Home
Kasus Intimidasi Ustaz Somad, Polisi Janji Netral | Baru Bertugas, AKBP Christian Rony Putra Cek Ruang Kerja di Mapolres Inhil | Ketua Fraksi PKS: Intimidasi kepada Ulama Ancaman Bagi NKRI | Seminar "Jejak Pelacur Arab", MUI: Itu Merendahkan Alquran | Tahta Ketum Golkar, Pertarungan Antara Cendana dan Istana | Ustaz Abdul Somad, Harmonisasi Bali dan Kebangkitan Umat Bali
Rabu, 13 Desember 2017
/ Nasional / 08:08:13 / Papua Dalam NKRI Sudah final /
Papua Dalam NKRI Sudah final
Kamis, 01 Desember 2011 - 08:08:13 WIB

PELAKSANAAN perayaan 1 Desember oleh Organisasi Papua Merdeka diharapkan berlangsung damai, bebas dari kekerasan. Papua sudah final dalam pangkuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Dialog warga Papua dan Jakarta masih harus terus dirintis.

Dalam pantauan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (Kontras), tindak kekerasan di Papua terus meningkat dalam 11 tahun terakhir. Peningkatan angka kekerasan di Papua terbanyak terjadi pada 2011. Pelaku kekerasan terutama dilakukan oleh oknum aparat keamanan baik TNI maupun Polri dengan motif yang sangat beragam mulai dari perebutan lahan bisnis sampai dengan tuduhan makar dan sebagainya.

Dalam hal ini, Organisasi Papua Merdeka menyatakan Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Kami akui Papua masih milik Indonesia, jadi tidak mungkin seseorang membuat gerakan atau melawan negara, kata Lambertus Pekikir, Koordinator Umum Tentara Pembebasan Nasional OPM, Rabu (30/1).

Menurut Lambertus, dengan masih berstatus bagian dari NKRI, Papua tidak mudah digoyang atau dijadikan negara sendiri. "Kalau kita sudah tahu Papua masih milik Indonesia, janganlah coba-coba bikin gerakan atau kongres yang sudah pasti akan ditindak aparat, jadi ya pantas saja mereka yang mendeklarasikan diri menjadi negara sendiri, bakal ditahan," katanya.

Dialog adalah jalan terbaik untuk penyelesaian masalah di Papua. Namun, yang terjadi saat ini justru pendekatan represif yang dikedepankan oleh pemerintah, yaitu dengan pendekatan keamanan menggunakan TNI dan Polri.

Bahkan, jelang peringatan HUT OPM, terjadi penambahan personil pasukan ke Papua dari TNI maupun Polri. Ini bukan penyelesaian yang baik bagi masalah di Papua. Penambahan personil pasukan tersebut hanya akan menambah luka batin orang Papua.

Dalam hal ini, Kontras mengimbau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar hadir di Papua saat peringatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember mendatang. Momen itu, menurut Kontras, merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menggelar dialog antara pemerintah dengan OPM.

Ruang dialog terbuka lebar bagi rakyat Papua terutama apabila menggunakan momen-momen bersejarah seperti pada hari peringatan OPM 1 Desember ini. Dialog itu, nantinya harus memenuhi persyaratan, termasuk mematuhi protokoler negara.

"Saya yakin, rakyat Papua akan sangat senang bila dialog dilakukan bertepatan dengan momen tersebut, sehingga semua persoalan menjadi transparan, termasuk mengapa sampai ada tuntutan rakyat Papua untuk merdeka. Lebih baik didengar langsung oleh SBY ketimbang disampaikan melalui orang lain yang kemungkinan sebagian besar sudah difilter," tutur Haris.

Seperti dimuat inlah, dalam kaitan ini, mari simak pernyataan Nick Messet, Nicholas Jouwe, dan Frans Albert Joku, dimana mereka adalah beberapa pejuang Papua yang telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Messet memulai sepak terjangnya memperjuangkan kemerdekaan Papua ketika berusia remaja.

Messet sempat belajar ilmu penerbangan di Papua Nugini. Pada 1969, Messet melarikan diri ke luar negeri dan bergerak dalam gerakan bawah tanah pro-kemerdekaan Papua bersama Jacob Pray, tokoh nomor wahid OPM untuk Markas Viktoria. Faksi ini menjadikan 1 Juli 1971 sebagai hari kemerdekaan Papua Barat. Benderanya Bintang Fajar.

"Saat ini yang tepat adalah bagaimana kita berbicara dengan pemerintah agar mereka mau terus membangun daerah ini dan menghentikan pembunuhan terhadap orang Papua," ujarnya. "Saya pelaku perjuangan, saya bertemu dengan PBB dan disebut Papua sudah final dalam NKRI."

Istana diharapkan merespon desakan warga Papua bagi dialog yang terbuka, agar berbagai masalah, ganjalan dan kesalahpahaman bisa diatasi bersama. Masih ada hari esok di Papua dalam bingkai NKRI, tidak ada gunanya separatisme dan kekerasan di kawasan indah ujung timur nusantara ini. (berbagai sumber)

   
 
Polresta Pekanbaru Kawal Unjuk Rasa di Dua Lokasi yang Berbeda Sekaligus
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:38

Rohul Targetkan Hifdzil dan Khatil Quran Jadi Lumbung Juara
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:35

Dampak Rasionalisasi Anggaran Masih Dibahas
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:33

Bupati Inhil Minta Dukungan Kementerian PDT dan Transmigrasi Bangun Desa
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:30

PAN akan Jajal Komunikasi dengan Sudrajat
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:24

Ustaz Abdul Somad: Antara Pancasila, NKRI, dan Persekusi
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:19

Titiek Soeharto: Saya Mau Memperbaiki Golkar
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:15

Titiek Soeharto Bantah Minta Restu Jokowi Dan PDIP Untuk Pimpin Golkar
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:09

Mabes Polri: Kasus Ustadz Somad Tidak Berdampak Nasional, Cukup Ditangani Polda
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:06

Panglima TNI Ingin Ngopi Bareng Orang yang Fitnah Istrinya
Senin, 11 Desember 2017 - 22:04

Dihadiri 12 Anggota DPRD Riau, Paripurna Empat Perda Batal Terlaksana
Senin, 11 Desember 2017 - 21:56

Tolak Ustaz Abdul Somad, Arya Wedakarna Dilaporkan ke BK DPD
Senin, 11 Desember 2017 - 21:51

Nelayan Rohil Tewas Usai Santap 6 Ekor Udang Galah
Senin, 11 Desember 2017 - 21:50

Bupati Wardan Saksikan Langsung Pelepasan Pawai Taaruf MTQ Riau ke-36
Senin, 11 Desember 2017 - 21:48

Dilengserkan PKS, Ini Pengganti Fahri Hamzah Sebagai Wakil Ketua DPR RI
Senin, 11 Desember 2017 - 21:41

Usung Sudrajat, Gerindra Buru PKS dan PAN
Senin, 11 Desember 2017 - 21:36

Jika Dibiarkan Persekusi Ustad Abdul Somad Dikhawatirkan Melebar
Senin, 11 Desember 2017 - 21:33

Barisan Umat Islam Riau Laporkan Penghadang Ustadz Abdul Somad Ke Polda
Senin, 11 Desember 2017 - 21:25

Hatrick dan Berturut, Penghargaan HAM Diperoleh Siak
Senin, 11 Desember 2017 - 21:15

Masyarakat Desa Sonde Berharap Pemda Meranti Bangun Kantor Desa yang Baru
Senin, 11 Desember 2017 - 21:04

100% Kafilah Bengkalis Anak Asli Daerah
Senin, 11 Desember 2017 - 20:30

Kemenag Dorong Islah Pihak Ustaz Somad dan Penolaknya
Senin, 11 Desember 2017 - 15:37

Wow... Harga Elpiji 3 Kg Di Bengkalis Capai Rp35 Ribu
Senin, 11 Desember 2017 - 15:32

PLN Padamkan Listrik Tujuh Hari Untuk Pemeliharaan
Senin, 11 Desember 2017 - 15:29

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com