Perusahaan Elon Musk Neuralink Diduga Bunuh 1.500 Hewan untuk Uji Coba Chip di Otak

RIAUTRUST.com - Perusahaan alat kedokteran milik Elon Musk, Neuralink, diselidiki karena diduga membunuh sekitar 1.500 hewan untuk uji coba pemasangan chip di otak.

Menurut dokumen yang ditinjau Reuters dan sejumlah sumber yang mengetahui penyelidikan serta operasional perusahaan tersebut, staf internal perusahaan mengeluhkan bahwa uji coba hewan yang dilakukan perusahaan menyebakan hewan tersebut menderita dan mati.

Neuralink Corp sedang mengembangkan cangkok otak yang diharapkan dapat membantu orang-orang yang lumpuh bisa berjalan lagi dan dapat mengobati penyakit otak lainnya.

Penyelidikan federal dimulai bulan lalu oleh inspektur jenderal Departemen Pertanian Amerika Serikat atas permintaan jaksa federal. Demikian diungkapkan dua sumber yang mengetahui penyelidikan tersebut, dikutip dari The Guardian, Selasa (6/12/2022).

Salah satu sumber mengatakan, penyelidikan itu fokus pada pelanggaran UU Keselamatan Hewan, yang mengatur bagaimana peneliti memperlakukan dan melakukan uji coba pada hewan.

Penyelidikan ini juga bertepatan dengan keluhan para pegawai Neuralink terkait uji coba hewan, di mana mereka mengeluh mendapat tekanan dari Musk untuk mempercepat pengembangan alat tersebut, menurut sejumlah dokumen Neuralink yang dikaji Reuters dan wawancara dengan sekitar 20-an karyawan dan mantan karyawan Neuralink.

Menurut para karyawan, uji coba yang gagal harus diulang. Ini menyebabkan jumlah hewan yang terlibat dalam uji coba dan yang mati semakin banyak. Dokumen perusahaan termasuk sejumlah pesan-pesan yang tidak dilaporkan, rekaman audio, surel, presentasi, dan laporan.

Elon Musk dan sejumlah petinggi Neuralink tidak menanggapi permintaan komentar terkait penyelidikan ini.

Juru bicara inspektur jenderal Departemen Pertanian AS juga menolak berkomentar. Regulasi AS tidak menjelaskan secara spesifik berapa banyak hewan perusahaan yang bisa digunakan untuk penelitian, dan memberikan kelonggaran yang signifikan bagi para ilmuwan untuk menentukan kapan dan bagaimana menggunakan hewan dalam percobaan. Neuralink telah lulus semua inspeksi USDA terhadap fasilitasnya, menurut pengajuan peraturan.

Menurut dokumen yang dikaji Reuters dan para narasumber, Neuralink telah membunuh sekitar 1.500 hewan dalam uji coba, termasuk lebih dari 280 ekor domba, babi, dan kera, setelah melakukan uji coba sejak 2018.

Sumber menyebut angka itu sebagai perkiraan kasar karena perusahaan tidak mencatat dengan tepat jumlah hewan yang diuji dan dibunuh. Neuralink juga melakukan penelitian menggunakan tikus dan mencit atau anak tikus.

Jumlah total kematian hewan tidak serta merta menunjukkan bahwa Neuralink melanggar peraturan atau praktik penelitian standar. Banyak perusahaan secara rutin menggunakan hewan dalam percobaan untuk memajukan perawatan kesehatan manusia, dan mereka menghadapi tekanan keuangan untuk membawa produk ke pasar dengan cepat. Hewan biasanya dibunuh saat percobaan selesai, seringkali agar mereka dapat diperiksa setelah kematian untuk tujuan penelitian.

Namun menurut karyawan dan mantan karyawan Neuralink, jumlah hewan yang dibunuh lebih banyak dari yang diperlukan, karena keinginan Musk untuk mempercepat penelitian.

Terlepas dari hal tersebut, para karyawan mengatakan Neuralink memperlakukan hewan-hewan dengan cukup baik dibandingan fasilitas penelitian lainnya. Salah seorang mantan karyawan mengatakan, Musk juga mengatakan kepada karyawannya, dia ingin kera-kera tinggal seperti dalam "Taj Mahal kera" di fasilitas operasionalnya di San Fransisco Bay Area.
Mantan karyawan lain mengatakan Musk juga pernah mengatakan dia tidak suka menggunakan hewan untuk penelitian, karena itu dia ingin memastikan hewan-hewan itu menjadi "hewan paling bahagia" saat masih hidup.

Sumber     :     
Merdeka.com

TERKAIT