Home
Langkah Awal Memimpin Pekanbaru, Pj Walikota Prioritaskan 8 Poin untuk Dibenahi | Luhut Lapor Jokowi: Ada Perusahaan Kuasai 500 Ha Sawit, Tapi Kantornya di Luar Negeri | Erdogan Umumkan Turki Akan Kembali Gempur Suriah | Warga Pekanbaru-Kampar Berharap Fly Over Garuda Sakti Segera Dibangun | Kurang Cepat di Tol Pekanbaru-Dumai, Supir Truk Tak Terima Ditilang | Kenakan Batik, Annas Maamun Jalani Sidang Perdana Secara Virtual
Kamis, 26 Mei 2022
/ Mozaik / 05:45:33 / Studi: Perusahaan Media Sosial Gagal Menindak Unggahan Bernada Islamofobia /
Studi: Perusahaan Media Sosial Gagal Menindak Unggahan Bernada Islamofobia
Selasa, 10 Mei 2022 - 05:45:33 WIB

LONDON  - Sebuah studi menyebut perusahaan media sosial gagal menindak 89 persen unggahan berisi kebencian anti-Muslim dan konten Islamofobia. Hal tersebut disampaikan oleh lembaga Center for Countering Digital Hate (CCDH), berdasarkan laporan yang mereka terima.

"Laporan ini mengungkap perusahaan media sosial, termasuk Facebook, Instagram, TikTok, Twitter, dan YouTube, gagal menindak 89 persen postingan berisi kebencian anti-Muslim dan konten Islamofobia yang dilaporkan kepada mereka," kata CCDH dikutip di AhlulBayt News Agency (ABNA), Senin (9/5).

Dalam pernyataan bersama pada 2019, Meta (saat itu Facebook), Twitter dan Google berkomitmen menegakkan seruan Christchurch untuk menghilangkan konten teroris dan ekstremis kekerasan secara daring.

Raksasa media sosial inj menyatakan mereka akan tegas dalam komitmen untuk memastikan melakukan semua yang bisa diupayakan, guna memerangi kebencian dan ekstremisme yang mengarah pada kekerasan teroris.

"Sekali lagi, siaran pers mereka terbukti tidak lebih dari janji kosong," lanjut CCDH dalam laporan itu.

Peneliti CCDH melaporkan 530 unggahan berisi konten yang mengganggu, fanatik dan tidak manusiawi yang menargetkan Muslim melalui karikatur rasis, konspirasi, dan klaim palsu. Postingan ini dilihat setidaknya 25 juta kali.

Tak hanya itu, mereka juga menemukan banyak konten yang berisi pelecehan dengan mudah dapat diidentifikasi, namun masih ada kelambanan dalam mengatasinya.

Lebih lanjut, mereka menyatakan media sosial Instagram, TikTok dan Twitter memungkinkan pengguna untuk menggunakan tagar seperti #deathtoislam, #islamiscancer dan #ragheadi.

Dalam laporam yang disampaikan, CCDH menyebut konten yang menyebar dengan menggunakan tagar-tagar di atas menerima setidaknya 1,3 juta tayangan.

Konten semacam itu dipercaya semakin membahayakan komunitas dengan mendorong perpecahan sosial, menormalkan perilaku kasar, serta mendorong serangan dan penyalahgunaan di masyarakat.

"Lebih buruk lagi, platform mendapat untung dari kebencian ini dengan senang hati memonetisasi konten, interaksi dan perhatian yang dihasilkan. Bagi mereka, kebencian adalah bisnis yang baik," ujar mereka.

REPUBLIKA.CO.ID,


   
Angin Kencang Landa Kota Pekanbaru, Begini Penjelasan BMKG PekanbaruĀ 
Senin, 23 Mei 2022 - 14:26

Jalin Silahturrahmi Lewat Olahraga, Ferryandi Lakukan Smash Mania Persahabatan dengan PBSI Mandah
Senin, 23 Mei 2022 - 14:20

Bersama Pak Kades dan Rombongan, Ferryandi Nikmati Uenaknya Es Tontong Sembuang
Senin, 23 Mei 2022 - 14:16

Presiden Minta Masyarakat Berhemat, DPD: Tunda Pembangunan IKN
Senin, 23 Mei 2022 - 09:37

Aturan Baru! Nama Tak Boleh Cuma 1 Kata, Maksimal 60 Karakter
Senin, 23 Mei 2022 - 09:27

Mulai Perang Terbuka, Jokowi-Megawati Bisa Semakin Berjarak saat Mendekati Pemilu
Senin, 23 Mei 2022 - 09:24

Bupati Siak Berikan Penghargaan Kepada Fasiliator Daerah Pengajar Praktik dan Guru Penggerak
Senin, 23 Mei 2022 - 06:01

Bertahun-tahun Murtad, Nania Idol Kembali Memeluk Islam
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:52

Dekranasda Siak Terima Kunjungan Studi Wisata Siswa SD Al-Azhar Pekanbaru untuk Belajar Membatik
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:40

Besok Gubri Langsung Lantik Pj Walikota Pekanbaru dan Bupati Kampar
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:22

Ferryandi Buka Turnamen Volly Ball "Supper Rosmel Cup 2022" Rotan Semelur Pelangiran
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:14

Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Ketua MUI: Tak Hormati Norma Indonesia
Minggu, 22 Mei 2022 - 11:22

Exit Tol Pelalawan Akan Dukung Sektor Pariwisata Riau
Minggu, 22 Mei 2022 - 11:18

Pengidap Hipertensi yang Tak Patuh Minum Obat Berisiko Kena Komplikasi
Minggu, 22 Mei 2022 - 11:06

Keran Ekspor Sawit Dibuka, PKS: Biasa Saja, Tak Sentuh Substansi Masalah
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:58

Suhu Udara Saat Musim Haji 1443 H Diperkirakan Capai 49 Derajat
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:49

SK Diterima, Senin Gubri Lantik Pj Walikota Pekanbaru Muflihun dan Pj Bupati Kampar Kamsol
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:46

BMKG: Hujan Bakal Mengguyur Sejumlah Wilayah Riau
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:41

Deretan Virus yang Mulai Bermunculan Setelah Covid-19, Jadi Ancaman Dunia!
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:39

UAS: Pesantren Lembaga Efektif Jaga Anak tidak Terjerumus ke Narkoba
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:29

Permudah Akses ke Wisata Bono, Bupati Pelalawan Minta Exit Tol Pindah ke Arah Ukui
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:22

Gubri Syamsuar Buka-bukaan Kritik Kinerja Pemko Pekanbaru
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:17

12.266 UMKM Terima BPUM Pemprov Riau Sebesar Rp1,2 Juta
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:09

Dr Deni Efizon Daftar Jadi Calon Rektor Unri
Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:07

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com