Home
Saipul Hadi, Unggul Telak dengan 1807 Suara Pilkades Bangun Purba Timur Jaya928 | UMK Dumai Terbesar di Riau Rp3.723.278 | Nekat Deklarasi Anies di Riau, Tujuh Kader PAN Ditegur | PT Surya Dumai Agrindo Diduga Belum Kantongi Izin PKS di Bukit Batu | Ketua PBSI Inhil Lepas 2 Atlit Bulu Tangkis ke Kejurnas di Jakarta | Survei Temukan Kriteria Pria Idaman Wanita Indonesia: Harus Wangi
Jum'at, 09 Desember 2022
/ Advertorial / 16:27:49 / Diskop dan UKM Inhil Monitoring ke UMKM Willia di Tembilahan Hulu /
Diskop dan UKM Inhil Monitoring ke UMKM Willia di Tembilahan Hulu
Kamis, 24 November 2022 - 16:27:49 WIB
TERKAIT:
   
 

TEMBILAHAN, RIAUTRUST.com  - Jajaran Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop dan UKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan monitoring terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi binaannya.

Kali ini, rombongan yang dipimpin Kepala Diskop dan UKM Ir H Illyanto MT diwakili Kasubag Keuangan dan Perlengkapan, Hj Sri Wahyuni S.Sos beserta staf mengunjungi UMKM Keripik Pisang Willia yang terletak di Jalan Baharuddin Yusuf, Gang Karya Bersama 3, Kelurahan Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan Hulu.

Di tempat tersebut, tim dari Diskop dan UKM Inhil juga memeriksa kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), izin usaha dan label halal pada produk-produk yang diproduksi oleh UMKM Amplang Udang Cik Miss.

"Monitoring ini kita lakukan untuk mendampingi dan memberikan pembinaan kepada pelaku UMKM. Harapannya agar UMKM bisa survive, kuat dan maju dengan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam pemasaran produk," ujarnya.




Ketika berbincang dengan Yuliana, Pembuat dan Pemilik Produk Keripik Pisang Willia mengungkapkan bahwa keripik pisang yang diolah dari pisang tanduk dengan rasa original ini telah diproduksi sejak tahun 2007 silam.




"Kita sudah lama buat keripik pisang ini, dari tahun 2007. Dan alhamdulillah sampai sekarang masih terus produksi," katanya.

Untuk proses produksi, dijelaskan Yuliana, dibuat setiap hari oleh dirinya sendiri, tergantung ketersediaan bahan dan pesanan dari para pembeli atau pelanggan.




"Dalam sekali buat, kita bisa menghasilkan 5 sampai 10 kilogram (kg) keripik pisang. Sedangkan bahan-bahannya kita terima dan diantar langsung oleh langganan kita," terangnya.

Adapun harga jual untuk tiap bungkusnya berbeda-beda, sesuai dengan ukuran dan banyak isi di setiap bungkusnya, yakni untuk bungkus 1,3 gram seharga Rp 10.000, bungkus 2 gram Rp 15.000, bungkus 2,5 gram Rp 20.000 dan bungkus 4,2 gram Rp 32.000.




"Selain dijual di rumah, keripik pisang ini juga kita antar ke toko-toko yang menjual oleh-oleh khas Inhil dan swalayan-swalayan yang ada di Tembilahan. Kemudian, kita juga melayani pembelian secara online," tambah Yuliana.