Lebaran
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:13

Alasan Ahok Harus Dipindah dari Mako Brimob Versi IPW
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:59

Jamaah Naqsabandiyah Jalani Puasa Hari Terakhir
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:52

Jasa Penyewaan Mobil 'Banjir' Rezeki Tahunan
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:44

Arab Buat 13 Tuntutan untuk Qatar, Termasuk Tutup Aljazirah
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:41

Kecelakaan di Jalan Mulus, Empat Warga Riau Meninggal Dunia di Jambi
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:31

Banjir Jadi Kado HUT Pekanbaru ke 233
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:27

Mohamed Salah, Pemain Termahal Sepanjang Sejarah Liverpool
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:25

Berani, Turki Kirim Tentara dan Mobil Lapis Baja ke Qatar
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:22

Petinggi PKS Heran Ahok Masih Ditahan di Mako Brimob
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:20

Gubri Minta Pariwisata Pekanbaru Lebih Menggeliat
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:17

Batalkah Puasa Wajib tanpa Udzur? Ini Hukumnya!
Jumat, 23 Juni 2017 - 09:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com