Intinya, pelaksanaan docking Kapal KN Pari ini gagal total. Pelaksanaan proyek  abal-abal dengan anggaran lima mil" />
Home
Mahasiswa PCR Sukses Membuat Motor Listrik ala Jap Style | PSPS Riau Ganti Kursi Stadion Utama, Diperkirakan Capai Rp289 Juta | Dirjen PHU Kemenag RI: Saat Ini Sedang Dilakukan Mitigasi Pelaksanaan Haji Tahun Depan | Iven Sumatera Cup Prix Harap Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Siak | Hadiri Milad ke - 4 KBRC Siak, Alfedri: Semoga Makin Kompak | Kelompok Islam: Identitas Muslim Kashmir Dirusak oleh Pemerintah India
Senin, 26 09 2022
/ Peristiwa / 14:53:12 / Sepulang Docking dari Jakarta, Kapal KN Pari "Terduduk" di Pelabuhan Dumai  /
Sepulang Docking dari Jakarta, Kapal KN Pari "Terduduk" di Pelabuhan Dumai 
Minggu, 10 Oktober 2021 - 14:53:12 WIB

TERKAIT:
   
 

 DUMAI  - Isu tak sedap menguap di Kantor Distrik Navigasi Dumai. Isu ini berkaitan dengan proyek docking kapal KN Pari tahun anggaran 2021 yang bernilai lima miliar lebih. 

Ditengarai bahwa pelaksanaan docking Kapal Negara (KN)  ini dikerjakan asal-asalan, sehingga hasilnya tak memuaskan. Proyek yang dikerjakan perusahaan pemenang tender dari Jakarta ini dinilai pemubaziran anggaran. Dimana proyek ini masih di bawah tanggung jawab Raymond, Kadisnav Dumai yang lama, yang kini sudah pindah ke Tanjung Priok, Jakarta. 

"Intinya, pelaksanaan docking Kapal KN Pari ini gagal total. Pelaksanaan proyek  abal-abal dengan anggaran lima miliar lebih, tidak sebanding dengan hasilnya. Lebih parah lagi bahwa sebelum naik dock, Kapal KN Pari masih bisa dibawa untuk kerja, setelah pulang docking dari Jakarta justru kini 'terduduk' tak bisa dibawa untuk operasional kerja," kata sumber riautrust.com yang tidak ingin disebutkan jati dirinya. 

Menurutnya, saat dalam perjalanan pulang dari docking, mesinnya "meledak". Padahal, mesinnya adalah mesin genset kwalitas nomor 1 merk baudouin. Begitu pula derec yang sudah diperbaiki justru jadi rusak-rusakan saat dibawa kerja. 

Selain soal mesin, kata dia, banyak dari pekerjaan docking yang tak  sesuai harapan. Namun,  yang kasat mata ada beberapa poin dapat dilihat, seperti penggantian tenda, pemotongan ambang palka, perluasan ruang anjungan, cuci lambung kapal dan pengecatannya, penggantian plat lambung buritan, dan banyak yang lainnya. 

Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK) Proyek Docking Kapal KN Pari Suroso ketika dikonfirmasi membantah informasi tersebut. Didampingi Kepala Kamar Mesin (KKM) KN Pari Syahrizal, dia menegaskan bahwa informasi tersebut adalah keliru dan seolah sengaja dibesar-besarkan. 

Suroso mengatakan kapal KN Pari masih bisa  jalan dan masih bisa dibawa kerja. Namun, diakuinya ada sedikit kendala di mesin. Hal ini dapat dimaklumi, karena Kapal KN Pari ini sudah tua, yaitu sejak tahun 1978.  Sementara mesin genset tidak masuk dalam ripper list. 

Diakuinya bahwa pekerjaan docking kali ini lebih banyak pada pergantian plat, perpipaan, pengecatan, dan lainnya. Dimana hal itu dinilai perlu diprioritaskan, karena Kapal KN Pari merupakan kapal tua. Masalah pelat bawah perlu dijaga. Sementara pengecatan, dimulai dari batas bawah hingga ke batas air.  

"Tidak benar mesin meledak sewaktu pulang docking. Memang sewaktu dalam perjalanan,  suara mesin mengerang. Kalau benar meledak, tentunya mesin jadi basepai. Ini kan tidak, akhirnya Kapal KN Pari kan sampai juga ke Dumai," ujar Syahrizal menambahkan. 

Menurutnya, selesai docking di Jakarta, KN Pari tidak langsung pulang ke Dumai, tapi sempat melaksanakan beberapa pekerjaan di beberapa wilayah kerja Distrik Navigasi Dumai, seperti di Kuala Enok dan Kuala Lajau.  Sewaktu perjalanan pulang usai melaksanakan beberapa pekerjaan itulah mesin sedikit mengalami kendala, tapi bukan meledak. Karena adanya suara mesin mengerang, maka distop dan beralih ke mesin yang satunya lagi. 

Syahrizal menegaskan lagi, jika pelaksanaan docking abal-abal,  maka dirinyalah yang paling khawatir dan takkan berani jalan untuk pulang ke Dumai,  karena menyangkut keselamatan nyawa. Sebab, pada perjalanan berlayar dari Jakarta ke Dumai bukan sedikit tantangan yang akan dihadapi dalam mengarungi luasnya samudra. 

Suroso menambahkan, sebenarnya jadwal docking kali ini sudah masuk jam kerja general overhaul, tapi karena anggaran terkena refocusing atau pemotongan anggaran, sehingga hal itu tak terlaksana. Kapal KN Pari terakhir docking pada tahun 2015 lalu. Kalau kapal negara, setiap empat tahun sekali harus dilakukan docking. 

Diakuinya, memang ada kendala di mesin kapal merk Baudouin buatan Prancis itu, terutama di bawah piston. Namun, pihaknya belum berani membongkarnya, karena harus benar-benar dikerjakan tenaga ahli. Pada pelaksanaan docking kemarin, kata Suroso, mesin tidak ikut diperbaiki.*[yus]

   
Buka Sosialisasi P4GN Bupati Alfedri Terus Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba
Sabtu, 24 September 2022 - 09:45

Setiap Jum'at Bujang Kampung Mampu Tangani 500 Pengurusan
Sabtu, 24 September 2022 - 09:41

Gubernur BEM Fisip Unri Dituding Lakukan Pelecehan Seksual
Sabtu, 24 September 2022 - 09:36

Rocky Gerung Duga Anies Bakal Sering Dipanggil KPK Jelang Pilpres
Sabtu, 24 September 2022 - 09:31

Pengusaha Kecil Paling Menderita Usai Suku Bunga BI Naik
Sabtu, 24 September 2022 - 09:29

Kasus Stunting di Kampar Melonjak ke Angka 1.300 Anak
Sabtu, 24 September 2022 - 09:23

Marak Kekerasan Seksual Dalam Keluarga, Pakar: Ketidakharmonisan Keluarga Jadi Faktor Utama
Sabtu, 24 September 2022 - 09:20

Solusi Kelangkaan, Nelayan Rupat Diberi Akses Beli Biosolar ke SPBU Leguler
Sabtu, 24 September 2022 - 09:17

3 Tanda Orang Lelah Secara Mental, Kamu Perlu Menyadarinya!
Sabtu, 24 September 2022 - 08:58

PPWI Riau Gelar Wirid dan Bagikan Surat Yasin kepada Ibu-ibu
Jumat, 23 September 2022 - 19:37

Kapolres AKBP Pangucap Peletakan Batu Pertama Musholla Ar-Rohani Serta Peresmian Pendopo BBM
Jumat, 23 September 2022 - 13:07

Wakil Bupati Siak Husni Merza terima kunjungan FORPIMAWA
Jumat, 23 September 2022 - 09:10

Bupati Alfedri Terima Penghargaan WTP 10 Kali Berturut-turut Dari Menkeu
Jumat, 23 September 2022 - 07:26

Akademisi Sarankan Pemerintah Dapat Gunakan PE dan BK untuk Kendalikan Ekspor CPO
Jumat, 23 September 2022 - 06:10

KPK Tetapkan 10 Tersangka Suap, Termasuk Hakim Agung
Jumat, 23 September 2022 - 06:05

Harga CPO Semakin Kompetitif di Riau
Jumat, 23 September 2022 - 05:58

Tega, Ayah di Inhu Cabuli Anak Kandung Berulang Kali
Jumat, 23 September 2022 - 05:52

Tok! DPRD Riau Restui KUA-PPAS Perubahan APBD Riau 2022
Jumat, 23 September 2022 - 05:46

Suporter Rusuh! Dispora Minta Manajemen PSPS Riau Bertanggungjawab
Jumat, 23 September 2022 - 05:44

Power of Emak-emak di Riau, Selamat Setelah Duel dengan Buaya
Jumat, 23 September 2022 - 05:38

Ingat, OJK Sebut Pinjol Hanya Boleh Minta Akses Camilan
Jumat, 23 September 2022 - 05:34

Ratusan Nelayan di Dumai Kekurangan Stok BBM Subsidi, DKP Riau Kirim Surat ke Pusat
Rabu, 21 September 2022 - 20:15

Pembangunan Jalan Sungai Jering-Kari Kuansing akan Tuntas Tahun 2023
Rabu, 21 September 2022 - 20:10

Ingin Beli Rumah untuk Investasi? Pahami Dulu Hal Penting Berikut Ini
Rabu, 21 September 2022 - 20:07

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com