Home
Soal Banjir Rob di Dumai, Wako Paisal Sebut sudah Lakukan Hal Ini | Imigrasi Selatpanjang Prioritaskan Pembuatan Paspor Bagi Masyarakat yang Sakit Keras | Peringati Hari Tani Nasional, PPWI Berikan Bantuan Kepada Kelompok Tani | Sah! Kampung Pancasila di Pekanbaru Semakin Bertambah | Investor Habiskan Rp500 Miliar Pasang Pipa PDAM Pekanbaru | Memperkenalkan Punggawa-punggawa PS Siak Dan Jersey 2022-2023
Sabtu, 01 Oktober 2022
/ Ekbis / 06:10:41 / Akademisi Sarankan Pemerintah Dapat Gunakan PE dan BK untuk Kendalikan Ekspor CPO /
Akademisi Sarankan Pemerintah Dapat Gunakan PE dan BK untuk Kendalikan Ekspor CPO
Jumat, 23 September 2022 - 06:10:41 WIB
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU - Akademisi dari Universitas Indonesia, Eugenia Mardanugraha mengatakan pemerintah dapat menggunakan instrumen pungutan ekspor (PE) dan bea keluar (BK) untuk mengendalikan volume ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

Menurut dia, penerapan Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) untuk mengendalikan ekspor CPO selama ini justru menimbulkan risiko ketidakpastian dan inefisiensi perdagangan.

"Selama diterapkan, kebijakan non tariff barrier ini, justru membatasi volume ekspor dan terhambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Dikatakannya, dampak dari diberlakukannya DMO dan DPO adalah turunnya ekspor produk sawit secara signifikan dan petani sawit mengalami kesulitan menjual tandan buah segar (TBS).

Kebijakan DMO, tambahnya, tidak dapat menurunkan harga minyak goreng, namun justru akan menurunkan ekspor CPO yang pada akhirnya menurunkan pertumbuhan ekonomi.

Ketua Tim Peneliti LPEM UI ini menambahkan kenaikan harga minyak goreng selama ini bukan disebabkan oleh ketersediaan CPO di dalam negeri, namun karena terjadinya kenaikan harga CPO di market internasional. Naiknya migor juga dipengaruhi oleh kebijakan harga eceran tertinggi (HET) yang membuat produsen mengurangi suplai sehingga terjadi kelangkaan.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah dapat menggunakan instrumen pungutan ekspor (PE) dan bea keluar (BK) untuk mengendalikan volume ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

“Hasil pungutan ekspor CPO dapat digunakan untuk melakukan subsidi minyak goreng sehingga harga terkendali,” katanya.

Senada dengan itu Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Gulat Manurung meminta Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan untuk segera menghapus DMO dan DPO minyak sawit/CPO.

Menurut dia, kebijakan DMO dan DPO merupakan salah satu penyebab hancurnya harga TBS petani. Sehingga menurutnya Mendag tak perlu ragu dan berpikir lebih lama untuk penghapusan DMO dan DPO ini.

"Dengan dihapusnya DMO dan DPO, ke depannya cukup menggunakan instrumen BK dan PE," ujarnya.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Institute (PASPI), Tungkot Sipayung mengharapkan pemerintah bertahan pada mekanisme yang telah teruji selama ini yakni kombinasi antara PE dan BK karena kebijakan ini lebih menjamin hilirisasi dan peningkatan penggunaan konsumsi domestik baik untuk energi maupun makanan dan oleokimia.

"Misalnya, ketika harga internasional CPO naik, pemerintah tinggal menaikan pungutan ekspor, sehingga tidak perlu menunggu sampai minyak goreng menghilang dari pasar. Kalau harga CPO stabil, pungutan ekspor bisa baru diturunkan pelan-pelan," katanya.

Menurut dia, langkah pemerintah mengatasi kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng dengan melarang ekspor CPO merupakan kebijakan yang tidak tepat. Bongkar pasang kebijakan, selain menimbulkan ketidakpastian berusaha juga membuat resiko rawan akan pelanggaran.

Oleh karena itu, Tungkot menyatakan bahwa kebijakan DMO dan DPO tidak diperlukan lagi di Indonesia.

(ANTARA)


   
Kejari Rohul Gelar Perkara Dugaan Penyimpangan Tanah Kas Desa Kepenuhan Raya
Rabu, 28 September 2022 - 16:35

Kejari Rohul Gelar Perkara Dugaan Penyimpangan Tanah Kas Desa Kepenuhan Raya
Diduga Rugi Miliaran Rupiah, YBN Laporkan  BUMDEs Sumber Makmur Ke Kejari Rohul
Rabu, 28 September 2022 - 16:33

Bayi dengan Empat Tangan dan Empat Kaki Lahir di China
Rabu, 28 September 2022 - 08:10

Permintaan Ekspor Melonjak, Harga CPO Naik
Rabu, 28 September 2022 - 07:47

TBS Sawit Riau Dihargai Rp 2.532,24/Kg Sepekan ke Depan
Rabu, 28 September 2022 - 06:00

Kapal Pengangkut 20 Kg Sabu ternyata Sering Berlabuh di Perairan Meranti
Rabu, 28 September 2022 - 05:58

Buka Pelatihan Kewirausahaan Mandiri Bupati Alfedri Harap UMKM Siak Naik Kelas
Selasa, 27 September 2022 - 18:58

Resmi Mendaftar, Yuherman Daulay Siap Lanjutkan Pembangunan Desa Silang Jaya
Selasa, 27 September 2022 - 17:34

Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat
Selasa, 27 September 2022 - 16:35

Buka Sosialisasi Pola Pengembangan Wakaf, Wabup Husni Update Dulu Datanya Baru Bicara Potensi
Selasa, 27 September 2022 - 14:38

Sebanyak 187 Panwascam Mendaftar Di Bawaslu Rohul
Selasa, 27 September 2022 - 14:26

Berpotensi Kolusi, BPK Didesak Audit Tim Bayangan Nadiem
Selasa, 27 September 2022 - 10:29

Sudah 6 Tahun Pacaran, Pasangan Kekasih Ini Ternyata Saudara Kandung
Selasa, 27 September 2022 - 09:23

Jenazah Syekh Yusuf Al Qaradawi akan Dishalatkan di Doha
Selasa, 27 September 2022 - 09:11

Jenazah Syekh Yusuf Al Qaradawi akan Dishalatkan di Doha
Selasa, 27 September 2022 - 09:09

Jadi Saksi Ahli di MK Soal Nikah Beda Agama, Kiai Cholil Nafis: Tidak Sah dan Haram
Selasa, 27 September 2022 - 05:52

Riau Kirim Dua Perwakilan Pemuda ke Tingkat Nasional 2022
Selasa, 27 September 2022 - 05:45

Lokasi Penyulingan Elpiji Bersubsidi Digrebek Polda Riau, Pelaku Raup Keuntungan Rp500 juta
Selasa, 27 September 2022 - 05:38

Mahasiswa PCR Sukses Membuat Motor Listrik ala Jap Style
Senin, 26 September 2022 - 20:16

PSPS Riau Ganti Kursi Stadion Utama, Diperkirakan Capai Rp289 Juta
Senin, 26 September 2022 - 20:12

Dirjen PHU Kemenag RI: Saat Ini Sedang Dilakukan Mitigasi Pelaksanaan Haji Tahun Depan
Senin, 26 September 2022 - 20:05

Iven Sumatera Cup Prix Harap Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Siak
Senin, 26 September 2022 - 09:56

Hadiri Milad ke - 4 KBRC Siak, Alfedri: Semoga Makin Kompak
Senin, 26 September 2022 - 09:53

Kelompok Islam: Identitas Muslim Kashmir Dirusak oleh Pemerintah India
Senin, 26 September 2022 - 06:06

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com