Breaking News
Unilak Dukung Program Literasi Digital Sektor Pendidikan Bagi Gen Z | Pemerintah Buka Kuliah Gratis Untuk Pekebun Kalapa Sawit Hingga ASN | Semangat Gesa Jalan, Pemprov Riau Mulai Perbaiki Jalan Ahmad Yani Pekanbaru | Indah dan Uniknya Stand Bazar MTQ Kabupaten Siak Tingkat Provinsi Riau di Dumai | Pekan Depan BUMN China ke Riau, Tinjau Lokasi Jembatan Bengkalis-Pulau Sumatera | Dihadiri Ribuan Masyarakat, MTQ XLII Provinsi Riau Dimeriahkan Ustaz Derry Sulaiman Rabu, 24 April 2024

 
Balas Dendam! Putin Pangkas Pasokan, Eropa Darurat Gas
Minggu, 19-06-2022 - 19:44:21 WIB

INTERNASIONAL - Eropa sedang menghadapi status darurat gas setelah Rusia memperketat pasokan ke kawasan. Presiden Rusia Vladimir Putin tidak main-main untuk menjadikan energi sebagai senjata melawan dukungan Eropa kepada Kiev.

Salah satu yang paling terdampak adalah Jerman. Negara ini menghadapi situasi serius setelah Rusia memangkas pasokan gas hingga 60 persen bagi sebagian negara di Uni Eropa sejak perang di Ukraina.

"Ini adalah situasi yang serius, situasinya tegang," kata Menteri Perekonomian Jerman Robert Habeck dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi ARD pada Kamis, dilansir Bloomberg pada Sabtu (18/6/2022).

Dia mengungkapkan bahwa ini adalah uji coba kekuatan antara sekutu Barat dan Rusia. Kondisi darurat dipicu setelah Kremlin memangkas sekitar 60 persen aliran pada pipa Nord Stream yang memompa gas langsung ke Jerman.

Pengiriman yang berkurang memiliki efek kumulatif bagi Prancis, Austria dan Republik Ceko.
Penerimaan salah satu konsumen gas terbesar di Eropa, Uniper SE Jerman berkurang 60 persen dari pesanannya.

Uniper mengandalkan lebih dari setengah kebutuhannya kepada Rusia di bawah kontrak jangka panjang. Beberapa di antaranya akan berakhir pada 2030-an.

Perusahaan mengatakan sedang mengganti volume yang hilang dengan gas dari sumber lain.
Sementara itu, Gazprom PJSC Rusia mengatakan hanya akan memasok separuh dari permintaan gas Italia.

Adapun, Engie SA Prancis dan OMV AG Austria juga mengatakan mendapat jatah yang lebih sedikit.

Penutupan keran gas ini akan semakin menambah tekanan pada harga energi yang sudah menjulang dan memukul perekonomian di kawasan.

Bahkan, tindakan ini juga akan mengancam persatuan Uni Eropa. Harga acuan gas alam Eropa melonjak ke level tertinggi sekitar 50 persen dalam sepekan.

Jika Rusia benar-benar menutup pipa utamanya, kawasan ini akan kehabisan pasokan pada Januari, menurut konsultan Wood Mackenzie Ltd. Permasalahannya, wilayah ini tidak memiliki alternatif yang cukup untuk jaringan pipa Rusia, terutama untuk musim dingin yang akan datang.
Perlu diketahui, Eropa bergantung pada pasokan gas Rusia hingga 40 persen. Kawasan ini telah membatasi ketergantungannya pada Rusia sejak invasi ke Ukraina awal tahun ini.

Negara di benua itu telah mengimpor gas alam cair dari AS, memanfaatkan pasokan dari Norwegia dan menandatangani perjanjian untuk meningkatkan impor gas dari Aljazair dan Israel.

"Pemangkasan lebih lanjut akan membuat pengisian pasokan kembali lebih menantang di level Uni Eropa dan akan menguji persatuannya yang rapuh. Ini akan berlanjut sampai keran benar-benar mati," ujar seorang profesor Paris Institute of Political Studies Thierry Bros.

Regulator energi di Jerman, BNetzA menyebutkan Jerman sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengurangi permintaan seperti mengizinkan pemilik gedung mengurangi pemanas di musim dingin dan menerapkan lelang bagi perusahaan untuk menjual hak konsumsi energi mereka.

“Berkurangnya pengiriman gas Rusia saat ini dapat menempatkan kita semua – konsumen serta industri – dalam situasi yang sangat serius,” ungkap Kepala BNetzA Klaus Mueller melalui akun Twitter.

Pemangkasan pasokan juga dapat memicu Italia menyusun rencana pemenuhan pasokan gas secara darurat pada pekan depan. Langkah itu dikhawatirkan akan meningkatkan ketergantungan pada bahan bakar kotor.

"Semua bergantung kepada mekanisme pembagian gas antar negara UE dan keputusan peraturan tentang bagaimana berbagi gas yang tersedia di dalam negara,” terang peneliti Oxford Institute for Energy Studies Jonathan Stern.

Sebelumnya pada Jumat, Komisi Eropa merekomendasikan agar Ukraina mendapatkan status kandidat setelah perjalanan Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Mario Draghi ke Kiev.
Dalam pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Draghi menuduh Rusia berbohong dengan alasan pemeliharaan teknis setelah pemangkasan gas yang melalui Nord Stream.***

bisnis




 
Berita Lainnya :
  • Unilak Dukung Program Literasi Digital Sektor Pendidikan Bagi Gen Z
  • Pemerintah Buka Kuliah Gratis Untuk Pekebun Kalapa Sawit Hingga ASN
  • Semangat Gesa Jalan, Pemprov Riau Mulai Perbaiki Jalan Ahmad Yani Pekanbaru
  • Indah dan Uniknya Stand Bazar MTQ Kabupaten Siak Tingkat Provinsi Riau di Dumai
  • Pekan Depan BUMN China ke Riau, Tinjau Lokasi Jembatan Bengkalis-Pulau Sumatera
  •  
    Komentar Anda :

     
    Berita Terkini Indeks
    #1 Unilak Dukung Program Literasi Digital Sektor Pendidikan Bagi Gen Z
    #2 Pemerintah Buka Kuliah Gratis Untuk Pekebun Kalapa Sawit Hingga ASN
    #3 Semangat Gesa Jalan, Pemprov Riau Mulai Perbaiki Jalan Ahmad Yani Pekanbaru
    #4 Indah dan Uniknya Stand Bazar MTQ Kabupaten Siak Tingkat Provinsi Riau di Dumai
    #5 Pekan Depan BUMN China ke Riau, Tinjau Lokasi Jembatan Bengkalis-Pulau Sumatera
    #6 Dihadiri Ribuan Masyarakat, MTQ XLII Provinsi Riau Dimeriahkan Ustaz Derry Sulaiman
    #7 Ketua DPRD Siak Ikuti Pawai Taaruf MTQ XLII Tingkat Provinsi di Dumai
    #8 Pria Solo Ajukan Uji Materi ke MK untuk SIM di Bawah 17 Tahun
    #9 Amalan Rasulullah saat Makkah Diterjang Angin Kencang
    #10 Pemerintah Segera Bentuk Satgas Terpadu Pemberantasan Judi Online
     

    Riautrust.com adalah media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Selengkapnya

    free html hit counter
     
    Quick Links
     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     
    Kanal
     
    + Riau Region
    + Politik
    + Ekbis
    + Metropolitan
    + Peristiwa
    + Nasional
    + Sport
    + SainsTech
    + Showbiz
    + Mozaik
    + Lifestyle
    + Internasional
    + Indeks
     
     

    Alamat Redaksi/Pemasangan iklan:

     
    Komplek Beringin Indah
    Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau
    (0761)63515 - 0812-76-47104

    iklan_riautrust@yahoo.com
    redaksi_riautrust@yahoo.com
    www.riautrust.com
     
    Copyright © 2023 riautrust.com, all rights reserved