Kantor Advokat Ganda Hasibuan, SH & Colleagues Somasi Hasri Haroen Ergen Terkait Hutang Piutang

Aris Hasibuan, paling kanan

PEKANBARU - Kantor Advokat Ganda Hasibuan, SH & Colleagues melayangkan somasi hukum terhadap H. Nasri Haroen Ergen, SH selaku mantan Rekanan Jufren ketika melakukan kerjasama di bidang pengadaan material Base B.

Arisona Suganda Hasibuan, SH selaku Penasehat Hukum (PH) Jufren ketika dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa somasi dilakukan karena tidak ada iktikad baik dari H. Ergen.

"Demi kepentingan hukum klien saya, upaya ini terpaksa kita lakukan karena Pak Haji Ergen tidak mau kooperatif dan tidak menunjukkan Iktikad baiknya serta niat untuk membayar hutang terhadap klien kita," tegasnya.

Bahkan menurut Advokat kelahiran Pasir Pengaraian ini, jika yang bersangkutan tidak juga merespon somasi hukum tersebut, maka klienya akan melakukan gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Bangkinang.

Pihaknya juga akan mengirimkan surat tembusan somasi tersebut ke beberapa instansi terkait, seperti, RT, RW, lurah, camat, di mana saudara Nasri Haroen Ergen tinggal.

"Juga, tembusan akan dilayangkan ke DPC Partai Demokrat Kampar, DPDi Demokrat Riau, Kejari Kampar, Mapolres Kampar, Dinas PUPR Rohul dan Pengadilan Negeri Bangkinang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Aris sapaan akrab PH saudara Jufren menilai bahwa persoalan hutang H. Ergen kepada kliennya sudah delapan tahun lamanya tidak diselesaikannya, sementara untuk kepentingan "Nyaleg" ketiks itu yang bersangkutan mampu.

"Inikan lucu, masa hutang sudah delapan tahun lebih tidak bisa dia selesaikan, sementara untuk kepentingan Nyaleg seperti info yang kami terima dia bisa dan mampu," tambahnya

Sekedar untuk diketahui, sisa hutang Nasri Haroen Ergen sekitar Rp. 120 juta itu berawal dari kerjasama sekitar delapan tahun lalu ketika H.Nasri Haroen Ergen,SH alias Eri Gendeng meminta suplay Base B melalui PT.Sigma Tuah Kampar kepada Jufren terkait pembangunan proyek fisik di Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hulu.

Awalnya, kerjasama antar rekan dengan pola "curah bayar" tersebut berjalan lancar, namun di pertengahan jalan H.Nasri Haroen,SH mulai berulah dengan tidak membayarkan uang pembelian material Base B tersebut.

Jufren selaku rekan lama menganggap ini hal yg masih wajar dan tetap "positif thingking" serta masih terus menyuplay material hingga empat ribuan ton lebih Base B dengan rekannya tersebut.

Hari berganti bulan sampai delapan tahun lebih hingga somasi hukum ini dilayangkan, H.Nasri Haroen,SH tidak juga menunjukkan Iktikad baiknya untuk menyelesaikan sisa hutangnya.

"Akhirnya dengan sangat terpaksa Jufren yang berjiwa sosial tinggi itu harus menempuh jalur hukum," ujar Aris.

Aris Hasibuan SH mengatakan bahwa pihaknya memberikan waktu saudara Nasri Haroen Ergen untuk menyelesaikan urusan hutang-piutang dengan kliennyai dalam waktu 5×24 jam sesuai yang tertera dalam surat somasi tersebut.

"Kalau tidak juga ada iktikad baiknya maka kami akan meminta aparat penegak hukum untuk mengaudit proyek tersebut, untuk mengungkap kejanggalan-kejanggalan yang ada sehingga sampai delapan tahun lebih tagihan ke klien kami juga terselesaikan," tutupnya.

(Rilis)

TERKAIT