Intinya, pelaksanaan docking Kapal KN Pari ini gagal total. Pelaksanaan proyek  abal-abal dengan anggaran lima mil" />
Home
Langkah Awal Memimpin Pekanbaru, Pj Walikota Prioritaskan 8 Poin untuk Dibenahi | Luhut Lapor Jokowi: Ada Perusahaan Kuasai 500 Ha Sawit, Tapi Kantornya di Luar Negeri | Erdogan Umumkan Turki Akan Kembali Gempur Suriah | Warga Pekanbaru-Kampar Berharap Fly Over Garuda Sakti Segera Dibangun | Kurang Cepat di Tol Pekanbaru-Dumai, Supir Truk Tak Terima Ditilang | Kenakan Batik, Annas Maamun Jalani Sidang Perdana Secara Virtual
Kamis, 26 Mei 2022
/ Peristiwa / 14:53:12 / Sepulang Docking dari Jakarta, Kapal KN Pari "Terduduk" di Pelabuhan Dumai  /
Sepulang Docking dari Jakarta, Kapal KN Pari "Terduduk" di Pelabuhan Dumai 
Minggu, 10 Oktober 2021 - 14:53:12 WIB

 DUMAI  - Isu tak sedap menguap di Kantor Distrik Navigasi Dumai. Isu ini berkaitan dengan proyek docking kapal KN Pari tahun anggaran 2021 yang bernilai lima miliar lebih. 

Ditengarai bahwa pelaksanaan docking Kapal Negara (KN)  ini dikerjakan asal-asalan, sehingga hasilnya tak memuaskan. Proyek yang dikerjakan perusahaan pemenang tender dari Jakarta ini dinilai pemubaziran anggaran. Dimana proyek ini masih di bawah tanggung jawab Raymond, Kadisnav Dumai yang lama, yang kini sudah pindah ke Tanjung Priok, Jakarta. 

"Intinya, pelaksanaan docking Kapal KN Pari ini gagal total. Pelaksanaan proyek  abal-abal dengan anggaran lima miliar lebih, tidak sebanding dengan hasilnya. Lebih parah lagi bahwa sebelum naik dock, Kapal KN Pari masih bisa dibawa untuk kerja, setelah pulang docking dari Jakarta justru kini 'terduduk' tak bisa dibawa untuk operasional kerja," kata sumber riautrust.com yang tidak ingin disebutkan jati dirinya. 

Menurutnya, saat dalam perjalanan pulang dari docking, mesinnya "meledak". Padahal, mesinnya adalah mesin genset kwalitas nomor 1 merk baudouin. Begitu pula derec yang sudah diperbaiki justru jadi rusak-rusakan saat dibawa kerja. 

Selain soal mesin, kata dia, banyak dari pekerjaan docking yang tak  sesuai harapan. Namun,  yang kasat mata ada beberapa poin dapat dilihat, seperti penggantian tenda, pemotongan ambang palka, perluasan ruang anjungan, cuci lambung kapal dan pengecatannya, penggantian plat lambung buritan, dan banyak yang lainnya. 

Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK) Proyek Docking Kapal KN Pari Suroso ketika dikonfirmasi membantah informasi tersebut. Didampingi Kepala Kamar Mesin (KKM) KN Pari Syahrizal, dia menegaskan bahwa informasi tersebut adalah keliru dan seolah sengaja dibesar-besarkan. 

Suroso mengatakan kapal KN Pari masih bisa  jalan dan masih bisa dibawa kerja. Namun, diakuinya ada sedikit kendala di mesin. Hal ini dapat dimaklumi, karena Kapal KN Pari ini sudah tua, yaitu sejak tahun 1978.  Sementara mesin genset tidak masuk dalam ripper list. 

Diakuinya bahwa pekerjaan docking kali ini lebih banyak pada pergantian plat, perpipaan, pengecatan, dan lainnya. Dimana hal itu dinilai perlu diprioritaskan, karena Kapal KN Pari merupakan kapal tua. Masalah pelat bawah perlu dijaga. Sementara pengecatan, dimulai dari batas bawah hingga ke batas air.  

"Tidak benar mesin meledak sewaktu pulang docking. Memang sewaktu dalam perjalanan,  suara mesin mengerang. Kalau benar meledak, tentunya mesin jadi basepai. Ini kan tidak, akhirnya Kapal KN Pari kan sampai juga ke Dumai," ujar Syahrizal menambahkan. 

Menurutnya, selesai docking di Jakarta, KN Pari tidak langsung pulang ke Dumai, tapi sempat melaksanakan beberapa pekerjaan di beberapa wilayah kerja Distrik Navigasi Dumai, seperti di Kuala Enok dan Kuala Lajau.  Sewaktu perjalanan pulang usai melaksanakan beberapa pekerjaan itulah mesin sedikit mengalami kendala, tapi bukan meledak. Karena adanya suara mesin mengerang, maka distop dan beralih ke mesin yang satunya lagi. 

Syahrizal menegaskan lagi, jika pelaksanaan docking abal-abal,  maka dirinyalah yang paling khawatir dan takkan berani jalan untuk pulang ke Dumai,  karena menyangkut keselamatan nyawa. Sebab, pada perjalanan berlayar dari Jakarta ke Dumai bukan sedikit tantangan yang akan dihadapi dalam mengarungi luasnya samudra. 

Suroso menambahkan, sebenarnya jadwal docking kali ini sudah masuk jam kerja general overhaul, tapi karena anggaran terkena refocusing atau pemotongan anggaran, sehingga hal itu tak terlaksana. Kapal KN Pari terakhir docking pada tahun 2015 lalu. Kalau kapal negara, setiap empat tahun sekali harus dilakukan docking. 

Diakuinya, memang ada kendala di mesin kapal merk Baudouin buatan Prancis itu, terutama di bawah piston. Namun, pihaknya belum berani membongkarnya, karena harus benar-benar dikerjakan tenaga ahli. Pada pelaksanaan docking kemarin, kata Suroso, mesin tidak ikut diperbaiki.*[yus]

   
Angin Kencang Landa Kota Pekanbaru, Begini Penjelasan BMKG Pekanbaru 
Senin, 23 Mei 2022 - 14:26

Jalin Silahturrahmi Lewat Olahraga, Ferryandi Lakukan Smash Mania Persahabatan dengan PBSI Mandah
Senin, 23 Mei 2022 - 14:20

Bersama Pak Kades dan Rombongan, Ferryandi Nikmati Uenaknya Es Tontong Sembuang
Senin, 23 Mei 2022 - 14:16

Presiden Minta Masyarakat Berhemat, DPD: Tunda Pembangunan IKN
Senin, 23 Mei 2022 - 09:37

Aturan Baru! Nama Tak Boleh Cuma 1 Kata, Maksimal 60 Karakter
Senin, 23 Mei 2022 - 09:27

Mulai Perang Terbuka, Jokowi-Megawati Bisa Semakin Berjarak saat Mendekati Pemilu
Senin, 23 Mei 2022 - 09:24

Bupati Siak Berikan Penghargaan Kepada Fasiliator Daerah Pengajar Praktik dan Guru Penggerak
Senin, 23 Mei 2022 - 06:01

Bertahun-tahun Murtad, Nania Idol Kembali Memeluk Islam
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:52

Dekranasda Siak Terima Kunjungan Studi Wisata Siswa SD Al-Azhar Pekanbaru untuk Belajar Membatik
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:40

Besok Gubri Langsung Lantik Pj Walikota Pekanbaru dan Bupati Kampar
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:22

Ferryandi Buka Turnamen Volly Ball "Supper Rosmel Cup 2022" Rotan Semelur Pelangiran
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:14

Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Ketua MUI: Tak Hormati Norma Indonesia
Minggu, 22 Mei 2022 - 11:22

Exit Tol Pelalawan Akan Dukung Sektor Pariwisata Riau
Minggu, 22 Mei 2022 - 11:18

Pengidap Hipertensi yang Tak Patuh Minum Obat Berisiko Kena Komplikasi
Minggu, 22 Mei 2022 - 11:06

Keran Ekspor Sawit Dibuka, PKS: Biasa Saja, Tak Sentuh Substansi Masalah
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:58

Suhu Udara Saat Musim Haji 1443 H Diperkirakan Capai 49 Derajat
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:49

SK Diterima, Senin Gubri Lantik Pj Walikota Pekanbaru Muflihun dan Pj Bupati Kampar Kamsol
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:46

BMKG: Hujan Bakal Mengguyur Sejumlah Wilayah Riau
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:41

Deretan Virus yang Mulai Bermunculan Setelah Covid-19, Jadi Ancaman Dunia!
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:39

UAS: Pesantren Lembaga Efektif Jaga Anak tidak Terjerumus ke Narkoba
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:29

Permudah Akses ke Wisata Bono, Bupati Pelalawan Minta Exit Tol Pindah ke Arah Ukui
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:22

Gubri Syamsuar Buka-bukaan Kritik Kinerja Pemko Pekanbaru
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:17

12.266 UMKM Terima BPUM Pemprov Riau Sebesar Rp1,2 Juta
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:09

Dr Deni Efizon Daftar Jadi Calon Rektor Unri
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:07

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com