Intinya, pelaksanaan docking Kapal KN Pari ini gagal total. Pelaksanaan proyek  abal-abal dengan anggaran lima mil" />
Home
Soal Banjir Rob di Dumai, Wako Paisal Sebut sudah Lakukan Hal Ini | Imigrasi Selatpanjang Prioritaskan Pembuatan Paspor Bagi Masyarakat yang Sakit Keras | Peringati Hari Tani Nasional, PPWI Berikan Bantuan Kepada Kelompok Tani | Sah! Kampung Pancasila di Pekanbaru Semakin Bertambah | Investor Habiskan Rp500 Miliar Pasang Pipa PDAM Pekanbaru | Memperkenalkan Punggawa-punggawa PS Siak Dan Jersey 2022-2023
Sabtu, 01 Oktober 2022
/ Peristiwa / 14:53:12 / Sepulang Docking dari Jakarta, Kapal KN Pari "Terduduk" di Pelabuhan Dumai  /
Sepulang Docking dari Jakarta, Kapal KN Pari "Terduduk" di Pelabuhan Dumai 
Minggu, 10 Oktober 2021 - 14:53:12 WIB

TERKAIT:
   
 

 DUMAI  - Isu tak sedap menguap di Kantor Distrik Navigasi Dumai. Isu ini berkaitan dengan proyek docking kapal KN Pari tahun anggaran 2021 yang bernilai lima miliar lebih. 

Ditengarai bahwa pelaksanaan docking Kapal Negara (KN)  ini dikerjakan asal-asalan, sehingga hasilnya tak memuaskan. Proyek yang dikerjakan perusahaan pemenang tender dari Jakarta ini dinilai pemubaziran anggaran. Dimana proyek ini masih di bawah tanggung jawab Raymond, Kadisnav Dumai yang lama, yang kini sudah pindah ke Tanjung Priok, Jakarta. 

"Intinya, pelaksanaan docking Kapal KN Pari ini gagal total. Pelaksanaan proyek  abal-abal dengan anggaran lima miliar lebih, tidak sebanding dengan hasilnya. Lebih parah lagi bahwa sebelum naik dock, Kapal KN Pari masih bisa dibawa untuk kerja, setelah pulang docking dari Jakarta justru kini 'terduduk' tak bisa dibawa untuk operasional kerja," kata sumber riautrust.com yang tidak ingin disebutkan jati dirinya. 

Menurutnya, saat dalam perjalanan pulang dari docking, mesinnya "meledak". Padahal, mesinnya adalah mesin genset kwalitas nomor 1 merk baudouin. Begitu pula derec yang sudah diperbaiki justru jadi rusak-rusakan saat dibawa kerja. 

Selain soal mesin, kata dia, banyak dari pekerjaan docking yang tak  sesuai harapan. Namun,  yang kasat mata ada beberapa poin dapat dilihat, seperti penggantian tenda, pemotongan ambang palka, perluasan ruang anjungan, cuci lambung kapal dan pengecatannya, penggantian plat lambung buritan, dan banyak yang lainnya. 

Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK) Proyek Docking Kapal KN Pari Suroso ketika dikonfirmasi membantah informasi tersebut. Didampingi Kepala Kamar Mesin (KKM) KN Pari Syahrizal, dia menegaskan bahwa informasi tersebut adalah keliru dan seolah sengaja dibesar-besarkan. 

Suroso mengatakan kapal KN Pari masih bisa  jalan dan masih bisa dibawa kerja. Namun, diakuinya ada sedikit kendala di mesin. Hal ini dapat dimaklumi, karena Kapal KN Pari ini sudah tua, yaitu sejak tahun 1978.  Sementara mesin genset tidak masuk dalam ripper list. 

Diakuinya bahwa pekerjaan docking kali ini lebih banyak pada pergantian plat, perpipaan, pengecatan, dan lainnya. Dimana hal itu dinilai perlu diprioritaskan, karena Kapal KN Pari merupakan kapal tua. Masalah pelat bawah perlu dijaga. Sementara pengecatan, dimulai dari batas bawah hingga ke batas air.  

"Tidak benar mesin meledak sewaktu pulang docking. Memang sewaktu dalam perjalanan,  suara mesin mengerang. Kalau benar meledak, tentunya mesin jadi basepai. Ini kan tidak, akhirnya Kapal KN Pari kan sampai juga ke Dumai," ujar Syahrizal menambahkan. 

Menurutnya, selesai docking di Jakarta, KN Pari tidak langsung pulang ke Dumai, tapi sempat melaksanakan beberapa pekerjaan di beberapa wilayah kerja Distrik Navigasi Dumai, seperti di Kuala Enok dan Kuala Lajau.  Sewaktu perjalanan pulang usai melaksanakan beberapa pekerjaan itulah mesin sedikit mengalami kendala, tapi bukan meledak. Karena adanya suara mesin mengerang, maka distop dan beralih ke mesin yang satunya lagi. 

Syahrizal menegaskan lagi, jika pelaksanaan docking abal-abal,  maka dirinyalah yang paling khawatir dan takkan berani jalan untuk pulang ke Dumai,  karena menyangkut keselamatan nyawa. Sebab, pada perjalanan berlayar dari Jakarta ke Dumai bukan sedikit tantangan yang akan dihadapi dalam mengarungi luasnya samudra. 

Suroso menambahkan, sebenarnya jadwal docking kali ini sudah masuk jam kerja general overhaul, tapi karena anggaran terkena refocusing atau pemotongan anggaran, sehingga hal itu tak terlaksana. Kapal KN Pari terakhir docking pada tahun 2015 lalu. Kalau kapal negara, setiap empat tahun sekali harus dilakukan docking. 

Diakuinya, memang ada kendala di mesin kapal merk Baudouin buatan Prancis itu, terutama di bawah piston. Namun, pihaknya belum berani membongkarnya, karena harus benar-benar dikerjakan tenaga ahli. Pada pelaksanaan docking kemarin, kata Suroso, mesin tidak ikut diperbaiki.*[yus]

   
Kejari Rohul Gelar Perkara Dugaan Penyimpangan Tanah Kas Desa Kepenuhan Raya
Rabu, 28 September 2022 - 16:35

Kejari Rohul Gelar Perkara Dugaan Penyimpangan Tanah Kas Desa Kepenuhan Raya
Diduga Rugi Miliaran Rupiah, YBN Laporkan  BUMDEs Sumber Makmur Ke Kejari Rohul
Rabu, 28 September 2022 - 16:33

Bayi dengan Empat Tangan dan Empat Kaki Lahir di China
Rabu, 28 September 2022 - 08:10

Permintaan Ekspor Melonjak, Harga CPO Naik
Rabu, 28 September 2022 - 07:47

TBS Sawit Riau Dihargai Rp 2.532,24/Kg Sepekan ke Depan
Rabu, 28 September 2022 - 06:00

Kapal Pengangkut 20 Kg Sabu ternyata Sering Berlabuh di Perairan Meranti
Rabu, 28 September 2022 - 05:58

Buka Pelatihan Kewirausahaan Mandiri Bupati Alfedri Harap UMKM Siak Naik Kelas
Selasa, 27 September 2022 - 18:58

Resmi Mendaftar, Yuherman Daulay Siap Lanjutkan Pembangunan Desa Silang Jaya
Selasa, 27 September 2022 - 17:34

Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat
Selasa, 27 September 2022 - 16:35

Buka Sosialisasi Pola Pengembangan Wakaf, Wabup Husni Update Dulu Datanya Baru Bicara Potensi
Selasa, 27 September 2022 - 14:38

Sebanyak 187 Panwascam Mendaftar Di Bawaslu Rohul
Selasa, 27 September 2022 - 14:26

Berpotensi Kolusi, BPK Didesak Audit Tim Bayangan Nadiem
Selasa, 27 September 2022 - 10:29

Sudah 6 Tahun Pacaran, Pasangan Kekasih Ini Ternyata Saudara Kandung
Selasa, 27 September 2022 - 09:23

Jenazah Syekh Yusuf Al Qaradawi akan Dishalatkan di Doha
Selasa, 27 September 2022 - 09:11

Jenazah Syekh Yusuf Al Qaradawi akan Dishalatkan di Doha
Selasa, 27 September 2022 - 09:09

Jadi Saksi Ahli di MK Soal Nikah Beda Agama, Kiai Cholil Nafis: Tidak Sah dan Haram
Selasa, 27 September 2022 - 05:52

Riau Kirim Dua Perwakilan Pemuda ke Tingkat Nasional 2022
Selasa, 27 September 2022 - 05:45

Lokasi Penyulingan Elpiji Bersubsidi Digrebek Polda Riau, Pelaku Raup Keuntungan Rp500 juta
Selasa, 27 September 2022 - 05:38

Mahasiswa PCR Sukses Membuat Motor Listrik ala Jap Style
Senin, 26 September 2022 - 20:16

PSPS Riau Ganti Kursi Stadion Utama, Diperkirakan Capai Rp289 Juta
Senin, 26 September 2022 - 20:12

Dirjen PHU Kemenag RI: Saat Ini Sedang Dilakukan Mitigasi Pelaksanaan Haji Tahun Depan
Senin, 26 September 2022 - 20:05

Iven Sumatera Cup Prix Harap Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Siak
Senin, 26 September 2022 - 09:56

Hadiri Milad ke - 4 KBRC Siak, Alfedri: Semoga Makin Kompak
Senin, 26 September 2022 - 09:53

Kelompok Islam: Identitas Muslim Kashmir Dirusak oleh Pemerintah India
Senin, 26 September 2022 - 06:06

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com