Home
Saipul Hadi, Unggul Telak dengan 1807 Suara Pilkades Bangun Purba Timur Jaya928 | UMK Dumai Terbesar di Riau Rp3.723.278 | Nekat Deklarasi Anies di Riau, Tujuh Kader PAN Ditegur | PT Surya Dumai Agrindo Diduga Belum Kantongi Izin PKS di Bukit Batu | Ketua PBSI Inhil Lepas 2 Atlit Bulu Tangkis ke Kejurnas di Jakarta | Survei Temukan Kriteria Pria Idaman Wanita Indonesia: Harus Wangi
Jum'at, 09 Desember 2022
/ Peristiwa / 09:07:13 /  Pendudukan Israel Rugikan Palestina hingga Rp 782 Triliun, Termasuk Perampasan Tanah /
 Pendudukan Israel Rugikan Palestina hingga Rp 782 Triliun, Termasuk Perampasan Tanah
Jumat, 25 November 2022 - 09:07:13 WIB
TERKAIT:
   
 

RIAUTRUST.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa pendudukan Israel di Tepi Barat selama 20 tahun terakhir telah merugikan Palestina hingga 50 miliar dolar (Rp 782 triliun). Israel telah mencuri pendapatan warga Palestina dengan mengambil tanah mereka.

“Para peneliti menemukan bahwa orang-orang Palestina di Tepi Barat telah kehilangan pendapatan, sementara Israel mengambil untung dari tanah yang berulang kali dikatakan oleh PBB diduduki secara ilegal,” kata laporan PBB dalam konferensi PBB dilansir dari The National News, Kamis (24/11/2022).

Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan berfokus pada bagian Tepi Barat yang disebut Area C, yang mencakup 60 persen wilayah dan berisi semua area dengan permukiman Israel.

Ini adalah rumah bagi 180 ribu sampai 300 ribu warga Palestina dan memiliki populasi pemukim setidaknya 325.500 di 125 permukiman.

Pembatasan impor seperti teknologi serta pos pemeriksaan dan rezim perizinan merugikan warga Palestina sekitar 2,5 miliar dolar (Rp 39,1 triliun) per tahun selama 20 tahun terakhir atau setara dengan tiga kali lipat total produk domestik bruto Tepi Barat pada tahun 2020. “Angka tersebut adalah “sebagian kecil” dari total biaya pendudukan,” kata laporan itu.

Kesepakatan Oslo 1993 antara Israel dan Palestina menetapkan bahwa Tepi Barat dibagi menjadi tiga wilayah, dengan Area C akan berada di bawah kendali Otoritas Palestina pada tahun 1999.

Namun, keamanan dan pengelolaan tanah di sana tetap berada di bawah kendali Israel, dan pembangunan permukiman terus berlanjut, membuat warga Palestina terisolasi di “pulau-pulau” di bawah kendali Palestina, dikelilingi oleh permukiman atau pos pemeriksaan Israel.

“Area C memiliki sumber daya alam yang paling berharga, termasuk tanah subur, mineral, batu, dan objek wisata, tetapi sebagian besar tidak dapat diakses oleh warga Palestina, karena 70 persen area tersebut berada dalam batas dewan pemukiman regional,” menurut laporan tersebut.

Para peneliti mendasarkan perhitungan mereka pada 30 persen sisanya yang dapat diakses oleh warga Palestina.

UNCTAD menghitung potensi PDB wilayah Palestina yang dapat direalisasikan di wilayah tersebut jika memiliki batasan ekonomi yang sama dengan Area A dan B, serta perkiraan porsi PDB Israel di Yerusalem Timur dan permukiman di Bank Barat.

“Manfaat yang diperoleh kekuatan pendudukan dari pemukiman di Area C yang diduduki dan Yerusalem Timur adalah sisi lain dari biaya yang harus ditanggung rakyat Palestina,” kata laporan itu.

Ditemukan bahwa Area C menyumbang 41 miliar dolar (Rp 641,2 triliun) untuk ekonomi Israel, uang tunai yang, jika Kesepakatan Oslo diikuti, akan menjadi milik Palestina.

Laporan itu muncul ketika pemungutan suara penting PBB mendekati resolusi untuk meminta Mahkamah Internasional untuk mengeluarkan pendapatnya tentang konsekuensi hukum penolakan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri sebagai akibat dari tindakan Israel sejak perang 1967.

Resolusi tersebut akan diserahkan kepada majelis beranggotakan 193 orang untuk pemungutan suara terakhir sebelum akhir tahun, ketika hampir pasti akan disetujui.

Rancangan tersebut mengutip pelanggaran Israel atas hak penentuan nasib sendiri Palestina dari pendudukan berkepanjangan, penyelesaian dan aneksasi wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967, termasuk langkah-langkah yang bertujuan untuk mengubah komposisi demografis, karakter dan status kota suci Yerusalem, dan dari adopsi undang-undang dan tindakan diskriminatif terkait.

Pengadilan akan meminta pendapat tentang bagaimana kebijakan dan praktik Israel ini mempengaruhi status hukum pendudukan, dan apa konsekuensi hukum yang timbul bagi semua negara dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dari status ini.

Sumber :
Republika.co.id


   
Bekas Arena Dayung di Kuansing Jadi Lokasi Penambangan Emas Ilegal
Rabu, 07 Desember 2022 - 09:36

Objek Wisata di Sijunjung Sumbar
Wahana Telabang Sakti Sijunjung, Dilengkapi Area Bermain dan Penginapan
Rabu, 07 Desember 2022 - 09:19

Aurat Wanita yang Boleh Terlihat Mahram Menurut Empat Mazhab
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:44

 Hujan Disertai Angin Kencang Berpotensi Mengguyur Riau
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:33

 Perusahaan Elon Musk Neuralink Diduga Bunuh 1.500 Hewan untuk Uji Coba Chip di Otak
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:28

Jadwal 8 Besar Piala Dunia 2022: Maroko di Antara Para Raksasa, Siapa Lawan Siapa?
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:21

Imigrasi Siak Buka Layanan Pengurusan Paspor Jamaah Calon Haji di Akhir Pekan
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:11

Realisasi Keuangan APBD Riau 76,64 Persen
Selasa, 06 Desember 2022 - 22:23

Akibat Calon Istri Minta Mahar Sertifikat Tanah? Ini Saran Psikolog Keluarga
Selasa, 06 Desember 2022 - 22:14

Alhamdulillah Harga TBS Sawit di Riau Naik Lagi, Ini Daftar Harganya
Selasa, 06 Desember 2022 - 19:53

6,8 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Dumai
Selasa, 06 Desember 2022 - 19:47

Pemda Dihimbau Terapkan Digitalisasi Keuangan, Bupati Siak: Sudah Mulai Laksanakan
Selasa, 06 Desember 2022 - 18:38

Putin Teken Undang-undang Larang Propaganda LGBT di Rusia
Selasa, 06 Desember 2022 - 18:35

Seminggu Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Warga di Tesso Gunung Sahilan, BKSDA Kemana?
Selasa, 06 Desember 2022 - 16:41

Edi Zulman Dinilai Pilihan Tepat dan Ideal Untuk Calon Kades Pematang Berangan
Selasa, 06 Desember 2022 - 12:09

Tiket Tambahan Tur Konser Westlife di Jakarta akan Dijual Mulai Sabtu
Selasa, 06 Desember 2022 - 12:05

Tarif Tol Pekanbaru-Bangkinang Ditetapkan Paling Rendah Rp33.500, Selengkapnya Cek di Sini
Selasa, 06 Desember 2022 - 11:59

Bikin Netizen Sewot!
Viral Lelaki Meninggal Karena Kerja Keras, Harta Dinikmati Istri dan Suami Barunya
Selasa, 06 Desember 2022 - 06:04

Tujuh Alasan Mengapa Nikah Mutah Diharamkan Sampai Hari Kiamat
Selasa, 06 Desember 2022 - 05:55

Hasil Lengkap, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2022
Selasa, 06 Desember 2022 - 05:50

Diduga Terbitkan Surat Tanah Palsu, Kades di Siak Dilaporkan ke Polda Riau
Selasa, 06 Desember 2022 - 05:39

Gawat, Timnas Spanyol Latihan 1.000 Kali Penalti
Selasa, 06 Desember 2022 - 05:31

Ujian Seleksi PPPK Nakes Pemprov Riau Dimulai Besok, Cek Disini Lokasinya
Senin, 05 Desember 2022 - 20:54

Minta Dirut Garuda Evaluasi Aturan Pakaian Pramugari, Politisi Gerindra: Yang Berjilbab Tak Ada
Senin, 05 Desember 2022 - 20:51

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com