Intinya, pelaksanaan docking Kapal KN Pari ini gagal total. Pelaksanaan proyek  abal-abal dengan anggaran lima mil" />
Home
Mantan Bupati Bengkalis Amril Mukminin Dieksekusi ke Rutan Pekanbaru | Di Pekanbaru, KPK Sita Catatan Keuangan Terkait Kasus Bupati Kuansing | Usai Khutbah Jumat, Wabup Siak Husni Mirza Serahkan IMB Masjid Alfurqon Kwalian | Pantai Beting dan Hutan Mangrov Tanjung Layang Potensi Wisata Bahari Tersembunyi | Bupati Siak: RDTR Beri Kepastian Bagi Calon Investor di Kawasan Industri Tanjung Buton | Bupati Alfedri Sebut Penanganan Stunting Butuh Kerjasama Multipihak
Selasa, 26 Oktober 2021
/ Peristiwa / 14:53:12 / Sepulang Docking dari Jakarta, Kapal KN Pari "Terduduk" di Pelabuhan Dumai  /
Sepulang Docking dari Jakarta, Kapal KN Pari "Terduduk" di Pelabuhan Dumai 
Minggu, 10 Oktober 2021 - 14:53:12 WIB

 DUMAI  - Isu tak sedap menguap di Kantor Distrik Navigasi Dumai. Isu ini berkaitan dengan proyek docking kapal KN Pari tahun anggaran 2021 yang bernilai lima miliar lebih. 

Ditengarai bahwa pelaksanaan docking Kapal Negara (KN)  ini dikerjakan asal-asalan, sehingga hasilnya tak memuaskan. Proyek yang dikerjakan perusahaan pemenang tender dari Jakarta ini dinilai pemubaziran anggaran. Dimana proyek ini masih di bawah tanggung jawab Raymond, Kadisnav Dumai yang lama, yang kini sudah pindah ke Tanjung Priok, Jakarta. 

"Intinya, pelaksanaan docking Kapal KN Pari ini gagal total. Pelaksanaan proyek  abal-abal dengan anggaran lima miliar lebih, tidak sebanding dengan hasilnya. Lebih parah lagi bahwa sebelum naik dock, Kapal KN Pari masih bisa dibawa untuk kerja, setelah pulang docking dari Jakarta justru kini 'terduduk' tak bisa dibawa untuk operasional kerja," kata sumber riautrust.com yang tidak ingin disebutkan jati dirinya. 

Menurutnya, saat dalam perjalanan pulang dari docking, mesinnya "meledak". Padahal, mesinnya adalah mesin genset kwalitas nomor 1 merk baudouin. Begitu pula derec yang sudah diperbaiki justru jadi rusak-rusakan saat dibawa kerja. 

Selain soal mesin, kata dia, banyak dari pekerjaan docking yang tak  sesuai harapan. Namun,  yang kasat mata ada beberapa poin dapat dilihat, seperti penggantian tenda, pemotongan ambang palka, perluasan ruang anjungan, cuci lambung kapal dan pengecatannya, penggantian plat lambung buritan, dan banyak yang lainnya. 

Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK) Proyek Docking Kapal KN Pari Suroso ketika dikonfirmasi membantah informasi tersebut. Didampingi Kepala Kamar Mesin (KKM) KN Pari Syahrizal, dia menegaskan bahwa informasi tersebut adalah keliru dan seolah sengaja dibesar-besarkan. 

Suroso mengatakan kapal KN Pari masih bisa  jalan dan masih bisa dibawa kerja. Namun, diakuinya ada sedikit kendala di mesin. Hal ini dapat dimaklumi, karena Kapal KN Pari ini sudah tua, yaitu sejak tahun 1978.  Sementara mesin genset tidak masuk dalam ripper list. 

Diakuinya bahwa pekerjaan docking kali ini lebih banyak pada pergantian plat, perpipaan, pengecatan, dan lainnya. Dimana hal itu dinilai perlu diprioritaskan, karena Kapal KN Pari merupakan kapal tua. Masalah pelat bawah perlu dijaga. Sementara pengecatan, dimulai dari batas bawah hingga ke batas air.  

"Tidak benar mesin meledak sewaktu pulang docking. Memang sewaktu dalam perjalanan,  suara mesin mengerang. Kalau benar meledak, tentunya mesin jadi basepai. Ini kan tidak, akhirnya Kapal KN Pari kan sampai juga ke Dumai," ujar Syahrizal menambahkan. 

Menurutnya, selesai docking di Jakarta, KN Pari tidak langsung pulang ke Dumai, tapi sempat melaksanakan beberapa pekerjaan di beberapa wilayah kerja Distrik Navigasi Dumai, seperti di Kuala Enok dan Kuala Lajau.  Sewaktu perjalanan pulang usai melaksanakan beberapa pekerjaan itulah mesin sedikit mengalami kendala, tapi bukan meledak. Karena adanya suara mesin mengerang, maka distop dan beralih ke mesin yang satunya lagi. 

Syahrizal menegaskan lagi, jika pelaksanaan docking abal-abal,  maka dirinyalah yang paling khawatir dan takkan berani jalan untuk pulang ke Dumai,  karena menyangkut keselamatan nyawa. Sebab, pada perjalanan berlayar dari Jakarta ke Dumai bukan sedikit tantangan yang akan dihadapi dalam mengarungi luasnya samudra. 

Suroso menambahkan, sebenarnya jadwal docking kali ini sudah masuk jam kerja general overhaul, tapi karena anggaran terkena refocusing atau pemotongan anggaran, sehingga hal itu tak terlaksana. Kapal KN Pari terakhir docking pada tahun 2015 lalu. Kalau kapal negara, setiap empat tahun sekali harus dilakukan docking. 

Diakuinya, memang ada kendala di mesin kapal merk Baudouin buatan Prancis itu, terutama di bawah piston. Namun, pihaknya belum berani membongkarnya, karena harus benar-benar dikerjakan tenaga ahli. Pada pelaksanaan docking kemarin, kata Suroso, mesin tidak ikut diperbaiki.*[yus]

   
 
Siak Pertahankan Predikat KLA Tingkat Nindya
Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:30

Komisi V DPR RI Fraksi PKS Dapil Riau II Beserta Mitra Komisi V DPR RI Kunjungi Pelalawan
Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:24

Sempena HUT Kabupaten Pelalawan ke-22
Bupati Zukri: Kita Evaluasi Apa yang Sudah Kita Kerjakan untuk Pelalawan
Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:17

Pengusaha dan Sopir Harus Patuh Tidak Bawa Kendaraan ODOL
Rabu, 13 Oktober 2021 - 19:22

Bahagianya Petani Riau, Harga Sawit Tembus Rp3.014 Perkilogram
Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:50

Jalan Tuanku Tambusai-Paus akan Dipasang Traffic Light
Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:43

Bupati Alfedri Launching Pembayaran PBB-P2 dan QRIS Tiket Masuk Istana
Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:16

Khitanan Massal, Ketua DPRD Inhil Minta Orang Tua Perkuat Pendidikan Agama
Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:09

Khitanan Massal, Ketua DPRD Inhil Minta Orang Tua Perkuat Pendidikan Agama
Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:07

Program Gratis Denda Pajak Kendaraan Riau Berakhir Satu Bulan Lagi
Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:37

Sengketa Agraria Tinggi di Riau, 50 Anggota Dewan Setujui Dibentuk Pansus
Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:30

THL Pemko Pekanbaru Gelisah, Tak Hanya Gaji Dipotong Tapi Juga Telat Bayar
Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:27

Kadis ESDM Ditahan Jaksa, Fitra Sebut Gubernur Riau Tak Serius Memilah Anak Buah
Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:25

Upacara Puncak HUT ke - 22 Siak, Bangkit dari Pandemi Covid-19 Menuju Siak Tangguh, Siak Tumbuh
Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:20

Festival Warna Lestari Menambah Keragaman Batik dan Tenun Siak
Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:17

Peringatan Hari Koperasi ke-74 Tingkat Kabupaten Siak, Ini Pesan Bupati Alfedri
Selasa, 12 Oktober 2021 - 07:29

Diikuti 75 Anak, Ketua DPRD Inhil Buka Secara Resmi Khitan Massal di Simpang Gaung
Senin, 11 Oktober 2021 - 21:25

Ayo Lindungi Keanekaragaman Hayati di TNBT
Senin, 11 Oktober 2021 - 19:36

Nelayan Kena Pajak 400 %, RR: Kok Tega Banget ya? yang Gede-gede Dapat Bebas Pajak
Senin, 11 Oktober 2021 - 19:32

Mayat Tangan Terikat Ditemukan di Jalan Lintas Bangkinang-Petapahan, Diduga Korban Pembunuhan
Senin, 11 Oktober 2021 - 19:30

Ambruknya Turap Danau Tajwid, Plt Kadis PUPR Pelalawan dan Staf Dituntut 3 Tahun Penjara
Senin, 11 Oktober 2021 - 19:25

Bupati Alfedri : Pasca Covid 19 Tour The Siak Bisa dilaksanakan
Senin, 11 Oktober 2021 - 19:14

Sepulang Docking dari Jakarta, Kapal KN Pari "Terduduk" di Pelabuhan Dumai 
Minggu, 10 Oktober 2021 - 14:53

Atasi Persoalan Petani Padi Meranti, Gubri Tawarkan Normalisasi Sungai
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 20:14

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com