Home
Bandara Internasional SSK II Pekanbaru Dibuka Lagi, Asita Apresiasi Gubernur Riau | Tuntaskan 31 dari 40 Km Ruas Tol Penang, HKI Implementasikan Sistem BIM | Bupati Siak Alfedri Pemimpin Terpopuler Media Arus Utama Tahun 2022 | Sabtu, Muhammadiyah Dumai Laksanakan Shalat Idul Adha di Dua LokasiĀ  | Peringatan HUT Bhayangkara ke-76 Bupati Siak Terima Penghargaan dari Kapolres Siak | Hadir Pelantikan HPPMS-R, Ini Harapan Wabup Husni Merza
Kamis, 07 Juli 2022
/ Peristiwa / 19:44:21 / Balas Dendam! Putin Pangkas Pasokan, Eropa Darurat Gas /
Balas Dendam! Putin Pangkas Pasokan, Eropa Darurat Gas
Minggu, 19 Juni 2022 - 19:44:21 WIB

INTERNASIONAL - Eropa sedang menghadapi status darurat gas setelah Rusia memperketat pasokan ke kawasan. Presiden Rusia Vladimir Putin tidak main-main untuk menjadikan energi sebagai senjata melawan dukungan Eropa kepada Kiev.

Salah satu yang paling terdampak adalah Jerman. Negara ini menghadapi situasi serius setelah Rusia memangkas pasokan gas hingga 60 persen bagi sebagian negara di Uni Eropa sejak perang di Ukraina.

"Ini adalah situasi yang serius, situasinya tegang," kata Menteri Perekonomian Jerman Robert Habeck dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi ARD pada Kamis, dilansir Bloomberg pada Sabtu (18/6/2022).

Dia mengungkapkan bahwa ini adalah uji coba kekuatan antara sekutu Barat dan Rusia. Kondisi darurat dipicu setelah Kremlin memangkas sekitar 60 persen aliran pada pipa Nord Stream yang memompa gas langsung ke Jerman.

Pengiriman yang berkurang memiliki efek kumulatif bagi Prancis, Austria dan Republik Ceko.
Penerimaan salah satu konsumen gas terbesar di Eropa, Uniper SE Jerman berkurang 60 persen dari pesanannya.

Uniper mengandalkan lebih dari setengah kebutuhannya kepada Rusia di bawah kontrak jangka panjang. Beberapa di antaranya akan berakhir pada 2030-an.

Perusahaan mengatakan sedang mengganti volume yang hilang dengan gas dari sumber lain.
Sementara itu, Gazprom PJSC Rusia mengatakan hanya akan memasok separuh dari permintaan gas Italia.

Adapun, Engie SA Prancis dan OMV AG Austria juga mengatakan mendapat jatah yang lebih sedikit.

Penutupan keran gas ini akan semakin menambah tekanan pada harga energi yang sudah menjulang dan memukul perekonomian di kawasan.

Bahkan, tindakan ini juga akan mengancam persatuan Uni Eropa. Harga acuan gas alam Eropa melonjak ke level tertinggi sekitar 50 persen dalam sepekan.

Jika Rusia benar-benar menutup pipa utamanya, kawasan ini akan kehabisan pasokan pada Januari, menurut konsultan Wood Mackenzie Ltd. Permasalahannya, wilayah ini tidak memiliki alternatif yang cukup untuk jaringan pipa Rusia, terutama untuk musim dingin yang akan datang.
Perlu diketahui, Eropa bergantung pada pasokan gas Rusia hingga 40 persen. Kawasan ini telah membatasi ketergantungannya pada Rusia sejak invasi ke Ukraina awal tahun ini.

Negara di benua itu telah mengimpor gas alam cair dari AS, memanfaatkan pasokan dari Norwegia dan menandatangani perjanjian untuk meningkatkan impor gas dari Aljazair dan Israel.

"Pemangkasan lebih lanjut akan membuat pengisian pasokan kembali lebih menantang di level Uni Eropa dan akan menguji persatuannya yang rapuh. Ini akan berlanjut sampai keran benar-benar mati," ujar seorang profesor Paris Institute of Political Studies Thierry Bros.

Regulator energi di Jerman, BNetzA menyebutkan Jerman sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengurangi permintaan seperti mengizinkan pemilik gedung mengurangi pemanas di musim dingin dan menerapkan lelang bagi perusahaan untuk menjual hak konsumsi energi mereka.

“Berkurangnya pengiriman gas Rusia saat ini dapat menempatkan kita semua – konsumen serta industri – dalam situasi yang sangat serius,” ungkap Kepala BNetzA Klaus Mueller melalui akun Twitter.

Pemangkasan pasokan juga dapat memicu Italia menyusun rencana pemenuhan pasokan gas secara darurat pada pekan depan. Langkah itu dikhawatirkan akan meningkatkan ketergantungan pada bahan bakar kotor.

"Semua bergantung kepada mekanisme pembagian gas antar negara UE dan keputusan peraturan tentang bagaimana berbagi gas yang tersedia di dalam negara,” terang peneliti Oxford Institute for Energy Studies Jonathan Stern.

Sebelumnya pada Jumat, Komisi Eropa merekomendasikan agar Ukraina mendapatkan status kandidat setelah perjalanan Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Mario Draghi ke Kiev.
Dalam pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Draghi menuduh Rusia berbohong dengan alasan pemeliharaan teknis setelah pemangkasan gas yang melalui Nord Stream.***

bisnis


   
Lulus Pasing Grade, 1.253 Guru Honorer Pemprov Riau Diangkat Jadi PPPK
Senin, 04 Juli 2022 - 06:31

Pengerjaan Tol Pekanbaru-Bangkinang Masih Terus Digesa
Senin, 04 Juli 2022 - 06:27

Pelabuhan Domestik Dumai Tak Terurus, Pemko Serahkan Kembali ke Pemerintah Pusat
Minggu, 03 Juli 2022 - 20:28

Harga Sawit Terus Anjlok, Mahasiswa Minta Gubri Jangan Diam Seolah Semua Baik-baik Saja
Minggu, 03 Juli 2022 - 20:04

MyPertamina, Teriakan Sopir Angkot hingga Review Jelek di Google Play
Minggu, 03 Juli 2022 - 20:02

Trenyuh Lihat Kondisi,
Aipda Leonar gendong Tirta Berobat ke RS Setelah Tiga Bulan Terbaring Lemah
Minggu, 03 Juli 2022 - 19:56

Bujang Kampung di Sungai Tengah Sabak Auh, Bupati Siak Terus Gesa Pelayanan
Minggu, 03 Juli 2022 - 19:49

Jembatan Water Front City di Kampar Akan Dibangun Kembali
Minggu, 03 Juli 2022 - 19:47

Rombongan Motor Besar Lintasi Tol Pekanbaru-Bangkinang, Polisi: Sudah Kantongi Izin
Minggu, 03 Juli 2022 - 19:42

Pria di Pekanbaru Jual Pacar di Bawah Umur Sebagai PSK
Minggu, 03 Juli 2022 - 19:37

DPRD Riau Kawal Peralihan Guru Honorer ke PPPK
Minggu, 03 Juli 2022 - 19:32

Kesehatan Masyarakat Kabupaten Siak Ini Juga Bagian Dari Tanggung Jawab Kami
Kamis, 30 Juni 2022 - 11:36

Pondok Dirusak PT Palma Satu, Warga Ngadu ke Kades Penyaguan
Kamis, 30 Juni 2022 - 11:31

Mantab, Anggota DPRD Siak Ini Melakukan Aksi Penyambungan Usus Tirta Elisabeth Br.Siregar
Rabu, 29 Juni 2022 - 10:05

Bupati Alfedri Sampaikan Ranperda Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Siak
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:58

Bukan karena Covid-19, Sri Lanka Lockdown Warganya Gara-gara Kehabisan BBM
Rabu, 29 Juni 2022 - 07:26

Rizal Ramli: Pemerintah Mau Tiru Sistem Otoriter Ala China dengan Draft RKUHP
Rabu, 29 Juni 2022 - 07:21

Golkar Riau Sudah Tempati Kantor Baru, Bagaimana dengan Kantor Lama?
Rabu, 29 Juni 2022 - 07:16

Pedagang di Pekanbaru Keluhkan Pembelian Migor Curah dengan Aplikasi tak Bekerja Baik
Rabu, 29 Juni 2022 - 07:07

Pimpinan DPR RI Sebut Legalitas Ganja Medis Perlu Kajian Komperhensif
Selasa, 28 Juni 2022 - 21:01

Beli Pertalite dan Solar Harus Daftar, untuk Riau Dimulai September
Selasa, 28 Juni 2022 - 20:59

Bupati Siak Apresiasi Dunia Usaha Kolaborasi Upaya Percepatan Penurunan Stunting
Selasa, 28 Juni 2022 - 20:53

Data 19.690 Tenaga Honorer Pemprov Riau Telah Dilaporkan BKD ke Pusat
Selasa, 28 Juni 2022 - 17:32

Kanwil Kemenag: 2.312 JCH Riau Sudah Diberangkatkan ke Arab Saudi
Selasa, 28 Juni 2022 - 17:29

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com