Home
Saipul Hadi, Unggul Telak dengan 1807 Suara Pilkades Bangun Purba Timur Jaya928 | UMK Dumai Terbesar di Riau Rp3.723.278 | Nekat Deklarasi Anies di Riau, Tujuh Kader PAN Ditegur | PT Surya Dumai Agrindo Diduga Belum Kantongi Izin PKS di Bukit Batu | Ketua PBSI Inhil Lepas 2 Atlit Bulu Tangkis ke Kejurnas di Jakarta | Survei Temukan Kriteria Pria Idaman Wanita Indonesia: Harus Wangi
Jum'at, 09 Desember 2022
/ Metropolitan / 09:20:16 / Marak Kekerasan Seksual Dalam Keluarga, Pakar: Ketidakharmonisan Keluarga Jadi Faktor Utama /
Marak Kekerasan Seksual Dalam Keluarga, Pakar: Ketidakharmonisan Keluarga Jadi Faktor Utama
Sabtu, 24 September 2022 - 09:20:16 WIB
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU - Akademisi sekaligus pengamat hukum dan Kriminal Erdiansyahmenilai tingginya kasus kekerasan seksual dalam keluarga yang terungkap akhir-akhir ini didasari atas faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor utama yang mendasarinya ialah ketidakharmonisan dalam keluarga.

Pertikaian antara suami dan istri, pendekatan yang tidak harmonis kepada anak hingga tekanan dari luar menjadi pemicu terjadinya perbuatan keji dari orang terdekat terhadap seorang anak.

"Ini kasus yang cukup marak, dimana kebanyakan dilakukan oleh orang terdekat seperti ayah, paman dan kakek. Saya lihat memang faktor terdekat itu karena ketidakharmonisan dari keluarga itu sendiri," ucap Erdiansyah kepada ANTARA saat dihubungi via telepon, Jumat.

Lanjutnya, pengetahuan dan pendidikan dari pihak keluarga sendiri juga berpengaruh. Ditambah lagi peristiwa serupa dominan terjadi di daerah, bukan di kota, sehingga tidak adanya tempat hiburan membuat seseorang melampiaskan hasrat seksualnya ke orang terdekat.

Di lain sisi, ia menilai perkembangan teknologi juga berpengaruh besar. Dimana saat ini tiap orang dapat dengan mudahnya mengakses situs-situs bermuatan pornografi yang bertebaran di internet.

"Fenomena ini juga dapat terjadi karena pengaruh teknologi. Bagaimana kini seseorang bisa dengan mudahnya mengakses muatan pornografi, berbeda dengan jaman dulu," terangnya.

Peran pihak-pihak berkepentingan seperti pemerintah, menurut Erdiansyah, amat diperlukan terhadap implementasi UU Perlindungan Anak sebab di dalamnya jelasmengkaji pasal 82 dan pasal 76 E disebutkan anak harus diberikan perlindungan baik dari tindak pidana kekerasan seksual maupun pencabulan.

Pendampingan psikolog untuk memulihkan kembali mental anak yang menjadi korban kekerasan seksual dalam keluarga juga harus terus dilakukan. Korban harus dilindungi oleh negara.

"Kedudukan korban jelas. Anak yang harusnya dilindungi, malah mendapatkan perilaku tak senonoh dari orang terdekat. UU perlindungan anak sudah memberikan fasilitas kepada negara untuk melindungi korban," tutur Erdiansyah.

Mirisnya, terkadang korban yang menceritakan kejadian tersebut ke ibu atau kakaknya, sang pendengar tak lantas percaya atas aduan tersebut. Bahkan tak jarang pula pihak keluarga menutup-nutupinya dengan dalih aib keluarga.

Mengingat kasus pencabulan tidak berada dalam delik aduan melainkan delik biasa, sehingga Erdiansyah menilai bila keluarga seakan menutupi kasus tersebut, harusnya negara yang mengambil peran dalam penyelesaiannya.

"Sekiranya pemerintah setempat dapat membawa korban ke ahli psikologi untuk melihat perkembangan anak ini sehingga dapat bercerita apa adanya, apa yang menjadi penyebab dan apa yang dialaminya ketika itu," pungkasnya.

Sebagai catatan, akhir-akhir ini hampir tiap minggunya terdapat kasus kekerasan seksual dalam keluarga. Sebut saja KM (45) dan putranya RK (20) yang ditahan Polres Siak setelah mencabuli dua bocah berusia enam tahun dan tiga tahun yang mana merupakan cucu dan keponakan kedua pelaku sendiri.

Hal itu dilakukan pelaku saat orangtua korban bekerja di Provinsi Kepulauan Riau dan menitipkan anaknya pada keluarga. Diakui pelaku, perbuatan keji tersebut telah dilakukan pada Februari hingga April 2022 lalu di rumahnya.

Di lain tempat, Ros (bukan nama sebenarnya) di Indragiri Hulu diketahui telah berkali-kali dicabuli ayah kandungnya sepanjang Juli 2022. Hal itu terungkap setelah gadis malang yang baru berusia 12 tahun itu menceritakan pengalaman pahitnya kepada temannya sebab tak ada lagi tempat korban mengadu. Sementara itu, ibu kandung korban telah lama meninggalkan rumah dan bercerai dengan ayahnya.

(ANTARA)


   
Bekas Arena Dayung di Kuansing Jadi Lokasi Penambangan Emas Ilegal
Rabu, 07 Desember 2022 - 09:36

Objek Wisata di Sijunjung Sumbar
Wahana Telabang Sakti Sijunjung, Dilengkapi Area Bermain dan Penginapan
Rabu, 07 Desember 2022 - 09:19

Aurat Wanita yang Boleh Terlihat Mahram Menurut Empat Mazhab
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:44

 Hujan Disertai Angin Kencang Berpotensi Mengguyur Riau
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:33

 Perusahaan Elon Musk Neuralink Diduga Bunuh 1.500 Hewan untuk Uji Coba Chip di Otak
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:28

Jadwal 8 Besar Piala Dunia 2022: Maroko di Antara Para Raksasa, Siapa Lawan Siapa?
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:21

Imigrasi Siak Buka Layanan Pengurusan Paspor Jamaah Calon Haji di Akhir Pekan
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:11

Realisasi Keuangan APBD Riau 76,64 Persen
Selasa, 06 Desember 2022 - 22:23

Akibat Calon Istri Minta Mahar Sertifikat Tanah? Ini Saran Psikolog Keluarga
Selasa, 06 Desember 2022 - 22:14

Alhamdulillah Harga TBS Sawit di Riau Naik Lagi, Ini Daftar Harganya
Selasa, 06 Desember 2022 - 19:53

6,8 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Dumai
Selasa, 06 Desember 2022 - 19:47

Pemda Dihimbau Terapkan Digitalisasi Keuangan, Bupati Siak: Sudah Mulai Laksanakan
Selasa, 06 Desember 2022 - 18:38

Putin Teken Undang-undang Larang Propaganda LGBT di Rusia
Selasa, 06 Desember 2022 - 18:35

Seminggu Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Warga di Tesso Gunung Sahilan, BKSDA Kemana?
Selasa, 06 Desember 2022 - 16:41

Edi Zulman Dinilai Pilihan Tepat dan Ideal Untuk Calon Kades Pematang Berangan
Selasa, 06 Desember 2022 - 12:09

Tiket Tambahan Tur Konser Westlife di Jakarta akan Dijual Mulai Sabtu
Selasa, 06 Desember 2022 - 12:05

Tarif Tol Pekanbaru-Bangkinang Ditetapkan Paling Rendah Rp33.500, Selengkapnya Cek di Sini
Selasa, 06 Desember 2022 - 11:59

Bikin Netizen Sewot!
Viral Lelaki Meninggal Karena Kerja Keras, Harta Dinikmati Istri dan Suami Barunya
Selasa, 06 Desember 2022 - 06:04

Tujuh Alasan Mengapa Nikah Mutah Diharamkan Sampai Hari Kiamat
Selasa, 06 Desember 2022 - 05:55

Hasil Lengkap, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2022
Selasa, 06 Desember 2022 - 05:50

Diduga Terbitkan Surat Tanah Palsu, Kades di Siak Dilaporkan ke Polda Riau
Selasa, 06 Desember 2022 - 05:39

Gawat, Timnas Spanyol Latihan 1.000 Kali Penalti
Selasa, 06 Desember 2022 - 05:31

Ujian Seleksi PPPK Nakes Pemprov Riau Dimulai Besok, Cek Disini Lokasinya
Senin, 05 Desember 2022 - 20:54

Minta Dirut Garuda Evaluasi Aturan Pakaian Pramugari, Politisi Gerindra: Yang Berjilbab Tak Ada
Senin, 05 Desember 2022 - 20:51

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com